|
BAB2
LANDASAN TEORI
2.1.
Sejarah
Radio
Pemancar
Sejarah radio pemancar boleh dikatakan
hanya sedikit sekali
masyarakat
yang
mengetahui
secara
luas.
Dalam
hal
ini
perlu
sekali
ditampilkan
sejarah
radio
pemancar
termasuk tokoh
-
tokohnya dan beberapa
bentuk
pesawat
yang dipakai
pada
mulanya. Diantaranya
seoraog
bemama
:
A.S. Pavov
telah
memberikan
satu
demonstrasi pemakaian
bel yang digerakkan
oleh listrik.
Radio penerima
sederhana karya Pavov adalah bentuk radio sederhana
untuk sistem penerima,
dimana bagian radio
ini
terbagi
tiga,
masing-masing
adalah
:
bagian penerimanya,
lalu
bagian
relay
dan
yang
ketiga adalah penerima
sinyal dengan
model
elektronik
bell. Pada bagian satu berbentuk sebuah tabung kaca dengan
nama :
Coherer.
Pada
bagian
itu
masih
dibagi
lagi
dua
bagian
elektrodanya
yang
didalamnya
ada
serbuk
logam.
Tokoh lainnya adalah
Hertz
yang berasal dari
Jerman yang berhasil
membuat
radio pemancar
dengan asas
gelombang
elektromagnetis.
Pemancarnya
dikenal
dengan nama
Radio
Pemancar
Hertz.
Radio buatannya
sangat berbeda
sekali
dengan
buatan
Pavov,
pada sistem
ini
Hertz
mempergunakan
gulungan
Rukhmkoerff
yang
secara
umum disebut
Internptor.
Radio pemancar
buatan
Hertz
juga
memakai sumber
arus dari
baterai,
hal
ini
sama
dengan sistem radio
buatan Pavov
yang juga
memakai
listrik
arus searah
atau
arus
DC. Dalam
sistem
|
![]() 7
AN
1-
udara
Bersamaan
dengan
itu
terdapat
pula
suatu
pancaran
atau
radiasi
gelombang
elektromagnetis
yang
arahnya
90°
dengan
arah
arusnya.
Dan
peristiwa
loncatan
bunga
api
itu
sama
bentuknya
dengan
loncatan
frekuensi
gelombang
radio,
dan
basil
buatan
Hertz
itu
jelas
sangat
dekat
sekali
jarak
pancarannya.
Tidak
seperti
radio
pemancar
jaman
sekarang
ini.
Dan
pada
jaman
hidupnya
Heinrich
Rudolph
Hertz
belurn
ada
tabung
radio
seperti
jaman
sekarang,
apalagi
tabung
transistor
dan
I.C. belum
dikenal sama
sekali.
2.2.
Prinsip
frekuensi
radio
Frekuensi
radio
lllerupakan
sinyal
AC
bertegangan
tinggi
yang
merambat
melalui
konduktor
tembaga
yang
kemudian
diradiasikan
ke
udara
melalui
sebuah
antena
(Akin,2002,
p18).
Antena
mengubah
sinyal
kabel
menjadi
sinyal
nirkabel
dan
sebaliknya.
2.2.1
BLOK DIAGRAM PEMANCAR I TRANSMITER
/
CARRIER
558
051lATOR
FILTER
VFO
I
w
I
I
MIC
BAlANCE
ORNER
PREAMP
MODU
BAlANCE
LATOR
MIXER
DAN
FINAL
Gambar
2.1
Blok
Diagram Pemancar
Pada
gambar
2.1 dapat
dilihat
bahwa
suara
yang
masuk
melalui
microphone
kemudian
dikuatkan
menggunakan
mic
preamp,
yaitu
microphone
preamplifier
kemudian
masuk
pada
balance
modulator
yang
berguna
dalam
|
|
7
mengatur spektrum
modulasi
yang
akan dikirim
ke
udara
sehingga
dapat
|
![]() 8
SP
VFO
diketahui
lalu gelombang dipotong menjadi setengah fase
atau setengah
gelombang sehingga
dapat meminimalisasi
efek noise
atau suara-suara
gangguan
yang terdapat di udara. Sehingga diharapkan suara yang diterima
dari
pancaran
yang dikirim oleh transmitter
akan lebih bersih.
Tahapan
ini
teijadi
pada saat proses SSB (Single Side
Band) Filter.
Setelah
gelombang
dibagi
menjadi dua maka gelombang akan dicampur
dengan
gelombang
carier.
Atau
gelombang yang dapat
membantu
merambatkan gelombang suara
di
udara, karena gelombang suara
manusia yang
teralu rendah tidak dapat
di"tumpangkan" pada
udara dalam perambatannya sehingga
memerlukan
suatu
gelombang carier. Balance
Mixer
melakukan itu
semua
dengan bantuan
dari
VFO
(Variable Frequency Oscilator).
Setelah berhasil di"tumpangkan"
pada
carier, maka Driver dan Final
akan mengatur pada
frekuensi berapa signal
akan
dikirim. Setelah semua
sukses
maka
akhimya akan dipancarkan melalui
antena.
2.2.2
BLOK DIAGRAM PENERIMA I
RECEIVER
[)I-
AUDIO
IF
RF
ANT/
AMPLIFIER
DETECTOR
AMPLIFIER
I
I
MIXER
1-
AMPLIFIER
I
I
CARRIER
SSB
OSILATOR
FILTER
Gambar 2.2 Blok Diagram Penerima
Pada
skema gambar
2.2
penerima
atau
receiver berlaku
hal
yang
|
|
9
kemudian
dikuatkan
sinyalnya
dengan
menggunakan
RF
Amplifier.
Yang
kemudian
dipisahkan
pada
frekuensi
berapa
data
tersebut
diterima,
proses
ini
berlangsung pada
tahap
Mixer
dengan bantuan
VFO
yang membantu
menganalisis
sumber frekuensi
yang
digunakan.
Setelab
diketahui
pada
frekuensi
berapa
signal
tersebut
dikirim
maka selanjutnya
adalab
melakukan
penyempurnaan
fase
gelombang
yang tadi telab
di bagi
menjadi
dua
di
tabap
pengiriman
data,
proses
pelengkapan
fase
gelombang
ini
berlangsung
sama
pada
tahap dimana
gelombang
ini
dibagi
dua
yaitu
di
tahap
SSB
Filter.
Setelab
menjadi
sebuab
sinyal utub,
lalu untuk
mempetjelas sinyal tersebut
maka
sinyal tersebut maka dikuatkan lagi
dengan
Amplifier. Setelab dikuatkan
maka
pada
langkab
berikutnya
adalab
mernisahkan
dengan gelombang
carier
sehingga
dapat
diketahui
mana
sinyal
gelombang
yang
asli
atau
mana
yang
merupakan
sinyal
pembawa,
sehingga
perlu
dipisahkan.
Setelab
diketahui
gelombang
audio
yang
sesunggubnya, langkab terakhir
yang
dilakukan adalab
menguatkan sinyal audio
yang
lalu
dikeluarkan melalui speaker.
2.2.3
Antena
Salah
satu
bagian penting
dari
suatu
stasiun
radio adalab
antena,
antena
adalab
sebatang
logam
yang
berfungsi
menerima
getaran
listrik
dari
transmitter
dan
memancarkannya
sebagai gelombang radio. Antena
berfungsi
pula
sebaliknya
yaitu
menampung
gelombang
radio
dan
meneruskan
gelombang
listrik ke
receiver.
Kuat
tidaknya
pancaran
yang sampai
di pesawat
lawan
bicara
dan
baik
|
![]() 10
kondisi
propagasi, faktor
kedua
adalah
posisi
stasiun
(posisi
antena)
beserta
lingkungannya,
faktor
ketiga adalah
kesempumaan
antena.
Untuk pancaran
ada faktor keempat
ialah kelebaran
bandwidth
pancaran
dan
faktor kelima
adalah
power.
Seringkali agar pancaran cukup besar
diterima stasiun
lawan
bicara,
power yang
digunakan dinaikkan tanpa
memperhatikan faktor-faktor
lain
tersebut di
atas. Memang usaha
memperbesar
power secara
teknis
merupakan
usaha
yang paling
mudah, akan
tetapi rasanya ini
adalah
usaha
yang
kurang
efektif dan cenderung
merupakan suatu pemborosan.
MONOPOLE
DIPOLE
MONOPOLE DAN DIPOLE
Gambar 2.3 Antena
Mengenai
propagasi
dan posisi
stasiun,
cenderung
tidak
dapat
berbuat
banyak. Faktor
bandwidth
pancaran
dapat
dikatakan
bahwa
makin
sempit
bandwidth
makin
kuatlah
pancaran,
ini
ada
batasnya
mengingat
faktor
readibility.
Sebatang logam
yang
panjangnya
Y.
Lambda
(A.)
akan
beresonansi
dengan baik hila
ada gelombang radio yang menyentuh permukaannya. Jadi
hila pada
ujung coax
bagian
inner
disambung
dengan
logam sepanjang
Y.
A.
dan
outer-nya di ground,
ia akan menjadi
antena. Antena
semacam
ini
hanya
mempunyai
satu pole dan disebut monopole (mono artinya satu). Apabila outer
|
|
11
dari
coax tidak di-ground
dan
disambung dengan seutas
logam
sepanjang
Y.
A.
lagi,
menjadi antena
dengan dua
pole
dan
disebut
dipole
Y,
A.
(di
artinya
dua).
Secara
umum
antena
berfungsi
untuk
mengubab energi
listrik
menjadi
gelombang
elektromagnetis
dan
sebaliknya dengan
kata
lain;
adalab
alat
yang
digunakan
untuk
mentransmisikan
dan
atau
menerima
gelombang
radio.
Medan
elektromagnetik
yang
dipancarkan
oleh
antena
disebut
beam
atau
lobe.
Antena
bekerja
dengan
mengubab
gelombang
terarah
(guided wave)
menjadi
gelombang
free space
(free space
wave)
dan
sebaliknya,
dengan
tujuan
agar
gelombang
terarab
dapat
merambat
padafree
space
dan
gelombang
free
space
dapat
ditangkap
oleh
antena.
Karena
fungsi
tersebut,
antena
menjadi bagian
yang
tak
terpisahkan
dalam
transmisi
nirkabel.
Agar
energi Jistrik
dapat
diubab
dengan
sempurna
menjadi
gelombang elektromagnetis
dan
mampu
beresonansi,
maka
panjang
fisik
antena
harus
di
sesuaikan
dengan
frekuensi
keija.
Directivity
adalab
kemampuan antena untuk
memfokuskan energi ke
arab
tertentu
dibandingkan
dengan arab lain.
Pola radiasi
antena
digambarkan
sebagai
kuat relatif
dari medan elektromagnetis
yang
dipancarkan
oleh
antena
ke
segala
arab
pada
jarak
yang
konstan.
Bila
dilihat
dari
pola
radiasinya,
maka
antena
dibagi
menjadi
2
macam, yaitu
antena
omni-directional
dan
antena
directional.
Panjang antena
sangat
berpengaruh dalam perambatan
gelombang.
Kecepatan
rambat
gelombang
listrik pada
logam 0.95
kali
dari
kecepatan
rambat
gelombang
radio
di
udara.
|
![]() 12
/.. ant
.
300 .
x
0,95
fMHz
J
vYsc
J
Bila panjang antena
=
panjang
gelombang
malca
kemungkinan
akan
teijadi
gelombang
elektromagnetis
akan
berputar
dan
tidak
akan
merambat
dengan
sempurna di
udara.
Sebaiknya
gunakan panjang
Antena
Y.
A.
Bila menggunakan
Y. A.
gunakanlah dua bagian
yang
masing-masing
panjangnya
Y. A.
2.2.3.1
Jenis Antena
Antena omni-directional
Antena
omni-directional
meradiasikan
energi 360
derajat
secara merata berdasarkan
porosnya.
Antena
omni-directional
dikenal
juga
sebagai
antena
dipole.
Entena
dipole
meradiasikan
energi dalam pola
yang
tampak seperti
kue
donat.
Antena
directional
Sebelum
berbicara
tentang
antena
Yagi
atau
antena
pengarah
|
|
13
marilah Iihat
terlebih dahulu
antena
isotropic.
Antena
isotropic
|
![]() 13
adalah
antena
yang
memancarkan
radiasi
ke segala
jurusan
ke
samping,
ke
atas
dan
ke
bawah
dengan
kuat pancaran
yang
sama.
Apabila
digambarkan
pola
radiasinya maka akan
berbentuk
bola.
Antena
ini tidak
pernah
ada,
ini hanya
digunakan
untuk
pembicaraan
teoritis.
Antena
isotropic
ini berbeda
dengan
antena
omni
directional,
antena
omni
directional
mempunyai
kuat
pancar
yang
sama
ke segala
penjuru
mata angin
akan tetapi
ke
atas
dan
ke
bawah
tidak
sama. Antena
vertikal Y.
Lambda
mempunyai
sifat
ini.
Untuk
keperluan
terutama
komunikasi jarak
jauh
dan
tidak
diperlukan percakapan dengan stasiun-stasiun yang berada di
berbagai jurusan,
maka
sering
diperlukan
antena
pengarah
agar
pancaran pada
arah yang
dikehendaki
menjadi lebih
besar.
Tentu
saja
mengandung
konsekuensi
bahwa
pancaran
ke arah
yang
lain
menjadi relatif mengecil
Gambar 2.4 Pola Pancaran
Perhatikan
gambar
2.4, pola
1
adalah
pola
pancaran
antena
dipole. Bila
pada
antenna
dipole
diberikan
sebuah
reflektor
dan
director, maka akan diperoleh pola pancaran seperti tergambar pada
sebagai pola 2.
Pancaran ke satu arah akan menjadi lebih jauh
|
|
14
sedangkan pancaran ke jurusan lainnya akan menjadi jauh lebih
kecil.
Antena
pengarah
dikatakan
mempunyai
gain,
yang
dinyatakan
dalam dB. Gain adalah
perbandingan
logarithmik
antara
power
antena
dibandingkan
dengan
dipole
Y.
Lambda.
Apabila
sebagai pembanding digunakan antena isotropic, maka
gain
dinyatakan dalam
dBi.
Misalnya antena
dipole
Y.
Lambda
mempunyai
gain
sebesar +2.1
dBi
terhadap
isotropic. Akan
tetapi
pada
umumnya
gain suatu
antena
yang
digunakan
pembanding
adalah
dipole Y.
Lambda. Misalnya
power
suatu antena pada titik
A (periksa
gambar
I)
adalah Pa sedangkan
power dipole
Y.
Lambda di tempat itu sebesar Pd , maka gain antena :
Gain= 10 loglO Pd
I
PadB
Mengukur
gain
suatu
antena
praktis
tidak
pernah
dilakukan
karena untuk pekeijaan ini diperlukan suatu sangkar Farraday
yang
cukup
besar. Misalnya
untuk
penelitian
gain
antena
35
em
perlu
sangkar
Farraday
sebesar
6
x
6
x
6
meter.
Makin
rendah
frekuensi makin besar ukuran sangkar
Farraday, hal ini tentu
memakan biaya yang sangat besar.
Perbandingan
kuat pancaran
ke
arah
depan
dengan
arah
belakang disebut front
to
back
ratio.
Sedangkan perbandingan
kuat
pancaran
ke
depan
dengan
kuat
pancaran
ke arah
samping
disebut front to side ratio.
Untuk mengetahui keberhasilan
|
|
15
to
back rationya.
Makin hesar front to back ratio menandakan
makin
haiknya
pengarahan
antena
tersehut
dan
umumnyafront
to
side
rationya
juga
menjadi
makin
kecil. Dalam
prakteknya tidak
pernah mengukur
hesarnya gain antena.
Jadi
dapat
disimpulkan
hahwa antena directional
digunakan
untuk
komunikasi
point-point
dengan
wireless
bridging.
Semakin
hesar
gain
yang dimiliki
oleh
sehuah
antena directional,
semakin
sempit pula beamwidth-nya
2.2.3.2
Konsep antena
Polarisasi
Gelomhang elektromagnetis yang melaju
di udara atau
di
angkasa
luar
terdiri
atas komponen
gaya
listrik
dan
komponen
gaya
magnet
yang tegak
lurus
satu
sama
lain. Gelomhang
radio
yang
memancar
dikatakan
terpolarisasi
sesuai
arah komponen
gaya
listriknya.
Untuk antena
dipole
maka
polarisasinya
searah
dengan
panjang
hentangannya,
hila antena tersehut dipasang
horizontal,
maka polarisasinya horizontal pula.
Agar dapat
menerima
gelomhang
radio secara
haik, maka
antena
harus
mempunyai
polarisasi
yang sama
dengan
polarisasi
gelomhang radio yang
datang.
Arah
polarisasi ini
akan
tetap
sepanjang
lintasan gelomhang
radio kecuali
hila gelomhang
tersehut
sudah dipantulkan
oleh
ionosphere,
maka
polarisasinya
hisa
|
|
16
berubah. Untuk
itu,
maka
antena
untuk keperluan
komunikasi
jarak
jauh pada HF atau MF dapat dibuat
vertikal atau horizontal.
Pada band MF dan HF, biasanya digunakan polarisasi
horizontal
sedangk:an
untuk VHF
(pada radio 2
meteran) biasa
digunakan
polarisasi
vertikal.
Diketahui
bahwa
pancaran
VHF
tidak
menggunakan pantulan ionosphere sehingga polarisasinya sampai
ke
antena
pesawat
lawan
bicara
masih
tetap
vertikal. Sedangk:an
pesawat
2
meteran
banyak
dipasang
pada mobil
dan
antena
mobil
hanya bisa vertikal saja
Gain
antena
Pancaran
gelombang
radio oleh antena
makin
jauh
makin
lemah,
melemahnya pancaran
itu berbanding terbalik dengan
kuadrat jaraknya, jadi pada jarak dua kali Iipat kekuatannya
menjadi
1122 atau
seperempatnya
Angk:a
tersebut
masih
belum
memperhitungkan melemahnya
pancaran
karena
hambatan
lingk:ungan dalam peJjalanannya.
Kecuali sifat tersebut di atas, sifat lain dari antena adalah
bahwa kekuatan pancaran
ke
berbagai arab cenderung
tidak
sama.
Pancaran
gelombang
radio
oleh antena
vertikal
mempunyai
kekuatan
yang
sama
ke segala
arab
mata
angin,
pancaran
semacam
ini dinamakan
omnidirectional.
Pada
antena
dipole,
pancaran
ke
arab
tegak
lurus
|
![]() 17
semacam
ini disebut
bi-directional.
Dalam teknik radio kekuatan
pancaran ke segala arah digambarkan
sebagai pola pancaran
(radiation pattern) seperti
terlihat pada gambar
berikut
ini.
OMNI DIRECTIONAL
Pola radtasJ potongan wrtikat
BIDIRECTIONAL
Potaradias} dillhat darJ
BIBS
(8) BIDIRECTIONAL
Gambar 2.5 Pola Radiasi
Pola
1
adalah
pola
pancaran
antena
dipole
(antena 1
),
apabila
ada antena
lain
(antena 2) yang mempunyai pola
radiasi
seperti
pada
pola 2, maka titik A akan menerima signal
lebih kuat pancaran
antena
1,
dikatakan bahwa
antena
2
mempunyai GAIN. Gain
dinyatakan
dengan
dB, sebagai
pembanding
untuk
menentukan
besamya
gain adalah
dipole.
Beamwidth
Beamwidth
merupakan Iebar
fokus pemancaran
gelombang
radio oleh antena
(Akin,
2002, p115).
|
|
18
Free space
path
loss
Gelombang
radio
yang merambat
akan
kehilangan
energi
seiring
dengan
perambatannya melalui
medium
perambatan.
Free
space
path
loss
merupakan
loss
yang
dialami
oleh
gelombang
radio
ketika
merambat melalui medium
udara
(Akin,
2002,
pl16).
Propagasi
Apabila
berbicara tentang
propagasi
maka
akan menyentuh
pengetahuan
yang
berhubungan
dengan
pancaran
gelombang
radio.
Seperti
di
ketahui
bahwa
apabila
transmit, pesawat
akan
memancarkan
gelombang
radio
yang
di"tumpangi"
oleh
audio.
Gelombang
radio
tadi
diterima
oleh
receiver
lawan
bicara
dan
oleh
receiver
itu
gelombang radionya
dihilangkan
dan
audio
ditampung lewat
speaker.
Gelombang
radio
yang dipancarkan
tadi
berupa
gelombang
elektromagnetis
bergerak
menuruti
garis
lurus.
Gelombang
radio
mempunyai
sifat
seperti
cahaya,
ia
dapat
dipantulkan,
dibiaskan,
direfraksi
dan
dipolarisasikan.
Kecepatan
rambatanya
sama
dengan
kecepatan
sinar
ialah 300.000
km
tiap
detik.
Dapat
dibayangkan
hila
gelombang
radio
bisa
mengelilingi
dunia,
maka
dalam satu
detik
bisa
keliling dunia
7
kali.
|
|
19
Diketahui bahwa
dunia berbentuk bulat
seperti bola,
akan
tetapi pancaran gelombang radio
high
frequency
dari
Indonesia
bisa sampai di Amerika
Serikat
yang terletak dibalik burui sebelah
sana, padahal ia bergerak menuruti
garis lurus.
Fenomena
alam
seperti tersebut tadi dapat dijelaskan
sebagai
uraian di bawah iui. Di angkasa
luar, ialah di luar lapisan
atmosphere burui
terdapat
lapisan
yang dinamakan ionosphere.
Ionosphere adalah suatu
lapisan
gas yang teriouisasi
sehingga
mempunyai
muatan listrik, lapisan
iui berbentuk kulit bola raksasa
yang menyelimuti burui.
Lapisan
iui dapat berpengaruh kepada
jalannya
gelombang
radio.
Pengaruh-pengaruh penting
dari
ionosphere terhadap gelombang radio adalah bahwa lapisan iui
mempunyai kemampuan
untuk
membiaskan dan
memantulkan
gelombang
radio. Kapan
gelombang
radio itu dipantulkan
dan
kapan
gelombang
radio dibiaskan
atau dibelokkan tergantung
kepada
frekuensinya
dan
sudut
dating
gelombang
radio
terhadap
ionosphere.
Frekuensi
gelombang radio
yang
mungkin dapat
dipantulkan
kembali adalah .
frekuensi yang berada pada range
Medium
Frequency (MF)
dan
High
Frequency
(HF).
Adapun
gelombang radio pada
Very
High
Frequency
(VHF)
dan
Ultra
High Frequency
(UHF)
atau
yang
lebih
tinggi, secara
praktis dapat dikatakan tidak dipantulkan oleh ionosphere
akan
|
|
20
angkasa luar.
Gelombang
radio
yang
menghilang
ke
angkasa
luar
tadi
dalam
isti!ahpropagasi dikatakan
SKIP.
Oleh
karena
gelombang
radio
pada
range
MF
dan
HF
dapat
dipantulkan
oleh
ionosphere,
maka
gelombang
yang
dipancarkan
ke
udara
dapat
balik
lagi
ke
bumi
di
tempat
yang
cukup
jauh.
Oleh
bumi
gelombang
tadi
dapat
dipantulkan
lagi
balik
ke
angkasa
dan
oleh
ionosphere dipantulkan ulang
balik
ke
bumi.
Dengan
pantulan
bolak
balik
ini,
maka gelombang
radio
dapat
mencapai
jarak
sangat
jauh
dan dengan
demikian
dapat
mencapai
belahan bumi
di
balik
sana
Dalam
istilah
propagasi,
pantulan
yang
hanya
sekali
bolak
balik
dinamakan single
hop dan
yang
berkali-kali
dinamakan
multiple hop. Sudah
barang tentu dalam
peJjalanannya,
gelombang
radio
akan
mengalami pengurangan
kekuatannya
dan
juga
efisiensi
setiap
kali
pantulan
akan
mengurangi
pula
kekuatan
gelombang
radio
sehingga
pancaran
dengan
multi
hop
akan
lebih
lemah
dibanding dengan
single
hop.
Istilah
skip
dapat
diteJjemahkan
sebagai
menghilang,
artinya
gelombang
radio
tadi tidak terpantul
kembali
lagi ke
bumi
akan
tetapi
menghilang ke
angkasa
luar.
Gelombang
radio
pada
band
tinggi
yang
dipancarkan
ke
udara
dengan
sudut yang
besar
tidak
dipantulkan lagi
ke
bumi
dan
menghilang
ke
angkasa. Ini
amat
dirasakan apabila
bekeJja pada
|
|
21
frekuensi
ini
tidak
dapat
mencapai
jarak
yang dekat, karena
untuk
mencapai jarak dekat diperlukan sudut yang besar padahal
gelombang dengan sudut besar tidak dipantulkan
balik ke bumi.
