|
43
3. M emberikan ump an balik y ang informatif.
Sistem
harus
memberik an
ump an balik b agi
semua
tindak an p emakai.
R
esp on
harus sederhana bagi aksi y ang k ecil dan serin g d igunakan, sed an gkan bagi aksi y ang
jaran g dan
besar
memer lukan r esp on y ang besar. Tamp ilan
v
isual d ari oby ek
mencip takan lin gkun gan y an g ny aman untuk menunjukan p erubahan secara eksp lisit.
4. M erancang dialo g y ang memb erikan p enutup an ( keadaan akhir ).
Urutan dari
aksi
harus
diorgan isasikan ke
dalam
grup
dalam
fase
awal, tengah
dan akhir.
Ump an balik
y
an g informatif p ada grup
aksi-aksi
memberik an kep uasan
bagi
p
engguna, rasa
lega, men gh ilan gk an kemun gkin an rencan a
dan p ilihan dari
p kiran p enggun a, dan meny iap kan jalan menuju grup aksi berikutny a.
ikiran p enggun a, dan meny iap kan jalan menuju grup aksi berikutny a.
5. M emberikan p encegahan kesalahan d an p enanganan kesalahan y an g sederhana
Desain sistem sebaik
mun gk in tidak
membiarkan p enggun a
membuat
kesalahan
y
ang ser ius.
Jika
p
engguna
membuat
kesalahan,
sistem akan
mend eteksi
kesalahan
dan
men awarkan p erintah
sederh ana, konstruktif dan
sp esifik
untuk
p
emulihan kead aan.
6. M engijinkan p embalikan aksi (Undo) den gan mud ah.
Aksi
harus
dap at
dibalikkan
atau
reverse.
Fitur
ini
memberik an
kep ada
p
enggun a
bahwa
k
esalah an
telah
terjadi
d
an
p
engguna
dap at
kembali
ke
keadaan
sebelumny a.
|