BAB 2
LANDASAN
TEORI
2.1
Teori-teori
Umum
2.1.1
Pengertian Data
Data adalah
kumpulan
fakta
yang
masih
mentah
yang
menjelaskan
aktivitas-aktivitas
yang terjadi
dalam organisasi
atau
lingkungan
fisik,
sebelum
terorganisir
dan diubah
menjadi
bentuk
yang
dimengerti 
dan  dapat 
digunakan 
(Laudon, 
2006, 
p13). 
Dapat
disimpulkan
bahwa
data
merupakan
suatu
bentuk
dasar
dari rekaman
fakta
yang
belum
diolah
atau
dimanipulasi.
Data
yang
didapatkan
pada
suatu 
perusahaan   umumnya 
diperoleh 
dari 
hasil 
kegiatan 
operasi
sehari-hari 
atau 
hasil  dari 
transaksi 
yang 
dilakukan, 
yang 
nantinya
dapat
digunakan untuk
kepentingan
perusahaan.
2.1.2
Pengertian Basis Data
Basis
data adalah
kumpulan
data yang berhubungan
secara
logikal,
dan
uraian
data
ini dirancang
untuk
memenuhi
kebutuhan
informasi  sebuah  organisasi  (Connolly, 
2005,  p15).  Basis 
data  juga
dapat
dikatakan
sebagai
kumpulan
file yang
saling
berhubungan,
hubungan
tersebut
dapat
ditunjukan
dengan
kunci
dari
tiap
file
yang
ada.
Menurut
W.H.
Inmon
(2002,
p388),
basis
data
adalah
koleksi
data
yang
saling
berkaitan  sesuai
dengan  skemanya,  basis
data
juga
dapat
melayani satu atau banyak
aplikasi.
6
  
7
2.1.3
Pengertian Sistem Basis Data
Sistem basis data merupakan serangkaian program komputer yang
mengendalikan pembuatan, pemeliharaan, dan pemanfaatan basis data
sebuah organisasi (O’brien, 2003, p5). Sistem basis data dapat diartikan
juga
sebagai
sistem
perangkat lunak
yang
memungkinkan
user
mendefinisikan, membuat, memelihara dan mengendalikan akses ke basis
data (Connolly, 2002, p16). Sistem basis data juga didefinisikan sebagai
serangkaian
program yang
digunakan
untuk
mendefinisikan,
mengatur,
dan memproses basis data aplikasinya (kroenke, 2002, p638).
2.1.4
Perancangan Basis Data
Langkah-langkah
dalam melakukan
perancangan
basis
data
menurut Connolly dan Begg (2005, p437) diantaranya :
2.1.4.1   Perancangan basis data konseptual
Perancangan basis data konseptual adalah proses
membangun
sebuah
model
data yang
digunakan
di
dalam
perusahaan, bebas dari segala pertimbangan fisik. (Connoly dan
Begg, 2005, p439).
Tahap-tahap
dalam perancangan
basis
data
konseptual
diantaranya (Connoly dan Begg, 2005, p442) :
Langkah 1 : Membangun model data konseptual
Tujuannya adalah untuk membangun model data
konseptual
dari
kebutuhan
data
dalam perusahaan.
Tahapan-
tahapan dari membangun model data konseptual diantaranya :
  
8
Mengidentifikasikan tipe entitas
Tujuannya  untuk  mengidentifikasikan  tipe  entitas  yang
dibutuhkan.
Gambar 2.1 Kamus Data
Entity
(Connolly dan Begg, 2005, p444)
Mengidentifikasikan tipe relasi
Tujuannya
untuk mengidentifikasikan relasi
yang penting
yang ada diantara tipe-tipe entitas.
Gambar 2.2 Kamus Data Relationship
(Connolly dan Begg, 2005, p447)
  
9
Mengidentifikasikan dan
mengasosiasikan
atribut
dengan
entitas atau tipe relasi.
Tujuannya untuk mengasosiasikan atribut dengan tipe-tipe
entitas atau relasi yang tepat.
Menentukan domain atribut
Tujuannya untuk menentukan domain dari atribut di dalam
model data konseptual lokal.
Menentukan
atribut-atribut
candidate,
primary,
dan
alternate key
Tujuannya
untuk
mengidentifikasikan candidate key
dari setiap tipe entitas dan jika ada lebih dari 1 candidate
key, salah satu akan terpilih menjadi primary key dan yang
lain menjadi alternate key.
Primary
key adalah candidate key yang dipilih untuk
secara unik mengidentifikasikan suatu tipe
entitas.(Connolly dan Begg, 2005, p451)
Candidate key adalah
kumpulan
minimal dari
atribut
yang secara unik mengidentifikasikan setiap tipe
entitas.(Connolly dan Begg, 2005, p451)
Untuk
memilih
sebuah primary key
dari antara
candidate key
yang ada maka sebaiknya menggunakan
tahapan-tahapan di bawah ini :
  
10
-
Candidate  key  dengan satu set atribut yang paling
sedikit.
-
Candidate  key  yang paling sedikit mempunyai nilai
yang sering berubah.
-
Candidate  key  yang memiliki karakter yang paling
sedikit.
-
Candidate  key  dengan nilai maksimum yang paling
kecil.
-
Candidate  key  yang paling
mudah  digunakan  dari
sudut pandang user.
Mempertimbangkan
penggunaan
konsep
enhanced
modeling (optional)
Tujuannya untuk mempertimbangkan penggunaan konsep
enhanced modeling seperti
spesialisasi/generalisasi,
agregasi, dan komposisi.
Memeriksa model untuk redundansi
Tujuannya untuk memeriksa adanya redundansi di dalam
model.
Dua aktivitas yang ada di dalam tahapan ini adalah :
-  
Memeriksa kembali one-to-one(1:1) relationship
Dalam mengidentifikasikan entitas kita
mungkin
telah
mengidentifikasikan dua
entitas
yang
merepresentasikan objek yang sama di perusahaan.
-  
Menghapus relationship yang berlebihan
  
11
Sebuah relationship disebut berlebihan atau redundant
bila informasi yang sama dapat diperoleh melalui
relationship yang lain.
Memvalidasi model konseptual dengan transaksi user
Tujuannya
untuk
memastikan
model
konseptual
mendukung kebutuhan transaksi.
Ada dua pendekatan yang dapat memastikan bahwa model
data konseptual mendukung kebutuhan transaksi :
-
Menjelaskan transaksi tersebut
Memeriksa semua informasi yang ada (entity,
relationship, dan semua atribut) yang dibutuhkan oleh
setiap transaksi yang disediakan oleh model, dengan
mendokumentasikan sebuah deskripsi setiap kebutuhan
transaksi.
-
Menggunakan jalur transaksi
Pendekatan kedua ini untuk memvalidasikan model data
dengan transaksi yang dibutuhkan.
Mengkaji ulang model data konseptual dengan user
Tujuannya
untuk
mengkaji
ulang
model
data
konseptual
dengan 
user   untuk
memastikan 
bahwa 
mereka 
akan
mempertimbangkan  model  tersebut  menjadi  perwakilan
yang sebenarnya dari kebutuhan data dalam perusahaan.
  
12
2.1.4.2   Perancangan basis data logical
Menurut Connoly dan Begg (2005, p439), perancangan
basis data logikal adalah proses membangun sebuah model dari
data yang digunakan oleh perusahaan yang berdasar pada data
model
yang
spesifik,
tetapi
tidak
terikat
pada
DBMS
tertentu
dan pertimbangan fisikal lainnya.
Langkah  2 
:  Membangun 
dan 
memvalidasi  model  data
logikal
Tujuannya  untuk  menerjemahkan  model  data
konseptual
menjadi
model
data logikal
dan
kemudian
untuk
memvalidasi model ini untuk memeriksa bahwa model tersebut
benar secara struktural dan dapat digunakan untuk mendukung
transaksi yang dibutuhkan. Tahapan-tahapan dari membangun
model data logikal diantaranya :
2.1
Menciptakan relasi untuk model data logikal
Bertujuan untuk menciptakan hubungan atau relasi
untuk
model
data
logikal
untuk
mewakili
entitas-entitas,
hubungan-hubungan, dan atribut-atribut yang sudah
diidentifikasi.
Ada beberapa cara pendeskripsian bagaimana relasi
dapat  diturunkan  dari  struktur  data  model  yang  ada,
antara lain :
  
13
Tipe strong entity dan weak entity
Gambar 2.3 Tipe Strong dan Weak Entity
-
Tipe relasi binary one to many (1:*)
Merupakan jenis relasi yang paling umum digunakan.
Contoh pada gambar di bawah ini, sebuah record
dalam tabel
DEPARTEMEN
dapat
memiliki banyak
record
yang
bersesuaian
dalam tabel
PEGAWAI.
Tetapi sebuah record dalam
tabel
PEGAWAI,
hanya
memiliki sebuah record yang bersesuaian dalam tabel
DEPARTEMEN.
PEGAWAI
BEKERJA_PADA
DEPARTEMEN
-
• 
p1
•  p2
•  p3
•  p4
-
•  r1
•  r2
•  r3
•  r4
•  d1
•  d2
•  d3
Gambar 2.4 Relasi Binary one to many
-
Tipe relasi binary one-to-one(1:1)
Terdiri dari :
  
