Home Start Back Next End
  
5
tertua, yakni tahun 772 setelah Masehi, pada relief candi Borobudur berupa lukisan
tentang obat, yang sampai sekarangpun
masih digunakan sebagai obat. Dokumen
serupa terdapat pula pada relief candi Prambanan, Penataran dan Tegalwangi.
Ramuan-ramuan
obat
yang
berasal
dari
tumbuhan
ini
ditulis
oleh
penemunya,
di
atas daun lontar, yang di Bali disebut Lontar Usada dan ditulis dari tahun 991
sampai 1016
setelah
masehi.
Demikian juga di Sulawesi Selatan terdapat penulisan
resep-resep yang dinamakan
Lontarak
Pabbura. Pada zaman keraton-keraton
Indonesia, misalnya Keraton Surakarta, pengetahuan tentang ramuan-ramuan obat
dari
bahan
alam ini
telah
dibukukan
kedalam "Kawruh
Bab
Jampi
Jawi"
atau
"Pengetahuan tentang Jamu Jawa", yang
diterbitkan
pada
tahun
1858
dan
memuat
sebanyak 1734 ramuan jamu.
2.2.2  Munculnya slogan “Back To Nature”
Dengan
masuknya penjajahan Belanda ke Indonesia,
ikut pula
masuk pengetahuan
Barat,   yang   lambat   laun   menggeser   pengetahuan   tentang   obat   alam   pada
masyarakat, selanjutnya mengakibatkan berkurangnya pengetahuan tentang obat
alam,
bahkan
hingga
enggan
menggunakan
karena
dianggap
obat
kampung
dan
tidak berkhasiat. Padahal kenyataan menunjukkan bahwa tidak seperti yang diduga,
obat alam mampu berperan dalam mengatasi
masalah kesehatan,
yang ternyata dari
jaman
dahulu
pada
saat
obat
kimia
belum dikenal,
nenek
moyang
kita
mampu
bertahan hidup serta mampu menurunkan generasi-generasi penerus. Ini sebenarnya
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter