BABl
PENDAHULUAN
1.1 
Latar
Belakang.
Penelitian   ini 
dilakukan   di  bagian 
General 
Affairs 
Department   (GAD)  PT.
Unitied
yaitu
divisi
atau
bagian
di dalam
departemen
ESRGA
(Environment,
Social
Responsibility
&   General  Affairs)   yang 
menangani   
fasilitas    yang  
mendukung
beJjalannya   usaha   perusahaan  
(Support   Facilities).  
GAD   menaungi  
bagian-bagian
seperti
Services, Purchasing,
Maintenance, Project and Asset, Security.
Sebagai  Support Facilities,
GAD
menangani  permintaan  dari semua departemen
maupun  divisi
di dalam perusahaan  antara
lain divisi Human
Capital,
Marketting,  Sales
divison, Service, Part division,
termasuk
cabang dan site.
Untuk penanganan
proyek
dari
baik dari cabang maupun
site, umumnya berupa pembangunan  dan renovasi,
baik
berupa
bangunan    utama  
ataupun  
bangungan 
pendukung,    serta   permanen 
ataupun  
semi
permanen  bangunan.  Tidak  hanya
kebutuhan  akan
bangunan,  kebutuhan  kecilpun  juga
masuk ke dalam area kerja
GAD. Misalnya kebutuhan
inventori kantor, seperti peralatan
kantor 
baik 
meja,  kursi, 
sampai 
ke  alat 
tulis 
yang 
menjadi 
lingkup 
atau 
cakupan
pekeJjaan.
Dapat
dikatakan  bahwa  GA
adalah  dapumya  perusahaan,  karena
mengurusi
hal-hal 
yang  menjadi 
kebutuhan  perusahaan   itu  sendiri.  Pemenuhan   kebutuhan 
dari
berbagai 
departemen 
maupun 
cabang/site    oleh 
GAD 
sangatlah    penting 
untuk
mendukung   kelancaran   proses 
bisnis 
perusahaan.   GAD 
memenuhi   kebutuhan   yang
dimulai
dari proses awal perencanaan,  pembelian
(Purchasing), pembangunan (Project),
  
2
barang
atau jasa tersebut.
Untuk GAD bagian
Projects
pemenuhan
kebutuhannya  berupa
bangunan    seperti
mess,
warehouse,
perluasan, dan lain-lain.
Saat
ini
,
atas pemenuhan  permintaan  dari
semua  departemen  maupun  divisi
di
dalam  perusahaan 
belum  pemah 
dilakukan 
pengukuran  kepuasannya. 
Pengukuran 
ini
penting  untuk
melihat  sejauh  mana
pihak
GAD
telah
memenuhi  permintaan  konsumen
internal.  Disaat  pemenuhan  kebutuhan  banyak  kendala  dan
permasalahan 
yang
timbul,
maka  perusahaan 
dituntut  uutuk  segera 
tanggap,  dan  siap  akan  kendala  yang  terjadi
sewaktu-waktu.
Agar konsumen  dapat merasa puas
akan kualitas,
kinelja  dan
pelayanan
yang perusahaan  berikan. Jika
kendala
tersebut
tidak
segera
ditanggapi dan diselesaikan
atau dengan
kata
lain pelayanan  yang diberikan
belum
maksimal,
maka
akan berdampak
langsung  pada
kepuasan  konsumen 
yang
dilayani.  Subjek  penelitian  adalah  konsumen
internal   yakni  karyawan.   Penelitian   ini 
dilakukan   untuk 
mengukur   kepuasan   yang
dirasakan  oleh
karyawan  perusahaan  mengenai  kualitas  pelayanan  yang
diberikan  oleh
perusahaan   (GAD) 
sesuai 
dengan 
kebutuhan   karyawan   pada  proyek 
renovasi   yang
sedang
dilaksanakan  oleh perusahaan  yaitu 
proyek
renovasi
ruang
kelja
lantai
3
kantor
pusat PT.United
Tractors.
Penelitian
ini
berlangsung
di PT.United
Tractors
yang
merupakan
perusahaan
berkembang 
yang
bergerak  dalam
bidang
distribusi 
alat-alat
berat
serta
mampu
menghasilkan  kinelja  yang
baik dan
menjaga
kepercayaan  para
pelanggan. 
Hal
tersebut
terlihat  dari  banyaknya 
pelanggan 
dan  jaringan  distribusi 
layanan  pelanggan 
melalui
Kantor  Cabang,  Kantor  Site
Support  dan
Kantor  Perwakilan.    Sebagai  distributor  alat
berat  terkemuka  di  Indonesia,  PT  United  Tractors 
tetap  memberikan 
perhatian 
lebih
  