Sebenamya transmisi
untuk dapat mencapai stasiun lawan
tidak
hanya lewat pantulan
ionosphere yang disebut sky wave,
akan tetapi
sebagian transmisi dipancarkan
juga
secara
langsung
atau ground wave.
Akan tetapi pancaran
yang melalui
ground
wave ini
tidak dapat mencapai jarak jauh, hanya beberapa
kilometer
saja,
sehingga
harapan
untuk
dapat
melakukan
komunikaijarakjauh cenderung bersandar kepada sky wave.
Jarak
teijauh
dari
pemancar
yang tidak
dapat
menerima
pancaran
melalui sky wave disebut jarak skip atau skip distance.
Sedangkan
daerah
yang
tidak
dapat
dijangkau
oleh
pancaran
radio
karena
jarak yang
terlalu
dekat
untuk
suatu
frekuensi
tertentu,
sehingga
pancaran
gelombang
radio
skip
ke angkasa
luar
disebut daerah skip atau skip zone.
Skip zone
berbentuk
gelang
mengelilingi
pemancar
dengan
diameter dalam sejauh pancaran gound wave
dan diameter luar
sejauh
skip
distance.
Oleh
karena jarak
capai
ground
wave sangat
kecil,
maka
praktis diameter dalam dari
skip
zone
diabaikan
sehingga
skip
zone
berbentuk
lingkaran
dengan
diameter
sebesar
skip distance.
|
|
22
2.2.3.3
Komunikasi
Komunikasi
merupakan
satu
cara
yang dilakukan
untuk
saling
bertukar pesan atau informasi dari satu tempat ke tempat lain
yang
menggunakan
suatu
media
transmisi
tertentu.
Pada
masa sekarang
ini
banyak
digunakan bantuan
alat-alat
elektronik
yang
dapat
menciptakan
suatu komunikasi.
Salah
satu
bentuk
komunikasi
yang menggunakan
alat
elektronik
ini
adalah komunikasi data.
Dikatakan sebagai komunikasi
data karena
informasi
yang dipertukarkan
berupa data binery.
2.3. Gelombang Radio
Gelombang
radio
adalah
:
Gelombang radio
berbentuk
elektromagnetis.
Dimana
gelombang radio
atau
gelombang elektromagnetis, digunakan dalam
operasi
radio
radar
atau
televisi
berbeda satu
sama
lainnya.
Selain
itu
perambatan
gelombang
radio merupakan
pemindahan
tenaga
dengan
cara
pemancaran
gelombang
elektromagnetis di dalam
sistem
frekuensi
radio,
maka
hal
ini
didalam
bahasa
tekniknya dinamakan
Radio-wave
dan
Radio
wave
progation. Umunmya
radio
mempergunakan
gelombang
elektromagnetis
untuk
mengirim
dan menerima
masuknya
sinyallistrik
tanpa kawat
koneksi
antara pengirim
dan
penerimanya
Hal
yang
demikian
lazim dikenakan secara
khusus pada
pengiriman dan
penerimaan
bunyi dan sinyal
sandi
(Sinyal
Morse,
meskipun
televisi
dan
radar
juga
tergantung
pada
gelombang
elektromagnetis).
Maka hal itu merupakan rangkaian dari
prosesnya
gelombang
radio menurut pengertian yang sebenamya.
|
|
23
Gelombang
radio
sebenamya
adalah
efek
dari aliran
listrik
yang bergetar
dan
akibat dari
getaran
itu
menyebabkan adanya gaya yang lalu disebut
gelombang
radio. Adanya
gejala penjalaran tersebut karena gelombang elektromagnetis
dengan
kecepatan
tertentu. Jadi
bentuk
getaran
yang
dihasilkan
itu
memiliki
daya
tempub
secara
tertentu
pula,
dan
kecepatannya
selalu
tetap. Kecepatan
geraknya
gelombang
radio
ini
disebut
velocity.
Dan kecepatan
merambat
gelombang radio
itu
adalah
300.000.000
per
detiknya,
dan
velocity
disingkat
V dalam
perhitungan
gelombang radio.
Velocity
itu
merupakan satu
bentuk besaran yang
menyatakan
arah
dan
juga kecepatan suatu
gerak
yang
linier.
Selanjutnya pengertian
yang
lebih
dalam hal gelombang
dapat dijelaskan sebagai berikut :
"Gelombang
adalah bentuk gangguan yang
menjalar lewat zat
antara atau
lewat
ruang,
bisa pula
memberi
arti,
bahwa
gelombang
itu adalah berupa
gangguan
yang berkala
dan
tidak berkala. Gelombang itu
tidak saja
berupa
gangguan
mekanik saja,
melainkan bisa
juga
berupa
gangguan tegangan, arus,
kuat
medan
listrik,
gelombang bunyi
dan
gelombang
air
merupakan perpindahan
ini
balik
lagi
pada
no!
hila
gangguannya punah.
Gelombang elektromagnetis terdiri
atas
gangguan
yang
berupa
perubahan
intensitas
di
medan
listrik;
tidak
diperlnkan
zat
antara
untuk
merambatkan gelombang
itu".
Demikianlah
pengertian
gelombang
yang murni,
tapi
ada
pula
yang
memberikan
pengertian
lain
dari
arti
yang
murni
itu. Namun
demikian
panjang
gelombang
itu
bisa
diukur, dan
secara
teoritis
panjang
gelombang
ditulis
dengan
huruf Yunani
lambda
(1..).
Jadi antar
frekuensi getarannya listrik yang
dihasilkan
oleh radio pemancar
ada kaitannya dengan penetapan panjangnya antena yang
|
|
24
dengan frekuensi
yang
dihasilkan
oleh
rangkaian
bagian
osilatomya.
Penetapan
panjang antena
dihitung
dengan
tepat
seperti
ukurannya
yang
sudah lazim
dipakai
ialah:
-
Y.lambda
-
Y.lambda
-
1
lambda
dan
%
lambda
Untuk
menghitung panjang gelombang selalu
dipergunakan rumus
:
'A=
v/f
Panjangnya
gelombang
dihitung
dalam
satuan
meter,
kemudian
V
ini
adalah
velocity
atau
kecepatan
gelombang
300.000.000
meter
per
detik,
dan
yang
terakhir
adalah frekuensi
pemancar yang
dipakai
dalam hitungan cycles/s.
Sebagai
contohnya saja
disini
bisa
dijelaskan
dengan
hitungan
yang
sederhana
sekali
:
Radio
pemancar
broadcast
(pemancar
sejenis
RRI) bekeija
dengan
frekuensi
3
Mcls
(dibaca
tiga
megasikel
persekond).
Lalu
berapakah
panjang
gelombang radio
itu
sebenarnya
?
jawabnya adalah
:
A.=
300.000.000 /3.000.000
=A.
100
meter
Sudah
umum
kalau
radio
pemancar
sistem telephony
yang dipakai
kalangan
amatir
merniliki
jalur
panjang
pendeknya
gelombang
radio
sekitar
70
-
80
meter.
Maka
perlu
diketahui tabel
pembagian gelombang radio
seperti
berikut
ini
:
|
![]() 25
dengan frekuensi
yang
dihasilkan
oleh
rangkaian
bagian
osilatomya.
Penetapan
Nama Gelombang
Panjang Gelombang
Dalam Meter
Frekuensi Dalam Kc
Long
Middle
Half Short
Short
Very Short
Ultra Short
3000-300
300-200
200-50
50-10
10-5
5-0
10-100
100-1500
1500-6000
6000-30.000
30.000 -60.000
60.000-
-
DAFTAR
PEMBAGIAN GELOMBANG
.
Sumber : Pengetahuan
Dasar
Radto Komunikast, ORARI, Nomor TEK 9805
Dengan
memperhatikan pembagian
gelombang
tersebut jelaslah
gelombang-
gelombang mana
yang akan
dipakai dan mana
yang tidak
boleh dipakai oleh radio
pemancar komunikasi
golongan amatir. Karena adanya
arus
listrik
yang membawa
frekuensi
menuju
ke bagian
antenanya
maka muncul
getaran
listrik
dalam
bentuk
frekuensi
radio atau
gelombang radio. Dan
semua
pancaran
frekuensi
radio
selalu
tegak
lurus dengan
gaya-gaya elektromagnetis yang
menyamai
gaya-gaya
magnet
pada sebuah
besi berani. Maka
gelombang pancaran
radio disingkat
sebagai
Radio
Frekuensi. Dan semua
getaran
yang ditimbulkan olehnya itu keluar
memancar
lewat antena dan sekaligus
lewat
zat antara
yang disebut
Eater
yaitu bentuk udara
yang ada disekitar
bumi ini termasuk juga dalam ruang hampa.
|
![]() 26
Tabe12.2
DAFTAR
TABEL
PEMBAGIAN FREKUENSI
Pembagiannya
Jalur
Frekuensi
Panjang
Gelombang
(VLF)
Very
Low
Frequency
(LF)
Low
Frequency
(MF)
Medium Frequency
(HF)
Higb
Frequency
(VHF) Very
High
Frequency
(UHF)
Ultra
High
Frequency
(EHF)
Extremely Higb
Frequency
dibawah 30
Hz
30-300Hz
300-3000
Hz
3000- 30.000 KHz
30-3000MHz
300-30.000
MHz
30.000
-300.000 MHz
Meriad
meter
Kilometer
Hektometer
Dekameter
Meter
Centimeter
Milirneter
Selain
adanya
pembagian
tersebut
diatas,
masih
ada
lagi
pembagian
yang
disebut
dengan
istilah
jalur-jalumya
gelombang
mikro
yang
bukan
termasuk
ketentuan
intemasional.
Tapi
masih
terpakai
pula di dalam
khazanah
dunia
teknologi
elektronika
Urutan
yang
disajikan
masih
berlaku
meskipun
bukan
ketentuan
hasil
Konferensi
Telecomunication
Intenational
(ITU),
tapi
terpakai
di
kalangan pakar teknologi
elektronika
sebagai
pedoman
dalam melakukan
pekeijaan
perakitan
radio
pemancar.
Sebab
pengertian
frekuensi
itu
sendiri
sangat
luas
diantaranya :
1. frekunsijembatan
=
frequency bridge
2. frekuensi panjaran
=
frequency bias
3. frekuensi emisi
=
frequency band
of emission
4. frekuensi bilanganjalur
=
frequency band
number
5. frekunsi jalur
=
frequency band
6.
kegesitan frekuensi
=
frequency
agility
|
![]() 27
Sekarang
perhatikan daftar
pembagian gelombang lainnya
berikut
ini
:
Tabe12.3
DAFI'AR JALUR
GELOMBANG MIKRO
JALUR
FREKUENSI (Ghz)
PANJANG
GELOMBANG (Cm)
p
L
s
X
K
Q
v
w
0,225- 0,390
0,390-1,550
1,55-5,20
5,20-10,90
10,90 - 36,00
36,00-46,0
46,0-56,0
56,0-100,0
133,3-76,9
76,9-19,3
19,3-5,77
5,77-2,75
2,75-0,834
0,834-0,652
0,652 - 0,536
0,536 - 0,300
Selanjutnya daftar
berikut
ini
juga
banyak
dipergunakan
dalam
bidang
teknologi
elektronika
radio
kbususnya
radio
pemancar, adapun
daftar
yang
berikut
ini
adalah:
Tabel2.4
DAFTAR BERBAGAI JALUR KOMUNIKASI
JENIS
LAYANAN
JALUR
FREKUENSI dalam
Hertz
Telephoni pembawa
Gambar
film
&
bunyi
Telegraf
pembawa
Telephoni kawat
Batas
pendengaran
Telephoni kawat
(bicara)
Telegrafkecepatan
tinggi
Telegrafkecepatan rendah
4.000-2.000.000
40-10.000
425-10.000
30-15.000
16-20.000
250-3.000
0-80
0-15
|
|
28
Walaupun
daftar
tersebut
jarang
dipergunakan dalarn kenyataan prakteknya,
tapi di dalarn
laboratoriurn elektronika
di
Amerika
Serikat dan
negara
maju
perhitungan yang ada dalarn
daftar
tersebut
tetap
digunakan.
Dalarn teknik radio
pemancar selalu banyak gangguan
waktu
usai
dirakit lalu dicoba, dan memakai
rangkain yang disebut
Automatic
Volume Control atau
AVC.Masalah
lainnya yang
ada hubungannya dengan itu
ialah pemakaian jalur-jalur frekuensi tinggi sangat
penting diketahui
oleh
anda sebelurn sarnpai pada pengetahuan masalah
koil.
Terpakainya frekuensi tinggi
menyebabkan daya
tembus yang sangat besar
pada
lapisan udara yang ada. Untuk mendapatkan
hasil terbaik bagi radio pemancar
memang
dianjurkan
memakai
frekuensi
jalur
gelombang
pendek.
Sebab
gelombang
pendek
memiliki daya pancaran
yang sangat
kuat,
hal ini menyebabkan
efek
tanah bisa
dihilangkan. Karena
pancaran
gelombang itu begitu
kuatnya
sehingga ia
memiliki daya kemarnpuan sarna
seperti seberkas cahaya yang
memancar tegak lurus ke depan. Gelombang pendek atau
mikrowave
memiliki
kelemahan sukar sekali untuk
dipantulkan
maka pancaran gelombangnya sangat
terbatas sekali. Ia hanya memiliki
daya kemarnpuan radius
yang terbatas.
Akibatnya pemancaran
gelombang
tidak dapat berkeliling dunia seperti gelombang
pendek tanpa bantuan stasiun
relay.
Faktor
lainnya
ialah
efek
tanah
atau
ground
effect. Di
sini ada
hubungannya
dengan gelombang
radio yang terserap tanah, maka dinarnakan efek tanah atau
daya
tarik
magnet
burni.
Persoalan
daya
pemancar
suatu
gelombang
radio ada
hubungannya dengan tanah,
misalkan
tanah
pegunungan, tanah berair, tanah
berpaya-paya, tanah yang tandus dan
lain
sebagainya
Itulah
sebabnya daya
|
![]() 29
diatas.
Kemudian pembagianjalur
frekuensi
yang
dipakai oleh
radio
pemancar
bisa
dilihat
dalam
daftar
berikut :
Tabel
2.5
DAFfAR METER BAND
TRANSMITTER
URAIANNYA
SATUAN DALAM KHz
!.Radio 160
meter band
2.Radio
80
meter
band
3.Radio 40
meter
band
4.Radio
30
meter
band
5.Radio 20
meter
band
6.Radio
17
meter
band
7.Radio
15
meter
band
8.Radio
12
meter
band
9.Radio
10
meter
band
1800-2000
3500-3900
7000-7100
10000-10150
14000- 14350
18068- 18168
21000-21450
24890
-24990
28000
-29700
Masalah
lain
yang
masih
berhubungan
dengan
ketentuan
yang
disebut
dalam
daftar
diatas,
ialah
penggunaan
frekuensi
antara
3500
sampai
3900
KHz
dalam
jalur
radio
80
meter band
diatur
lagi
seperti yang
disebut dalam
daftar
berikut
ini
:
1.
Pemakaian AI dari
3500
-3900
KHz
2.
Pemakaian Fl
dari
3500-3775
KHz
3.
Pemakaian A3,A3j
dan
Fl dari
3775
-3900
KHz
Lalu
band
radio
lainnya
ialah
6
meter
band
memakai frekuensi 50
sampai
54
MHz,
Ialu
2
meter
band
dengan frekuensi 144
sampai
148
MHz
dan
radio
ukuran 1
Yz
meter
band
bekeija padajalur
frekuensi
220
sampai
224
MHz. Yang
tak
boleh
|
|
30
dilupakan
adalah
bahwa
radio
pemancar
itu
memakai
sistem
pemancar
AM
dan
FM
kemudian SSB.
Selanjutnya
klasifikasi radio
terbagi
tiga
yaitu
:
!.Radio
pemancar kelas
A= 460-470 Me,
Maksimum
50
watt
2.Radio
pemancar kelas
B
=
456
Me,
Maksimum 5
watt
3.Radio
pemancar kelas
C
=
27
Me,
Maksimum
5
watt
2.4.
Konversi Biner
Angka
biner
terdiri dari
0
dan I. Angka
biner umumnya
digunakan
dalam
setiap
program
yang
menggunakan
fungsi
terhadap
mesin.
Angka
0
umumnya
menandakan
tegangan
tinggi
dan
angka
I
menandakan tegangan
rendah.
Proses
konversi dari
decimal ke
biner
dapat
dilihat
dari
contoh
dibawah
ini :
Text
-7 Ascii
-7
Biner
H
-772
-7
.........
72
%
2
=36
Sisa
0
36
%
2
=I8
Sisa
0
I8
%
2
=
9
Sisa
0
9
%
2
=
4
Sisa
1
4
%
2
=
2
Sisa
0
2
%
2
=
I
Sisa
0
I
%
2
=
0
Sisa
1
H
-772
-7
OIOOIOOO
|
|
31
2.5. Media Transmisi
Media
transmisi
adalah
suatu
medium
yang digunakan
sebagai
jalur
untuk
membawa
data
dari
pengirim
data
ke
penerima
data.
Penggunaan
kabel
tembaga,
merupakan
media
transmisi
yang
paling
banyak
digunakan
saat
ini.
Alasannya
karena
biaya
yang
murah
dan
lebih
tahan
terhadap
gangguan
atau
noise.
Selain
itu
penggunaan
media
udara
atau nirkabel mulai marak karena
keuntungan
mobilitasnya yang
tinggi
dibandingkan dengan
menggunakan
media
kabel.
Jenis
media
transrnisi ada
dua
yaitu
:
A. Guided
Merupakan
jenis
media
transrnisi,
dimana
data
yang
dikirimkan
melalui
media
kabel.
Beberapa
media
kabel
yang
banyak
digunakan
sebagai
media
transrnisi
data
:
UTP(Unshielded Twisted Pair)
Merupakan
jenis media
transmisi
yang paling
banyak digunakan
untuk
jaringan
komputer
dan
telah
menjadi
standar
untuk
komunikasi
jaringan.
Kabel ini
dapat
mencegah
cross talk
dengan
melilit setiap
pasang
kabelnya,
sehingga
akan
terjadi
cancelation. Ukuran
kabel
UTP
yang
kecil
membuatnya
mudah
dipasang.
Kerugian
dari
menggunakan
kabel
jenis
ini
adalah
lebih
rentan
terhadap
interferensi
dibanding
kabel
STP
danjangkauan hanya
100
meter.
Fiber
Optic
Fiber
optik
merupakan
media
komunikasi
guided
yang
menggunakan
cahaya
untuk
mengirimkan
data
dari
pengirim
ke
penerima.
Keuntungan
|
|
32
cepat dari 100 Mbps. Tidak peka terhadap
interferensi, ukuran
kabel
relatif
kecil dan
jangkauan
yang jauh
sampai
3000
meter. Kerugian
adalah
biaya yang mahal dan relatif mudah rusak.
B. Unguided
Merupakan jenis
media transmisi dimana data yang dikirimkan
tanpa
melalui media kabel (nirkabel) atau melalui udara. Media
nirkabel
yang
banyak digunakan
sebagai media transmisi data:
Radio Frekuensi
Menggunakan
gelombang
elektromagnetik
sebagai
media untuk
menyalurkan
data
dari
pengirim
ke penerima.
Pada
media
transmisi
ini
dibutuhkan
antena
yang
berfungsi
sebagai
transduser,
yang mengubah
gelombang elektromagnetik
menjadi suatu sinyal listrik. Selain itu
informasi
yang
dikirim
teijadi
secara
ornni
atau
menyebar.
Keuntungan
dapat digunakan
untuk komunikasi
dengan alat yang mempunyai
mobilitas.
Menghilangkan
kompleksitas kabel. Kerugiannya
adalah
mahal dan kecepatan transfer terbatas.
Infrared
Media
transmisi yang menggunakan
media
cahaya
tidak
tampak
untuk
menyampaikan
data.
Berbeda
dengan
fiber optik
yang
menggunakan kabel, pada
infrared
tidak
menggunakan
kabel, cahaya
merambat
melalui
udara. Sehingga diperlukan
suatu sensor
untuk
|
|
33
2.6. Tipe saluran komunikasi
Tipe saluran
komunikasi
menyatakan
arah
data
yang akan dikirimkan.
Tipe
saluran
komunikasi
iini
dapat
dibagi
menjadi
simplex,
half duplex
dan
foil
duplex.(Holzmann, 1991, p34)
2.6.1.
Simplex
Komunikasi
simplex
merupakan tipe
sarana komunikasi
dimana
data yang
dikirimkan
hanya teijadi
dalam
1
arah
(one way transmission).
Data hanya bisa dikirimkan dari
pengirim data
ke
penerima data.
Pengiriman data sebaliknya tidak dimungkinkan.
Komunikasi simplex
ini
jarang digunakan karena penerima hanya
bisa
menerima
data
yang
diberikan
oleh pengirim. Penerima
tidak
dapat
meririmkan data ke pengirim, sehingga apabila teijadi
kesalahan
data
yang
dikirim
oleh pengirim
maka
penerima tidak bisa
memberitahu
kepada pengirim. Contoh
yang paling
mudah
ditemui
untuk
contoh
simplex
ini
adalah sistem
te1evisi dan radio.
(Shannon,1998,
2.6.2.
Half
Duplex
Komunikasi
yang menggunakan
tipe saluran
komunikasi half
duplex
(either-way
transmission)
dapat saling
berkomunikasi
atau
saling
mengirim
informasi
(komunikasi
bidirectional) namun
komunikasi yang
|
|
34
yang lain
menjadi penerima
dan
sebaliknya. Alat yang menggunakan
saluran
transmisi
half
duplex
biasa lebih
murah
dibandingkan
dengan
menggunakanfo/1
duplex.
Komunikasi
half
duplex
ini sering dijumpai pada sistem
radio
amatir,
walkie
talkie
yang
penggunaannya
semakin
lama
semakin
sedikit.
Selain
itu
beberapa sistem
komunikasi
lainya seperti pada
transmisi
radio
frekuensi digunakan
half
duplex.
(Shannon,I 998,www.angeifire.com/journal/brownrb/datacomm/dc_0 I 4.htm)
2.6.3.
Full
Duplex
Pada
sistem
foil
duplex
(both
way
transmission)
satu
alat
dapat
digunakan
sebagai
penerima
dan
pengirim
data
secara
bersamaan
karena
disediakan
2 jalur yang berbeda untuk menerima dan mengirim data.
Tidak
seperti
pada
half
duplex,
foil duplex
tidak dibutuhkan pergantian
modul dari penerima menjadi pengirim atau sebaliknya
Jalur
komunikasifo/1
duplex
ini
banyak
digunakan
padajaringan
komputer
yang menggunakan
ethemet,
dimana
pengambilan
data
dan
pengiriman data dapat teijadi secara simultan
(Shannon,I 998,
2.7
Kecepatan Transimisi Data
Kecepatan
transmisi data menunjukkan banyaknya data
yang bisa dikirim
oleh pengirim data ke penerima data dalam satuan
waktu.
Satuan kecepatan
data
|
|
35
menunjukkan
kecepatan
aliran
data
yang
mengalir
pada jalur
data
tertentu.
Sedangkan
untuk
baudrate
menyatakan berapa sering suata
keadaan sinyal
berubah atau kecepatan
switching.
Untuk
sinyal
digital,
yang
terdiri
dari
dua
keadaan
yaitu
logika
high
atau
low
maka
kecepatan
bps
dan
baudrate-nya adalah sama
Sedangkan jika
suatu
sinyal
memiliki 8
bit encoder. Jika
ini
akan
dikirimkan pada
2125
baud
maka
untuk bit per detiknya adalah 8 x 2125
=
17000 bit per detik.
2.8
Keamanan
Keamanan
merupakan
faktor
yang penting
dalam
suatu
jaringan,
tanpa
adanya jaminan keamanan terhadap suatu data maka data tersebut dapat
digunakan
untuk kepentingan
lain.
Salah satu
kelemahan dalam
teknologi wireless
yang
menggunakan
frekuensi radio
adalah sangat
rentan
untuk
disadap karena cara
penyebarannya
yang
melalui
udara Sehingga
untuk
mengantisipasi
keamanannya
diperlukan
bantuan aplikasi keamanan
tambahan.
Dalam
komunikasi
half-duplex
mempunyai
tingkat
resiko
yang
lebih
kecil dibandingkan
dengan
komunikasi
full-duplex
karena
dalam
proses
komunikasi
half-duplex
proses
pengiriman
hanya
dilakukan
pada
saat
komunikasi
diinginkan berbeda dengan
proses
komunikasi full-duplex yang
selalu terhubung.
|
|
36
2.9
Komunikasi Nirkabel
(Wireless
dengan Radio Prekuensi)
1.
Modulasi
Modulasi
merupakan
suatu
proses dimana
data
yang
sudah
berbentuk
sebagai
gelombang
elektromagnetik,
ditambahkan
atau digabungkan
dengan
suatu gelombang radio pada frekuensi tertentu
yang dihasilkan
oleh
transmiter.
2. Demodulasi
Demodulasi
merupakan
proses
untuk
mengambil
data yang
telah
termodulasi
dengan
cara
membuang
sinyal
carrier
yang membungkus
data
tersebut
3. AM
(Amplidute Modulation)
Pada
prinsipnya
hampir
sama dengan
FM
yaitu
mengubah
atau
memodulasi
gelombang pembawa sehingga berbentuk
seperti
gelombang
yang menumpanginya tetapi perbedaanya adalah pada AM
yang berubah
adalah
tinggi rendahnya
gelombang, sedangkan kerapatan
gelombangnya
adalah tetap.
|
![]() 37
AM
sering
digunakan
pada
komunikasi
dengan
perangkat
radio
berlambda
besar 40
m
atau 80
m; karena pada
prinsipnya
menggunakan side
band.
Gambar
2.6
Bentuk Gelombang
AM
Cara mengbitung bandwidth
frekuensi
AM
yaitu :
BW=2
(fs)
Dimana
BW : Bandwidth
L'l.f
:
deviasi
frekuensi
fs
:
frekuensi modulasi audio
4.
FM
(Frequency Modulation)
Frekuensi
Modulasi (Frequency
Modulation)
adalab metode
untuk
memodulasi
gelombang carier dimana gelombang carier
akan berubab
mengikuti
gelombang suara
yang
"menumpanginya".
Sehingga
gelombang
pembawa
(carier)
akan
berbentuk
seperti
gelombang
yang
menumpanginya
Pada
gelombang
FM yang
berubab adalab
kerapatan
dan
kerenggangan
dari
gelombang tersebut.
(bttp://www.radioelectronicschool.com)
|
![]() 38
Keuntungan
menggunakan
FM dibandingkan
AM
adalah
pada
FM
didapatkan
kualitas
suara
yang
Iebih
jernih
dan
noise
(gangguan)
yang
ada
jauh Iebih sedikit dibandingkan dengan AM.
Gambar 2.7 Bentuk Gelombang FM
Cara menghitung bandwidth
frekuensi FM yaitu :
BW=2(M+fs)
Dimana
BW :Bandwidth
L'l.f :
deviasi frekuensi
fs
:
frekuensi modulasi audio
5.
FSK
Frequency
Shift
Keying adalah
bentuk
modulasi
digital
yang
paling
umum digunakan
untuk spektrum
radio dengan
menggunakan
frekuensi
tinggi karena FSK
merupakan
penyederhanaan
dari
bentuk
Frequency
Modulation
(FM). Binary
FSK
adalah
jenis
yang
biasanya
direferensikan
sebagai
FSK.
Untuk
performa
terbaik
dalah
hal
noise
dan high
band-witdth
operation maka penggunaan FSK merupakan pilihan
yang baik.
|
|
39
6.
ASK
Amplitude Shift
Keying
adalah
metode
modulasi yang
digunakan
dalam sistem
komunikasi,
terutama
jaringan.
Untuk signal
berbasi biner,
ASK menghasilkan modulasi dengan output carrier :
Amplitude A sebagai outputnyajika inputnya adalah
'1'
Amplitude
0
sebagai outputnyajika inputnya adalah '0'
7.
PSK
Phase
Shift Keying
adalah
bentuk
modulasi
digital
yang
menggunakan
pembagian
dalam
sebuah
gelombang
radio
dimana
di setiap
bagiannya
dapat dimasukkan
binary value.
8. QoS
Untuk
mengukur
performasi
suatu jaringan
umumnya
digunakan
QoS
(Quality of Service) dimana di dalamnya terdapat 3 paramater,
yaitu:
A. Bandwith
Secara
umum
bandwidth menggambarkan
perbedaan
antara
frekuensi
terkecil
dan terbesar
yang
dapat
dibawa
oleh
alat
komunikasi
elektronik.
Sebagai
contoh,
telepon
dapat
membawa frekuensi dari
300-
3300
Hz;
jadi dapat
dikatakan
sebuah
telepon
merniliki
bandwidth 3000
Hz.
Dalam
konteks
jaringan,
bandwidth
digunakan
untuk
mendeskripsikan kapasitas
maksimum
dari
data
yang
dapat
ditransmisikan
secara simultan,
menggunakan
frekuensi yang berbeda,
|
|
40
(Thomas,l997,pl41).
Sedangkan bandwith
yang digunakan pada radio
amatir
umumnya
20000
Hz.
B. Service Rate
Service
rate
merupakan rate atau kecepatan
pengiriman
paket
yang
masuk
ke dalam
jaringan
dan dipergunakan
untuk
mengetahui
berapa kecepatan
pengiriman
paket.
Service
rate
dapat
dihitung
dengan
rumus:
SR=x/t
Dimana
SR = Service
Rate
x = Besar data
yang dikirim
At= waktu
yang diperlukan
untuk
mengirim x
C.
Waktu Delay
Waktu delay
merupakan
waktu
yang diperlukan sebuah paket
yang
ditransmisikan
pada suatu
jaringan
untuk
sampai
ke
tempat
tujuan.
Dengan adanya waktu
delay maka
sebuah paket yang
masuk ke dalam
sebuah
jaringan
dapat
diperkirakan
waktu
tiba di tujuannya.
Pengukuran
waktu
delay
sangat
diperlukan
agar pengirim
dapat
mengatur
pengiriman
paket
disesuaikan
dengan
delay
paket
tersebut
untuk
sampai
ke alamat
tujuannya,
sehingga
paket
yang dikirimkan
dapat
disesuaikan
dengan
kemampuan
service rate
|
|
4I
D. Bit Error Rate
Bit Error Rate adalah
banyaknya
bit maksimal
yang dapat dikirim
hingga teijadi
error
I
kali.
2.10
Interaksi Manusia
Komputer
(IMK)
Disiplin
ilmu
yang berhubungan
dengan
perancangan,
evaluasi,
dan
implementasi
sistem
komputer interaktif
dan
studi
fenomena
besar
yang
berhubungan
dengannya
(Schneiderman,
p8). IMK
terutama
difokuskan
pada
perancangan
dan
evaluasi
antarmuka
pemakai
(user
interface),
yang digunakan
sebagai alat
untuk
berinteraksi
antara
pengguna
dan
sistem.
Oleh
karena
itu
user
interface yang dirancang
harus user friendly, yang artinya harus mudah
digunakan
oleh pengguna termasuk
yang paling awarn sekalipun.
Delapan Aturan Emas
Dalam
merancang
user interface terdapat pedoman
yang ditulis
oleh
Schneiderman
(1998, p74-75), yaitu:
I. Berusaha
untuk konsisten.
Pedoman
ini
yang
paling
sering
diabaikan, tetapi
jika
diterapkan
akan
memberikan keuntungan
yang besar. Urutan
langkah aksi
yang
sama seharusnya
teijadi dalam situasi yang
mirip; istilah yang
identik
harus digunakan
dalam tampilan,
menu dan layar help;
dan perintah
yang
konsisten
seharusnya
dikeijakan secara keseluruhan. Pengecualian,
|
|
42
seperti konfmnasi
perintah hapus
seharusnya dapat
dimengerti oleh
pengguna
dan sedikit
jumlahnya.
2. Memungkinkan pengguna
yang
sudah
mahir
untuk
menggunakan
shortcut.
Saat
penggunaan
semakin
meningkat,
demikian
juga dengan
keinginan
pengguna
untuk
mengurangi
interaksi
dan jumlah
untuk
meningkatkan kecepatan
respon.
Waktu
respon
yang
pendek
dan
waktu
tampil
yang
lebih
cepat
merupakan suatu
daya
tarik
tersendiri bagi
pengguna
yang sudah
mahir.
3. Memberikan umpan balik yang informatif.
Untuk setiap aksi
yang
dilakukan pengguna, seharusnya ada
umpan
balik
dari
sistem.
Untuk
aksi
yang
sering
dan
kecil,
umpan
balik
dapat dibuat untuk
tidak terlalu
sering
muncul. Tapi untuk aksi yang
jarang dan besar, sebaiknya
umpan balik memegang
peranan penting
4. Merancang
dialog
yang memberikan
penutupan
(keadaan
akhir).
Urutan
langkah
aksi seharusnya
diorganisasikan
dalam
suatu
kelompok
yang memiliki awal, tengah dan akhir. Keadaan akhir
dari
setiap
kelompok aksi dapat
memberikan suatu
kepuasan kepada
pengguna bahwa suatu
tugas
telah selesai dike!jakan dan juga
mengindikasikan
bahwa aman bagi
pengguna untuk melanjutkan ke
|
|
43
5. Pencegahan
kesalahan
dan penanganan
kesalahan
yang sederhana.
Sedapat
mungkin,
rancang sistem
sehingga
pengguna
tidak
akan
melakukan
kesalahan fatal.
Jika
kesalahan
memang
teijadi,
sistem
seharusnya dapat
mendeteksinya dan menampilkan
suatu
mekanisme
koreksi
kesalahan yang mudah dimengerti. Pengguna
seharusnya tidak
perlu
mengulangi
keseluruhanproses,
tapi
cukup
mengganti bagian
yang
salah
saja.
Kesalahan
yang teijadi
seharusnya
tidak
mempengaruhi
keseluruhan
sistem.
6. Memungkinkan pembalikan aksi yang mudah.
Sedapat
mungkin,
setiap
aksi dapat
dilakukan
pembalikan.
Hal ini sangat
membantu pengguna
jika
ingin
mengeksplorasi
pilihan atau
aksi
yang
tidak
familiar,
karena
pengguna
mengetahui jika
teijadi kesalahan
maka
aksi dapat dibalik.
7. Mendukung
pusat kendali internal.
Pengguna
yang
berpengalaman
ingin
merasakan
bahwa merekalah
yang
menguasai sistem
dan
sistem beraksi
sesuai dengan
perintah yang
mereka
terima.
Respon
sistem
yang tidak
terduga,
urutan
aksi
yang
membosankan, kesulitan
dalam
memperoleh
informasi
penting
dapat
menyebabkan
pengguna
merasa tidak puas terhadap sistem.
|
|
44
8. Mengurangi
be
ban ingatan jangka pendek.
Manusia
memiliki
keterbatasan
dalam
memproses
ingatanjangka
pendek.
Oleh
karena
itu,
seharusnya tampilan
dibuat
sederhana,
frekuensi
perpindahan
window
dibuat sedikit mungkin dan
alokasikan
waktu
pelatihan
yang cukup
untuk membantu
ingatan dan urutan aksi.
2.11
Teknik Mendeteksi Error dan Koreksi
Teknik deteksi dan koreksi data digunakan
untuk menjaga kehandalan
data
yang
dikirimkan.
Hal
ini
dikarenakan
pada
saat pengiriman
data
kemungkinan
besar
teijadi
interferensi
atau
noise
dari
luar
yang
bisa
mengubah
bit-bit
dari
data
yang
dikirimkan,
sehingga
data
yang dikirim
dan
diterima
akan
berbeda.
Teknik echo
Teknik
echo mendeteksi
kesalahan
pengiriman
data,
dengan
cara
memantul
(echoing)
atau
mengirim
balik data
yang
diterima
tersebut
ke
pengirimnya.
Kemudian
pengirim
data
membandingkan
data yang
diterima
dengan
data
awal
yang
dikirim. Apabila
tidak
sama
maka
teijadi
kesalahan
sedangkan
hila
sama maka
data
yang
dikirimkan
sudah
benar.
Gogiyanto,1995,p40 I).
|
![]() 45
Karakter
I
2
3
4
5
6
7
8
BCC
I
0
I
0
0
0
I
0
I
0
0
I
I
0
0
I
0
I
I
0
I
I
0
I
0
0
0
I
I
I
I
0
0
I
0
I
0
I
I
0
0
0
0
I
0
0
0
0
I
0
0
I
0
0
0
0
0
0
0
0
0
I
I
I
I
I
I
0
I
I
I
I
0
I
I
I
0
0
I
I
I
Two-coordinate parity
checking
Merupakan cara
mendeteksi
kesalahan
pengiriman
data
dengan
melak:ukan
pengecekan
terhadap
pariti
pada
dua
arah koordinat.
Tiap
karakter yang
dikirimkan
akan
ditambah
I
bit
pariti
dan
setiap
blok
data
yang
dikirimkan
akan
dihasilkan l blok
karakter
yang
berfungsi
sebagai
BCC
(Block
Check
Character).
BCC
dan
pariti
inilah
yang
akan
dibandingkan
antara
pengirim
dan
penerima,
apabila
BCC
nya sama
maka
datanya
benar
jika
tidak
sama
maka
data
yang
dikirim
mengalami gangguan.
Qogiyanto,l995,p401).
Bit
Parity
Tabel
2.6
Two-coordinate Parity
Checking
Stop
&
wait
ARQ
Stop &
wait
ARQ
(automatic
repeat
request)
merupakan
teknik
paling
sederhana
untuk
melak:ukan
koreksi
error
terhadap
data yang
dikirimkan.
Pada
teknik
ini
setiap
data
yang
dikirimkan akan
dikirimkanjuga
acknowledge.
Jika
pengirim
tidak
mendapat balasan
dari penerima
data,
|
|
46
maka
pengirim akan
mengirim
ulang
datanya
tersebut.
|
![]() 47
I
SumberOata
A
Penerima Data
A
waktu
Propagasi
w
a
k
t
u
T
O
im
ut
e
Time
Out
Gambar 2.8
Gambar
Pengecekan Stop
&
wait
ARQ
|
![]() 47
Go-Back-N
ARQ
Metode ini
memungkinkan pengiriman beberapa
frame
sekaligus
dimana
sebagai
balasannya
penerima
akan
mengirimkan
ACK.
Bila teljadi
kesalahan
data,
maka
data
dari awal
teljadinya
kesalahan
akan
dikirimkan.
Kesalahan data ini akan menimbulkan pengirim membangkitkan sinyal
NACK (Negatif
ACK).
Gambar 2.9 Gambar Pengecekan
Go-Back-N ARQ
Selective-Repeat ARQ
Pada
metode Selective-Repeat ARQ
(automatic repeat
request) data
yang dikirimkan ke penerima apabila
mengalarni kesalahan akan
dikirim
ulang. Namun bedanya
dengan
metode sebelumnya adalah
pada
metode
ini
hanya data
yang error saja
yang
akan
dikirim
ulang sehingga
metode ini
lebih
efisien.
Gambar 2.10 Gambar Pengecekan Selective-Repeat ARQ
|
|
48
Cyclic
Redudancy Check (CRC)
CRC
adalah
sebuah
metode
yang
didasari dengan
penambahan
rangkaian
check
bits
ke
code
words.
Dalam
hal
ini,
bit yang
ditambahkan
akan
menjamin
bahwa
jika
tidak
terjadi
kesalahan
dalam
transmisi,
maka
code word dan
check
bits nilainya
dapat
habis
jika dibagi
secara
matematis
dengan
nilai
tertentu.
Spesifikasi
untuk
membagi
nilai dan faktor
yang
digunakan
akan
menentukan jangkauan
kesalahan
transmisi
yang
dapat
dideteksi.
Untuk
mempermudah
manipulasi code
word
secara
algebraic
dapat
dimapping terlebih dahulu
kodeya
kedalam
polinominal.
Checksum
Checksum
adalah
metode
untuk
melakukan
pemeriksaan terhadap
integritas
dari
data
yang
ditransmisikan.
Sebuah
checksum
akan
bernilai
sebuah
integer
yang
dihitung
dari
rangkaian
oktet
yang diambil
dari
sebuah
operasi
aritmatik
terhadap
paket
data
tersebut.
Nilai
yang dihasilkan dari
perhitungan
akan
dihitung kembali
pada
bagian
penerima
dan
akan
dibandingkan
untuk
verifikasi.
Sebuah
checksum
biasanya merupakan
perhitungan dari
header dan
data
fields
sebuah paket
protokol.
|