|
87
Adapun
yang
dimaksud dengan
bagian
instrumen dapat
berupa
butir-butir
pertanyaan dari
angket
atau
butir-butir
soal
tes,
tetapi
dapat
pula
kumpulan
dari
butir-butir
tersebut
yang
mencerminkan
sesuatu
faktor.
Sehubungan
dengan
ini
maka dikenal adanya validitas butir dan validitas faktor.
Pengujian
validitas
sebuah
instrumen dapat
dilakukan dengan
dua
cara
yaitu
(Arikunto, 1996: 165):
Analisis faktor
Analisis
faktor
dapat
dilakukan
dengan
cara
mengkorelasikan skor
faktor
dengan skor total, sesudah terlebih dahulu mengetahui kekhususan tiap
faktor.
Skor
faktor
dipandang
sebagai
nilai
X
dan
skor
total
dipandang
dengan
nilai
Y.
Bila
koefisien korelasi
sama
deengan atau
lebih
besar
dari
0,3,
maka
dinyatakan valid.
Analisis butir
Prosedur
untuk
melakukan
analisis butir, sebenarnya sama dengan
prosedur melakukan analisis faktor.
Analisis
butir
dapat
dilakukan
dengan
cara
mengkorelasikan skor
butir
dengan
skor
total.
Skor
butir
dipandang sebagai
nilai
X
dan
skor
total
dipandang dengan
nilai
Y.
Bila
koefisien
korelasi
sama
deengan
atau
lebih
besar dari 0,3, maka dinyatakan valid.
|