3
dengan
serangkaian
pelatihan
yang
diselenggarakan UTLC
(United
Tractors
Learning
Center)
untuk
karyawan
agar kreativitas
karyawan
dalam
menghadapi
setiap
tantangan
semakin
terasah.  
Selain
itu, ketepatan
dan
akurasi
proses
pelayanan
pelanggan
dapat
dilakukan 
melalui  Transformasi  Proses
sehingga  tingkat
persediaan 
perusahaan 
berada
pada   tingkat   optimal   dan   tetap 
mampu   merespon   dengan   cepat 
setiap   kebutuhan
pelanggan.
Pennasalahan
yang
sering dihadapi
oleh perusahaan  adalah permasalahan  dengan
kondisi
eksternal
maupun
internal
perusahan.
Kondisi
eksternal
antara
lain
permasalahan
pembayaran
dari
customer
yang terlambat,
kondisi
tambang
yang
tidak
menentu
dan
ketidakpastian   kontrak 
perpanjangan. 
Sedangkan  permasalahan  sebagai  akibat  adanya
kondisi
internal
perusahaan
antara lain permasalahan
komunikasi,
tenaga
keija,
faktor
"coverage" 
atau   jangkauan   yang   terlalu   besar,   yang 
mencakup  
cabang   dan 
site.
Hubungan   External  dan 
Internal   untuk
General   Affairs 
(Project   Divicion),   untuk
eksternal
yakni
kesulitan 
mencari
kontraktor,
kondisi
harga
material,
regulasi
peraturan,
faktor   cuaca,   internalnya  
yaitu   coverage  yang   terlalu   luas,   kompleksitas   proyek,
konsistensi
prosedur.
1.2       Identifikasi  dan Perumusan  Masalah.
Berdasarkan   uraian   pada 
bagian 
Jatar  belakang,   maka 
dalam 
penelitian  
1111
perumusan
masalah
adalah:
1. 
Bagaimana 
harapan  karyawan  terhadap  pelaksanaan 
proyek  renovasi 
lt.3  pada
tahap pra, saat
renovasi
dan pasca renovasi?
  
4
2. 
Bagaimana  persepsi  karyawan 
terhadap  pelaksanaan 
proyek  renovasi  lt.3  pada
tahap pra, saat renovasi dan pasca
renovasi?
3. 
Bagaimana  nilai tingkat
kepuasan
berdasarkan   harapan dan persepsi
karyawan?
4. 
Bagaimana   perbaikan   yang  efektif  untuk  peningkatan   pelayanan 
kualitas 
jasa
sehingga dapat
meningkatkan kepuasan
karyawan PT.United
Tractors,Tbk?
5. 
Bagaimana  strategi  dari
pihak  manajemen 
GAD  untuk
meningkatkan
kepuasan
karyawan?
1.3 
Ruang
Lingkup.
Berikut   ini 
merupakan  
batasan-batasan 
permasalahan    yang 
ditetapkan  
oleh
peneliti   agar  penelitian   tugas  akhir 
tidak 
menyimpang
dari  permasalah   sebenarnya.
Batasan tersebut
antara
lain adalah:
1. 
Penelitian
dilakukan  di PT. United
Tractor
Tbk.
2. 
Subjek
penelitian  ini adalah karyawan
dari proyek United Tractors.
3. 
Penelitian  dilakukan
terkait dengan
divisi
project 
dari bagian
General Affair.
4. 
Penentuan  variabel  pengukuran  berdasarkan  dimensi
kualitas
(tangible,
reliable,
responsive,
emphaty, assurance).
5. 
Penentuan
konsumen  hanya terkait
dengan proyek di PT.United
Tractors,Tbk.
6. 
Proyek  yang
diteliti  adalah  proyek  dari
internal  United  Tractors  yaitu
renovasi
lantai 3 (HO)
untuk Tahap
1.
  
5
1.4 
Tujuan
Penelitian.
Adapun
tujuan dari penelitian
Tugas Akhir di PT. United Tractor 
ini adalah:
1. 
Mengukur  dan
menganalisa 
tingkat
harapan  karyawan  atas
pelaksanaan  proyek
renovasi 1!.3 pada ketiga
fase tersebut.
2. 
Mengukur  dan
menganalisa  tingkat
persepsi  karyawan  alas
pelaksanaan  proyek
renovasi
lt.3 pada ketiga
fase tersebut.
3. 
Mengukur  tingkat  kepuasan  berdasaran  nilai  Gap
yang
ada
antara  persepsi  dan
harapan.
4. 
Mengusulkan    perbaikan 
kualitas   pelayanan  
untuk   meningkatkan    kepuasan
konsumen  internal
(karyawan).
5. 
Menganalisa
strategi  yang
digunakan  atau
dipilih  oleh
pihak  manajemen 
untuk
meningkatkan  kepuasan konsumen
internal
(karyawan).
Selain
itu manfaat
dari penelitian
ini adalah:
1. 
Dapat mengetahui
apa yang diharapkan
konsumen
berdasarkan
kepuasan.
2.   Penelitian   ini   merupakan   sarana   menambah   pengetahuan   bagi   peneliti,
khususnya 
mengenai    hubungan    dimensi    variabel  
pembentuk    kualitas
pelayanan.
3.   Penelitian 
ini  diharapkan 
dapat  memberikan 
masukan  yang  berguna 
bagi
ilmu
pengetahuan  khususnya  ilmu teknik
industri dan manajemen.
4.   Meningkatkan  produktifitas
perusahaan.
  
6
1.5 
Gambaran  Perusahaan.
PT   United   Tractors  
Tbk   merupakan   perusahaan  
yang 
bergerak   di   bidang
distribusi  alat berat, kontraktor  penambangan  dan pertambangan  batu bara, beroperasi  di
33 (tiga
puluh
tiga)
cabang
dan jobsite
yang tersebar
di seluruh  wilayah  Indonesia.  
PT
United  Tractors 
memulai   usahanya  pada  tahun  1972  sebagai 
distributor 
tunggal 
alat
berat
yang diproduksi  PT Komatsu.
Untuk
memenuhi  kebutuhan
pasar akan alat berat di
sektor   pertambangan, 
perkebunan,   konstruksi  
dan   kehutanan,   PT   United   Tractors
mendistribusikan 
produk-produk 
alat  berat   berkualitas   intemasional    dari 
Komatsu,
Nissan
Diesel,
Scania,
Bomag,
Valmet
dan
Tadano.   Selain
menjadi
agen penjualan  alat
berat   tersebut,   unit   usaha   Mesin   Konstruksi  
menyediakan  
pelayanan  
puma   jual,
pembuatan 
komponen 
dan  attachment,  rekondisi  alat
berat,  penyewaan  dan
penjualan
alat berat bekas pakai serta penjualan  traktor pertanian.
1.5.1 
Visi, Misi, dan Tujuan
Perusahaan.
VISI
Menjadi
perusahaan
kelas
dunia
berbasis
solusi
di bidang
alat berat,
pertambangan     dan   energi    untuk    menciptakan   
manfaat    bagi  
para
pemangku  kepentingan.
MISI
Menjadi   perusahaan  
yang   bertekad   membantu   pelanggan   meraih
keberhasilan  
melalui   pemahaman  
usaha   yang   komprehensif 
dan
interaksi
berkelanjutan.
  
