|
21
2.1.5 Konsep Preventive Maintenance
Konsep
Preventive
Maintenance
pertama
kali
diterapkan di
Jepang
pada
tahun 1971.
Konsep
ini
mencakup
semua
hal
yang
berhubungan dengan
maintenance
dengan
segala
implementasinya di
lapangan.
Konsep
ini
mengikutsertakan pekerja
dari
bagian
produksi
untuk
ambil
bagian
dalam
kegiatan
maintenance
tersebut.
Dengan
demikian
maka
diharapkan terjadi
kerjasama yang baik antara bagian maintenance dan bagian produksi.
Preventive
Maintenance
dapat
diartikan sebagai
suatu
pengamatan
secara
sistematis disertai
analisis
ekonomik untuk
menjamin berfungsinya
suatu
peralatan
produksi
dan
memperpanjang umur
peralatan
yang
bersangkutan.
Tiga dasar utama dalam maintenance adalah :
1. Membersihkan ( cleaning )
Pekerjaan pertama
yang paling
mendasar adalah
membersihkan peralatan /
mesin dari debu
maupun kotoran kotoran
lain
yang dianggap tidak perlu.
Debu
tersebut
akan
menjadi
inti
bermulanya
proses
kondensasi
dari
uap
air
yang berada di
udara. Pekerjaan membersihkan akan sangat baik
apabila
dilaksanakan secara
periodik
dan
dengan
disiplin
tinggi
dengan
menyesuaikan dinamika operasi mesin / peralatan bersangkutan.
|