|
8
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1
Teori-Teori Umum
Dalam menganalisis dan merancang sebuah sistem diperlukan teori-teori umum
yang menjadi dasar pengetahuan. Berikut akan dijabarkan teori-teori umum yang
berkaitan dengan sistem infomasi.
2.1.1
Pengertian Sistem
Menurut OBrien (2010, p26) Sistem adalah sekelompok komponen yang saling
bekerja sama menuju tujuan bersama dengan menerima input dan menghasilkan output
dalam proses transformasi yang terorganisir.
2.1.2
Pengertian Informasi
Menurut OBrien (2010, p34) Informasi adalah data yang telah dikonversi ke
dalam konteks yang bermakna dan berguna bagi pengguna akhir tertentu.
Menurut Jogiyanti (2005, p36) Informasi adalah data yang diolah menjadi bentuk
yang berguna bagi para pemakainya.
Dari definisi-definisi tersebut dapat ditarik kesimpulan bahwa informasi adalah
data yang telah diolah dan menjadi memiliki kegunaan bagi pemakai.
|
|
9
2.1.3
Pengertian Sistem Informasi
Menurut OBrien (2010, p4) Sistem Informasi dapat berupa kombinasi yang
terorganisir antara orang, perangkat keras, perangkat lunak, jaringan komunikasi, dan
sumber daya yang terkumpul, berubah, dan menyebarkan informasi dalam sebuah
organisasi. Manusia bergantung pada sistem informasi untuk melakukan komunikasi
dengan peralatan fisik (hardware), instruksi pemrosesan informasi atau prosedur
(software), jaringan komunikasi (network), dan data (data resources).
Manusia, perangkat keras, perangkat lunak, data, dan jaringan merupakan 5
(lima) komponen utama yang diperlukan sebuah sistem informasi. Sumber daya manusia
meliputi pengguna akhir (end-user)
dan spesialis sistem informasi, sumber daya
perangkat keras meliputi mesin dan medianya, sumber daya perangkat lunak meliputi
program-program dan prosedur, sumber daya data meliputi data itu sendiri, sumber daya
jaringan meliputi media komunikasi dan pendukung jaringan.
2.1.4
Komponen-Komponen Sistem Informasi
Menurut OBrien (2010,p32) Semua sistem informasi menggunakan sumber
daya manusia, hardware, software, data, dan jaringan untuk melakukan aktivitas input,
pemrosesan, output, penyimpanan, dan pengendalian yang mengubah sumber daya data
menjadi produk informasi.
|
|
10
2.1.4.1 Sumber daya manusia
Menurut OBrien (2010, p32) manusia dibutuhkan untuk pengoperasian semua
sistem informasi. Sumber daya manusia ini meliputi pemakai akhir dan pakai SI.
a.
Pemakai Akhir
Adalah orang-orang yang menggunakan sistem informasi atau informasi
yang dihasilkan sistem tersebut.
b.
Pakar SI
Adalah orang-orang yang mengembangkan dan mengoperasikan sistem
informasi.
2.1.4.2 Sumber Daya Hardware
Menurut OBrien (2010, p32) konsep sumber daya hardware meliputi semua
peralatan dan bahan fisik yang digunakan dalam pemrosesan informasi. Contoh-contoh
hardware dalam sistem informasi berbasis komputer adalah :
a.
Sistem Komputer, yang terdiri dari unit pemrosesan pusat yang berisi
pemroses mikro, dan berbagai peralatan peripheral yang saling berhubungan.
b.
Periferal Komputer, yang berupa peralatan seperti keyboard
atau mouse
elektronik untuk input data dan perintah, layar video, atau printer untuk
output informasi, dan disk magnetis atau optikal untuk menyimpan sumber
daya data.
2.1.4.3 Sumber Daya Software
Menurut OBrien (2010, p33) Konsep sumber daya software meliputi semua
rangkaian perintah pemrosesan informasi. Konsep umum software
ini meliputi tidak
|
|
11
hanya rangkaian perintah operasi
yang disebut program, dengan hardware komputer
pengendalian dan langsung, tetapi juga rangkaian perintah pemrosesan informasi yang
disebut prosedur. Berikut ini adalah contoh-contoh sumber daya software :
a.
Software sistem, seperti program sistem operasi, yang mengendalikan serta
mendukung operasi sistem komputer.
b.
