|
5
Di akhir tahun 80-an menjelang
90-an
awal
ditandai
munculnya beberapa perusahaan animasi yang menerima order dari
luar negeri seperti Asiana Wang Animation (kerja sama dengan
Wang Film Animation, Taiwan) yang bergaya Disney, sedangkan
untuk gaya Jepang/ Anime
ada Evergreen, Marsa Juwita Indah di
Bali,
dan
lain-lain.
Lalu
dilanjutkan
dengan
munculnya
Red
Rocket
di Bandung, Bening di Yogyakarta, Tegal Kartun, dstnya hingga
muncul
di
tahun
90-an,
beberapa perusahaan
animasi
yang
juga
mengerjakan
3D
animasi
seperti
Kasatmata,
Matahari
Studio
(lebih
ke game animation), dan generasi baru anak2 nongkrong MTV
seperti Wahyu Aditya dengan Hello;motion-nya.
Beberapa tokoh animator di Indonesia seperti Dwi Koendoro
(dengan Pailul-nya), Gotot Prakosa yang senimator (seniman
animator
di
IKJ),
Pak
Suyadi/
Pak
Raden
&
Pak
Denny
Djunaid
di
era munculnya TV swata pertama
(sejaman dengan munculnya
RCTI) untuk iklan chiky, Poppy Palele yang mendalangi para
animator di Red Rocket, lalu beberapa
nama
yang
membuat
3D
animasi
seperti
Mas
Chandra,
untuk
JANUS;
film layar
lebar
gabungan life & 3D, Deddy Samsudin untuk berbagai animasi iklan
teve, hingga yang terbaru para animator yang tengah menyiapkan
animasi layar lebar Sing to the Dawn, dari Infinite Frameworks
Batam.
Sebetulnya talent
untuk
animator
di
Indonesia
amat
sangat
banyak dan maju, hanya
saja tidak didukung oleh mangement
yang
kuat dan rapi, namanya juga seniman harus didukung banyak orang
sekaligus
industri
yang
berhubungan
langsung
dengan
pemerintah
dan
tenaga
kerja
agar
karya
animasi
bisa
bergaung
di
dalam dan
sekaligus di luar
negeri. Animator Indonesia sudah biasa
menggambar atau membuat wayang kulit maupun wayang golek,
leluhur kita piawai dalam membuat candi & pura, sehingga gambar
detail dan indah bukan masalah bagi masyarakat Indonesia.
|