|
22
q=125-(n+m+o+p) bit
terakhir
adalah Interface ID,
yaitu
alamat
IP
yang
menandai host
yang
terdapat
dalam
grup-grup
yang
telah
ditandai
oleh
Subnet ID.
Subnet
ID
dan
Interface ID ini bebas diberikan oleh organisasi tersebut.
Organisasi
bebas
menggunakan
sisa
p+q
bit
dari
alamat
IP
dalam
memberikan
alamat
IP
di
dalam
organisasinya
setelah
mendapat
128-(p+q)
bit
awal
dari
alamat
IP.
Pada saat
itu, administrator dari organisasi
tersebut dapat
membagi
menjadi bagian sub-
jaringan dan host dalam panjang bit
yang sesuai, jika diperlukan dapat pula dibuat
lebih
terstruktur
lagi.
Karena
panjang
bit
pada
provider
ID
dan
subscriber
ID
bisa
berubah,
maka address
yang diberikan pada provider dan
jumlah alamat IP
yang dapat diberikan
oleh provider kepada pengguna dapat diberikan secara bebas sesuai dengan kebutuhan.
Pada
IPv6
bagian
kontrol
routing
pada
address
field
disebut
prefiks,
yang
dapat
dianggap setara dengan network address pada IPv4.
Address
IPv6 dapat dibagi menjadi 3 jenis. Yang pertama, disebut unicast
address, digunakan untuk
komunikasi satu lawan satu, dengan menunjuk satu host.
Kemudian multicast yang digunakan untuk komunikasi 1 lawan banyak. Ini dengan
menunjuk host dari grup. Kemudian yang terakhir adalah fungsi baru pada IPv6 yaitu
anycast
address,
yang
menunjuk
host
dari
grup,
tetapi
packet
yang
dikirim hanya
pada
satu host saja.
Pada
sebuah
host
tidak
selalu
hanya
diberikan
satu address
dari
ketiga tipe
address di atas, tapi bisa
saja diberikan beberapa address.
Misalnya
memiliki
sekaligus
unicast address, link local address, dan anycast address.
|