|
8
Sejarah Animasi
Animasi pada dasarnya sudah ada sejak zaman dahulu kala, termasuk
tampilan pada dekorasi tembok di Mesir sekitar 2000 tahun lalu sebelum
masehi, yang menceritakan banyak hal yang terjadi di Mesir pada waktu itu
mulai dari tata cara kehidupan sehari-hari, pemerintahan, hingga
pertarungan antar prajurit.
Seiring perjalanan waktu, manusia mencoba tidak hanya membuat
atau
merekam gambar
melainkan juga berupaya
membuat karya artistiknya
menjadi hidup dan tampak bergerak. Animasi tidak akan terwujud tanpa
didasari
pemahaman
mengenai
prinsip
fundamental
kerja
mata
manusia
atau lebih dikenal dengan nama The Persistance of Vision.
Seperti
ditunjukan
pada Thaumatrope
(Peter
Mark
Roget
-
1824).
Sebuah alat berbentuk kepingan yang dikaitkan dengan tali pegas diantara
kedua tepinya. Kepingan itu memiliki dua buah gambar pada masing-
masing sisinya. Satu sisi bergambar burung, satu sisi lainnya bergambar
sangkar burung. Ketika kepingan berputar
maka burung seolah berada si
dalam
sangkarnya.
Proses
ini
dapat
ditangkap
oleh
mata
manusia
apabila
kepingan diputar dengan secara cepat dan konstan.
Dua penemuan berikutnya sudah mengalami kemajuan.
Phenakistoscope (Joseph Plateu dan Simon von Stampfer 1832),
merupakan kepingan kartu berbentuk lingkaran dengan sekelilingnya di
penuhi lubang-lubang dan gambar berbentuk objek tertentu. Mata akan
melihat gambar tersebut melalui cermin dan pegas membuatnya berputar
sehingga satu serial
gambar
yang
terlihat secara progresif
menjadi
gambar
|