7
v'   
Perusahaan 
akan  menciptakan 
peluang  bagi  insan  perusahaan 
untuk
dapat 
meningkatkan  
status 
sosial 
dan 
aktualisasi 
diri  melalui
kineljanya.
v'  
Perusahaan  selalu
menghasilkan 
nilai tambah
yang berkelanjutan  bagi
para
pemangku
kepentingan
melalui
tiga aspek
berimbang
dalam
hal
ekonomi,
sosial
dan lingkungan.
v' 
Perusahaan  
berusaha  
memberi  
sumbangan  
yang   bermakna  
bagi
kesejahteraan bangsa.
1.5.2 
Sejarah
Perusahaan.
PT  United  Tractors  didirikan  pada  13
Oktober  1972  sebagai  distributor
tunggal  alat berat  yang diproduksi  PT
Komatsu.  
Pada
19
September  1989,
PT
United  Tractors 
mencatatkan
saham  perdana  di  Bursa  Efek  Jakarta  dan
Bursa
Efek  Surabaya, 
dengan  kode  perdagangan 
UNTR,  PT
Astra  International 
Tbk
menjadi   pemegang   saham   mayoritas. 
Selain   menjadi   distributor   alat 
berat
terkemuka   di 
Indonesia,   PT 
United 
Tractors   juga 
aktif 
bergerak   di 
bidang
kontraktor  penambangan  dan bidang
pertambangan  batu bara.  Ketiga
unit
usaha
ini  dikenal 
dengan 
sebutan 
Mesin  Konstruksi, 
Kontraktor 
Penambangan,   dan
Pertambangan. 
Unit   usaha   Mesin   Konstruksi  
menjalankan   peran   sebagai
distributor  tunggal  alat
berat  Komatsu,  Nissan  Diesel,  Scania,  Bomag,  Valmet
dan 
Tadano. 
Dengan   rentang   ragam   produk   yang  diageninya,   PT 
United
Tractors  mampu  memenuhi  seluruh  kebutuhan  alat berat
di sektor-sektor
utama
di   dalam   negeri,   yakni   pertambangan,    perkebunan,  
konstruksi,   kehutanan,
  
8
material  
handling   dan   transportasi. 
Layanan  
puma  
jual   kepada  
seluruh
  
9
pelanggan  di dalam
negeri
tersedia
melalui
jaringan
distribusi
yang
tersebar
pada
delapan
belas
kantor
cabang,
lima
belas
kantor
site-support
dan
dua belas
kantor
perwakilan.
Unit 
usaha 
ini  juga 
didukung 
oleh 
anak-anak 
perusahaan   yang
menyediakan
produk 
dan 
jasa 
terkait, 
yaitu  PT 
United 
Tractors 
Pandu
Engineering
(UTPE),
UT Heavy
Industries(S)
Pte
Ltd
(UTHI),
PT
Komatsu
Remanufacturing 
Asia 
(KRA),   PT  Bina 
Pertiwi 
(BP) 
dan 
PT 
Multi 
Prima
Universal
(MPU). 
Unit
usaha Kontraktor
Penambangan
dijalankan
melalui
anak
perusahaan  Perseroan,
PT Pamapersada Nusantara
(Pama). 
Didirikan
pada tahun
1988, Pama
memberikan  jasa penambangan  kelas dunia
yang mencakup  rancang
tambang,
eksplorasi,  penambangan,  pengangkutan,  barging
dan loading. 
Dengan
wilayah  keija
terbentang  di seluruh  kawasan
pertambangan  batu bara
terkemuka
dalam   negeri,   Pama   dikenal   sebagai   kontraktor   penambangan  
terbesar   dan
terpercaya
di
Indonesia.
Unit 
usaha 
Pertambangan  
mengacu   pada  kegiatan   Perseroan   sebagai
operator  
tambang  
batubara  
melalui    PT   Dasa  
Eka   Jasatama  
(DEJ),  
anak
perusahaan Pama.   
Berlokasi 
di
Rantau,
Kalimantan 
Selatan,
DEJ
memiliki
kandungan
batubara
berkualitas
tinggi
dengan
kalori
6.700
kcal, serta
kapasitas
produksi    sebesar  
juta  
ton   per  
tahun.     
Selain   melalui  
DEJ,  
kegiatan
pertambangan
batubara
Perseroan
bertambah
dengan selesainya
pembangunan
infrastruktur
konsesi  pertambangan  batu
bara
PT
Tuah
Turangga  Agung  (ITA)
yang  berada  di  Kabupaten  Kapuas,  Kalimantan  Tengah, 
yang
diakuisisi 
tahun
  
