BAB2
LANDASAN TEORI
2.1.
Sejarah
Radio
Pemancar
Sejarah  radio  pemancar  boleh  dikatakan 
hanya  sedikit  sekali 
masyarakat
yang
mengetahui
secara
luas.
Dalam
hal
ini
perlu
sekali
ditampilkan
sejarah
radio
pemancar
termasuk  tokoh
-
tokohnya dan beberapa
bentuk
pesawat
yang dipakai
pada
mulanya. Diantaranya
seoraog
bemama
:
A.S. Pavov
telah
memberikan
satu
demonstrasi   pemakaian  
bel   yang   digerakkan  
oleh   listrik.  
Radio   penerima
sederhana  karya  Pavov  adalah  bentuk  radio  sederhana 
untuk  sistem  penerima,
dimana bagian radio
ini
terbagi
tiga,
masing-masing
adalah
:
bagian penerimanya,
lalu
bagian
relay
dan
yang
ketiga adalah penerima
sinyal dengan
model
elektronik
bell. Pada bagian satu berbentuk sebuah tabung kaca dengan
nama :
Coherer.
Pada
bagian
itu
masih
dibagi
lagi
dua
bagian
elektrodanya
yang
didalamnya
ada
serbuk
logam.
Tokoh   lainnya   adalah  
Hertz  
yang   berasal   dari 
Jerman   yang   berhasil
membuat
radio pemancar
dengan asas
gelombang
elektromagnetis.
Pemancarnya
dikenal
dengan  nama
Radio 
Pemancar
Hertz. 
Radio  buatannya
sangat  berbeda
sekali
dengan
buatan
Pavov,
pada sistem
ini
Hertz
mempergunakan
gulungan
Rukhmkoerff 
yang 
secara 
umum  disebut 
Internptor.
Radio  pemancar 
buatan
Hertz
juga
memakai  sumber
arus dari
baterai, 
hal
ini
sama
dengan  sistem  radio
buatan Pavov
yang juga
memakai
listrik
arus searah
atau
arus
DC. Dalam
sistem
  
   M
7
AN
1-
udara
Bersamaan
dengan 
itu
terdapat 
pula
suatu 
pancaran 
atau
radiasi 
gelombang
elektromagnetis
yang 
arahnya 
90°
dengan 
arah 
arusnya.
Dan 
peristiwa 
loncatan
bunga 
api 
itu 
sama 
bentuknya
dengan 
loncatan
frekuensi  
gelombang
radio, 
dan
basil 
buatan 
Hertz 
itu
jelas 
sangat 
dekat 
sekali 
jarak 
pancarannya.
Tidak 
seperti
radio 
pemancar
jaman 
sekarang 
ini.
Dan 
pada
jaman 
hidupnya 
Heinrich 
Rudolph
Hertz
belurn
ada
tabung 
radio
seperti
jaman
sekarang,
apalagi
tabung
transistor
dan
I.C. belum
dikenal  sama
sekali.
2.2.
Prinsip
frekuensi
radio
Frekuensi
radio 
lllerupakan
sinyal 
AC 
bertegangan
tinggi 
yang 
merambat
melalui 
konduktor
tembaga
yang 
kemudian
diradiasikan
ke
udara 
melalui 
sebuah
antena 
(Akin,2002,
p18).
Antena 
mengubah
sinyal 
kabel 
menjadi 
sinyal 
nirkabel
dan
sebaliknya.
2.2.1
BLOK DIAGRAM PEMANCAR I TRANSMITER
/
CARRIER
558
051lATOR
FILTER
VFO
 
I
w
I
I
 
MIC
BAlANCE
ORNER
PREAMP
MODU
BAlANCE
LATOR
  
MIXER
DAN
FINAL
Gambar 
2.1
Blok
Diagram Pemancar
Pada 
gambar 
2.1  dapat 
dilihat 
bahwa 
suara 
yang
masuk 
melalui
microphone
kemudian
dikuatkan 
menggunakan
mic
preamp,
yaitu
microphone
preamplifier
kemudian
masuk 
pada 
balance 
modulator
yang 
berguna 
dalam
  
7
mengatur  spektrum 
modulasi  
yang 
akan   dikirim  
ke 
udara 
sehingga 
dapat
  
8
SP
VFO
diketahui  
lalu   gelombang   dipotong   menjadi   setengah   fase 
atau   setengah
gelombang    sehingga  
dapat   meminimalisasi 
efek   noise  
atau   suara-suara
gangguan 
yang  terdapat  di  udara.  Sehingga  diharapkan  suara  yang  diterima
dari 
pancaran 
yang  dikirim  oleh  transmitter 
akan  lebih  bersih.
Tahapan 
ini
teijadi 
pada  saat  proses  SSB  (Single Side
Band)  Filter.
Setelah 
gelombang
dibagi
menjadi dua maka gelombang akan dicampur
dengan
gelombang
carier.
Atau 
gelombang   yang  dapat 
membantu 
merambatkan   gelombang  suara 
di
udara,   karena   gelombang   suara 
manusia   yang 
teralu   rendah   tidak   dapat
di"tumpangkan" pada
udara dalam perambatannya sehingga
memerlukan
suatu
gelombang  carier. Balance
Mixer
melakukan  itu
semua
dengan  bantuan
dari
VFO
(Variable  Frequency  Oscilator).
Setelah  berhasil  di"tumpangkan"
pada
carier,  maka Driver  dan Final
akan  mengatur  pada
frekuensi  berapa  signal
akan
dikirim. Setelah  semua
sukses
maka
akhimya  akan dipancarkan  melalui
antena.
2.2.2 
BLOK DIAGRAM PENERIMA I
RECEIVER
[)I-
AUDIO 
IF 
RF
ANT/
AMPLIFIER
DETECTOR
AMPLIFIER
I
I
MIXER 
1-
AMPLIFIER
I
I
CARRIER 
SSB
OSILATOR
FILTER
Gambar 2.2 Blok Diagram Penerima
Pada 
skema   gambar 
2.2 
penerima 
atau 
receiver   berlaku
hal 
yang
  
9
kemudian 
dikuatkan 
sinyalnya 
dengan 
menggunakan 
RF 
Amplifier. 
Yang
kemudian
dipisahkan
pada 
frekuensi
berapa 
data 
tersebut 
diterima,
proses 
ini
berlangsung   pada   
tahap   
Mixer 
dengan   bantuan   
VFO 
yang    membantu
menganalisis 
sumber    frekuensi 
yang  
digunakan. 
Setelab 
diketahui 
pada
frekuensi
berapa 
signal 
tersebut
dikirim
maka  selanjutnya
adalab 
melakukan
penyempurnaan
fase 
gelombang
yang  tadi  telab 
di  bagi 
menjadi 
dua 
di
tabap
pengiriman
data, 
proses 
pelengkapan
fase 
gelombang
ini 
berlangsung
sama
pada
tahap  dimana
gelombang
ini
dibagi 
dua
yaitu
di
tahap
SSB
Filter.
Setelab
menjadi
sebuab
sinyal   utub, 
lalu   untuk  
mempetjelas  sinyal   tersebut
maka
sinyal  tersebut maka  dikuatkan lagi
dengan
Amplifier. Setelab dikuatkan
maka
pada  
langkab 
berikutnya 
adalab   
mernisahkan 
dengan    gelombang 
carier
sehingga
dapat 
diketahui
mana 
sinyal 
gelombang
yang 
asli 
atau 
mana 
yang
merupakan 
sinyal  
pembawa, 
sehingga 
perlu  
dipisahkan.
Setelab 
diketahui
gelombang
audio 
yang
sesunggubnya, langkab terakhir
yang
dilakukan adalab
menguatkan sinyal  audio
yang
lalu
dikeluarkan melalui  speaker.
2.2.3
Antena
Salah 
satu 
bagian  penting 
dari 
suatu 
stasiun 
radio  adalab 
antena, 
antena
adalab
sebatang
logam 
yang
berfungsi
menerima
getaran 
listrik 
dari
transmitter
dan  
memancarkannya  
sebagai    gelombang   radio.    Antena   
berfungsi  
pula
sebaliknya
yaitu 
menampung
gelombang
radio 
dan 
meneruskan
gelombang
listrik  ke
receiver.
Kuat 
tidaknya
pancaran
yang  sampai 
di  pesawat 
lawan 
bicara 
dan 
baik
  
10
kondisi
propagasi, faktor
kedua
adalah
posisi
stasiun
(posisi
antena)
beserta
lingkungannya,
faktor 
ketiga  adalah 
kesempumaan
antena. 
Untuk  pancaran
ada  faktor  keempat 
ialah  kelebaran 
bandwidth
pancaran 
dan 
faktor  kelima
adalah
power.
Seringkali   agar  pancaran  cukup  besar 
diterima  stasiun 
lawan 
bicara,
power   yang 
digunakan   dinaikkan   tanpa 
memperhatikan   faktor-faktor  
lain
tersebut  di
atas. Memang  usaha
memperbesar 
power secara
teknis
merupakan
usaha
yang  paling 
mudah,  akan
tetapi  rasanya  ini
adalah
usaha
yang
kurang
efektif dan cenderung
merupakan suatu pemborosan.
MONOPOLE 
DIPOLE
MONOPOLE DAN DIPOLE
Gambar 2.3 Antena
Mengenai
propagasi
dan posisi
stasiun,
cenderung
tidak
dapat
berbuat
banyak. Faktor
bandwidth
pancaran
dapat
dikatakan
bahwa
makin
sempit
bandwidth 
makin 
kuatlah 
pancaran, 
ini
ada 
batasnya 
mengingat 
faktor
readibility.
Sebatang  logam
yang
panjangnya 
Y.
Lambda
(A.)
akan
beresonansi
dengan  baik  hila
ada  gelombang  radio  yang  menyentuh  permukaannya.  Jadi
hila pada
ujung coax
bagian
inner
disambung
dengan
logam sepanjang
Y.
A.
dan
outer-nya   di  ground, 
ia  akan  menjadi 
antena.  Antena 
semacam 
ini
hanya
mempunyai
satu pole dan disebut monopole (mono artinya satu). Apabila outer
  
11
dari
coax  tidak  di-ground
dan
disambung dengan  seutas 
logam 
sepanjang
Y.
A.
lagi,
menjadi  antena
dengan dua
pole
dan
disebut 
dipole
Y,
A.
(di
artinya
dua).
Secara 
umum 
antena 
berfungsi
untuk
mengubab energi 
listrik 
menjadi
gelombang
elektromagnetis
dan
sebaliknya dengan
kata 
lain;
adalab 
alat 
yang
digunakan 
untuk  
mentransmisikan 
dan  
atau  
menerima 
gelombang 
radio.
Medan 
elektromagnetik
yang
dipancarkan
oleh
antena 
disebut 
beam
atau
lobe.
Antena 
bekerja 
dengan
mengubab
gelombang
terarah 
(guided  wave)
menjadi
gelombang
free  space
(free  space
wave)
dan 
sebaliknya,
dengan 
tujuan 
agar
gelombang
terarab
dapat 
merambat
padafree
space
dan
gelombang 
free
space
dapat 
ditangkap
oleh 
antena.
Karena 
fungsi 
tersebut,
antena 
menjadi   bagian
yang
tak
terpisahkan
dalam 
transmisi 
nirkabel.
Agar
energi  Jistrik
dapat
diubab
dengan  
sempurna 
menjadi 
gelombang  elektromagnetis 
dan 
mampu
beresonansi,
maka 
panjang
fisik 
antena 
harus 
di 
sesuaikan
dengan 
frekuensi
keija.
Directivity
adalab
kemampuan antena  untuk
memfokuskan energi  ke
arab
tertentu  
dibandingkan 
dengan  arab   lain. 
Pola   radiasi  
antena  
digambarkan
sebagai 
kuat  relatif 
dari  medan  elektromagnetis
yang 
dipancarkan
oleh 
antena
ke
segala
arab
pada
jarak 
yang
konstan.
Bila
dilihat 
dari
pola
radiasinya,
maka
antena 
dibagi  
menjadi  
macam,   yaitu 
antena  
omni-directional
dan 
antena
directional.
Panjang    antena   
sangat  
berpengaruh   dalam    perambatan 
gelombang.
Kecepatan 
rambat  
gelombang 
listrik   pada 
logam   0.95 
kali 
dari  
kecepatan
rambat
gelombang
radio
di
udara.
  
12
/.. ant
.
300  .
x
0,95
fMHz
J      
vYsc
J
Bila   panjang  antena  
=
panjang  
gelombang 
malca 
kemungkinan
akan
teijadi  
gelombang
elektromagnetis
akan 
berputar
dan 
tidak 
akan 
merambat
dengan 
sempurna di
udara.
Sebaiknya
gunakan panjang
Antena
Y.
A.
Bila    menggunakan
Y.   A.
gunakanlah   dua    bagian 
yang   
masing-masing
panjangnya
Y. A.
2.2.3.1 
Jenis Antena
Antena omni-directional
Antena 
omni-directional 
meradiasikan 
energi    360  
derajat
secara    merata    berdasarkan 
porosnya.  
Antena  
omni-directional
dikenal  
juga 
sebagai  
antena  
dipole.
Entena
dipole  
meradiasikan
energi  dalam  pola
yang
tampak seperti 
kue
donat.
Antena
directional
Sebelum
berbicara 
tentang 
antena 
Yagi 
atau 
antena 
pengarah
  
13
marilah  Iihat 
terlebih   dahulu  
antena  
isotropic.
Antena  
isotropic
  
13
adalah
antena
yang
memancarkan
radiasi
ke segala
jurusan
ke
samping,
ke
atas
dan
ke
bawah
dengan
kuat pancaran
yang
sama.
Apabila
digambarkan
pola
radiasinya maka akan
berbentuk
bola.
Antena 
ini  tidak 
pernah 
ada, 
ini  hanya 
digunakan 
untuk
pembicaraan 
teoritis.
Antena
isotropic 
ini  berbeda
dengan
antena
omni
directional,
antena
omni
directional
mempunyai
kuat
pancar
yang
sama
ke segala
penjuru
mata angin
akan tetapi
ke
atas
dan
ke
bawah
tidak
sama. Antena
vertikal Y.
Lambda
mempunyai
sifat
ini.
Untuk
keperluan
terutama 
komunikasi  jarak
jauh 
dan
tidak
diperlukan   percakapan   dengan   stasiun-stasiun   yang   berada   di
berbagai jurusan,
maka
sering
diperlukan
antena
pengarah
agar
pancaran  pada
arah  yang
dikehendaki 
menjadi  lebih
besar.
Tentu
saja
mengandung
konsekuensi
bahwa
pancaran
ke arah
yang
lain
menjadi relatif mengecil
Gambar 2.4 Pola Pancaran
Perhatikan
gambar
2.4, pola
1
adalah
pola
pancaran
antena
dipole. Bila
pada
antenna
dipole
diberikan
sebuah
reflektor
dan
director, maka akan diperoleh pola pancaran seperti tergambar pada
sebagai  pola  2.
Pancaran  ke  satu  arah  akan  menjadi  lebih  jauh
  
14
sedangkan  pancaran  ke  jurusan  lainnya  akan  menjadi  jauh  lebih
kecil.
Antena 
pengarah 
dikatakan 
mempunyai 
gain,
yang
dinyatakan 
dalam  dB.  Gain  adalah 
perbandingan 
logarithmik
antara
power
antena
dibandingkan
dengan
dipole
Y.
Lambda.
Apabila
sebagai  pembanding  digunakan  antena  isotropic, maka
gain
dinyatakan  dalam
dBi.
Misalnya  antena
dipole
Y.
Lambda
mempunyai
gain
sebesar +2.1
dBi
terhadap
isotropic. Akan
tetapi
pada
umumnya
gain suatu
antena
yang
digunakan
pembanding
adalah
dipole Y.
Lambda. Misalnya
power
suatu antena pada titik
A  (periksa 
gambar 
I) 
adalah  Pa  sedangkan 
power  dipole 
Y.
Lambda di tempat itu sebesar Pd , maka gain antena :
Gain= 10 loglO Pd
I
PadB
Mengukur
gain
suatu
antena
praktis
tidak
pernah
dilakukan
karena  untuk  pekeijaan  ini diperlukan  suatu  sangkar  Farraday
yang
cukup
besar. Misalnya
untuk
penelitian
gain
antena
35
em
perlu
sangkar
Farraday
sebesar
6
x
6
x
6
meter.
Makin
rendah
frekuensi  makin  besar  ukuran sangkar 
Farraday,  hal  ini  tentu
memakan biaya yang sangat besar.
Perbandingan
kuat pancaran
ke
arah
depan
dengan
arah
belakang  disebut  front
to
back
ratio.
Sedangkan  perbandingan
kuat
pancaran
ke
depan
dengan
kuat
pancaran
ke arah
samping
disebut   front to side ratio.
Untuk   mengetahui   keberhasilan
  
15
to
back  rationya.
Makin  hesar  front to back ratio menandakan
makin
haiknya
pengarahan
antena
tersehut
dan
umumnyafront
to
side
rationya
juga
menjadi
makin
kecil. Dalam
prakteknya  tidak
pernah mengukur
hesarnya gain antena.
Jadi
dapat
disimpulkan 
hahwa antena directional
digunakan
untuk
komunikasi
point-point
dengan
wireless
bridging.
Semakin
hesar
gain
yang dimiliki
oleh
sehuah
antena directional,
semakin
sempit pula beamwidth-nya
2.2.3.2 
Konsep antena
Polarisasi
Gelomhang   elektromagnetis   yang  melaju 
di  udara  atau 
di
angkasa
luar
terdiri
atas komponen
gaya
listrik
dan
komponen
gaya
magnet
yang tegak
lurus
satu
sama
lain. Gelomhang
radio
yang
memancar
dikatakan
terpolarisasi
sesuai
arah komponen
gaya
listriknya.
Untuk antena
dipole
maka
polarisasinya
searah
dengan
panjang 
hentangannya,  
hila  antena  tersehut  dipasang 
horizontal,
maka polarisasinya horizontal pula.
Agar  dapat 
menerima 
gelomhang 
radio  secara 
haik,  maka
antena
harus
mempunyai
polarisasi
yang sama
dengan
polarisasi
gelomhang   radio   yang 
datang. 
Arah 
polarisasi   ini
akan
tetap
sepanjang
lintasan gelomhang
radio kecuali
hila gelomhang
tersehut
sudah   dipantulkan 
oleh  
ionosphere, 
maka 
polarisasinya 
hisa
  
