|
26
2.3.3
Kontrak
Konstruksi
Menurut Standar
Akuntansi
Keuangan
per
1
September 2007
(2007,
PSAK
no.34)
dan
SAK
ETAP
Mei
2009
(2009,
ETAP
173),
Kontrak
konstruksi
adalah suatu kontrak
yang
dinegosiasikan
secara
khusus
untuk
konstruksi
suatu asset atau suatu kombinasi
asset
yang berhubungan
erat
satu
sama
lain
atau
saling
tergantung
dalam
hal
rancangan,
teknologi,
dan
fungsi
atau
tujuan
penggunaan
pokok.
Jika
hasil
kontrak
konstruksi dapat
diestimasi
secara
andal,
maka
entitas
harus
mengakui
pendapatan
kontrak
dan
biaya
kontrak yang
berhubungan
dengan
kontrak konstruksi masing
-
masing sebagai
pendapatan
dan beban
yang disesuaikan
dengan tingkat penyelesaian
aktivitas
kontrak
pada
akhir
periode
pelaporan
(seringkali
dimaksudkan
sebagai
metode
persentase
penyelesaian).
Estimasi
hasil yang
andal
membutuhkan estimasi
tingkat
penyelesaian,
biaya
masa
depan,
dan
kolektabilitas tagihan
yang andal.
2.3.4
Metode
Pengakuan Pendapatan Kontrak
Konstruksi
Ada
2 metode
akuntansi
yang
dapat
digunakan
untuk
pengakuan
pendapatan
untuk
kontrak
konstruksi,
baik
menurut
Stice &
Stice
(2010,
p.403)
maupun
Weygant, Kieso, dan
Warfield
(2005,
p.908).
Kedua
metode
tersebut
adalah
:
1.
Completed- contract
method.
Dalam
metode
completed- contract,
revenues dan
gross
profit
diakui
|