|
54
sedangk an bagi aksi
y
ang cukup p enting dan
jaran g memer lukan
resp on
y
ang lebih substansial.
4.
M
erancang
dialo g
untuk
mengh asilkan
suatu
p
enutup an
atau
keadaan
akhir.
Urutan tindakan sebaikny a
diorgan isir dalam suatu grup dalam fase awal,
tengah,
dan akhir.
Dialo g
y
an g
informatif
akan
member ikan
indik asi
bahwa tindakan
y
ang d ilakuk an
sudah
benar
dan d ap at
memp ersiap kan
kelomp ok tindakan selanjutny a.
5.
M
emberikan p encegahan dan p enan gan an kesalahan y ang sed erhana.
Desain
sistem
sebisa
mungk in
tidak
membiark an
p
engguna
membuat
kesalahan
y
ang
serius.
Jika
p
engguna
membuat
kesalahan,
sistem
akan
mendeteksi kesalahan
dan
menawark an p erintah
sederhan a, konstruktif,
dan sp esifik untuk p emulihan kead aan.
6.
Pembalik an aksi y ang mudah
Hal
ini
dap at
menguran gi
kekh awatiran
p
engguna
karen a
merek a
men getahui kesalahan
y
ang
dilakuk an
dap at
dibatalkan,
sehingga
p
enggun a
tidak
takut
untuk
men geksp lorasi
p
ilihan-p ilihan
lain
y
an g
belum biasa digunak an.
7.
M
endukung p usat kendali internal
Pengguna
in gin
menjad i p engendali sistem dan
sistem akan
memberik an
resp on
tindakan
y
ang
dilakukan
p
enggun a
darip ada
p
engguna
mer asa
bahwa sistem
mengend alik an p engguna. Sebaikny a
sistem
dirancan g
|