1
BAB 1
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Dewasa ini persaingan dunia usaha sangat ketat, hal tersebut dapat dilihat dari
bermunculannya usaha-usaha sejenis yang
didasari oleh kesuksesan pesaing
yang
sudah terlebih dahulu mendirikan perusahaan. Oleh karena itu setiap pengusaha dan
calon pengusaha harus memiliki persiapan yang baik dalam membangun perusahaan
dan memiliki visi dan misi yang jelas untuk membawa perusahaannya ke arah yang
lebih baik dan selalu siap dengan setiap perubahan yang akan terjadi terhadap
lingkungan, kebutuhan, dan keinginan masyarakat. Persaingan yang ketat dapat
terjadi di setiap jenis usaha, termasuk di bidang penjualan alat musik
Di Indonesia, musik sudah menjadi kebudayaan sejak ratusan tahun yang lalu.
Setiap daerah memiliki jenis musik serta peralatan musik yang beragam yang
biasanya dimainkan disaat tertentu, misalnya acara pernikahan atau upacara adat
lainnya.  Didunia modern seperti saat ini, musik sudah berkembang dari tradisi
menjadi hobi, bahkan pekerjaan.
Di dunia industri musik sendiri terdapat beberapa
bidang yang saling berkaitan,  diantaranya terdapat musisi, agensi hiburan musik,
teater musik,
perusahaan radio, penyelenggara event
musik, sekolah musik,
perusahaan periklanan,
hingga manufaktur instrument musik, dan distributor alat
musik. Dalam jurnal internasional yang berjudul International Journal of  Music
Business Research  oleh
Tschmuck
(2012) ,
dituliskan bahwa
kunci sukses dalam
bisnis musik adalah integrasi
diantara pihak-pihak didalam industri musik. Jika
teater,
surat kabar dan majalah, penyedia
instrument musik,  produser musik, dan
advertiser
saling bekerjasama, mereka akan membentuk aliansi yang sangat kuat.
  
2
Hal tersebut merupakan peluang besar bagi para pengusaha di bidang penjualan alat
musik di Indonesia, termasuk kota Makassar
Saat ini sudah semakin banyak perusahaan yang menjual alat musik yang
beroperasi di Makassar seiring bertumbuhnya kebutuhan masyarakat akan peralatan
musik yang berkualitas.
Menurut penelitian yang dilakukan oleh majalah musik
AudioPro, rata-rata pertumbuhan penjualan peralartan musik (instrument musik,
peralatan audio serta sound system) di kota Makassar saat ini sebesar 10%.
Pertumbuhan
tersebut mungkin dianggap sebagai kunci kesuksesan oleh para
pengusaha alat musik. Padahal kesuksesan dalam usaha penjualan alat musik tidak
hanya ditentukan oleh tingkat kebutuhan masyarakat akan alat musik. Strategi yang
digunakan perusahaanlah yang menjadi hal yang penting dalam menarik minat
konsumen.
PT. Rania Irama adalah perusahaan yang bergerak
dibidang penjualan alat
musik. Didirikan oleh Mufidah Jusuf Kalla pada tahun 1980
dengan nama PT.
Anakuma, menjadikan
perusahaan
ini sebagai
pemegang lisensi
pertama
dari PT.
Yamaha Musik Indonesia Distributor untuk menjadi dealer resmi
alat musik
merek
Yamaha di Makassar. Menjadi yang pertama bukan berarti segalanya berjalan mulus
bagi Anakuma. Perkembangan perusahaan yang lambat dan bermunculannya pesaing
baru membuat Anakuma menghadapi kesulitan. Puncaknya pada
awal tahun 2002,
pihak pemilik perusahaan menghentikan kegiatan operasional PT. Anakuma
karena
perusahaan dianggap tidak lagi mampu menutupi beban-beban operasionalnya.
Penghentian ini membuat aset-aset Anakuma dibekukan. Sempat vakum beberapa
bulan, pemilik perusahaan melakukan pergantian direksi di tingkat top management
perusahaan. Visi baru yang dibawa pihak manajemen yang baru
membuat beberapa
perubahan, termasuk perubahan nama perusahaan.
Maka
melalui akte notaries
  
