|
88
sebagai operation.
3.
Sp esifikasi op erasi y ang komp leks.
2.6.4.3
Connecting Component
M
enurut
M
athiassen
et
al.
(2000, p .271),
connecting
componen t
bertujuan untuk
menghubungk an
komp onen-komp onen
sistem dengan
p
rinsip
menin gkatkan
hubun gan kohesi antar
classes dan
men gendurkan
hubungan
coupling
antar
komp onen.
Dalam conn ecting component terdap at
2 (dua) cara y aitu:
1.
Coupling
Coupling
men ggamb arkan bahwa
p
erubahan
y
ang terjadi p ada 1 (satu)
class atau
komp onen
men gakibatkan
p
erubahan p ada
class atau
komp onen y ang lain. Coupling bersif at
negatif dan
harus diminimalisasi
dalam
suatu
desain.
Coupling
dap at
berup a
salah
satu
dari
4
(
emp at)
bentuk berikut:
Outside coupling
sebuah
class
atau
komp onen
y
ang b erhubun gan
lan gsun g
den gan
p
rop erti p ublik dari class atau komp onen y ang lain.
Inside coupling
sebuah op erasi y ang berhubungan
lan gsung den gan p rop erti private
p
ada class y ang sama.
Coupling from below
sebuah
class
khusus
y
ang
berhubun gan
lan gsun g
den gan
p
rop erti
|