Home Start Back Next End
  
39
orang-orang
yang
berhubungan
dengan
internet relatif lebih pasif, yang
menginginkan download dari internet tetapi tidak begitu memerlukan untuk
menjalankan server yang tentu saja sangat memerlukan lebar pita yang besar dari
segala arah.
Ada
dua
macam alasan,
yaitu
teknis
dan
pemasaran,
mengapa
ADSL
di
banyak
tempat paling banyak ditawarkan ke pengguna rumahan. Dari sisi teknis,
sepertinya
ada
banyak
crosstalk
dari
sirkuit
yang
berada
di
ujung
lain
letak
Digital Subscriber Line Access
Multiplexer (DSLAM)
(di
mana biasanya banyak
local loop berdekatan
menjadi
satu)
melebihi
yang
diinginkan
pelanggan.
Tentunya,
sinyal
upload terlemah
berada
pada
bagian
terbising
pada
local
loop.
Itulah
yang
meyebabkan
mengapa
dari
sisi teknis
laju
transimisi
tampak
lebih
tinggi dibandingkan dengan laju modem milik pelanggan.
Untuk  ADSL  konvensional,  rata-rata  laju  downstream  dimulai  pada  256
kbit/s dan
umumnya dapat
mencapai 8 Mbit/s pada jarak 1,5 km (5000 kaki) dari
kantor sentral yang dilengkapi DSLAM atau remote terminal. Rata-rata laju
upstream dimulai pada 64 kbit/s dan umumnya dapat mencapai 256 kbit/s dan
kadang dapat pula melaju sampai 1024 kbit/s. Nama ADSL Lite biasanya
digunakan untuk versi yang lebih lambat.
2.1.8.4 Modem Kabel
Teknologi
modem kabel
memungkinkan akses
cepat
internet
24
jam.
Kecepatannya bisa
melebihi
koneksi
T1
yang
hanya 1.5 Megabit per detik, dan
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter