|
2.1.1.2 Pengembangan Model.
Tahap kedua dari studi ini berkaitan dengan pengembangan model.
Bergantung pada definisi masalah, kelompok riset operasi tersebut
harus
memutuskan
model
yang
paling
sesuai
untuk
mewakili
sistem
yang
bersangkutan.
Model
seperti
ini
harus
menyatakan
ekspresi
kuantitatif dari
tujuan
dan batasan
masalah
dalam
bentuk
variabel
keputusan.
Jika
model
yang
dihasilkan
dalam salah
satu
model
matematis yang umum (misalnya, pemrograman linier), pemecahan yang
memudahkan dapat diperoleh dengan menggunakan teknik-teknik matematis. Jika
hubungan
matematis
dalam model
tersebut
terlalu
kompleks
untuk
memungkinkan
pemecahan analitis, sebuah model simulasi kemungkinan lebih sesuai. Beberapa
kasus memerlukan penggunaan kombinasi antara model matematis, simulasi,
heuristik. Hal ini tentu saja sebagian besar bergantung pada sifat dan kompleksitas
sistem yang sedang diteliti.
2.1.1.3 Pemecahan Model.
Tahap ketiga dari studi ini berkaitan dengan pemecahan model. Dalam model-
model
matematis,
hal
ini dicapai dengan menggunakan teknik-teknik optimisasi
yang
didefinisikan dengan baik dan model tersebut
dikatakan
menghasilkan
sebuah
pemecahan
optimal.
Jika
simulasi
atau
model
heuristik dipergunakan,
konsep
optimalitas
tidak
didefinisikan
dengan
begitu
baik,
dan
pemecahan
dalam
kasus
ini
dipergunakan untuk memperoleh evaluasi terhadap tindakan dalam sisterm tersebut.
|