|
22
menetapkan
variabel
yang
memiliki
perioritas
tinggi
dan
berperan
untuk
mempengaruhi hasil pada sistem tersebut.
Secara grafis, persoalan keputusan AHP dapat dikonstruksikan sebagai
diagram bertingkat,
yang
dimulai
dengan
goal/sasaran,
lalu
kriteria
level
pertama,
subkriteria dan akhirnya alternatif.
AHP
memungkinkan
pengguna
untuk
memberikan
nilai
bobot
relatif
dari
suatu kriteria
majemuk (atau alternatif majemuk terhadap suatu kriteria) secara
intuitif, yaitu dengan melakukan perbandingan berpasangan (Pairwise comparisons).
Dr.
Thomas
L.
Saaty,
pembuat
AHP,
kemudian
menentukan
cara
yang
konsisten
untuk
mengubah
perbandingan
berpasangan
atau pairwise menjadi suatu himpunan
bilangan yang mempresentasikan prioritas relatif dari setiap kriteria dan alternatif.
2.1.1.1
Model Keputusan Dengan AHP
AHP
memiliki banyak keunggulan dalam menjelaskan
proses
pengambilan
keputusan,
karena
dapat
digambarkan
secara
grafis,
sehingga
mudah
dipahami
oleh
semua
pihak
yang
terlibat
dalam pengambilan
keputusan.
Dengan
AHP,
proses
keputusan kompleks dapat diuraikan menjadi keputusan-keputusan lebih kecil yang
dapat ditangani dengan mudah.
Selain itu, AHP juga menguji konsistensi
penilaian, bila terjadi
penyimpangan yang terlalu
jauh dari nilai konsistensi sempurna, maka hal ini
menunjukkan bahwa penilaian perlu diperbaiki, atau hierarki harus distruktur ulang.
|