|
40
Menurut
Dieter
(Dieter
E.
George,
2000),
perancangan
tata
letak
mencakup
penyusunan fisikal dan dari fasilitas industri
di
mana
penyusunan
tersebut
sudah ada maupun masih dalam bentuk perancangan yang berisi ruang (space)
yang dibutuhkan oleh pergerakan material, penyimpanan, pekerja tak
langsung dan aktifitas pendukung dan pembantu, yang sama-sama merupakan
perlengkapan operasi dan personel.
Menurut
E.Meyers
(Fred
E.
Meyers,
1993),
perancangan
tata
letak
adalah
pengaturan fasilitas-fasilitas fisik dari suatu perusahaan untuk meningkatkan
efisiensi penggunaan peralatan, material dan tenaga.
Menurut James Apple (Apple, James M,
1990, p2), perancangan fasilitas
adalah proses menganalisis, membentuk konsep, merancang dan mewujudkan
sistem
bagi
pembuatan
barang
atau
jasa.
Rancangan
ini
umumnya
digambarkan sebagai rencana lantai, yaitu satu susunan fasilitas fisik
(perlengkapan, tanah, bangunan dan sarana lain) untuk mengoptimumkan
hubungan
antara
petugas
pelaksana,
aliran
barang,
aliran
informasi
dan
tatacara
yang
diperlukan
untuk
mencapai
tujuan
usaha
secara
efisien,
ekonomis dan aman.
Maka
dalam pengeritan
secara
umum,
perancangan
fasilitas
dapat
diartikan
sebagai suatu rencana lantai atau susunan fasilitas fisik (perlengkapan, tanah,
bangunan dan fasilitas lain) untuk mengoptimumkan hubungan antara manusia, mesin
|