Home Start Back Next End
  
12
ditangani dan disusun sebagai arsitektur komunikasi. Arsitektur ini kemudian akan
membentuk kerangka kerja bagi standarisasi. Berdasarkan hal ini ISO pada tahun 1977
membentuk  suatu  subkomite 
untuk 
mengembangkan 
semacam  arsitektur.  Hasilnya
adalah 
model  referensi  OSI (Open System Interconnection).  Meskipun  unsur-unsur
model
yang
penting
berada
pada
tempatnya,
stardar ISO terakhir,
ISO
7498,
tidak
dipublikasikan   sampai   tahun   1984.   Suatu   versi   yang   compatible   secara   teknis
dikeluarkan oleh CCITT (sekarang ITU-T) sebagai X-200.
Teknik
penyusunan
yang
sudah
diterima
secara
luas,
dan salah
satunya
yang
dipilih oleh ISO, adalah layering. Fungsi-fungsi komunikasi dibagi menjadi suatu
rangkaian
lapisan
yang
hierarkis.
Masing-masing
lapisan menampilkan subrangkaian
fungsi-fungsi yang masih berkaitan yang diperlukan
untuk berkomunikasi dengan sistem
yang
lain. Hal itu tergantung pada lapisan yang lebih rendah berikutnya untuk
menampilkan fungsi-fungsi yang lebih primitif serta untuk menyembunyikan detail-
detail fungsi tersebut. Hal itu
juga menyediakan layanan untuk lapisan yang lebih tinggi
berikutnya.
Tugas
ISO adalah
untuk
menentukan
suatu
rangkaian
lapisan
dan
layanan-
layanan
yang
ditampilkan
oleh
setiap lapisan. Pembagiannya harus dengan
mengelompokkan fungsi-fungsi secara 
logis dan harus memiliki cukup lapisan untuk
membuat setiap lapisan menjadi manajemen kecil, tetapi tidak seharusnya mempunyai
begitu  banyak  lapisan  yang  memproses,  memaksa  kumpulan  lapisan  adalah
memperberat sistem.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter