Home Start Back Next End
  
46
2.2
Kerangka Pemikiran
Meskipun
PT.
SPLP
telah
memberlakukan
sistem preventive
maintenance sejak
tahun
1993,
namun
dari
data historis kerusakan mesin
ditemukan bahwa tingkat kerusakan mesinnya cukup sering terjadi, terutama
pada
lini
1.
Kemungkinan
besar
hal
tersebut disebabkan oleh perencanaan
penjadwalan preventive maintenance yang kurang
tepat, tanpa dukungan data
dan
pengetahuan
yang
mendalam mengenai
perilaku
mesin,
apalagi
dengan
adanya
pertambahan umur mesin yang semakin rentan terhadap kerusakan.
Sehingga
diperlukan
adanya
revisi
dan
evaluasi
terhadap
sistem perawatan
yang ada
dengan
cara
memprediksikan waktu
yang
tepat
dalam
menentukan
jadwal perawatan mesin dan penggantian komponen mesin dengan dukungan
data dan pengetahuan yang mendalam mengenai perilaku mesin yang diamati.
Tidak
semua
unit
mesin
harus
dimasukkan
dalam program
preventive
maintenance, karena untuk melakukan perawatan atau pemeriksaan secara
ketat dan teratur akan memerlukan tenaga
manusia dan biaya
yang cukup
tinggi. Oleh karena
itu hanya
mesin –
mesin
yang
memiliki tingkat kerusakan
yang
tinggi sajalah
yang akan
masuk dalam program preventive maintenance.
Dari data
historis kerusakan
mesin
maka
dapat
ditentukan
mesin
dan
komponen yang masuk dalam kategori critical unit.
Selanjutnya bisa
ditentukan
distribusi
kerusakan
yang
dimiliki
oleh
peralatan
produksi
dan
pada
akhirnya
akan
disusun
suatu
jadwal
maitenance
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter