![]() =
1
0,6
=
0,4
2.6 Penalaran Monoton
Metode penalaran secara
monoton digunakan sebagai dasar
untuk
teknik
implikasi
samar.
Meskipun
penalaran
ini
sudah
jarang
digunakan,
namun
terkadang
masih
digunakan
untuk
penskalaan samar. Jika dua daerah samar
direlasikan
dengan
implikasi sederhana sebagai berikut:
IF x is A THEN
y
is B
transfer fungsi:
y
=
f ( ( x , A ) ,B)
Maka sistem samar dapat berjalan tanpa harus melalui komposisi dan
dekomposisi
samar.
Nilai
output
dapat
diestimasi
secara
langsung
dari nilai
keanggotaan
yang berhubungan
dengan antesedennya.
Untuk
lebih
jelasnya
kita
ambil
contoh
dari
dua
himpunan
samar:
TINGGI
dan
BERAT, yang masing-masing menunjukkan tinggi badan dan
berat
badan orang
Indonesia. Keduanya diperlihatkan pada kurva berikut:
Gambar 2.28 Himpunan sama®: TINGGI dan BE®AT
|