14
1.   Mandatory  participation  on  both  sides  of  1:1
relationship
2.   Mandatory 
participation 
on 
one  side 
of  1:1
relationship
3.   Optional 
participation 
on 
both 
sides 
of 
1:1
relationship
-
Tipe relasi rekursif one-to-one (1:1)
-
Tipe relasi superclass/subclass
-
Tipe relasi binary many-to-many
-
Tipe relasi kompleks
-
Attribut multi-value
2.2
Memvalidasi
hubungan
dengan
menggunakan
normalisasi
Bertujuan 
untuk 
memvalidasi 
hubungan  di 
dalam
model data logikal menggunakan normalisasi.
Ada beberapa tahapan dari normalisasi antara lain :
-
First Normal Form (1NF), menghilangkan grup yang
berulang.
-
Second
Normal
Form
(2NF),
menghilangkan partial
dependencies atau ketergantungan parsial pada primary
key
-
Third Normal Form (3NF),
menghilangkan
transitive
dependencies
atau    ketergantungan    transitif    pada
primary key
  
15
2.3
Memvalidasi hubungan dengan transaksi user
Bertujuan untuk memastikan bahwa hubungan di
dalam model data logikal mendukung kebutuhan transaksi
(biasanya penggambaran dalam bentuk view).
2.4
Memeriksa integrity constraint
Bertujuan
untuk
memeriksa integrity
constraint yang
diwakili di dalam data model logikal.
Beberapa
tipe dari integrity constraint adalah sebagai
berikut :
-
Required data
Beberapa 
atribut harus selalu berisi data yang resmi
sehingga atribut tersebut tidak diperbolehkan berupa
null.
-
Attribute domain constraint
Setiap
atribut
mempunyai domain
yang
merupakan
sekumpulan nilai yang sah.
-
Multiplicity
Multiplicity 
mewakili 
constraint 
yang 
ditempatkan
pada hubungan diantara data di dalam basis data.
-
Entity integrity
Primary key di dalam sebuah entitas tidak dapat
menerima null.
-
Referential integrity
  
16
Jika foreign key berisi
nilai
maka nilai tersebut
harus
menunjuk ke tuple yang ada.
-
General constraint
Update  pada entitas akan dikontrol oleh  constraint
yang menentukan transaksi yang “real world” dimana
diwakili oleh update itu sendiri.
-
Document all integrity constraint
Mendokumentasikan
semua integrity
constraint
di
dalam kamus
data
untuk
pertimbangan
selama
desain
fisikal.
2.5
Mengkaji ulang model data logikal dengan user
Bertujuan
untuk
meninjau ulang model data logikal
dengan
user untuk
memastikan
bahwa
mereka
mempertimbangkan model tersebut untuk menjadi
representasi nyata dari kebutuhan data di dalam sebuah
perusahaan.
2.6
Menggabungkan data model logikal menjadi model global
(optional)
Bertujuan untuk menggabungkan model data logikal
menjadi model data global single yang mewakili semua
user view dari basis data.
2.7
Memeriksa pertumbuhan lebih lanjut
Bertujuan untuk menentukan apakah ada perubahan
yang 
signifikan  untuk 
masa  depan 
yang  sudah  dapat
  
17
diduga sebelumnya dan menilai apakah model data logikal
dapat mengakomodasi perubahan ini.
2.1.4.3
Perancangan basis data fisikal
Menurut Connoly dan Begg
(2005, p496), perancangan
basis data fisikal adalah proses memproduksi sebuah deskripsi
dari implementasi dari basis data pada secondary storage, yang
juga
akan
mendeskripsikan dasar dari
suatu
relasi, organisasi
file, dan index yang digunakan untuk mencapai akses efisien
menuju
ke data
dan
beberapa batasan-batasan integritas serta
ukuran keamanan.
Langkah 3 : Menerjemahkan model data logikal ke dalam
target DBMS
Bertujuan untuk memproduksi skema relasi basis data dari
model data logikal yang dapat diimplementasikan di dalam
target DBMS.
3.1
Mendesain relasi dasar
Tujuan dari langkah ini adalah untuk memutuskan
bagaimana merepresentasikan relasi dasar yang
diidentifikasikan
di
dalam
model data
logikal
ke
dalam
target DBMS.
Untuk
setiap
relasi
yang
diidentifikasi
pada model
data logikal global, definisinya terdiri dari:
-
Nama relasi
-
Suatu list untuk atribut yang sederhana
  
18
-
Primary key, alternate key, dan foreign key
-
Suatu  daftar  dari  atribut  turunan  dan  bagaimana
pembuatannya.
-
Batasan  integrasi  untuk  setiap  foreign key yang
diidentifikasi.
Dari kamus data, dari setiap atributnya dapat diketahui :
-
Domain atribut tersebut, yang terdiri dari tipe data,
panjang, dan berbagai batasan dalam domain.
-
Sebuah optional nilai default untuk atribut.
-
Atribut boleh bernilai null.
-
Atribut
diperoleh
dan
bagaimana
atribut
tersebut
dikomputerisasi.
3.2
Merancang representasi dari data turunan
Bertujuan untuk memutuskan bagaimana untuk
merepresentasikan  berbagai  data  turunan  pada  model
data logikal di dalam DBMS.
3.3
Merancang batasan general
Bertujuan  untuk  merancang  batasan  general untuk
DBMS yang digunakan.
Langkah 4 : Merancang organisasi file dan index
Bertujuan   untuk   menentukan   organisasi   file  yang
optimal
untuk
menyimpan
relasi
dasar dan indeks yang
dibutuhkan untuk
mencapai performance yang dapat diterima,
  
19
dimana 
setiap 
relasi 
dan 
tuple 
akan 
disimpan 
di 
dalam
penyimpanan kedua (secondary storage).
4.1  Menganalisis transaksi
Tujuannya  adalah 
untuk 
memahami 
fungsionalitas
dari transaksi tersebut yang akan berjalan di dalam basis
data dan untuk menganalisis transaksi yang penting.
Dalam menganalisa
transaksi,
dapat
diidentifikasi
kriteria performansi sebagai berikut :
-
Transaksi
yang sering digunakan dan akan berdampak
besar terhadap keseluruhan performance.
-
Transaksi
yang
merupakan operasi bisnis yang bersifat
kritis.
-
Durasi 
waktu  dalam 
hari/minggu  dimana  akan  ada
permintaan yang tinggi pada basis data (peak load).
Untuk   fokus   ke   dalam   area   yang   mungkin   akan
bermasalah, maka salah satu cara untuk memprosesnya
antara lain :
-
Petakan semua jalur transaksi ke relasi
-
Menentukan relasi mana yang lebih sering diakses oleh
transaksi tersebut.
-
Menganalisis   penggunaan   data   dari   transaksi   yang
dipilih
dimana
transaksi
tersebut terlibat dengan relasi
yang dimaksud.
  
20
4.2  Memilih organisasi file
Bertujuan untuk menentukan organisasi file yang
efektif untuk setiap relasi dasar. Beberapa tipe organisasi
file adalah sebagai berikut :
-
Heap
-
Hash
-
Indexed Sequential Office Access Method (ISAM)
-
B
+
-tree
-
Cluster
4.3
Memilih index
Bertujuan untuk menentukan apakah dengan
menambah indeks akan meningkatkan performa sistem.
Biasanya, pemilihan atribut untuk ordering atau clustering
tuple adalah sebagai berikut :
-
Sebuah atribut yang dipake paling sering untuk operasi
gabungan, hal ini akan membuat operasi penggabungan
menjadi lebih efisien.
-
Sebuah
atribut
yang
digunakan
lebih
sering
untuk
mengakses tuple di dalam relasi yang ada.
4.4
Memperkirakan kapasitas disk yang dibutuhkan
Bertujuan  untuk  memperkirakan  kira-kira  berapa  besar
kapasitas disk yang akan dibutuhkan oleh basis data.
  
21
Langkah 5 : Merancang user views
Bertujuan
  untuk
merancang
user
view
yang
diidentifikasikan
selama
tahap
pengumpulan
dan
analisa
kebutuhan dari sistem siklus pengembangan basis data.
Langkah 6 : Merancang mekanisme keamanan
Bertujuan   untuk   merancang   mekanisme   keamanan
untuk basis data yang dispesifikasikan berdasarkan user selama
tahapan 
requirements 
and 
collection  pada
siklus
pengembangan sistem basis data.
2.1.5
Siklus Pengembangan Sistem Basis Data
Sistem basis
data
merupakan
komponen
pokok
dalam
sistem
informasi dari organisasi yang besar, siklus pengembangan basis data tak
terpisahkan
dengan
siklus
sistem informasi
(Connoly
dan
Begg,
2005,
p283).
Ada berbagai aktivitas
yang ada dalam siklus pengembangan basis
data diantaranya :
-
Database Planning
Yaitu
proses
merencanakan
bagaimana
bagian-bagian
dalam siklus
dapat direalisasikan dengan efektif dan efisien.
-
System Definition
Yaitu proses menspesifikasikan jangkauan dan batasan dari sistem
basis
data, meliputi
major
user
views,
user
itu
sendiri,
dan
area
aplikasi.
  