16
berubah. Untuk
itu,
maka
antena
untuk keperluan
komunikasi
jarak
jauh pada HF atau MF dapat dibuat
vertikal atau horizontal.
Pada   band   MF   dan   HF,   biasanya   digunakan   polarisasi
horizontal 
sedangk:an
untuk  VHF 
(pada  radio  2 
meteran)  biasa
digunakan
polarisasi
vertikal.
Diketahui
bahwa
pancaran
VHF
tidak
menggunakan  pantulan  ionosphere  sehingga  polarisasinya  sampai
ke
antena
pesawat
lawan
bicara
masih
tetap
vertikal. Sedangk:an
pesawat
2
meteran
banyak
dipasang
pada mobil
dan
antena
mobil
hanya bisa vertikal saja
Gain
antena
Pancaran 
gelombang 
radio  oleh  antena 
makin 
jauh 
makin
lemah,  
melemahnya   pancaran  
itu   berbanding   terbalik   dengan
kuadrat jaraknya, jadi pada jarak dua kali Iipat kekuatannya
menjadi
1122 atau 
seperempatnya
Angk:a
tersebut 
masih 
belum
memperhitungkan  melemahnya
pancaran
karena
hambatan
lingk:ungan dalam peJjalanannya.
Kecuali  sifat  tersebut  di  atas,  sifat  lain  dari  antena  adalah
bahwa kekuatan  pancaran
ke
berbagai arab cenderung
tidak
sama.
Pancaran 
gelombang 
radio 
oleh  antena 
vertikal 
mempunyai
kekuatan
yang
sama
ke segala
arab
mata
angin,
pancaran
semacam
ini dinamakan
omnidirectional.
Pada 
antena 
dipole, 
pancaran 
ke 
arab 
tegak 
lurus
  
17
semacam 
ini  disebut 
bi-directional.
Dalam  teknik  radio  kekuatan
pancaran   ke   segala   arah   digambarkan  
sebagai   pola   pancaran
(radiation pattern) seperti
terlihat pada gambar
berikut
ini.
OMNI DIRECTIONAL
Pola radtasJ potongan wrtikat
BIDIRECTIONAL
Potaradias} dillhat darJ
BIBS
(8) BIDIRECTIONAL
Gambar 2.5 Pola Radiasi
Pola
1
adalah
pola
pancaran
antena
dipole
(antena  1
),
apabila
ada antena
lain
(antena 2) yang mempunyai pola
radiasi
seperti
pada
pola  2,  maka  titik  A  akan  menerima  signal 
lebih  kuat  pancaran
antena 
1, 
dikatakan   bahwa 
antena 
mempunyai   GAIN.   Gain
dinyatakan
dengan
dB, sebagai
pembanding
untuk
menentukan
besamya
gain adalah
dipole.
Beamwidth
Beamwidth
merupakan  Iebar
fokus  pemancaran 
gelombang
radio oleh antena
(Akin,
2002, p115).
  
18
Free space
path
loss
Gelombang
radio 
yang  merambat
akan 
kehilangan
energi
seiring 
dengan 
perambatannya melalui
medium 
perambatan.
Free
space
path
loss  
merupakan
loss  
yang 
dialami 
oleh 
gelombang
radio
ketika
merambat melalui  medium 
udara
(Akin, 
2002,
pl16).
Propagasi
Apabila
berbicara tentang 
propagasi 
maka 
akan  menyentuh
pengetahuan 
yang  
berhubungan 
dengan 
pancaran 
gelombang
radio.
Seperti 
di
ketahui 
bahwa
apabila 
transmit, pesawat 
akan
memancarkan 
gelombang
radio 
yang 
di"tumpangi"
oleh 
audio.
Gelombang
radio 
tadi 
diterima
oleh 
receiver 
lawan 
bicara 
dan
oleh 
receiver
itu
gelombang radionya
dihilangkan
dan
audio
ditampung lewat
speaker.
Gelombang
radio 
yang  dipancarkan
tadi 
berupa 
gelombang
elektromagnetis
bergerak
menuruti
garis 
lurus. 
Gelombang
radio
mempunyai
sifat 
seperti 
cahaya,
ia
dapat 
dipantulkan,
dibiaskan,
direfraksi  
dan   
dipolarisasikan. 
Kecepatan  
rambatanya  
sama
dengan 
kecepatan
sinar 
ialah  300.000
km
tiap
detik. 
Dapat
dibayangkan
hila
gelombang
radio 
bisa
mengelilingi
dunia, 
maka
dalam  satu
detik
bisa
keliling  dunia
7
kali.
  
19
Diketahui  bahwa
dunia  berbentuk  bulat
seperti  bola,
akan
tetapi  pancaran  gelombang  radio 
high 
frequency 
dari 
Indonesia
bisa sampai di Amerika
Serikat
yang terletak dibalik burui sebelah
sana, padahal ia bergerak menuruti
garis lurus.
Fenomena  
alam  
seperti   tersebut   tadi   dapat   dijelaskan
sebagai
uraian di bawah iui. Di angkasa
luar, ialah di luar lapisan
atmosphere  burui
terdapat 
lapisan 
yang  dinamakan  ionosphere.
Ionosphere  adalah  suatu 
lapisan 
gas  yang  teriouisasi 
sehingga
mempunyai
muatan listrik, lapisan
iui berbentuk kulit bola raksasa
yang  menyelimuti  burui.
Lapisan
iui  dapat berpengaruh kepada
jalannya 
gelombang  
radio.  
Pengaruh-pengaruh    penting 
dari
ionosphere  terhadap  gelombang  radio  adalah  bahwa  lapisan  iui
mempunyai  kemampuan 
untuk 
membiaskan  dan 
memantulkan
gelombang 
radio. Kapan 
gelombang 
radio  itu  dipantulkan 
dan
kapan 
gelombang 
radio  dibiaskan 
atau  dibelokkan   tergantung
kepada
frekuensinya
dan
sudut
dating
gelombang
radio
terhadap
ionosphere.
Frekuensi
gelombang radio
yang
mungkin dapat
dipantulkan
kembali   adalah . 
frekuensi   yang   berada   pada   range  
Medium
Frequency  (MF)
dan
High
Frequency
(HF).
Adapun
gelombang radio pada
Very
High
Frequency 
(VHF)
dan
Ultra 
High  Frequency 
(UHF)
atau
yang
lebih
tinggi, secara
praktis  dapat  dikatakan  tidak  dipantulkan  oleh  ionosphere 
akan
  
20
angkasa  luar.
Gelombang
radio
yang
menghilang
ke
angkasa 
luar
tadi
dalam
isti!ahpropagasi dikatakan
SKIP.
Oleh
karena 
gelombang
radio
pada
range
MF
dan
HF
dapat
dipantulkan
oleh 
ionosphere,
maka 
gelombang
yang
dipancarkan
ke
udara
dapat
balik
lagi
ke
bumi
di
tempat
yang
cukup
jauh.
Oleh
bumi
gelombang
tadi
dapat 
dipantulkan
lagi
balik
ke
angkasa 
dan
oleh
ionosphere dipantulkan ulang
balik
ke
bumi.
Dengan  
pantulan  
bolak 
balik 
ini, 
maka   gelombang
radio
dapat 
mencapai
jarak 
sangat 
jauh 
dan dengan 
demikian
dapat
mencapai
belahan  bumi
di
balik
sana
Dalam 
istilah 
propagasi,
pantulan 
yang 
hanya 
sekali 
bolak
balik 
dinamakan  single  
hop   dan 
yang 
berkali-kali 
dinamakan
multiple     hop.     Sudah   
barang     tentu     dalam   
peJjalanannya,
gelombang
radio
akan
mengalami pengurangan
kekuatannya
dan
juga
efisiensi 
setiap
kali
pantulan
akan
mengurangi
pula
kekuatan
gelombang
radio
sehingga
pancaran 
dengan 
multi 
hop
akan
lebih
lemah
dibanding dengan
single
hop.
Istilah
skip
dapat
diteJjemahkan
sebagai 
menghilang,
artinya
gelombang
radio 
tadi  tidak  terpantul 
kembali 
lagi  ke
bumi 
akan
tetapi
menghilang ke
angkasa 
luar.
Gelombang
radio 
pada 
band 
tinggi  
yang 
dipancarkan
ke
udara
dengan
sudut  yang
besar
tidak
dipantulkan lagi
ke
bumi
dan
menghilang
ke
angkasa.  Ini
amat 
dirasakan apabila 
bekeJja  pada
  
