|
55
2.4.8
Tujuan Audit Sistem Informasi Persediaan
Adapun tujuan dilakukannya Audit sistem informasi persediaan antara lain :
1.
Semua
persediaan
baik
yang
ada
digudang
maupun
barang
konsinyasi
benar-
benar ada secara fisik pada tanggal neraca dan merupakan milik perusahaan.
2.
Persediaan
dinilai
sesuai
dengan
prinsip-prinsip
akuntansi
Indonesia
yang
diterapkan secara konsisten.
3.
Persediaan
barang
yang
bergerak
lambat
(slow
moving),
barang
usang
(Obsolete) dan barang rusak (defective)
dinilai
setelah
dikurangi
dengan
persediaan yang rusak atau usang.
4.
Semua
jaminan
hutang
dalam
bentuk
persediaan
barang
harus
dinyatakan
dalam catatan iktisar keuangan.
2.4.9
Penetapan Penilaian Resiko dan Pengendalian
Penetapan Penilaian Resiko dan Pengendalian menggunakan:
Risk Factor Determination
Dalam tahap
ini, tim QRA (Qualitative Risk Analysis)
menentukan kemungkinan
(Probalitiy) dari ancaman (Threat) khusus yang mungkin terjadi dan dampak (Impact)
terhadap perusahaan.
Menurut
Thomas
R.
Peltier,
Probality
is
the
chance
or likelihood, in a finite
sample,
that
an
event
will
occur.
Threat defines
an
undesirable
event
that
could
occur(e.g., a tornado, theft, or computer virus infection).
Menurut K
H
Spencer Pickett, The impact become the effect the risks have on
the objectives in hand.
|