![]() 58
yang
baru
dibentuk
akan
memiliki
jarak
pasangan
minimum antara
titik-titik
didalamnya.
Wards Hierarchical Clustering Method
Ward
(1963)
mengajukan
sebuah
prosedur clustering
mencoba
untuk
membentuk
pembagian
dalam
cara
yang
meminimalisasikan
asosiasi
yang
hilang
dengan
tiap-
tiap pengelompokan, dan
untuk
mengukur kehilangan
tersebut dalam
sebuah
bentuk
yang
dapat
ditafsirkan. Pada
tiap
langkah
dalam
analisis,
kesatuan
dari
semua
pasangan
cluster
yang
mungkin
dipertimbangkan dan
dua
cluster
yang
hasil
penyatuannya dalam
peningkatan
minimum
dalam
hal
hilangnya
informasi
dikombinasikan.
2.9.4.2
Partitional Clustering
Berbeda dengan hierarchical clustering, pada
metode pengelompokkan parsional
ini,
pembagian
data
kedalam
kelompok-kelompok tertentu
justru
dilakukan
dalam
satu
langkah.
Partitional
Clustering
pada
sisi
lain,
berusaha
secara
langsung
untuk
mendekomposisikan set
data
kedalam
sebuah
set cluster
yang
terputus-putus. Fungsi standar
yang
algoritma pengelompokan berusaha
untuk
meminimalisasinya,
mungkin
menekankan
pada
struktur
local
dari
data,
dengan
menugaskan cluster
untuk
mencapai puncaknya dalam
fungsi
kepadatan
kemungkinan,
atau struktur global. Secara khusus, criteria global
menyangkut
meminimalkan beberapa
ukuran
ketidakcocokan dalam
sample
pada
tiap
cluster,
saat
memaksimalkan
ketidakcocokan pada cluster yang berbeda.
|