21
frekuensi
ini
tidak
dapat
mencapai
jarak
yang dekat, karena
untuk
mencapai   jarak   dekat   diperlukan   sudut   yang   besar   padahal
gelombang dengan sudut besar tidak dipantulkan
balik ke bumi.
Sebenamya  transmisi 
untuk  dapat  mencapai  stasiun  lawan
tidak 
hanya  lewat  pantulan 
ionosphere  yang  disebut  sky wave,
akan tetapi
sebagian  transmisi  dipancarkan
juga
secara
langsung
atau  ground wave.
Akan  tetapi  pancaran 
yang  melalui 
ground
wave   ini 
tidak   dapat   mencapai   jarak   jauh,   hanya   beberapa
kilometer 
saja, 
sehingga 
harapan 
untuk 
dapat 
melakukan
komunikaijarakjauh cenderung bersandar kepada sky wave.
Jarak
teijauh
dari
pemancar
yang tidak
dapat
menerima
pancaran
melalui sky wave disebut jarak skip atau skip distance.
Sedangkan
daerah
yang
tidak
dapat
dijangkau
oleh
pancaran
radio 
karena 
jarak   yang 
terlalu 
dekat 
untuk 
suatu 
frekuensi
tertentu,
sehingga
pancaran
gelombang
radio
skip
ke angkasa
luar
disebut daerah skip atau skip zone.
Skip zone
berbentuk
gelang
mengelilingi
pemancar
dengan
diameter  dalam  sejauh  pancaran  gound  wave
dan  diameter  luar
sejauh
skip
distance.
Oleh
karena jarak
capai
ground
wave sangat
kecil, 
maka 
praktis  diameter  dalam  dari 
skip 
zone 
diabaikan
sehingga
skip
zone
berbentuk
lingkaran
dengan
diameter
sebesar
skip distance.
  
22
2.2.3.3 
Komunikasi
Komunikasi
merupakan
satu
cara
yang dilakukan
untuk
saling
bertukar  pesan  atau  informasi  dari satu  tempat  ke  tempat  lain 
yang
menggunakan
suatu
media
transmisi
tertentu.
Pada
masa sekarang
ini
banyak
digunakan  bantuan
alat-alat
elektronik
yang
dapat
menciptakan
suatu komunikasi.
Salah 
satu 
bentuk 
komunikasi 
yang  menggunakan 
alat
elektronik 
ini
adalah  komunikasi  data.
Dikatakan  sebagai  komunikasi
data karena
informasi
yang dipertukarkan
berupa data binery.
2.3. Gelombang Radio
Gelombang  
radio 
adalah 
:
Gelombang  radio 
berbentuk 
elektromagnetis.
Dimana 
gelombang   radio 
atau 
gelombang   elektromagnetis,   digunakan   dalam
operasi
radio
radar
atau
televisi
berbeda satu
sama
lainnya.
Selain
itu
perambatan
gelombang 
radio  merupakan 
pemindahan 
tenaga 
dengan 
cara
pemancaran
gelombang
elektromagnetis di dalam
sistem
frekuensi
radio,
maka
hal
ini
didalam
bahasa
tekniknya  dinamakan 
Radio-wave 
dan
Radio
wave
progation.  Umunmya
radio
mempergunakan
gelombang
elektromagnetis
untuk
mengirim
dan menerima
masuknya
sinyallistrik
tanpa kawat
koneksi
antara pengirim
dan
penerimanya
Hal
yang
demikian 
lazim  dikenakan  secara
khusus  pada
pengiriman  dan
penerimaan
bunyi dan sinyal
sandi
(Sinyal
Morse,
meskipun
televisi
dan
radar
juga
tergantung
pada 
gelombang  
elektromagnetis).  
Maka   hal   itu   merupakan   rangkaian   dari
prosesnya
gelombang
radio menurut pengertian yang sebenamya.
  
23
Gelombang
radio
sebenamya
adalah
efek
dari aliran
listrik
yang bergetar
dan
akibat  dari 
getaran 
itu
menyebabkan  adanya  gaya  yang  lalu disebut 
gelombang
radio.   Adanya  
gejala   penjalaran   tersebut   karena   gelombang   elektromagnetis
dengan
kecepatan
tertentu. Jadi
bentuk
getaran
yang
dihasilkan
itu
memiliki
daya
tempub
secara
tertentu
pula,
dan
kecepatannya
selalu
tetap. Kecepatan
geraknya
gelombang 
radio
ini
disebut
velocity.
Dan kecepatan 
merambat 
gelombang  radio
itu
adalah
300.000.000 
per
detiknya,
dan
velocity
disingkat
V dalam
perhitungan
gelombang  radio.
Velocity 
itu
merupakan  satu
bentuk  besaran  yang
menyatakan
arah
dan
juga kecepatan suatu
gerak
yang
linier.
Selanjutnya pengertian
yang
lebih
dalam hal gelombang
dapat dijelaskan sebagai berikut :
"Gelombang
adalah  bentuk  gangguan  yang 
menjalar  lewat  zat
antara  atau
lewat
ruang,
bisa pula
memberi
arti,
bahwa
gelombang
itu adalah berupa
gangguan
yang  berkala 
dan 
tidak   berkala.  Gelombang   itu 
tidak  saja 
berupa 
gangguan
mekanik  saja,
melainkan  bisa
juga
berupa
gangguan  tegangan,  arus,
kuat
medan
listrik,
gelombang  bunyi
dan
gelombang
air
merupakan  perpindahan
ini
balik
lagi
pada 
no!
hila 
gangguannya   punah. 
Gelombang   elektromagnetis       terdiri 
atas
gangguan 
yang
berupa
perubahan
intensitas
di
medan
listrik;
tidak
diperlnkan
zat
antara
untuk
merambatkan gelombang
itu".
Demikianlah 
pengertian 
gelombang 
yang  murni,
tapi
ada
pula
yang
memberikan
pengertian
lain
dari
arti
yang
murni
itu. Namun
demikian
panjang
gelombang 
itu
bisa
diukur, dan
secara
teoritis
panjang
gelombang 
ditulis
dengan
huruf  Yunani
lambda 
(1..).
Jadi antar
frekuensi  getarannya  listrik  yang
dihasilkan
oleh  radio  pemancar 
ada  kaitannya  dengan  penetapan  panjangnya  antena  yang
  
24
dengan   frekuensi
yang 
dihasilkan
oleh 
rangkaian
bagian 
osilatomya.
Penetapan
panjang  antena 
dihitung
dengan 
tepat
seperti 
ukurannya
yang
sudah  lazim 
dipakai
ialah:
-
Y.lambda
-
Y.lambda
-
1
lambda
dan
%
lambda
Untuk
menghitung panjang gelombang selalu
dipergunakan rumus
:
'A= 
v/f
Panjangnya
gelombang
dihitung
dalam 
satuan 
meter, 
kemudian
V
ini
adalah
velocity
atau
kecepatan
gelombang
300.000.000
meter 
per
detik, 
dan
yang
terakhir
adalah  frekuensi
pemancar yang
dipakai
dalam  hitungan cycles/s.
Sebagai 
contohnya   saja  
disini  
bisa  
dijelaskan 
dengan   
hitungan 
yang
sederhana
sekali  
:
Radio  
pemancar 
broadcast
(pemancar 
sejenis  
RRI)   bekeija
dengan 
frekuensi 
Mcls  
(dibaca  
tiga  
megasikel 
persekond).
Lalu  
berapakah
panjang 
gelombang radio
itu
sebenarnya
?
jawabnya adalah
:
A.=
300.000.000 /3.000.000
=A.
100
meter
Sudah 
umum 
kalau 
radio 
pemancar
sistem  telephony
yang  dipakai 
kalangan
amatir 
merniliki 
jalur 
panjang 
pendeknya
gelombang
radio 
sekitar 
70
-
80
meter.
Maka
perlu
diketahui tabel
pembagian gelombang radio
seperti 
berikut
ini
:
  
25
dengan   frekuensi
yang 
dihasilkan
oleh 
rangkaian
bagian 
osilatomya.
Penetapan
Nama Gelombang
Panjang Gelombang
Dalam Meter
Frekuensi Dalam Kc
Long
Middle
Half Short
Short
Very Short
Ultra Short
3000-300
300-200
200-50
50-10
10-5
5-0
10-100
100-1500
1500-6000
6000-30.000
30.000 -60.000
60.000-
-
DAFTAR
PEMBAGIAN GELOMBANG
.
Sumber : Pengetahuan
Dasar
Radto Komunikast, ORARI, Nomor TEK 9805
Dengan
memperhatikan  pembagian
gelombang
tersebut jelaslah
gelombang-
gelombang mana
yang akan
dipakai dan mana
yang tidak
boleh dipakai oleh radio
pemancar komunikasi
golongan amatir. Karena adanya
arus
listrik
yang membawa
frekuensi
menuju
ke bagian
antenanya
maka muncul
getaran
listrik
dalam
bentuk
frekuensi
radio atau
gelombang  radio. Dan
semua
pancaran
frekuensi
radio
selalu
tegak
lurus dengan
gaya-gaya elektromagnetis  yang
menyamai
gaya-gaya
magnet
pada sebuah
besi berani. Maka
gelombang pancaran
radio disingkat
sebagai
Radio
Frekuensi.  Dan  semua 
getaran 
yang  ditimbulkan  olehnya  itu  keluar 
memancar
lewat antena dan sekaligus
lewat
zat antara
yang disebut
Eater
yaitu bentuk udara
yang ada disekitar
bumi ini termasuk juga dalam ruang hampa.
  
26
Tabe12.2
DAFTAR
TABEL
PEMBAGIAN FREKUENSI
Pembagiannya
Jalur
Frekuensi
Panjang
Gelombang
(VLF)
Very
Low
Frequency
(LF)
Low
Frequency
(MF)
Medium Frequency
(HF)
Higb
Frequency
(VHF)  Very
High
Frequency
(UHF) 
Ultra
High
Frequency
(EHF)
Extremely Higb
Frequency
dibawah 30
Hz
30-300Hz
300-3000
Hz
3000- 30.000 KHz
30-3000MHz
300-30.000
MHz
30.000
-300.000 MHz
Meriad
meter
Kilometer
Hektometer
Dekameter
Meter
Centimeter
Milirneter
Selain 
adanya 
pembagian
tersebut 
diatas, 
masih 
ada 
lagi 
pembagian
yang
disebut  
dengan  
istilah  
jalur-jalumya 
gelombang 
mikro  
yang  
bukan  
termasuk
ketentuan 
intemasional. 
Tapi  
masih  
terpakai 
pula   di   dalam  
khazanah
dunia
teknologi
elektronika 
Urutan  
yang  
disajikan 
masih  
berlaku  
meskipun 
bukan
ketentuan
hasil 
Konferensi
Telecomunication
Intenational
(ITU), 
tapi 
terpakai 
di
kalangan   pakar    teknologi  
elektronika  
sebagai  
pedoman  
dalam    melakukan
pekeijaan
perakitan
radio 
pemancar.
Sebab 
pengertian
frekuensi
itu
sendiri 
sangat
luas
diantaranya :
1. frekunsijembatan
=
frequency bridge
2. frekuensi panjaran
=
frequency bias
3. frekuensi emisi 
=
frequency band
of emission
4. frekuensi bilanganjalur 
=
frequency band
number
5. frekunsi  jalur 
=
frequency band
6.
kegesitan frekuensi 
=
frequency
agility
  
27
Sekarang
perhatikan daftar
pembagian gelombang lainnya
berikut
ini
:
Tabe12.3
DAFI'AR JALUR
GELOMBANG MIKRO
JALUR
FREKUENSI (Ghz)
PANJANG
GELOMBANG (Cm)
p
L
s
X
K
Q
v
w
0,225- 0,390
0,390-1,550
1,55-5,20
5,20-10,90
10,90 - 36,00
36,00-46,0
46,0-56,0
56,0-100,0
133,3-76,9
76,9-19,3
19,3-5,77
5,77-2,75
2,75-0,834
0,834-0,652
0,652 - 0,536
0,536 - 0,300
Selanjutnya daftar 
berikut 
ini
juga
banyak 
dipergunakan
dalam 
bidang
teknologi
elektronika
radio
kbususnya
radio
pemancar, adapun 
daftar 
yang
berikut
ini
adalah:
Tabel2.4
DAFTAR BERBAGAI JALUR KOMUNIKASI
JENIS
LAYANAN
JALUR
FREKUENSI dalam
Hertz
Telephoni pembawa
Gambar 
film
&
bunyi
Telegraf
pembawa
Telephoni kawat
Batas
pendengaran
Telephoni kawat
(bicara)
Telegrafkecepatan
tinggi
Telegrafkecepatan  rendah
4.000-2.000.000
40-10.000
425-10.000
30-15.000
16-20.000
250-3.000
0-80
0-15
  
28
Walaupun
daftar
tersebut
jarang
dipergunakan  dalarn kenyataan  prakteknya,
tapi  di  dalarn 
laboratoriurn   elektronika 
di 
Amerika 
Serikat  dan 
negara 
maju
perhitungan  yang ada dalarn
daftar
tersebut
tetap
digunakan.
Dalarn teknik  radio
pemancar  selalu  banyak  gangguan 
waktu 
usai
dirakit  lalu  dicoba,  dan  memakai
rangkain yang disebut
Automatic
Volume  Control atau
AVC.Masalah
lainnya yang
ada  hubungannya  dengan  itu
ialah  pemakaian  jalur-jalur  frekuensi  tinggi  sangat
penting  diketahui 
oleh 
anda  sebelurn  sarnpai  pada  pengetahuan   masalah 
koil.
Terpakainya  frekuensi  tinggi
menyebabkan  daya
tembus  yang sangat  besar
pada
lapisan  udara  yang  ada.  Untuk  mendapatkan 
hasil  terbaik  bagi  radio  pemancar
memang 
dianjurkan 
memakai 
frekuensi  
jalur 
gelombang 
pendek. 
Sebab
gelombang
pendek
memiliki daya pancaran
yang sangat
kuat,
hal ini menyebabkan
efek 
tanah  bisa 
dihilangkan.   Karena 
pancaran 
gelombang   itu  begitu 
kuatnya
sehingga   ia 
memiliki   daya   kemarnpuan   sarna 
seperti   seberkas   cahaya   yang
memancar  tegak  lurus  ke  depan.  Gelombang  pendek  atau 
mikrowave 
memiliki
kelemahan  sukar  sekali  untuk
dipantulkan 
maka  pancaran  gelombangnya  sangat
terbatas   sekali.   Ia   hanya   memiliki  
daya   kemarnpuan   radius  
yang   terbatas.
Akibatnya pemancaran
gelombang
tidak dapat berkeliling dunia seperti gelombang
pendek tanpa bantuan stasiun
relay.
Faktor
lainnya
ialah
efek
tanah 
atau
ground 
effect. Di
sini ada
hubungannya
dengan  gelombang 
radio  yang  terserap  tanah,  maka  dinarnakan  efek  tanah  atau
daya
tarik
magnet
burni.
Persoalan
daya
pemancar
suatu
gelombang
radio ada
hubungannya   dengan   tanah, 
misalkan  
tanah  
pegunungan,   tanah   berair,  tanah
berpaya-paya,   tanah   yang  tandus   dan 
lain 
sebagainya 
Itulah 
sebabnya   daya
  
29
diatas.
Kemudian pembagianjalur
frekuensi 
yang
dipakai  oleh
radio
pemancar
bisa
dilihat
dalam
daftar
berikut :
Tabel
2.5
DAFfAR METER BAND
TRANSMITTER
URAIANNYA
SATUAN DALAM KHz
!.Radio 160
meter  band
2.Radio   
80
meter 
band
3.Radio    40
meter
band
4.Radio 
30
meter
band
5.Radio    20
meter
band
6.Radio 
17
meter 
band
7.Radio 
15
meter
band
8.Radio   
12
meter
band
9.Radio   
10
meter 
band
1800-2000
3500-3900
7000-7100
10000-10150
14000- 14350
18068- 18168
21000-21450
24890
-24990
28000
-29700
Masalah
lain
yang
masih 
berhubungan
dengan 
ketentuan
yang
disebut 
dalam
daftar 
diatas, 
ialah 
penggunaan
frekuensi
antara 
3500 
sampai 
3900 
KHz 
dalam
jalur
radio
80
meter  band
diatur
lagi
seperti  yang
disebut dalam
daftar
berikut
ini
:
1.
Pemakaian AI  dari
3500
-3900
KHz
2.
Pemakaian Fl
dari
3500-3775
KHz
3.
Pemakaian A3,A3j 
dan
Fl dari
3775
-3900
KHz
Lalu
band
radio
lainnya
ialah
6
meter
band
memakai frekuensi 50
sampai 
54
MHz,
Ialu
2
meter
band
dengan frekuensi 144
sampai 
148
MHz
dan
radio
ukuran 1
Yz
meter 
band 
bekeija padajalur
frekuensi 
220
sampai 
224
MHz.  Yang
tak 
boleh
  
30
dilupakan
adalah 
bahwa 
radio 
pemancar 
itu 
memakai 
sistem 
pemancar 
AM 
dan
FM
kemudian SSB.
Selanjutnya
klasifikasi radio
terbagi
tiga
yaitu
:
!.Radio
pemancar kelas
A= 460-470 Me,
Maksimum
50
watt
2.Radio
pemancar kelas
B
=
456
Me,
Maksimum 5
watt
3.Radio
pemancar kelas
C
=
27
Me,
Maksimum
5
watt
2.4.  
Konversi Biner
Angka 
biner 
terdiri  dari 
0
dan  I. Angka 
biner  umumnya
digunakan
dalam
setiap 
program
yang 
menggunakan
fungsi 
terhadap
mesin. 
Angka 
0
umumnya
menandakan
tegangan
tinggi
dan
angka 
I
menandakan tegangan
rendah.
Proses
konversi dari
decimal  ke
biner
dapat
dilihat
dari
contoh
dibawah
ini :
Text
-7  Ascii
-7
Biner
H
-772
-7
.........
72
%
2
=36
Sisa
0
36
%
2
=I8
Sisa
0
I8
%
2
=
9
Sisa
0
9
%
2
=
4
Sisa
1
4
%
2
=
2
Sisa
0
2
%
2
=
I
Sisa
0
I
%
2
=
0
Sisa
1
H
-772
-7
OIOOIOOO
  
31
2.5.   Media Transmisi
Media 
transmisi
adalah 
suatu 
medium 
yang  digunakan
sebagai 
jalur 
untuk
membawa
data
dari
pengirim 
data
ke
penerima
data.
Penggunaan
kabel
tembaga,
merupakan
media 
transmisi
yang 
paling 
banyak 
digunakan
saat 
ini.
Alasannya
karena 
biaya 
yang 
murah 
dan
lebih 
tahan 
terhadap
gangguan
atau 
noise.
Selain
itu 
penggunaan 
media  
udara  
atau   nirkabel   mulai   marak   karena  
keuntungan
mobilitasnya yang
tinggi
dibandingkan dengan 
menggunakan
media
kabel.
Jenis
media
transrnisi  ada
dua
yaitu
:
A.  Guided
Merupakan
jenis 
media 
transrnisi,
dimana
data 
yang 
dikirimkan
melalui
media 
kabel. 
Beberapa
media 
kabel 
yang 
banyak 
digunakan
sebagai 
media
transrnisi
data
:
UTP(Unshielded Twisted  Pair)
Merupakan 
jenis   media  
transmisi  
yang   paling  
banyak   digunakan
untuk 
jaringan  
komputer
dan 
telah 
menjadi  
standar  
untuk 
komunikasi
jaringan.
Kabel   ini 
dapat  
mencegah 
cross  talk 
dengan  
melilit   setiap
pasang 
kabelnya,
sehingga
akan 
terjadi 
cancelation. Ukuran
kabel 
UTP
yang
kecil 
membuatnya
mudah 
dipasang.
Kerugian
dari 
menggunakan
kabel
jenis 
ini
adalah 
lebih 
rentan 
terhadap
interferensi
dibanding
kabel
STP
danjangkauan hanya
100
meter.
Fiber
Optic
Fiber
optik 
merupakan
media
komunikasi
guided 
yang
menggunakan
cahaya 
untuk 
mengirimkan
data
dari
pengirim
ke
penerima.
Keuntungan
  
32
cepat  dari  100  Mbps.  Tidak  peka  terhadap 
interferensi,  ukuran
kabel
relatif 
kecil  dan 
jangkauan 
yang  jauh 
sampai 
3000 
meter.  Kerugian
adalah
biaya yang mahal dan relatif mudah rusak.
B.  Unguided
Merupakan  jenis 
media  transmisi  dimana  data  yang  dikirimkan 
tanpa
melalui  media  kabel  (nirkabel)  atau  melalui  udara.  Media 
nirkabel 
yang
banyak digunakan
sebagai media transmisi data:
Radio Frekuensi
Menggunakan
gelombang
elektromagnetik
sebagai
media untuk
menyalurkan
data
dari
pengirim
ke penerima.
Pada
media
transmisi
ini
dibutuhkan
antena
yang
berfungsi
sebagai
transduser,
yang mengubah
gelombang   elektromagnetik  
menjadi   suatu   sinyal   listrik.   Selain   itu
informasi 
yang
dikirim
teijadi 
secara
ornni
atau
menyebar.
Keuntungan
dapat   digunakan  
untuk   komunikasi  
dengan   alat   yang   mempunyai
mobilitas.  
Menghilangkan  
kompleksitas    kabel.   Kerugiannya  
adalah
mahal dan kecepatan transfer terbatas.
Infrared
Media 
transmisi   yang  menggunakan  
media 
cahaya 
tidak 
tampak
untuk 
menyampaikan 
data. 
Berbeda 
dengan 
fiber  optik 
yang
menggunakan   kabel,  pada 
infrared 
tidak 
menggunakan 
kabel,  cahaya
merambat  
melalui  
udara.   Sehingga   diperlukan  
suatu   sensor  
untuk
  
33
2.6.   Tipe saluran komunikasi
Tipe saluran
komunikasi
menyatakan
arah
data
yang akan dikirimkan.
Tipe
saluran
komunikasi
iini
dapat
dibagi
menjadi
simplex,
half duplex
dan
foil
duplex.(Holzmann, 1991, p34)
2.6.1.  
Simplex
Komunikasi 
simplex 
merupakan  tipe 
sarana  komunikasi 
dimana
data yang
dikirimkan
hanya teijadi
dalam
1
arah
(one way transmission).
Data   hanya   bisa  dikirimkan   dari 
pengirim   data 
ke 
penerima   data.
Pengiriman data sebaliknya tidak dimungkinkan.
Komunikasi  simplex
ini 
jarang  digunakan  karena  penerima  hanya
bisa
menerima
data
yang
diberikan
oleh pengirim. Penerima
tidak
dapat
meririmkan  data  ke  pengirim,  sehingga  apabila  teijadi 
kesalahan 
data
yang 
dikirim 
oleh  pengirim 
maka 
penerima   tidak  bisa 
memberitahu
kepada  pengirim.  Contoh 
yang  paling 
mudah 
ditemui 
untuk 
contoh
simplex
ini
adalah sistem
te1evisi dan radio.
(Shannon,1998,
2.6.2.  
Half
Duplex
Komunikasi  
yang   menggunakan  
tipe   saluran  
komunikasi   half
duplex
(either-way
transmission)
dapat saling
berkomunikasi
atau
saling
mengirim
informasi
(komunikasi
bidirectional)  namun
komunikasi  yang
  
34
yang  lain 
menjadi  penerima 
dan 
sebaliknya.  Alat  yang  menggunakan
saluran
transmisi
half
duplex
biasa lebih
murah
dibandingkan
dengan
menggunakanfo/1
duplex.
Komunikasi 
half 
duplex 
ini  sering  dijumpai  pada  sistem 
radio
amatir,
walkie
talkie
yang
penggunaannya
semakin
lama
semakin
sedikit.
Selain
itu
beberapa sistem
komunikasi
lainya seperti pada
transmisi
radio
frekuensi digunakan
half
duplex.
2.6.3.  
Full
Duplex
Pada
sistem
foil
duplex
(both 
way
transmission)
satu
alat
dapat
digunakan
sebagai
penerima
dan
pengirim
data
secara
bersamaan
karena
disediakan 
2  jalur  yang  berbeda  untuk  menerima  dan  mengirim  data.
Tidak
seperti
pada
half 
duplex,
foil  duplex 
tidak dibutuhkan  pergantian
modul dari penerima menjadi pengirim atau sebaliknya
Jalur
komunikasifo/1
duplex 
ini
banyak
digunakan
padajaringan
komputer
yang menggunakan
ethemet,
dimana
pengambilan
data
dan
pengiriman data dapat teijadi secara simultan
(Shannon,I 998,
2.7 
Kecepatan  Transimisi  Data
Kecepatan
transmisi data menunjukkan banyaknya data
yang bisa dikirim
oleh pengirim data ke penerima data dalam satuan
waktu.
Satuan kecepatan
data
  
35
menunjukkan
kecepatan
aliran
data
yang
mengalir
pada jalur
data
tertentu.
Sedangkan  
untuk 
baudrate 
menyatakan   berapa  sering  suata 
keadaan  sinyal
berubah atau kecepatan
switching.
Untuk
sinyal
digital,
yang
terdiri
dari
dua
keadaan
yaitu
logika
high
atau
low
maka
kecepatan 
bps
dan
baudrate-nya  adalah  sama
Sedangkan  jika
suatu
sinyal
memiliki  8
bit encoder. Jika
ini
akan
dikirimkan  pada
2125
baud 
maka
untuk bit per detiknya adalah 8 x 2125
=
17000 bit per detik.
2.8 
Keamanan
Keamanan
merupakan
faktor
yang penting
dalam
suatu
jaringan,
tanpa
adanya   jaminan   keamanan   terhadap   suatu   data   maka   data   tersebut   dapat
digunakan
untuk kepentingan
lain.
Salah  satu 
kelemahan   dalam 
teknologi   wireless 
yang 
menggunakan
frekuensi  radio
adalah  sangat
rentan
untuk
disadap  karena cara
penyebarannya
yang 
melalui 
udara   Sehingga 
untuk 
mengantisipasi 
keamanannya 
diperlukan
bantuan aplikasi keamanan
tambahan.
Dalam 
komunikasi 
half-duplex 
mempunyai 
tingkat 
resiko 
yang 
lebih
kecil  dibandingkan 
dengan 
komunikasi 
full-duplex 
karena 
dalam 
proses
komunikasi 
half-duplex 
proses 
pengiriman 
hanya 
dilakukan 
pada 
saat
komunikasi 
diinginkan   berbeda  dengan 
proses 
komunikasi   full-duplex   yang
selalu terhubung.
  
36
2.9 
Komunikasi Nirkabel
(Wireless
dengan Radio Prekuensi)
1.  
Modulasi
Modulasi
merupakan
suatu
proses dimana
data
yang
sudah
berbentuk
sebagai
gelombang
elektromagnetik,
ditambahkan
atau digabungkan
dengan
suatu   gelombang   radio   pada   frekuensi   tertentu  
yang   dihasilkan  
oleh
transmiter.
2.   Demodulasi
Demodulasi
merupakan
proses
untuk
mengambil
data yang
telah
termodulasi
dengan
cara
membuang
sinyal
carrier
yang membungkus
data
tersebut
3.   AM
(Amplidute Modulation)
Pada
prinsipnya
hampir
sama dengan
FM
yaitu
mengubah
atau
memodulasi 
gelombang   pembawa  sehingga  berbentuk 
seperti 
gelombang
yang  menumpanginya   tetapi  perbedaanya  adalah  pada  AM 
yang  berubah
adalah 
tinggi  rendahnya 
gelombang,  sedangkan   kerapatan 
gelombangnya
adalah tetap.
  
37
AM
sering
digunakan 
pada
komunikasi 
dengan 
perangkat 
radio
berlambda
besar 40
m
atau 80
m; karena pada
prinsipnya
menggunakan  side
band.
Gambar
2.6
Bentuk Gelombang
AM
Cara mengbitung bandwidth
frekuensi
AM
yaitu :
BW=2
(fs)
Dimana 
BW : Bandwidth
L'l.f
:
deviasi
frekuensi
fs 
:
frekuensi modulasi audio
4. 
FM
(Frequency Modulation)
Frekuensi
Modulasi (Frequency
Modulation)
adalab metode
untuk
memodulasi  
gelombang   carier dimana   gelombang   carier
akan   berubab
mengikuti 
gelombang  suara 
yang
"menumpanginya".
Sehingga 
gelombang
pembawa
(carier)
akan
berbentuk
seperti
gelombang 
yang
menumpanginya
Pada
gelombang
FM yang
berubab adalab
kerapatan
dan
kerenggangan
dari
gelombang tersebut.
  
38
Keuntungan
menggunakan
FM dibandingkan
AM
adalah
pada
FM
didapatkan
kualitas
suara 
yang
Iebih
jernih
dan
noise
(gangguan)
yang
ada
jauh Iebih sedikit dibandingkan dengan AM.
Gambar 2.7 Bentuk Gelombang FM
Cara menghitung bandwidth
frekuensi FM yaitu :
BW=2(M+fs)
Dimana 
BW :Bandwidth
L'l.f :
deviasi frekuensi
fs 
:
frekuensi modulasi audio
5. 
FSK
Frequency
Shift
Keying adalah
bentuk
modulasi
digital
yang
paling
umum  digunakan 
untuk  spektrum 
radio  dengan 
menggunakan 
frekuensi
tinggi karena FSK
merupakan
penyederhanaan
dari
bentuk
Frequency
Modulation
(FM). Binary
FSK
adalah
jenis
yang
biasanya
direferensikan
sebagai
FSK.
Untuk
performa
terbaik
dalah
hal
noise
dan high
band-witdth
operation maka penggunaan FSK merupakan pilihan
yang baik.
  
39
6. 
ASK
Amplitude   Shift 
Keying 
adalah 
metode 
modulasi   yang 
digunakan
dalam  sistem 
komunikasi, 
terutama 
jaringan. 
Untuk  signal 
berbasi  biner,
ASK menghasilkan  modulasi dengan output carrier :
Amplitude A sebagai outputnyajika inputnya adalah
'1'
Amplitude
0
sebagai outputnyajika inputnya adalah '0'
7. 
PSK
Phase 
Shift  Keying 
adalah 
bentuk 
modulasi 
digital 
yang
menggunakan
pembagian
dalam
sebuah
gelombang
radio
dimana
di setiap
bagiannya
dapat dimasukkan
binary value.
8.   QoS
Untuk
mengukur
performasi
suatu jaringan
umumnya
digunakan
QoS
(Quality of Service) dimana di dalamnya terdapat 3 paramater,
yaitu:
A.  Bandwith
Secara
umum 
bandwidth  menggambarkan
perbedaan 
antara
frekuensi
terkecil
dan terbesar
yang
dapat
dibawa
oleh
alat
komunikasi
elektronik.
Sebagai
contoh,
telepon
dapat
membawa  frekuensi  dari
300-
3300
Hz;
jadi dapat
dikatakan
sebuah
telepon
merniliki
bandwidth  3000
Hz. 
Dalam 
konteks 
jaringan, 
bandwidth 
digunakan
untuk
mendeskripsikan kapasitas 
maksimum 
dari 
data 
yang 
dapat
ditransmisikan 
secara  simultan, 
menggunakan 
frekuensi  yang  berbeda,
  
40
(Thomas,l997,pl41).
Sedangkan  bandwith
yang  digunakan  pada  radio
amatir
umumnya
20000
Hz.
B.  Service Rate
Service 
rate 
merupakan   rate  atau  kecepatan 
pengiriman 
paket
yang 
masuk 
ke  dalam 
jaringan 
dan  dipergunakan  
untuk  
mengetahui
berapa kecepatan
pengiriman
paket.
Service
rate
dapat
dihitung
dengan
rumus:
SR=x/t
Dimana 
SR = Service
Rate
x  = Besar data
yang dikirim
At= waktu
yang diperlukan
untuk
mengirim x
C. 
Waktu Delay
Waktu  delay 
merupakan 
waktu 
yang  diperlukan   sebuah  paket
yang
ditransmisikan
pada suatu
jaringan
untuk
sampai
ke
tempat
tujuan.
Dengan  adanya  waktu
delay  maka
sebuah  paket  yang
masuk  ke dalam
sebuah
jaringan
dapat
diperkirakan
waktu
tiba di tujuannya.
Pengukuran
waktu
delay
sangat
diperlukan
agar pengirim
dapat
mengatur
pengiriman
paket
disesuaikan
dengan
delay
paket
tersebut
untuk
sampai
ke alamat
tujuannya,
sehingga
paket
yang dikirimkan
dapat
disesuaikan
dengan
kemampuan
service rate
  
4I
D.  Bit Error Rate
Bit Error Rate adalah
banyaknya
bit maksimal
yang dapat dikirim
hingga teijadi
error
I
kali.
2.10 
Interaksi Manusia
Komputer
(IMK)
Disiplin
ilmu
yang berhubungan
dengan
perancangan,
evaluasi,
dan
implementasi 
sistem
komputer  interaktif
dan
studi
fenomena 
besar
yang
berhubungan
dengannya
(Schneiderman,
p8). IMK
terutama
difokuskan
pada
perancangan
dan
evaluasi
antarmuka
pemakai
(user
interface),
yang digunakan
sebagai alat
untuk
berinteraksi
antara
pengguna
dan
sistem.
Oleh
karena
itu
user
interface   yang  dirancang 
harus   user  friendly,  yang   artinya   harus   mudah
digunakan
oleh pengguna termasuk
yang paling awarn sekalipun.
Delapan  Aturan  Emas
Dalam 
merancang 
user  interface  terdapat pedoman
yang  ditulis 
oleh
Schneiderman
(1998, p74-75), yaitu:
I.  Berusaha
untuk konsisten.
Pedoman
ini
yang
paling
sering
diabaikan,  tetapi
jika
diterapkan
akan 
memberikan   keuntungan 
yang  besar.  Urutan 
langkah  aksi 
yang
sama  seharusnya 
teijadi  dalam  situasi  yang 
mirip;  istilah  yang
identik
harus digunakan
dalam tampilan,
menu dan layar help;
dan perintah
yang
konsisten 
seharusnya  
dikeijakan    secara   keseluruhan.    Pengecualian,
  
42
seperti   konfmnasi  
perintah   hapus 
seharusnya   dapat 
dimengerti   oleh
pengguna
dan sedikit
jumlahnya.
2.   Memungkinkan   pengguna 
yang 
sudah  
mahir 
untuk  
menggunakan
shortcut.
Saat
penggunaan
semakin
meningkat,
demikian
juga dengan
keinginan
pengguna
untuk
mengurangi
interaksi
dan jumlah
untuk
meningkatkan  kecepatan 
respon.
Waktu
respon 
yang
pendek
dan
waktu
tampil 
yang 
lebih 
cepat 
merupakan   suatu 
daya 
tarik 
tersendiri   bagi
pengguna
yang sudah
mahir.
3.   Memberikan  umpan balik yang informatif.
Untuk   setiap   aksi 
yang 
dilakukan   pengguna,   seharusnya   ada
umpan
balik
dari
sistem.
Untuk
aksi
yang
sering
dan
kecil,
umpan
balik
dapat  dibuat  untuk 
tidak  terlalu 
sering 
muncul.  Tapi  untuk  aksi  yang
jarang dan besar, sebaiknya
umpan balik memegang
peranan penting
4.   Merancang
dialog
yang memberikan
penutupan
(keadaan
akhir).
Urutan
langkah
aksi seharusnya
diorganisasikan
dalam
suatu
kelompok 
yang  memiliki  awal,  tengah  dan  akhir.  Keadaan  akhir 
dari
setiap  
kelompok    aksi   dapat  
memberikan    suatu  
kepuasan    kepada
pengguna    bahwa    suatu  
tugas  
telah    selesai    dike!jakan    dan   juga
mengindikasikan 
bahwa  aman   bagi 
pengguna   untuk   melanjutkan   ke
  
43
5.   Pencegahan
kesalahan
dan penanganan
kesalahan
yang sederhana.
Sedapat
mungkin,
rancang sistem
sehingga
pengguna
tidak
akan
melakukan 
kesalahan  fatal.
Jika
kesalahan 
memang
teijadi, 
sistem
seharusnya   dapat 
mendeteksinya   dan  menampilkan  
suatu 
mekanisme
koreksi 
kesalahan  yang  mudah  dimengerti.  Pengguna 
seharusnya  tidak
perlu
mengulangi 
keseluruhanproses,
tapi
cukup
mengganti  bagian
yang
salah
saja.
Kesalahan
yang teijadi
seharusnya
tidak
mempengaruhi
keseluruhan
sistem.
6.   Memungkinkan pembalikan aksi yang mudah.
Sedapat
mungkin,
setiap
aksi dapat
dilakukan
pembalikan.
Hal ini sangat
membantu  pengguna 
jika
ingin
mengeksplorasi 
pilihan  atau
aksi  
yang
tidak
familiar,
karena
pengguna
mengetahui  jika
teijadi  kesalahan 
maka
aksi dapat dibalik.
7.   Mendukung
pusat kendali internal.
Pengguna
yang
berpengalaman
ingin
merasakan
bahwa merekalah
yang
menguasai   sistem 
dan 
sistem   beraksi 
sesuai     dengan 
perintah   yang
mereka
terima.
Respon
sistem
yang tidak
terduga,
urutan
aksi
yang
membosankan, kesulitan
dalam
memperoleh 
informasi
penting
dapat
menyebabkan
pengguna
merasa tidak puas terhadap sistem.
  
44
8.   Mengurangi
be
ban ingatan jangka pendek.
Manusia
memiliki
keterbatasan
dalam
memproses
ingatanjangka
pendek.
Oleh
karena 
itu,
seharusnya  tampilan 
dibuat
sederhana, 
frekuensi
perpindahan  
window  
dibuat   sedikit   mungkin   dan 
alokasikan  
waktu
pelatihan
yang cukup
untuk membantu
ingatan dan urutan aksi.
2.11
Teknik Mendeteksi Error dan Koreksi
Teknik  deteksi  dan  koreksi  data  digunakan 
untuk  menjaga  kehandalan
data 
yang 
dikirimkan. 
Hal 
ini
dikarenakan 
pada 
saat  pengiriman 
data
kemungkinan 
besar
teijadi 
interferensi
atau
noise
dari
luar
yang
bisa
mengubah
bit-bit
dari
data
yang
dikirimkan,
sehingga
data
yang dikirim
dan
diterima
akan
berbeda.
Teknik echo
Teknik
echo mendeteksi
kesalahan
pengiriman
data,
dengan
cara
memantul
(echoing)
atau
mengirim
balik data
yang
diterima
tersebut
ke
pengirimnya.
Kemudian
pengirim
data
membandingkan
data yang
diterima
dengan
data
awal
yang
dikirim. Apabila
tidak
sama
maka
teijadi
kesalahan
sedangkan
hila
sama maka
data
yang
dikirimkan
sudah
benar.
Gogiyanto,1995,p40 I).
  
45
Karakter
I
2
3
4
5
6
7
8
BCC
I
0
I
0
0
0
I
0
I
0
0
I
I
0
0
I
0
I
I
0
I
I
0
I
0
0
0
I
I
I
I
0
0
I
0
I
0
I
I
0
0
0
0
I
0
0
0
0
I
0
0
I
0
0
0
0
0
0
0
0
0
I
I
I
I
I
I
0
I
I
I
I
0
I
I
I
0
0
I
I
I
Two-coordinate parity
checking
Merupakan cara
mendeteksi
kesalahan
pengiriman
data
dengan
melak:ukan  
pengecekan 
terhadap 
pariti  
pada  
dua  
arah  koordinat.
Tiap
karakter  yang
dikirimkan
akan
ditambah
I
bit
pariti
dan
setiap 
blok
data
yang
dikirimkan
akan 
dihasilkan l  blok 
karakter  
yang 
berfungsi
sebagai  
BCC
(Block 
Check 
Character).
BCC 
dan 
pariti 
inilah 
yang 
akan 
dibandingkan
antara 
pengirim
dan 
penerima,
apabila 
BCC 
nya  sama 
maka 
datanya 
benar
jika 
tidak
sama
maka
data
yang
dikirim 
mengalami gangguan.
Qogiyanto,l995,p401).
Bit
Parity
Tabel
2.6
Two-coordinate Parity
Checking
Stop
&
wait
ARQ
Stop   &
wait  
ARQ 
(automatic 
repeat 
request) 
merupakan 
teknik
paling 
sederhana
untuk 
melak:ukan
koreksi 
error 
terhadap
data  yang
dikirimkan.
Pada
teknik 
ini
setiap
data
yang
dikirimkan akan
dikirimkanjuga
acknowledge. 
Jika  
pengirim  
tidak 
mendapat  balasan  
dari   penerima
data,
  
46
maka
pengirim  akan
mengirim
ulang
datanya
tersebut.
  
47
I
SumberOata
A
Penerima Data
A
waktu
Propagasi
w
a
k
t
u
T
O
im
ut
e
Time
Out
Gambar 2.8
Gambar
Pengecekan Stop
&
wait
ARQ
  
47
Go-Back-N
ARQ
Metode  ini
memungkinkan   pengiriman   beberapa 
frame 
sekaligus
dimana
sebagai
balasannya
penerima
akan
mengirimkan
ACK.
Bila teljadi
kesalahan
data,
maka
data
dari awal
teljadinya
kesalahan
akan
dikirimkan.
Kesalahan   data   ini  akan   menimbulkan   pengirim   membangkitkan   sinyal
NACK (Negatif
ACK).
Gambar 2.9 Gambar Pengecekan
Go-Back-N ARQ
Selective-Repeat ARQ
Pada
metode  Selective-Repeat  ARQ
(automatic  repeat
request)  data
yang  dikirimkan  ke  penerima  apabila 
mengalarni  kesalahan  akan 
dikirim
ulang. Namun  bedanya
dengan
metode sebelumnya  adalah
pada
metode
ini
hanya data
yang error saja
yang
akan
dikirim
ulang sehingga
metode ini
lebih
efisien.
Gambar 2.10 Gambar Pengecekan Selective-Repeat  ARQ
  
48
Cyclic
Redudancy Check  (CRC)
CRC 
adalah 
sebuah 
metode 
yang
didasari dengan 
penambahan
rangkaian
check  
bits 
ke
code 
words. 
Dalam 
hal 
ini, 
bit  yang 
ditambahkan
akan 
menjamin
bahwa 
jika 
tidak 
terjadi 
kesalahan
dalam 
transmisi,
maka
code  word  dan 
check 
bits  nilainya 
dapat 
habis 
jika  dibagi 
secara 
matematis
dengan  
nilai  
tertentu. 
Spesifikasi 
untuk  
membagi  
nilai   dan   faktor  
yang
digunakan
akan 
menentukan jangkauan
kesalahan
transmisi 
yang
dapat
dideteksi.
Untuk
mempermudah
manipulasi code
word
secara
algebraic
dapat
dimapping terlebih dahulu 
kodeya
kedalam
polinominal.
Checksum
Checksum
adalah 
metode 
untuk 
melakukan
pemeriksaan terhadap
integritas 
dari 
data  
yang 
ditransmisikan.
Sebuah  
checksum
akan  
bernilai
sebuah 
integer
yang 
dihitung
dari 
rangkaian
oktet 
yang  diambil 
dari 
sebuah
operasi 
aritmatik
terhadap
paket 
data 
tersebut.
Nilai 
yang  dihasilkan dari
perhitungan
akan 
dihitung kembali
pada 
bagian 
penerima
dan 
akan
dibandingkan
untuk 
verifikasi.
Sebuah 
checksum
biasanya merupakan
perhitungan dari
header  dan
data
fields
sebuah paket
protokol.