38
Observasi Lapangan
M
engajukan
p
ertany aan
p
ada
p
ihak
atau
nar a
sumber y ang
dap at
member ikan
keterangan y ang inv alid.
Wawancar a den gan
Riana Pusp asari, National Project
Coordinator M igrant
Worker
Project, UNIFEM
Indonesia.
M
enurut Ibu Riana awal mu la dar i terjadiny a ran gkaian kasus trafficking di Indonesia dan
beberap a negar a di Asia
hamp ir serup a. Peny ebabny a tidak lain adalah faktor kemiskinan
dan tingkat p endidikan y ang r endah. Oran g-oran g d ari desa y an g kuran g p engetahuan dan
terhimp it
keadaan
ekonomi
y
an g
sulit
dap at
dengan mudah
termak an
bujuk
ray u
p
ara
oknum-oknum p erekrut tenaga ker ja.
Sasaran
dari oknu m-oknum tersebut
sebagian besar
adalah p eremp uan-p eremp uan desa.
Peremp uan-p eremp uan
desa
ini
lah
y
ang p ada
akhirny a p aling bany ak
menjadi
korban
trafficking. M ereka
merup akan sasaran
emp uk karen a
merekalah
y
ang p alin g
mudah
di
tip u.
Sikap
masy arakat
desa y ang masih
mendiskriminasik an p eremp uan dalam
hal p ekerjaan,
serta tuntutan buday a dan agama y ang memp osisikan wanita di bawah ku asa lak i-lak i dan
minimny a p endidikan
menjadi
faktor
utama
men gap a p ermp uan
menjadi
korban.
Selain
itu,
sebagian
besar
p
eremp uan
Indonesia
terbiasa
den gan
konsep cinderella ,
dimana
suatu
hari
ia
akan
menikah
dan
hidup bahagia
selamany a.
Namun
keny ataanny a
hidup
tidak selalu ind ah. Permasalah ekono mi y ang sulit dan keker asan rumah tan gga k erap kali
terjadi. Hal
tersebut juga
men jadi
p
emicu bagi
p
eremp uan-p eremp uan
tersebut
untuk
|