|
8
sangat besar dengan biaya yang rendah,
memungkinkan user
untuk
merencanakan
dan melakukan pengendalian secara lebih rinci.
e)
Menyediakan pengendalian internal
Pengendalian
internal
meliputi
kebijakan,
prosedur,
dan
sistem informasi
yang
digunakan untuk melindungi aset perusahaan dari kecurian atau korupsi dan untuk
memelihara keakuratan data keuangan. Hal ini memungkinkan untuk membangun
pengendalian
ke
dalam
sistem
informasi
akuntansi
yang
terkomputerisasi
dalam
mencapai tujuannya.
2.1.3
Komponen Sistem Informasi Akuntansi
Sistem Informasi Akuntansi (Hall, 2004) terdiri dari komponen-komponen:
a)
Sistem
Pemrosesan
Transaksi,
merupakan
suatu
sistem
yang
mendukung
operasi
bisnis sehari-hari dengan menghasilkan sejumlah dokumen
yang dapat digunakan
oleh para pemakai di seluruh organisasi. Sistem pemrosesan
transaksi
merupakan
pusat dari seluruh fungsi sistem informasi dengan :
1. Mengkomunikasikan informasi keuangan yang utama kepada personel operasi
untuk mendukung kegiatan operasi harian mereka.
2. Mengkonversi peristiwa ekonomi menjadi transaksi keuangan
3. Mencatat transaksi keuangan ke dalam record akuntansi
b)
Sistem Pelaporan
Buku
Besar
atau
Keuangan,
merupakan
suatu
sistem
yang
menghasilkan
laporan
keuangan
tradisional
seperti
laporan
laba rugi, neraca,
laporan arus kas, pengambilan pajak, dan laporan-laporan lainnya yang ditetapkan
oleh
hukum.
Sistem
Pelaporan
Buku Besar
atau
Keuangan
menilai
dan
melaporkan status sumber daya keuangan serta perubahan yang terjadi pada
|