|
yang
terpisah
untuk
Zj
dan
Cj-Zj
pada
setiap
prioritas
untuk
mempermudah
perhitungan.
2. nilai Cj-Zj dari setiap kolom dibaca pada
tiga baris terakhir. Contohnya:
nilai
Cj-Zj
untuk
kolom M
adalah
-8P2
-1P1;
nilai
Cj-Zj
untuk
kolom B
adalah
-
1P3 6P2.
3. dalam memilih variabel masuk (M pada kasus ini), kita mulai dengan prioritas
yang
paling penting,
P1,
pilih
nilai
Cj
Zj
yang
paling
negatif
pada
baris
tersebut. Apabila tidak ada nilai yang negatif pada baris tersebut, maka cari ke
prioritas kedua terpenting, yaitu P2.
4. untuk
menentukan
variabel keluar, digunakan prosedur
yang seperti biasanya.
Untuk
kasus
ini
13/1
adalah
nilai
positif
yang
terkecil;
oleh
karena
itu
baris
Dum akan dipindahkan.
5. apabila kita
menemukan
nilai Cj-Zj
negatif
yang
mempunyai
nilai Cj-Zj
yang
positif pada baris P di bawahnya, jangan pedulikan nilai negatif tersebut. Nilai
positif seperti itu dapat berarti deviasi dari tujuan di bawahnya (tujuan yang
lebih penting) dapat meningkat apabila kita memasukan variabel tersebut, dan
hal
ini
dihindarkan
karena
hal
tersebut tidak
memberikan
solusi
yang
lebih
baik.
Ketika tabel simpleks inisial telah terbentuk, proses selanjutnya adalah sama
seperti simpleks biasa,
hanya saja 5 point di atas haruslah diperhatikan. Tabel
simpleks terakhir diperlihatkan pada tabel 2.13.
|