![]() 11
Sebelum
masuk
dalam
pembahasan
mengenai
algoritma
Porter
yang
akan
digunakan
dalam
melakukan proses
Stemming, berikut
beberapa
kemungkinan kondisi
kondisi persyaratan dari algoritma Porter.
*S
Kata diakhiri dengan S, atau lainnya disesuaikan huruf setelah tanda *.
*v*
Kata mengandung huruf vokal..
*d
Kata diakhiri dengan 2 buah huruf konsonan yang sama
(contoh: -TT, -SS).
*o
Kata diakhiri dengan cvc (konsonan-vokal-konsonan), di mana c yang kedua
selain huruf W, X or Y (contoh:. -WIL, -HOP).
m
>0
m
merupakan jumlah perulangan VC (vokal-konsonan), sebagai contoh:
m
=0
TR,
EE, TREE,
Y,
BY.
m
=1
TROUBLE, OATS, TREES,
IVY.
m
=2
TROUBLES,
PRIVATE,
OATEN, ORRERY.
Berikut contoh penulisan aturan
untuk
membuang akhiran kata dalam algoritma
Stemmer:
(kondisi)
S1 ?
S
2
yang
memiliki
arti,
jika
sebuah
kata
memiliki
akhiran
S1 ,
dan
susunan
huruf-huruf
sebelumnya memenuhi persyaratan kondisi yang diberikan, maka dilakukan penggantian
S1 dengan
S
2
.
Berikut
algoritma
Porter
beserta
contoh
kata
dalam
aplikasinya,
sumber
|