3
dengan nomor C-23887 HT.01.01.TH.2002, berdirilah
PT.
Rania Irama.
Pada awal
berdirinya, Rania memiliki satu gedung yang dulunya merupakan gedung Anakuma.
Di  tahun 2013, Rania sudah memiliki dua cabang yang kedua-duanya berada di kota
Makassar. 
Rania sendiri belum pernah melakukan analisis tentang strategi apa yang
sebaiknya dilakukan oleh perusahaan. Kebijakan yang diambil oleh pihak
manajemen hanya bersifat spontan dan tidak bertitik tumpu pada strategi tertentu.
Visi PT.
Rania Irama
adalah menjadi perusahaan penyedia produk peralatan
musik
terbesar di Indonesia Timur. Sedangkan rencana jangka pendek Rania yang saat ini
sedang ditargetkan oleh perusahaan adalah menjadikan PT. Rania Irama sebagai
perusahaan penyedia peralatan musik terbesar di kota Makassar.
Menurut Direktur PT. Rania Irama, Yenita Dewi, memiliki
perusahaan
yang
berpusat di Makassar merupakan salah satu kekuatan Rania dalam membagun
perusahaan yang kuat di Indonesia Timur.
Karena letaknya yang strategis, yaitu
sebagai pintu gerbang antara Indonesia Barat dan Timur, Makassar dianggap sebagai
kota tempat berinvestasi yang baik dan dapat memudahkan kegiatan operasional
perusahaan.
Selain itu, Integrasi yang dilakukan PT. Rania Irama dengan Sekolah
musik Rania Irama
dianggap pihak manajemen sebagai kekuatan lebih yang tidak
dimiliki pesaingnya. Saat ini Rania berintegrasi dengan Sekolah Musik Rania Irama
yang merupakan lembaga pendidikan 
musik
yang
bernaung dibawah Yayasan
Sekolah Musik Indonesia. 
Adapun beberapa kelemahan yang dimiliki PT.Rania Irama. Menurut direktur
Rania Irama, saat ini Rania tidak memiliki karyawan
ahli pada posisi tertentu.
Beberapa posisi jabatan seperti pimpinan cabang dan manajer keuangan diisi oleh
direktur perusahaan. Hal ini dianggap dapat menghambat perkembangan perusahaan.
  
4
Sistem keuangan yang masih bersifat manual juga dianggap menghambat proses
analisis keuangan didalam perusahaan. 
Rania juga memiliki beberapa peluang bisnis yang dapat dimanfaatkan. Saat ini
Rania memiliki beberapa pelanggan yang berasal dari luar kota Makassar. Di tahun
2012, penjualan yang berasal dari pelanggan yang berasal dari luar kota Makassar
sebesar Rp 3.800.000.000 atau sebesar 30% dari total penjualan pada tahun tersebut.
Pembeli yang berasal dari luar kota Makassar berasal dari Manado, Toraja, palu, dan
Jayapura.
Keberadaan sekolah musik juga dianggap sebagai peluang bisnis bagi
Rania Irama, dengan
bertambahnya Sekolah musik,
pihak manajemen Rania Irama
berharap dapat ikut meningkatkan penjualannya. 
Adapun beberapa ancaman bisnis yang dimiliki oleh Rania.
Dalam hal
operasional, produk yang dikirim dari pemasok terkadang mengalami kerusakan.
Produk -
produk yang rusak  ini dapat dikembalikan kepada pemasok untuk
diperbaiki secara gratis, namun memakan waktu paling lambat dua bulan sampai
barang ini diterima kembali oleh pihak Rania Irama. Secara umum, usaha peralatan
musik juga mendapat pesaing dalam bentuk produk pengganti. Misalnya pabrikan 
smartphone
yang menyediakan aplikasi yang berisikan software
berupa peralatan
musik digital dimana penggunaan dan suara yang dihasilkan menyerupai instrumen
musik yang sebenarnya. Aplikasi –
aplikasi ini ditawarkan dengan harga yang jauh
dibawah alat musik asli dan bahkan beberapa diantaranya gratis. 
Saat ini Rania juga bukan merupakan satu-satunya penyedia peralatan musik di
Makassar.
Pesaing yang dianggap oleh pihak manajemen sebagai pesaing terdekat
adalah Tom’s Music. Tidak jauh berbeda dengan Rania, Tom’s Music juga
merupakan perusahaan yang secara khusus menyediakan alat-alat musik dari
berbagai merek. Berbeda dengan Rania yang masih berkonsentrasi di kota Makassar,
  