22
-
Requirement Collection and Analysis
Yaitu
proses
mengumpulkan
dan menganalisis kebutuhan untuk
sistem basis data baru.
-
Database Design
Yaitu proses merancang desain konseptual, logikal, dan fisikal dari
basis data.
-
DBMS Selection (optional)
Yaitu proses
memilih Database Management System (DBMS)
yang
sesuai dengan sistem basis data.
-
Application Design
Yaitu proses
merancang antarmuka user dan program aplikasi
yang
menggunakan dan memproses basis data.
-
Prototyping (optional)
Yaitu proses membangun model kerja dari sistem basis data dimana
mengizinkan perancang atau user
untuk memvisualisasikan dan
mengevaluasi bagaimana sistem akhir akan terlihat dan berfungsi.
-
Implementation
Yaitu
proses
menciptakan
definisi basis data fisikal dan program
aplikasi.
-
Data Conversion dan Loading
Yaitu proses
memuat data dari
sistem lama ke sistem baru dan jika
memungkinkan, mengubah beberapa aplikasi yang sudah ada untuk
dijalankan pada basis data baru.
-
Testing
  
23
Yaitu
proses
pengujian
sistem basis
data
terhadap
kesalahan-
kesalahan dan memvalidasi dengan kebutuhan yang diinginkan user.
-
Operational and Maintenance
Pada
proses
ini
sistem basis
data
diimplementasikan
secara
penuh.
Sistem ini
diawasi
dan
dipelihara secara
terus
menerus.
Jika
diperlukan, kebutuhan baru akan dimasukkan ke dalam sistem basis
data melalui tahapan siklus sebelumnya.
  
24
Berikut ini adalah sistem hidup aplikasi basis data :
Gambar 2.5 Siklus Hidup Aplikasi Basis Data
(Connolly dan Begg, 2005, p284)
  
25
2.1.6
Database Management System (DBMS)
DBMS adalah sebuah sistem perangkat lunak yang memungkinkan
user
untuk
mendefinisikan,
menciptakan,
memelihara,
dan
mengontrol
akses terhadap sistem basis data (Connolly dan Begg, 2005, p16).
Komponen-komponen DBMS diantaranya :
-
Hardware
DBMS dan aplikasi membutuhkan hardware untuk berjalan.
-
Software
Komponen
software
terdiri
dari
perangkat lunak DBMS itu sendiri
dan
program aplikasi,
bersama
dengan
sistem operasi,
meliputi
perangkat lunak jaringan jika DBMS digunakan dalam jaringan.
-
Data
Merupakan   komponen   yang   paling   penting   dalam   lingkungan
DBMS.
-
Procedure
Prosedur 
mengacu  pada 
instruksi  dan  aturan 
yang  menentukan
desain dan kegunaan dari basis data.
-
People
Yaitu orang yang terlibat dengan sistem.
Hardware
Software
Data
Procedures 
People
Bridge
Machine
Human
Gambar 2.6 Komponen-komponen dalam lingkungan DBMS
(Connolly dan Begg, 2005, p19)
  
26
2.1.6.1
Fungsi DBMS
Menurut
Connolly
dan
Begg
(2005,
p48),
fungsi-fungsi
dari DBMS diantaranya :
1.   Data storage, retrieval, and update
Sebuah DBMS harus melengkapi user dengan kemampuan
untuk menyimpan, mendapatkan kembali, dan membaharui
data dalam basis data.
2.   A user-accessible catalog
Sebuah DBMS harus dilengkapi dengan sebuah katalog yang
mendeskripsikan
data item
yang
tersimpan
dan
yang
dapat
diakses user.
3.   Transaction support
Sebuah DBMS harus dilengkapi sebuah mekanisme yang akan
menjamin
baik
seluruh update
yang
berhubungan
dengan
sebuah transaksi yang dapat dilakukan atau yang tidak
dilakukan.
4.   Concurrency control services
Sebuah DBMS harus dilengkapi sebuah mekanisme untuk
memastikan basis data terupdate secara benar ketika banyak
user melakukan update secara bersamaan.
5.   Recovery services
Sebuah DBMS harus dilengkapi sebuah mekanisme untuk
memperbaiki basis data saat basis data mengalami kerusakan.
6.   Authorization services
  
27
Sebuah DBMS harus dilengkapi sebuah mekanisme untuk
memastikan
bahwa
hanya user
yang
mempunyai
wewenang
yang dapat mengakses basis data.
7.   Support for data communication
Sebuah 
DBMS 
harus 
dapat 
berintegrasi  dengan 
software
komunikasi.
8.   Integrity services
Sebuah DBMS harus dilengkapi dengan sebuah cara untuk
memastikan
bahwa
data
dalam basis
data
dan
perubahan
terhadap data mengikuti aturan-aturan tertentu.
9.   Services to promote data independence
Sebuah DBMS harus mencakup
fasilitas
untuk
mendukung
ketidaktergantungan
program dari
struktur
aktual
dari
basis
data.
10. Utility services
Sebuah DBMS harus menyediakan sebuah set untuk layanan
kegunaan.
2.1.6.2
Keuntungan DBMS
Keuntungan dari DBMS antara lain :
1.   Kontrol terhadap redundansi data
2.   Data yang konsisten
3.   Semakin banyak informasi yang didapat dari data yang sama
4.   Data yang dibagikan (shared data)
5.   Menambah integritas data
  
28
6.   Menambah keamanan data
7.   Penetapan standarisasi
8.   Menyeimbangkan konflik kebutuhan
9.   Memperbaiki pengaksesan data dan hasilnya
10. Menambah produktivitas
11. Memperbaiki pemeliharaan data melalui data independence
2.1.6.3
Kerugian DBMS
Kerugian dari DBMS antara lain :
1.   Kompleksitas
2.   Size / ukuran
3.   Biaya dari suatu DBMS
4.   Biaya penambahan perangkat keras
2.1.6.4
Fasilitas-fasilitas DBMS
Menurut Connolly dan Begg (2005, p16), fasilitas-fasilitas
dalam DBMS adalah sebagai berikut :
Memberikan  izin  kepada  user untuk  mendefinisikan  basis
data,  biasanya 
melalui 
Data  Definition  Language  (DDL).
DDL
memperbolehkan user
untuk
menspesifikasi
tipe-tipe,
struktur dan constraint dari data yang akan disimpan di dalam
basis data.
Memperbolehkan user untuk menambah data,
mengubah data,
menghapus   data, 
dan 
menemukan 
data 
dari 
basis 
data,
biasanya melalui Data Manipulation Language (DML). Query
Language
merupakan   fasilitas   yang   mempunyai   tempat
  
29
penyimpanan untuk semua data dan deskripsi data. Bahasa
query yang paling
umum digunakan adalah Structured Query
Language (SQL).
Selain itu juga menyediakan akses kontrol ke basis data, yang
antara lain terdiri dari :
-  
Sistem Keamanan (Security System)
Untuk   mencegah   user  yang   tidak   berwenang   untuk
mengakses basis data.
-  
Sistem Integrasi (Integrity System)
Untuk menjaga konsistensi data.
-  
Sistem Control (Concurrency Control System)
Mengijinkan banyak user untuk mengakses basis data.
-
Sistem Kontrol Pengembalian (Recovery Control System)
Untuk
memperbaiki
data
jika
sebelumnya
terjadi
kerusakan pada software maupun hardware.
-  
Katalog  
yang   dapat   diakses   user  (User  Accessible
Catalog)
Berisi deskripsi dari sebuah data di dalam basis data.
2.1.6.5
Data Definition Language (DDL)
Definisi dari Data Definition Language
menurut Connolly
dan Begg (2005, p40) adalah suatu bahasa yang memperbolehkan
Database Administrator
(DBA) atau user
untuk
mendefinisikan
entitas,  atribut,  dan  relationship
yang  dibutuhkan  oleh  suatu
  
30
aplikasi,
bersama
dengan
beberapa
integritas
yang
berhubungan
dan security constraint.
2.1.6.6
Data Manipulation Language (DML)
Definisi 
dari 
Data  Manipulation  Language 
menurut
Connolly dan Begg (2005, p40) adalah  
suatu bahasa yang
menyediakan satu set operasi yang digunakan
untuk mendukung
operasi manipulasi data dasar yang ada di dalam basis data.
Operasi dari manipulasi data biasanya meliputi :
1.
Menambahkan data baru di dalam basis data
2.
Memodifikasi data yang tersimpan di dalam basis data
3.
Memanggil data yang terdapat di dalam basis data
4.
Penghapusan data dari basis data
Ada 2 tipe dari DML yaitu :
1.   Procedural DML
Suatu bahasa yang mengijinkan user untuk memberitahukan
kepada sistem data apa saja
yang dibutuhkan dan bagaimana
cara yang tepat untuk memanggil data tersebut.
2.   Non Procedural DML
Suatu bahasa
yang mengijinkan user untuk menentukan data
apa saja yang dibutuhkan daripada bagaimana data tersebut
dikembalikan.
  
31
2.1.7   Entity Relationship Diagram (ERD)
2.1.7.1
Pengertian ERD
Menurut Hoffer, Prescott, dan McFadden (2005, p93),
ERD (Entity Relationship
Diagram) adalah representasi
grafis
dari entity-relationship model. Entity Relationship Model (E-R
Model) adalah representasi logikal dari data untuk sebuah
organisasi atau untuk sebuah area bisnis.
Menurut Whitten (2004, p295), ERD adalah 
model data
yang  menggunakan  beberapa  notasi  untuk  menggambarkan
data
dalam
hubungan
antar
entity
dan
relationship yang
digambarkan oleh data tersebut.
Menurut   Rob,   Coronel   (2002,   p815),   ERD   adalah
diagram yang
menggambarkan entity, atribut, dan relasi dalam
ERM (Entity Relational Model).
2.1.7.2
Komponen ERD
1.
Entitas (Entity)
Menurut Rob, Coronel (2002, p814), entitas adalah
sesuatu yang digunakan untuk tempat penyimpanan data
biasanya data-data tersebut berupa orang, tempat, objek,
kejadian atau konsep.
Strong  Entity  adalah entitas
yang  keberadaannya  tidak
bergantung pada entitas lain.
Entity
Gambar 2.7 Simbol Strong Entity
  
32
Weak Entity adalah entitas yang keberadaannya bergantung
pada entitas lain.
Entity
Gambar 2.8 Simbol Weak Entity
Composite 
Entity  adalah
entitas 
yang 
dihasilkan 
dari
relationship many to many.
   STUDENT 
Enrolls in
   CLASS 
STUDENT
Stu_Num
Stu_Name
Is written
in
ENROLL
Stu_Num
(FK)
Class_ID
(FK)
Enroll  Grade
Is found
in
CLASS
Class_ID
Class_Time
Room_Code
CRS_Code
Gambar 2.9 Contoh Composite Entity
2.
Relasi (Relationship)
Menurut Rob,Coronel (2002, p124), relasi adalah
asosiasi hubungan antara entitas. Entitas yang berhubungan
dalam relasi disebut participants.
Konektivitas antar relasi, antara lain:
  
33
User 
Password 
a.
Relasi 1:1
has
Gambar 2.10 Contoh Relasi 1:1
b.
Relasi 1:M
Lecturer 
teaches
Class 
Gambar 2.11 Contoh Relasi 1:M
c.
Relasi M:M
Student 
takes
Class
Gambar 2.12 Contoh Relasi M:M
Relationship Participants terdiri dari 2 jenis, antara lain:
a.   Optional
Entitas
yang
ada
tidak memerlukan
occurrence
yang
sama di dalam entitas yang berhubungan. Ditunjukkan
dengan menggambar sebuah lingkaran kecil di salah
satu   sisi   dari   entitas   optional  di   dalam  
ERD.
   PROFESSOR 
teaches
   CLASS 
Gambar 2.13 Contoh Optional Relationship
  
34
COURSE 
b.   Mandatory
Entitas
memerlukan occurrence
yang
sama
di
dalam
entitas yang saling berhubungan. Jika tidak ada simbol
optional
yang ditunjukkan di dalam
ERD,
maka
itu
adalah mandatory.
COURSE
generates
CLASS 
Gambar 2.14 Contoh Mandatory Relationship
Derajat relasi ada 3 yaitu :
a.   Unary
Merupakan single entitas, bersifat rekursif, dan terjadi
pada entitas yang sama.
requires
Gambar 2.15 Contoh Unary Relationship
b.   Binary
Merupakan 2 entitas yang saling berhubungan.
PROFESSOR 
teaches
CLASS 
  
35
Gambar 2.16 Contoh Binary Relationship
c.   Ternary
Merupakan 3 entitas yang saling berhubungan.
Contributor
Contributes
to
CFR
Receives
from
Recipient
Is distributed in
Fund
Gambar 2.17 Contoh Ternary Relationship
3.   Atribut (Attribute)
Menurut Rob & Coronel (2002, p808), atribut adalah
karakter dari sebuah entitas atau objek. Atribut memiliki nama
dan tipe data.
a.  Simple Attribute
Menurut
Rob,Coronel
(2005,p121),
Simple
Attribute
adalah atribut yang tidak dapat dibagi lagi.
Contohnya umur, jenis kelamin.
STUDENT
Stu_Name
Stu_Initial
Stu_Email
Gambar 2.18 Simbol Atribut
  
36
b.  Composite Attribute
Menurut Rob,Coronel (2002,p121),
Composite
Attribute
adalah atribut yang dapat dibagi menjadi atribut tambahan.
Contohnya  atribut  Alamat  dapat  dibagi  menjadi  jalan,
kota, propinsi, dan kode pos.
c.  Single-valued Attribute
Menurut  Rob,  Coronel  (2002,p121),  Single-valued
Attribute adalah atribut yang hanya dapat memiliki 1 nilai.
Contohnya 1 orang hanya dapat memiliki 1 nomor KTP.
d.   Multi-valued Attribute
Menurut
Rob,Coronel (2002,p121), Multi-valued Attribute
adalah
atribut  
yang  
dapat  
memiliki  
banyak  
nilai.
Contohnya   seseorang   dapat   memiliki   banyak   nomor
telepon (HP, kantor, rumah).
e.   Derived Attribute
Menurut   Rob,Coronel   (2002,p123),   Derived   Attribute
tidak
butuh disimpan
secara
fisikal
di
dalam database.
Derived Attribute adalah atribut yang
memiliki nilai
yang
merupakan
nilai
turunan
dari atribut
lainnya.
Contohnya
atribut
EMP_AGE
bisa
didapatkan dari atribut lain yaitu
dari tanggal sekarang dikurangi dengan nilai EMP_DOB
kemudian dibagi dengan 365 hari.
  
37
2.1.7.3
Contoh ERD
Gambar 2.19 Contoh ERD
(Rob,Coronel, 2002, p159)
2.1.8
Data Flow Diagram (DFD)
Menurut Whitten (2004, p344), Data Flow Diagram adalah model
proses yang digunakan untuk menggambarkan aliran data yang melalui
sebuah sistem dan proses yang ditampilkan oleh sistem tersebut.
Ada 3 buah simbol dan 1 buah koneksi di dalam DFD :
  
38
Name
-
Sebuah  bujur  sangkar  yang  dibulatkan  yang  mewakili  proses  atau
pekerjaan yang sudah diselesaikan
-
Sebuah
persegi
yang
mewakili
perantara eksternal-batas
dari
sebuah
sistem.
-
Sebuah kotak yang terbuka mewakili penyimpanan data, yang kadang-
kadang disebut juga arsip atau basis data.
-
Anak panah
mewakili aliran data, atau
input dan output, ke dan dari
proses.
2.1.8.1   Proses
Proses 
adalah 
pekerjaan 
yang 
sedang 
berjalan, 
atau
respon pada sebuah aliran data atau kondisi yang akan datang.
Sinonimnya 
adalah  perubahan 
bentuk  atau  transformasi
(Whitten, 2004, p347)
Process Name
Process Name
Process
Gane & Sarson shape
SSADM / IDEFO shape
DeMarco/Yourdon shape
Used throughout
Process Symbols
This book
Gambar 2.20 Simbol-Simbol dari proses (Whitten, 2004, p 347)
2.1.8.2   Aliran Data atau Data Flow
Aliran data atau data flow
adalah sebuah aliran data
mewakili
sebuah
input data
ke
dalam
proses
atau
output
data
(atau 
informasi)  dari 
sebuah  proses 
(Whitten,  2004,  p357).
  
39
Aliran  data  ini  juga  digunakan  untuk  mewakili  kreasi,
pembacaan, penghapusan, atau memperbaharui data di dalam
sebuah arsip atau basis data.
Gambar 2.21 Simbol dari data flow
(Whitten, 2004, p357)
2.1.8.3   External Agent
External agent adalah orang, unit organisasi, sistem, atau
organisasi  yang  berinteraksi  dengan  sebuah  sistem  (Whitten,
2004, p363).
Gambar 2.22 Simbol-Simbol dari external agent
(Whitten, 2004, p365)
2.1.8.4   Data Store
Data
store
adalah
sebuah penyimpanan
data-data. Data
store menyimpan data yang akan digunakan untuk masa
mendatang (Whitten, 2004, p366).
  
40
Gambar 2.23 Simbol-Simbol dari data store
(Whitten, 2004, p366 )
2.1.8.5   Contoh DFD
Gambar 2.24 Contoh DFD
(Whitten, 2004, p346)
2.1.8.6   Context DFD
Model proses yang digunakan untuk mendokumentasikan
ruang
lingkup
dari
sebuah
sistem.
Disebut
juga
model
  
41
environmental.
Sistem
context
DFD
dibuat
untuk
membangun
inisialisasi ruang lingkup proyek.
Gambar 2.25 Contoh Context DFD
(Whitten, 2004, p373)
2.1.9
State Transition Diagram (STD)
2.1.9.1
Pengertian STD
Menurut Booch, Jacobson, dan Rumbaugh (2005,
p199/602),
state transition diagram
digunakan
untuk
menunjukkan keadaan/state dari suatu kelas atau konteks,
kondisi atau keadaan yang menyebabkan peralihan dari suatu
state   ke   state   yang   lain,   dan  aksi   yang   mengakibatkan
perubahan  stateState transition diagram digunakan 
untuk
  
42
menyatakan sifat dinamis dari sistem. Dua elemen pokok state
transition diagram adalah state dan state transition.
2.1.9.2
Komponen STD
1.  State
State dari suatu objek menggambarkan hasil kumulatif
dari perilaku objek itu sendiri. (Booch, Jacobson, dan
Rumbaugh, 2005, p200)
2.  State Transition
Event  merupakan kejadian yang dapat
menyebabkan
state
sistem berubah.
Perubahan state
ini
disebut
state
transition. Setiap state transition menghubungkan dua state.
(Booch, Jacobson, dan Rumbaugh, 2005, p201)
name
actions
State Icon
Event [guard] / action
State Transition
Start
Stop
Gambar 2.26 Simbol STD
  
43
2.1.9.3 Contoh STD
Temperature drop or rise /
adjustTemperature()
Define Climate
Idle
Daytime
Terminate
Climate
Terminate
Climate
Sunrise /
Light::on()
Sunset /
Light::off()
Nighttime
Temperature drop or rise /
adjustTemperature()
Gambar 2.27  Contoh STD
( Booch, Jacobson, dan Rumbaugh, 2005, p203)
  
44
2.2
Teori – teori Pendukung
2.2.1
Pengertian Pengawasan Pinjaman
Menurut
Kamus
Besar
Bahasa
Indonesia, Pengertian Pengawasan
Pinjaman adalah proses pengamatan pelaksanaan seluruh pinjaman, yang
nantinya
akan
dilakukan
pengingatan tenggat waktu pembayaran
pinjaman.
2.2.2
Pinjaman
2.2.2.1  Pengertian Pinjaman
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Pinjaman berarti
utang yang dipinjam dari pihak lain dengan kewajiban membayar
kembali.
2.2.2.2  Tujuan Pinjaman
Secara umum tujuan pinjaman adalah untuk :
1) 
membiayai defisit aliran kas jangka pendek
2) 
membiayai defisit anggaran tahunan.
3) 
membeli 
peralatan 
dan 
kendaraan 
yang 
memiliki 
umur
ekonomis menengah dan panjang.
4) 
membiayai
investasi
yang
diharapkan
dapat
langsung
menghasilkan pendapatan.
5) 
membiayai
investasi
jangka
panjang
yang
tidak
menghasilkan pendapatan secara langsung.
(Sumber : Anonim1)
  
45
2.2.2.3  Macam-macam Pinjaman
•  Pinjaman subordinasi
Pinjaman subordinasi adalah pinjaman yang
memenuhi
syarat-syarat sebagai berikut: (1) ada perjanjian tertulis antara
bank dan pemberi pinjaman; (2) ada persetujuan terlebih
dahulu
dan
Bank
Indonesia;
dalam
hubungan
ini
pada
saat
bank
mengajukan
permohonan, bank harus menyampaikan
program
pembayaran
kembali
pinjaman subordinasi tersebut;
(3)  tidak  dijamin  oleh  bank  yang  bersangkutan  dan  telah
disetor penuh; (4) minimum berjangka waktu 5 tahun; (5)
apabila pelunasan. sebelum jatuh tempo harus ada persetujuan
dari Bank Indonesia; dengan pelunasan tersebut permodalan
bank tetap sehat; (6) apabila terjadi
likuidasi,
hak
tagihnya
berlaku  paling  akhir  dari  segala  pinjaman  yang  ada;
pengertian pinjaman subordinasi tersebut termasuk pula utang,
dalam rangka
kredit
yang
dananya
berasal dari
Bank
Dunia,
Nordic  Investment  Bank,  dan  Lembaga 
Keuangan
Internasional serupa; perlakuan sebagai pinjaman subordinasi
tersebut mulai sejak diterimanya dana dimaksud oleh bank
sampai dengan saat jatuh tempo menurut perjanjian penerusan
pinjaman tersebut; jumlah pinjaman subordinasi yang dapat
dlperhitungkan
sebagai
modal untuk sisa jangka
waktu
lima
tahun terakhir adalah pinjaman subordinasi dikurangi
amortisasi yang dihitung dengan menggunakan
metode garis
  
46
lurus   (prorata)   sebesar   50%   dari   modal   inti;   hal   itu
berdasarkan SEBI No.26/1/BPPP tanggal 29 Mei 1993
(subordinated loan).
•  Pinjaman tak langsung
Pinjaman   tak   langsung   terdiri   dari   :   1   penerusan
pinjaman 
yang  diterima  oleh  suatu  institusi  dari  kreditur
kepada bank untuk dipinjamkan kembali kepada nasabahnya
guna pembiayaan suatu proyek; sering juga disebut pinjaman
dua tahap (two step loan);
2 pengalihan hak tagih yang
dilakukan dengan cara pembelian
oleh
bank
atas
penjanjian
pinjaman antara pemberi pinjaman asli dari pelanggan atau
nasabahnya; 3 pinjaman yang diberikan secara tidak langsung
melalui institusi lain sebagai perantara (indirect loan).
•  Pinjaman tak-tertagih
Sedangkan pinjaman tak-tertagih adalah pinjaman macet
yang sudah dihapusbukukan atau layak untuk dihapusbukukan
dan   hal   itu   merupakan   kerugian   bagi   bank;   meskipun
pinjaman sudah dihapusbukukan, bank masih memiliki hak
tagih; lihat kredit macet (account uncollectible).
•  Pinjaman terestrukturisasi
Pinjaman
terstrukturisasi
adalah pinjaman
yang
syarat
pembayarannya ditinjau kembali karena kondisi keuangan
debitur 
yang 
memburuk,  antara 
lain  dengan  perpanjangan
  
47
jangka
waktu
atau
penurunan
suku
bunga
pinjaman
(renegotiated loan).
•  Pinjaman terikat
Pinjaman
terikat
adalah pinjaman
luar
negeri
dengan
persyaratan tertentu, biasanya
berupa
keharusan
penggunaannya untuk membeli barang atau
jasa
yang berasal
dari negara kreditur (tied loan).
•  Pinjaman valuta asing
Pinjaman
valuta
asing adalah pinjaman rupiah yang
diberikan bank sebesar
nilai lawan
valuta asing dalam rangka
bantuan proyek (foreign exchange loan)
(Sumber : Kamus Bank Sentral Republik Indonesia).
2.2.3
Pengawasan
2.2.3.1  Pengertian Pengawasan
Pengawasan  adalah  proses  pengamatan  pelaksanaan
seluruh  kegiatan  organisasi  untuk  menjamin  agar  semua
pekerjaan
yang
sedang
dilaksanakan
berjalan sesuai
dengan
rencana yang telah ditentukan. (Sondang P.Siagian, 2007, p110)
Pengawasan adalah segala usaha atau kegiatan untuk
mengetahui dan menilai kenyataan yang sebenarnya mengenai
pelaksanaan
tugas
atau
kegiatan, apakah sesuai dengan yang
semestinya atau tidak.
  
48
2.2.3.2  Fungsi Pengawasan
(Sondang P.Siagian, 2007, p120)
• 
Fungsi Eksplanasi, pengawasan menghimpun informasi yang
dapat menjelaskan mengapa hasil-hasil kebijakan publik dan
program yang dicanangkan berbeda.
• 
Fungsi
Akuntansi, pengawasan menghasilkan informasi
yang
bermanfaat
untuk
melakukan akuntansi atas perubahan sosial
ekonomi yang terjadi setelah dilaksanakannya sejumlah
kebijakan publik dari waktu ke waktu.
• Fungsi
Pemeriksaan,
pengawasan
membantu
menentukan
apakah sumberdaya dan pelayanan yang dimaksudkan untuk
kelompok sasaran maupun konsumen tertentu memang telah
sampai kepada mereka.
• Fungsi   
Kepatuhan,   
pengawasan    bermanfaat   
untuk
menentukan apakah tindakan dari para administrator program,
staf dan pelaku lain sesuai dengan standar dan prosedur yang
dibuat oleh legislator, instansi pemerintah
dan
atau
lembaga
profesional.
2.2.3.3  Tujuan Pengawasan
(Sondang P.Siagian, 2007, p135)
1.
Mengetahui jalannya pekerjaan apakah lancar atau tidak.
  
49
2.
Memperbaiki  kesalahan  yang  dibuat  oleh  pegawai  dan
mengusahakan pencegahan agar tidak terulang kembali
kesalahan yang sama atau timbulnya kesalahan baru.
3.
Mengetahui  penggunaan  budget
yang  telah  ditetapkan
dalam rencana awal (planning) terarah kepada
sasarannya
dan sesuai dengan yang direncanakan.
4.
Mengetahui  pelaksanaan  kerja  sesuai  dengan  program
(fase/tingkat pelaksanaan).
Mengetahui  hasil  pekerjaan  dibandingkan  dengan  yang
telah ditetapkan dalam perencanaan.
2.2.3.4  Jenis-jenis Pengawasan
(Sondang P.Siagian, 2007, p150).
Pengawasan Intern dan Ekstern
Pengawasan Intern, pengawasan yang dilakukan oleh
orang
dari
badan/unit/instansi
di
dalam lingkungan
unit
tersebut. Dilakukan dengan cara pengawasan atasan langsung
atau pengawasan melekat (built in control).
Pengawasan  Ekstern,  pengawasan  yang  dilakukan  di
luar dari badan/unit/instansi tersebut.
UUD 1945 pasal 23E:
Untuk
memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab tentang
keuangan negara diadakan suatu Badan Pemeriksa Keuangan
yang bebas dan mandiri.
  
50
Pengawasan Preventif dan Represif
Pengawasan Preventif = sebelum kegiatan dilaksanakan
Pengawasan Represif  = setelah kegiatan dilaksanakan
Pengawasan Aktif dan Pasif
-
Pengawasan Aktif (dekat)
Merupakan   jenis   pengawasan   yang   dilaksanakan   di
tempat kegiatan yang bersangkutan.
-
Pengawasan Pasif
Melakukan penelitian dan pengujian terhadap surat-surat
pertanggungjawaban yang disertai dengan bukti-bukti
penerimaan dan pengeluaran.
Pengawasan     
kebenaran     
formil     
menurut     
hak
(rechtmatigheid
dan  kebenaran 
materiil 
mengenai
maksud & tujuan pengeluaran (doelmatigheid)
Pengawasan  berdasarkan pemeriksaan kebenaran formil
menurut
hak
(rechtmatigheid)
adalah pemeriksaan
pengeluarkan apakah telah sesuai dengan peraturan, tidak
kadaluwarsa, dan hak itu terbukti kebenarannya.
Pengawasan kebenaran materiil mengenai maksud &
tujuan pengeluaran (doelmatigheid) adalah pemeriksaan
terhadap pengeluaran apakah telah memenuhi prinsip
ekonomi, yaitu pengeluaran tersebut diperlukan dan beban
biaya yang serendah mungkin.
  
51
2.2.3.5  Tujuan Pengawasan Pinjaman
(Sondang P.Siagian, 2007, p160).
Secara umum tujuan pengawasan pinjaman adalah untuk :
Memantau aliran dana pinjaman apakah berjalan dengan baik
atau tidak.
Memantau tingkat suku bunga yang berubah-ubah, tergantung
pada SBI (Sertifikat Bank Indonesia).
Memantau tenggat waktu angsuran pinjaman.
Mengetahui
status
pembayaran
pinjaman
yang
telah
dilakukan.
2.2.3.6
Keuntungan Pengawasan Pinjaman
(Sondang P.Siagian, 2007, p175)
-
Meminimalisir
kemungkinan
keterlambatan
pembayaran
pinjaman.
-
Memudahkan dalam melakukan pengawasan .
-
Mengetahui jumlah total pinjaman.
-
Memantau perkembangan perusahaan.
2.2.4
Teori - teori Perbankan
2.2.4.1
Suku Bunga Tetap (Fixed Rate)
Menurut (Kieso, Weygandt, Warfield, 2007, p275). Yaitu
suku bunga yang besarnya selalu tetap (fixed) selama jangka
waktu tertentu atau selama jangka waktu kredit. Contoh : pada
saat   penandatanganan   Perjanjian   kredit   suku   bunga   yang
  
52
diberikan oleh bank adalah 15% selama jangka waktu kredit,
maka apabila 6 bulan kemudian suku bunga turun menjadi 14%,
maka
suku
bunga
yang
dikenakan
pada
pinjaman
anda
tetap
15%, tetap dan tidak berubah.
2.2.4.2
Mengambang (Floating Rate)
Menurut (Kieso, Weygandt, Warfield, 2007, p276). Yaitu
suku bunga yang besarnya dapat berubah sewaktu-waktu sesuai
dengan besarnya suku bunga yang berlaku di pasar (mengikuti
mekanisme
pasar).
Contoh
:
pada saat penandatanganan
perjanjian kredit (PK) suku bunga yang diberikan sebesar 15%,
dan pada 2 bulan kemudian suku bunga menurun 50 basis point
menjadi 
14,50% 
maka 
suku 
bunga 
kredit 
otomatis 
turun
menjadi 14,50%, demikian pula sebaliknya, apabila suku bunga
meningkat menjadi 15,50%, maka suku bunga meningkat
menjadi 15,50%. Suku bunga floating rate ini umumnya
dikenakan
untuk
pinjaman produktif,
misalnya kredit
investasi
(KI) maupun kredit modal kerja (KMK).
a.      Bunga atas dasar baki debet harian
Menurut (Kieso, Weygandt, Warfield, 2007, p277).
Yaitu perhitungan bunga yang didasarkan pada baki debet
harian dikalikan dengan tingkat bunga yang berlaku.
Umumnya perhitungan bunga ini untuk kredit modal kerja
yang sifatnya revolving. Misalnya pada tanggal 1
januari
2009  baki  debet  sebesar  Rp  100.000.000  dengan  suku
  
53
bunga   12%.   maka   pada   hari   itu   suku   bunga   yang
dikenakan   adalah   Rp   100.000.000   *   12%/360,   pada
tanggal 2 januari 2009 baki debet sebesar Rp 150.000.000,
dengan suku bunga 12%, maka pada hari tersebut suku
bunga
yang
dikenakan
adalah
sebesar Rp
150.000.000
*
12%/360 demikian seterusnya dan bunga tersebut
akumulatif sampai dengan tanggal pembayaran bunga
kepada bank.
b.
Bunga Flat
Menurut
(Kieso,
Weygandt, Warfield, 2007,
p278).Yaitu 
perhitungan  bunga 
dengan 
cara 
bunga
dihitung dari limit kredit selama
jangka
waktu
kredit.
Besarnya angsuran (pokok + bunga) setiap bulan yang
dibayar selalu tetap sepanjang suku bunga belum berubah.
c.
Bunga anuitas / effektif
Menurut (Kieso, Weygandt, Warfield, 2007, p279).
Yaitu bunga dihitung dari sisa pokok pinjaman sehingga
jumlah bunga yang dibayar berbeda setiap bulannya dan
semakin kecil sejalan dengan menurunnya sisa pokok
pinjaman. Besarnya angsuran (pokok+bunga) setiap bulan
yang dibayar selalu tetap
sepanjang besarnya suku bunga
belum berubah.
  
54
2.2.4.3
Kolektibilitas
Adalah keadaan pembayaran pokok atau angsuran pokok
dan bunga kredit oleh nasabah serta tingkat kemungkinan
diterimanya
kembali
dana
yang
ditanamkan
dalam surat-surat
berharga atau penanaman lainnya.  Laporan kolektibilitas adalah
laporan yang menjelaskan kualitas pinjaman yang didasarkan
pada 
lamanya 
tunggakan 
dan 
juga 
memberikan 
informasi
tingkat resiko pinjaman.
Berdasarkan penilaian yang dilakukan oleh bank untuk
melihat kemampuan debitur dalam mengembalikan pembayaran
pokok atau angsuran pokok dan bungan sesuai dengan jangka
waktu
yang
telah
disepakati
bersama
dalam perjanjian
kredit
serta ditinjau dari prospek usaha, kondisi keuangan dan
kemampuan membayar kredit yang diberikan, maka seluruh
kredit yang telah diberikan dapat digolongkan manjadi 5 (lima)
golongan, yaitu: lancar, dalam perhatian khusus, kurang
lancar,
diragukan dan macet.
Untuk
dapat
kredit
dikatakan
lancar,
dalam perhatian
khusus,
kurang
lancar, diragukan dan
macet
maka
masing-
masing debitur harus memenuhi 3 (tiga) aspek yang terdiri dari:
(SK DIR BI No. 31/147/KEP/DIR, 1998):
1.
Prospek Usaha
2.
Kondisi Keuangan
3.
Kemampuan membayar
  
55
Tabel 2.1 Kriteria Kesehatan Bank
NO
PREDIKAT
1
Sehat
2
Cukup Sehat
3
Kurang Sehat
4
Tidak Sehat
Sumber : SK Direksi BI No. 30/267/KEP/DIR tanggal 27 Februari 1998
2.2.4.4
Covenant dan Insurance
Menurut (Kieso, Weygandt, Warfield, 2007, p350).
Perlindungan
umum bagi investor obligasi
yang
diberikan oleh
struktur obligasi berupa jaminan dan covenant.
mengacu
pada
ketersediaan jaminan, maka jenis obligasi dibedakan : secured
dan
unsecured.
Pengertian
covenant adalah ketentuan dan
pembatasan yang diindahkan emiten. pengikatan ini bertujuan
melindungi kepentingan investor. Bagi investor yang berminat
berinvestasi di obligasi, sebagaimana ditulis pengamat investasi
Roy Sembel
dalam bukunya
Smart Investmend
and
Insurance
Protection for Ordinary Family, perlu mewaspadai empat
ancaman
risiko.
Yang
pertama,
sebut
saja
risiko
gagal
bayar
yang tercermin dari rating obligasi yang dicapai. Lalu yang
kedua, risiko tingkat suku bunga. Maksudnya, jika suku bunga
naik harga obligasi terancam terkoreksi. Ketiga, ada pula risiko
pembelian kembali (call risk) sebelum jatuh tempo. Sebab, ada
beberapa jenis obligasi yang
memiliki fitur call, sehingga
penerbit berhak
melakukan buy back.
Dan
yang terakhir yang
  
56
keempat, risiko nilai tukar yang akan terjadi pada jenis obligasi
denominasi nonrupiah.
2.2.4.5
Kredit
(Berdasarkan UU RI NO.7 Tahun 1992). Kredit adalah
kemampuan untuk melaksanakan suatu pemberian atau
mengadakan suatu pinjaman dengan suatu janji pembayarannya
akan dilakukan pada suatu jangka waktu yang disepakati.
Berdasarkan
UU
RI
NO.7
Tahun 1992 tentang perbankan
menyatakan bahwa Kredit adalah penyediaan uang atau tagihan
yang dapat dipersamakan dengan itu berdasarkan persetujuan
atau kesepakatan
pinjam-meminjam antara
bank
dengan pihak
lain, yang
mewajibkan pihak pinjam-meminjam untuk melunasi
hutangnya setelah jangka waktu tertentu dengan sejumlah bunga
imbalan atau pembagian hasil keuntungan.
Kriteria kredit penggunaan dana dapat dibagi menjadi :
1. Kredit modal kerja (working capital loan)
Kredit modal kerja (working capital loan) kredit yang
diberikan  untuk  membiayai  kegiatan  usahanya  atau
perputaran modal misalnya pemberian barang dagangan dan
lainnya. Sifat penggunaan dana dapat revolving dan non
revolving.
Jenis
kreditnya
pinjaman aksiet (dl) ,PRK (OD)
bisa
juga
term loan
(TL).
Umumnya
jangka
waktu
kredit
kurang atau sama dengan satu tahun.
  
57
2. Kredit investasi (investment Loan)
Kredit
yang diberikan utnuk membiayai pembelian
aktiva tetap (misalnya tanah, bangunan, mesin, kendaraan)
untuk memproduksi barang dan jasa utama yang diperlukan
guna
relokasi,
ekspansi,
modernisasi, usaha atau pendirian
usaha baru. Sifat penggunaan dana non revolving, jenis kredit
TL. TL dengan grace periode atau kentraction loan dan
umumnya jangka waktu kredit lebih dari satu tahun
3. Kredit konsumsi (consumer Loan)
Kredit  yang  diberikan  bank  untuk  membiaya
pembeluan barang, yang tujuannya tidak untuk usaha tetapi
untuk penmakain pribadi, sifat menggunaan dananya non
revolving
dan
jenis
kredit
pada
umumnya
term
loan,
KPR,
car loan.
2.2.5
PHP
PHP
merupakan bahasa
scripting
dari
sisi server
yang dirancang
untuk web. (Luke, 2001, p2). Kode PHP dapat disisipkan pada halaman
HTML. Kode tersebut akan dijalankan setiap kali halaman diakses.
Semula PHP merupakan singkatan dari Personal Home Page. Akan tetapi
kemudian diubah dengan istilah perulangan GNU (GNU = Gnu’s Not
Unix) sehingga menjadi PHP Hypertext Preprocessor.
PHP
ditulis oleh
Rasmus
Leodorf
pada
tahun
1994.   Kemudian
PHP diadopsi oleh banyak orang-orang yang berbakat dan kemudian
mengalami penyempurnaan dalam tiga kali penulisan ulang. Pada Januari
  
58
2001, PHP
digunakan
oleh
hampir
lima juta domain
web, dan
populasi
penggunaan PHP terus bertambah seiring berjalannya waktu. Menurut
situs  http://php.net/usage.php, diperkirakan  sampai  periode  Juli  2007
terdapat 20 juta lebih domain web yang menggunakan PHP.
Kelebihan-kelebihan PHP menurut Yudhi Purwanto (2001, p3), yaitu :
a.   
PHP mudah dibuat dan cepat dijalankan. PHP dapat berjalan dalam
web server dan sistem operasi yang berbeda.
b.    PHP diterbitkan secara
gratis. Source kode PHP dapat di-download
tanpa perlu mengeluarkan uang.
c.
PHP  
merupakan   produk  
open   source  
yang   ditulis  
dengan
menggunakan bahasa C. Penambahan fungsi baru didapatkan dengan
melakukan pengembangan pada source code.
2.2.6
MySQL
MySQL   merupakan   suatu   Relational   Database   Management
System (RDBMS) yang cepat dan kuat. (Luke, 2001, p3). MySQL
memungkinkan secara efisien menyimpan, mencari, mengurutkan dan
mendapatkan
data.
MySQL
menggunakan Structured
Query
Language
(SQL) sebagai standar query basisdata.
Kelebihan-kelebihan MySQL menurut Indrajit (2002, p5), yaitu :
a.   Tidak membutuhkan ruang harddisk yang besar untuk aplikasinya
b.   Standards supported. MySQL mendukung level masukan ANSI SQL-
92 dan ODBC level 0-2 standar SQL.
c.   Language supportDatabase server MySQL  dapat  menampilkan
pesan error dalam banyak bahasa.
  
59
d.   Large  table.   MySQL   menyimpan   masing-masing   tabel   dalam
database seperti file, terpisah dalam direktori database. Ukuran
maksimum tabel berkisar antara 4GB.
e.   Kecepatan, kekuatan dan kemudahan untuk digunakan. MySQL lebih
cepat  tiga  atau  empat  kali  dari  database komersial  lain.  MySQL
sangat
mudah
untuk dikendalikan dan
tidak
membutuhkan database
administrator terlatih untuk menginstalnya.
f.
Cost  advantage. 
MySQL 
adalah  database relasional 
yang 
open
source sehingga dapat digunakan secara gratis.
2.2.7
Adobe Dreamweaver
Hadi Mulya (2006, p2) Adobe Dreamweaver adalah Tools HTML
editor
,
untuk
mendesain,
melakukan coding dan pengembangan dari
website,
webpage dan web
application,
dan
memungkinkan
user
untuk
membangun halaman web tanpa harus menulis barisan kode HTML.
2.2.8
Web
Menurut Eaglestone dan Ridley (2001, p24), web adalah sebuah
aplikasi
internet.
Web menyediakan
sebuah
cara
yang
mudah
untuk
mengakses
informasi dan menjalankan program-program yang disimpan
pada komputer-komputer yang dihubungkan oleh internet.
Web dijalankan dengan program pada server dan menerima respon
dari klien. Dari hubungan tersebut maka beberapa komputer menjadi Web
  
60
Server, yakni komputer
yang
menyediakan
informasi dan dapat diakses
melalui web oleh komputer klien.
2.2.8.1
Pengertian Intranet
Connolly dan Begg (2005, p996). Intranet adalah sebuah
jaringan komputer yang bersifat privat yang menggunakan
software
internet
dan
protokol
TCP/IP, konektivitas jaringan
untuk mengamankan bagian bersama dari informasi atau operasi
organisasi dengan karyawan-karyawan.
Intinya, Intranet adalah internet pribadi atau sekelompok
masyarakat yang tergabung dalam sebuah jaringan internet yang
hanya
diperuntukkan
dan
digunakan oleh orang-orang yang
memiliki otoritas untuk menggunakan jaringan itu.
2.2.8.2
Aplikasi – Aplikasi Web
1.   Publikasi Web
Menurut Barry Eaglestone dan Mick Ridley (2001, p31),
publikasi web adalah menggunakan
web untuk menyimpan
dan menyebarkan informasi.
2.   Group activities
Menurut Barry Eaglestone dan Mick Ridley (2001, p32),
group activities adalah kemampuan antara menyimpan dan
meng-update  informasi  dan  berkomunikasi  dengan
pengguna-pengguna 
yang 
lain 
melalui 
web 
yang 
telah
  
61
membawa
jarak
aplikasi-aplikasi
yang
mendukung
pekerjaan kelompok.
3.   Embedded
Menurut
Barry
Eaglestone dan Ridley (2001, p33),
sistem-sistem embedded adalah sistem-sistem komputer
adalah  komponen-komponen  suatu  konstruksi,  seperti
mobil, kapal, peralatan industri, dan lain-lain. Mungkin
menggunakan internet untuk mengakses dan meng-update
informasi yang relevan, seperti keadaan cuaca, lokasi-lokasi,
dan lain-lain.
2.2.8.3
Teknologi yang Berhubungan dengan Web
1.
Browsers
Menurut Barry Eaglestone dan Mick Ridley (2001,
p198), 
pengertian 
browser 
adalah 
khusus 
digunakan
untuk menampilkan dokumen web dan mengikuti link
yang mereka miliki untuk mengakses ke web dokumen
yang lain atau untuk berpindah antara bagian web
dokumen yang berbeda. Beberapa contoh web browser
yang
banyak
digunakan
antara
lain
adalah Netscape
Communicator dan Microsoft Internet Explorer.
2.
Transmission
Control
Protocol
/
Internet
Protocol
(TCP/IP)
  
62
TCP/IP merupakan protokol komunikasi terpenting di
internet. TCP/IP menggambarkan mekanisme dan aturan
untuk mengoperasikan komputer-komputer supaya dapat
berbagi informasi antar jaringan. Tugas TCP/IP adalah
memecah
data
ke
dalam paket
paket
dan
menggabungkannya kembali pada komputer yang
menerima informasi tersebut. Sedangkan tugas IP adalah
me-route data dan memastikan paket –
paket tersebut
dikirimkan ke tujuan yang benar.
3.
Universal Resource Locator (URL)
Setiap web mempunyai alamat akses yang unik yaitu
Universal Resource Locator (URL). URL juga digunakan
dalam dokumen
web
untuk
mengaitkan
link,
baik
antara
dokumen – dokumen web, maupun anatara situs-situs web.
4.
IP Addresses
Menurut
Barry
Eaglestone dan Mick Ridley (2001,
p185), protokol TCP/IP mengidentifikasikan setiap host
dengan suatu alamt yang unik, dikenal dengan IP Address.
Suatu
simbolik IP
Address
adalah disusun
dengan
suatu
daftar nama. Ini dipisahkan dengan tanda titik.
a. Nama pertama adalah untuk host.
b. Dan diikuti suatu daftar nama domain.
c. Nama
domain
adalah terurut dari
kiri
ke
kanan,
dari
khusus ke umum.
  
63
5.
Client dan Server
Menurut
Barry
Eaglestone dan Mick Ridley (2001,
p197), client
system
adalah
menampilkan
web
page
yang
menyediakan
antar
muka
pengguna
ke
sistem web
basis
data. Ini ditampilkan menggunakan
browser.
Sedangkan
web 
server 
system  adalah
menyimpan 
dokumen 
dokumen, script dan program. Dokumen – dokumen web
adalah versi penambahan dari web page yang ditampilkan
oleh browser, dan mungkin juga memasukkan script-script
yang berhubungan ke aspek-aspek dinamik seperti
pengembalian,
manipulasi,
update
data
dalam basis
data.
Program juga mengimplementasikan sistem basis data atau
menyediakan suatu antar muka ke dia, contoh script CGI.
6.
Hypertext Transfer Protocol (HTTP)
Connolly dan Begg (2005, p999). HTTP adalah
protokol 
komunikasi 
yang 
digunakan 
oleh  web.
Pengiriman data dari server ke klien dengan menggunakan
http yang diaktifkan oleh klien.
7.
Hypertext Markup Language (HTML)
Connolly
dan
Begg
(2005,
p1001).
Hyper-text
Mark-
up Language adalah markup language dari web. HTML
menetapkan format dari suatu dokumen web dan
memungkinkan 
hypertext  link  dimasukkan
dalam
dokumen tersebut. Seiring dengan perubahan
yang terjadi
  
64
pada web, HTML juga berkembang dengan adanya
sekumpulan teknologi baru, yang dinamakan
Dynamic
HTML   atau  DHTML.  Teknologi  ini  memungkinkan
HTML
menjadi
lebih besar
dari
sekedar
bahasa
statis,
dimana dengan teknologi ini HTML dapat menampilkan
animasi dan menjadi lebih interaktif dan fleksibel.
8.
Search Engines
Menurut
Barry
Eaglestone dan Mick Ridley (2001,
p200), pengertian search engines adalah tipe signifikan
yang lain dari klien yang
mengakses
informasi pada web.
Search engine memiliki dua aturan :
a.
Search engine memasang indek-indek ke isi dari
dokumen-dokumen yang disimpan pada web.
b. 
Mereka  juga  menyediakan  fasilitas  pencarian  untuk
klien yang lain. Seorang klien dapat mengakses search
engine,
dan  kemudian 
mengajukan 
query 
ke 
dia.
Search engine
akan kemudian menggunakan indek
tersebut untuk menempatkan relevan website.
2.2.9
Javascript
(Irawan,2008, p2).Javascript diperkenalkan pertama kali oleh
Netscape pada tahun 1995. Pada awalnya bahasa yang sekarang disebut
Javascript  ini  dulunya  dinamai  “LiveScript”  yang  berfungsi  sebagai
bahasa  sederhana 
untuk  browser  Netscape  Navigator  2  yang  sangat
  
65
populer   pada   saat   itu.   Kemudian   sejalan   dengan   sedang   giatnya
kerjasama antara Netscape dan Sun (pengembang bahasa pemrograman
“Java”) pada masa itu, maka Netscape memberikan nama
“Javascript”
kepada bahasa tersebut pada tanggal 4 desember 1995. Pada saat yang
bersamaan Microsoft sendiri mencoba untuk mengadaptasikan teknologi
ini
yang mereka sebut
sebagai
“Jscript” di browser
milik
mereka
yaitu
Internet Explorer 3. Javascript sendiri merupakan modifikasi dari bahasa
pemrograman
C++
dengan
pola
penulisan yang lebih sederhana dari
bahasa pemrograman C++.
Javascript   adalah   bahasa   pemrograman   yang   khusus   untuk
halaman
web agar
halaman
web
menjadi
lebih hidup. Kalau dilihat dari
suku katanya terdiri dari dua suku kata, yaitu Java dan Script. Java adalah
Bahasa
pemrograman
berorientasi objek, sedangkan Script adalah
serangkaian instruksi program. Javascript sendiri merupakan modifikasi
dari
bahasa
pemrograman
C++ dengan pola penulisan yang lebih
sederhana dari bahasa pemrograman C++.
Ada
beberapa
hal
yang
harus
diperhatikan
dalam pengelolaan
pemrograman Javascript, diantaranya Javascript
adalah
“case sensitive”,
yang
artinya
Javascript membedakan huruf besar dan huruf kecil, Jika
Anda
pernah
belajar
bahasa
pemrograman
seperti
Turbo
C
atau
C++,
maka
sama
seperti
bahasa
pemrograman tersebut,
dimana
huruf
T
tidak
sama  dengan  huruf  t.  Dalam  bahasa  pemrograman  JavaScript  juga,
sebagai contoh fungsi perintah var tidak boleh ditulis Var dan juga tidak
boleh
ditulis
VAR
(huruf
besar
semua),
yang benar
adalah
var
(huruf
  
66
kecil semua). Perintah lain adalah new Date tidak boleh ditulis new date
(huruf kecil semua), dan banyak yang lainnya.
2.2.10
JQuery
(Chaffer Jonathan., Swedberg Karl, p6). JQuery adalah librari
JavaScript yang
memungkinkan kita untuk
membuat program web pada
suatu halaman web, tanpa harus secara eksplisit kita menambahkan event
atau pun properti pada halaman web tersebut. JQuery merupakan salah
satu  librari  yang  membuat  program  web  di  sisi  klien,  tidak  terlihat
sebagai program JavaScript biasa,
yang
harus
secara eksplisit disisipkan
pada dokumen web. Pada teknik pemrograman sisi klien dengan
menggunakan JavaScript biasa, setiap elemen yang akan memiliki event,
akan
secara
eksplisit
terlihat
ada
event yang dilekatkan pada elemen
tersebut.
JQuery dikembangkan pertama kali oleh John Resig, yang dibuat
lebih
ramping
dari
librari
Prototype yang
menjadi
inspirasi
dari
libarari
JQuery
ini. Secara
pemrograman,
JQuery
memiliki
kemiripan
seperti
Prototype.  JQuery  merupakan  librari  yang  sangat  ramping,  core  dari
librari ini dalam keadaan terkompres hanya berukuran sekitar 19KB.
Lisensi JQuery adalah open source yang bisa diperoleh secara
cuma-cuma, dan dapat digunakan untuk kepentingan komersial, tanpa ada
tuntutan untuk membayar kepada pembuat JQuery. Lisensi open source
dari JQuery adalah MIT dan LGPL.