10
tambang  seluas  4.897  hektar  dan  estimasi  cadangan  sekitar  40  juta  ton. 
TTA
telah
memulai
tahap produksi
percobaan
sejak bulan Oktober 2009.
Pada  tahun  2009,  Perseroan 
mampu  mencatat  kinelja 
yang baik. 
Nilai
penjualan  konsolidasi  Perseroan  meningkat  5%
menjadi  Rp 29,24
triliun,
diikuti
peningkatan    laba   bersih  
menjadi 
Rp   3,82   triliun,  
naik   43%  
dari  
tahun
sebelurnnya. 
Laba  bersih 
per  saham  pun  meningkat 
30%  menjadi  Rp  1,147
triliun 
dari  posisi 
Rp  884  triliun  pada  tahun 
sebelumnya.    Peningkatan   nilai
penjualan   tersebut   diraih 
di 
tengah   penurunan  
volume   penjualan   alat 
berat
nasional 
dari  9.684 
unit 
menjadi 
6.644 
unit  (perkiraan). 
Penurunan 
tersebut
teljadi 
karena 
banyaknya 
konsumen 
alat 
berat 
yang    menunda 
bahkan
membatalkan
rencana  pembelian 
alat  berat  akibat  kurang  kondusifuya 
kondisi
perekonomian.
  Namun   demikian,   pangsa   pasar   alat   berat 
Komatsu  
yang
didistribusikan
PT
United
Tractors  tetap
memimpin  pada
posisi
47%,
dari
45%
di tahun
2008,
diikuti  dengan
peningkatan  angka
pendapatan  layanan
puma  jual
hingga
23% dari
Rp 2,93
triliun
menjadi
Rp
3,60
triliun.
Selama
tahun 2009
PT
United
Tractors  melalui
unit
usaha Mesin
Konstruksi  menerima
berbagai
macam
penghargaan atas kineljanya.
1.5.3 
Bidang
Usaha.
PT  United  Tractors  merupakan  perusahaan 
yang  mendistribusikan
alat­
alat  berat  di  Indonesia, 
perusahaan   juga  aktif  bergerak 
di  bidang 
kontraktor
  
11
dengan sebutan
Mesin
Konstruksi,  Kontraktor  Penambangan,  dan Pertambangan.
Unit
usaha
Mesin
Konstruksi 
menjalankan
peran
sebagai
distributor  tunggal
alat
berat  Komatsu, 
Nissan  Diesel,  Scania,  Bomag,  Valmet  dan  Tadano.   
Produk­
produk  alat
berat 
yang
dijual  di
pasar  Indonesia  diantaranya  adalah  excavator,
backhoe
loader,
wheel
loader, bulldozer,
motor grader dan dump
truck.
PT  United  Tractors  mampu  memenuhi 
seluruh  kebutuhan  alat  berat  di
sektor-sektor    utama  
di 
dalam 
negeri, 
yakni    pertambangan, 
perkebunan,
konstruksi,  kehutanan.  
Sektor  perkebunan,  terutama
perkebunan  kelapa  sawit,
berkembang
menjadi  pasar  yang penting  bagi pemasaran  alat berat.   Kebutuhan
pemilik  perkebunan   untuk 
melakukan   proses  land-clearing, 
land-capping
dan
seterusnya  
hingga   proses 
pemeliharaan 
perkebunan   berskala   luas, 
membuat
kebutuhan   alat  berat  untuk  sektor  ini  bergerak  sesuai  kondisi  pemasaran 
dan
perkembangan
industrinya.   Dalam
kaitan pengelolaan  hutan, pemerintah
saat
ini
lebih 
mengutamakan  pertumbuhan 
industri   berbasiskan   proses  kayu, 
seperti
industri  pulp  and  paper  dan  kayu  lapis,  serta 
mewajibkan 
pengelolaan 
Hutan
Tanaman 
Industri 
(HTI) 
untuk 
memenuhi  
kebutuhan 
bahan 
bakunya.
Pemerintah  
juga 
telah 
menerapkan  
langkah-langkah 
serius 
untuk   mencegah
eksploitasi    berlebihan hutan-hutan  
hutan-hutan  
Indonesia 
  demi 
mengurangi 
  dampak
lingkungan  
yang  
memprihatinkan.
Hingga  
akhir 
tahun  
2009, 
realisasi
pembangunan
infrastruktur  
belum  
terlalu 
menggembirakan.
Realisasi
pembangunan 
konstruksi  
jalan   to!   masih   banyak   yang   belum   terlaksana,
sedangkan  realisasi  pembangunan  pembangkit 
listrik
baru
hanya
sebagian  yang
  
12
i
telah  terlaksana. 
Implementasi 
undang-undang
khusus 
di  bidang  pertanahan
guna
mengurangi  hambatan  pokok
pembangunan  jalan.
1.5.4 
Struktur
Organisasi Perusahaan.
PT  United 
Tractors   dapat  digambarkan   dalam  hagan 
yang  dijabarkan
berikut
ini :
Organization, Subsidiaries and
Affiliated Companies
PTPamapersada
Nusantara
rPamav)
{100%)
I
1::.,
i
====== ===l
i
i
i= ====;i
Pr Ekasatya
1
Vana,ma
rEsv")
j
1·-·-·-·-·-·-·-·-j
Construction
Machinery
Business
Mining
Contracting
Business
Mining Business
  
 
I
KOMITE
I
DEWAN
I
EKSEKUTIF 
KOMISAR IS 
I
KOMITE
AUDIT
'iil
0
E
c
i
r
"
..
,
 
I
I
DIREKSI
KOMITE NOMINASI
&
RENUMERASI
1'1
tv
"
<
-
l
PRESIDEN
DIREKTUR
I
fS
-
I
I
0
·
0
l::l
DIREKTUR
DIREKTUR
DIREKTUR
DIREKTUR
MARKETING
C
....
.
/)
.
r
......
/
::;.
;;
BAGIAN 
BAGIAN 
BAGIAN 
BAGIAN 
OPERATION
 
I
"<I
...
I
I
I
 
I
......
...,
[
2.
KOMITE 
CORPORATE
FINANCE 
ACCOUNTING
GOG
   BUSINESS 
&
BUDGET
I
I
s
CORP. PLANNING 
CORP.
PROCUREMENT
 
I
 
 
I
 
 
I
I
:;!
RiSK&MANAGEMENT
CORPORATE
CORPORATE
CORPORATE
ESR
&INVESTMENT
LEARNING
LEARNING
LEARNING
&GA
AUDIT 
CENTER 
  CENTER
  CENTER
--
  
13
1.5.5 
Struktur
Organisasi  ESRGA
Division.
PT  United 
Tractors  dapat  digambarkan   dalam 
hagan 
yang  dijabarkan
berikut
ini
:
[
HC,ESR,GA
Director
I
ESR,GA Divison
"
"
"
-·--
-
-
---- -------------------    -
-
-,------
------ --"'
Secretary
General Affairs Dept
Security
Dept
Gambar
1.3
Struktur
Organisasi
ESRGA
Divison.
ESRGA
divison dibagi
menjadi
ESR
dan
GA, dibawah
ini
adalah
struktur
GA 
yang  dibagi 
menjadi   6  bagian:  Project 
&
Asset  Management,   Services,
AP,Vendor  Mgt &
Sys Development,  Maintenance, dan Security.
Tabel
1.1
Struktur
Organisasi
GA Divison
  
14
Tabel
1.2 Jumlah
Karyawan
PT.United  Tractors,Tbk
LEVEL
SELURUH KARYAWAN UT
GROUP
2005
2006
2007
2008
2009
Non Staff
6.819
7.399
8.468
10.104
12.621
Staff
1.145
1.245
1.409
1.313
1.485
Manajerial
148
146
156
151
380
Direksi
46
46
48
53
56
Total
8.158
8.836
10.081
11.621
14.542
(Sumber : General Affmr
Department PT
Uruted  Tractors)
1.5.6 
Kebijakan  Perusahaan.
Kebijakan 
perusahaan 
PT.United 
Tractors,Tbk 
dapat 
di1ihat   pada
lampiran
8
pada 1aporan pene1itian.