5
Tom’s yang berdiri di awal tahun 90-an kini sudah membuka cabang baru di Manado
dan di Bali. Gerai buku Gramedia yang dikenal sebagai penyedia produk buku
bacaan, kini juga
menyediakan
alat-alat hobi, termasuk
peralatan musik.
Walaupun
tidak berfokus di industri peralatan musik, namun di Makassar, Gramedia telah
memiliki tiga cabang yang semuanya berada didalam pusat perbelanjaan yang ramai
dikunjungi pelanggan. Sedangkan di jl. Somba Opu, Makassar, terdapat perkumpulan
toko yang dulunya merupakan penjual alat-alat olah raga yang kini juga mulai
menjual peralatan musik.
Dengan banyaknya pesaing yang bermunculan,
strategi
bisnis yang baik sangat dibutuhkan oleh Rania, karena strategi bisnis yang baik akan
membawa kemajuan dalam perjalanan perusahaan menuju tujuan yang ingin dicapai.
Penentuan strategi perusahaan ditentukan oleh berbagai faktor, diantaranya
adalah faktor internal dan eksternal perusahaan. Faktor internal terdiri dari sumber
daya manusia, keuangan perusahaan, susunan organisasi, dan kebijakan perusahaan.
Sedangkan faktor eksternal perusahaan terdiri dari pesaing, pasar (ekspektasi
konsumen),  pemasok, lingkungan sekitar perusahaan, serta kondisi perekonomian
dan politik.
Berdasarkan pemikiran di atas, maka penulis membuat skripsi ini dengan judul
“Analisis Strategi Bisnis Pada PT. Rania Irama”. Diharapkan analisis yang dilakukan
penulis nantinya dapat menghasilkan strategi bisnis yang tepat untuk
direkomendasikan kepada pihak PT. Rania Irama.
1.2 Identifikasi Masalah
  
6
Berdasarkan latar belakang di atas, maka dalam penelitian ini diidentifikasikan
masalahyang dikemukakan sebagai berikut:
1.
Bagaimana lingkungan eksternal PT. Rania Irama?
2.
Bagaimana lingkungan internal PT. Rania Irama?
3.
Apa rekomendasi strategi bisnis bagi PT. Rania Irama?
1.3 Tujuan Penelitian
Adapun tujuan dari penelitian ini adalah:
1.
Untuk mengetahui dan menganalisis lingkungan eksternal PT. Rania Irama.
2.
Untuk mengetahui dan menganalisis lingkungan internal PT. Rania Irama.
3.
Untuk memberikan rekomendasi strategi bisnis bagi PT. Rania Irama.
1.4 Manfaat Penelitian
Manfaat dari penelitian ini adalah: 
1.    Bagi PT. Rania Irama
Untuk membantu perusahaan untuk menemukan strategi apa yang
seharusnya digunakan dalam menjalankan bisnis.
Membarikan evaluasi internal dan eksternalperusahaan agar
dapat
memperbaiki strategi yang diterapkandan memformulasikan strategi
bisnis yang tepat untuk PT. Rania Irama
Sebagai rekomendasi dalam menetapkan strategi bisnis yang tepat untuk
kesuksesan usahanya.
2.    Bagi penulis
Dapat menerapkanilmuyang diterima selama kuliah, khususnya yang
berkaitan dengan manajemen strategis
  
7
Untuk menambah pengetahuan dan wawasan mengenai bisnis peralatan
musik.
Sebagai tambahan wawasan dibidang manajemen strategis untuk
diterapkan di dalam dunia bisnis yang nyata
3.    Bagi pembaca
Sebagai tambahan informasi yang berguna untuk lebih memahami
bagaimana menyusun strategi bisnis dengan benar sehingga dapat
dipergunakan kelak.