![]() 2.8 Sistem inferensi logika samar
2.8.1 Metode Tsukamoto
Pada metode Tsukamoto,
setiap konsekuen
pada aturan
yang berbentuk
IF-
THEN harus
direpresentasikan
dengan
suatu himpunan
samar
dengan
fungsi
keanggotaan
yang
monoton.
Sebagai
hasilnya,
output
hasil
inferensi
dari
tiap-tiap
aturan
diberikan
secara
tegas
(crisp)
berdasarkan
a-predikat
(fire
strength).
Hasil
akhirnya diperoleh dengan menggunakan rata-rata terbobot.
Gambar 2.32 infe®ensi dengan menggunakan
metode Tsukamoto
Contohnya, sebuah perusahaan
makanan kaleng akan memproduksi
makanan
jenis
XYZ.
Dari
data
1
bulan
terakhir,
permintaan
terbesar
hingga
mencapai
500
kemasan/hari.
Persediaan
barang digudang
terbanyak sampai
600
kemasan/hari,
dan terkecil sampai
100 kemasan/hari.
Dengan segala keterbatasannya,
sampai saat
ini,
perusahaan
baru
mampu
memproduksi
barang
maksimum
7000
kemasan/hari,
serta demi efisiensi mesin dan SDM tiap hari
diharapkan
perusahaan
memproduksi
|