|
29
proses
pengelolaan
paling
sedikit.
Tidak
perlu
menyediakan
server
untuk
pengelolaan
dan pembagian
alamat IP. Cukup
mensetting router saja. Host yang telah tersambung di
jaringan
dari
router
yang
ada
pada
jaringan
tersebut,
memperoleh
prefiks
dari address
dari
jaringan
tersebut.
Kemudian
host
menambah
patern
bit
yang
diperoleh
dari
informasi
yang
unik
terhadap host, kemudian
membuat alamat
IP sepanjang 128 bit dan
menjadikannya
sebagai
alamat
IP
dari
host
tersebut.
Pada
informasi
unik
bagi host ini,
digunakan antara lain address MAC dari jaringan interface.
Pada setting otomatis stateless
ini dibalik kemudahan pengelolaan, pada Ethernet
atau FDDI karena perlu memberikan paling sedikit 48 bit (sebesar address MAC)
terhadap
satu
jaringan,
memiliki
kelemahan
yaitu
efisiensi
penggunaan address
yang
buruk.
Cara
yang
kedua
yaitu
setting
otomatis
statefull adalah cara
pengelolaan
secara
ketat
dalam hal range
alamat
IP
yang
diberikan
pada host
dengan
menyediakan
server
untuk
pengelolaan
keadaan
alamat
IP.
Cara ini
mirip
dengan
cara
DHCP
pada
IPv4,
walaupun
harus
memelihara server dan address,
namun karena alamat IP dapat dipakai
secara
efektif,
cara
ini
memiliki
karakteristik administrator
dapat
mengelola
secara
mendetil seperti dapat menstruktur address di dalam organisasi dan lain-lain.
Pada saat melakukan setting secara otomatis, informasi yang dibutuhkan antara
router,
server
dan
host adalah
ICMP(Internet
Control Message Protocol) yang telah
diperluas. Pada ICMP dalam IPv6 ini, termasuk pula IGMP (Internet Group
management Protocol) yang dipakai pada multicast pada IPv4.
|