Software
aplikasi, yang memprogram pemrosesan langsung bagi
penggunaan tertentu komputer oleh pemakai akhir. Contohnya adalah
program analisis penjualan, program penggajian, dan program pengolah
kata (word processing).
c.
Prosedur, yang mengoperasikan perintah bagi orang-orang yang akan
menggunakan sistem informasi. Contohnya adalah perintah untuk mengisi
formulir kertas atau menggunakan software.
2.1.4.4 Sumber Daya Data
Menurut OBrien (2010, p33) data lebih daripada hanya bahan baku mentah
sistem informasi. Data dapat berubah banyak bentuk, termasuk data alfanumerik
tradisional, yang terdiri dari angka dan huruf serta karakter lainnya yang menjelaskan
traksaksi bisnis dan kegiatan serta entitas lainnya. Data teks, terdiri dari kalimat dan
paragraph yang digunakan dalam menulis komunikasi, data gambar, seperti bentuk
grafik dan angka, serta gambar video grafis dan video; serta data audio, suara manusia
dan suara-suara lainnya, juga merupakan bentuk data yang penting.
|
|
12
Sumber daya sistem informasi umumnya diatur, disimpan, dan diakses oleh
berbagai teknologi pengelolaan sumber daya data ke dalam database yang menyimpan
data yang telah diproses dan diatur.
Data pengetahuan yang menyimpan pengetahuan dalam berbagai bentuknya,
seperti fakta, peraturan, dan contoh kasus mengenai praktik bisnis yang berhasil baik.
2.2 Teori Khusus yang Berhubungan dengan Topik yang Dibahas
2.2.1
Pengertian Data
Menurut OBrien (2010. P34) data adalah jaman dari datum, meskipun umumnya
merupakan bentuk tunggal dan jamak. Data adalah fakta atau pengamatan baku,
biasanya sekitar fenomena atau transaksi-transaksi bisnis.
2.2.2
Database
Menurut Connolly dan Begg (2005, p15) Database merupakan Kumpulan yang
terbagi dari data yang terkait dengan logika, dan sebuah deskripsi dari data, didesain
untuk memenuhi kebutuhan informasi dari sebuah organisasi.
Menurut OBrien (2010,p173),
Database
merupakan kumpulan terpadu dari
elemen data logis yang saling berhubungan. Database
mengonsolidasi banyak catatan
yang sebelumnya disimpan dalam file terpisah agar kelompok data yang sama
menyediakan banyak aplikasi.
Dari definisi-definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa database
adalah
kumpulan dari data yang terkait dengan logika yang saling berhubungan, yang didesain
untuk menghasilkan informasi yang dibutuhkan oleh perusahaan.
|
|
13
2.2.3
Komponen Database
Menurut Connolly dan Begg (2005, pp18-21), komponen database
terbagi
menjadi lima komponen yaitu :
a.
Hardware
DBMS memerlukan hardware untuk berfungsi. Hardware dapat berupa PC,
mainframe, jaringan komputer. Sebagian hardware tergantung pada kebutuhan
organisasi dan DBMS yang digunakan. Sebagian DBMS berfungsi hanya pada hardware
tertentu atau sistem operasi yang khusus. Sebuah DBMS memerlukan sejumlah memori
dan disk space untuk bekerja, tetapi konfigurasi yang minimum mungkin tidak dapat
memberikan kinerja yang sesuai.
b.
Software
Komponen software terdiri dari
software DBMS itu sendiri, program aplikasi
bersama dengan sistem operasi dan jaringan software, jika DBMS digunakan melalui
jaringan. Program aplikasi dapat dibangun dengan menggunakan bahasa pemrograman
seperti C++, Pascal, Delphi, atau Visual Basic.
c.
Data
Bagi sisi pemakai, komponen terpenting dalam DBMS adalah data karena dari data
inilah pemakai dapat memperoleh informasi yang sesuai dengan kebutuhan masing-
masing.
Data berfungsi sebagai penghubung antara komponen mesin dan komponen
manusia. Database berisi data operasional dan metadata.
d.
Prosedur
Prosedur mengacu pada instruksi dan aturan yang memerintahkan perancangan dan
penggunaan database. Pengguna dan petugas yang mengatur database memerlukan
|
|
14
dokumentasi prosedur yang menjelaskan bagaimana untuk menggunakan atau
menjalankan sistem. Instruksi ini mungkin berisi bagaimana untuk :
-
Cara masuk ke dalam DBMS
-
Menggunakan fasilitas DBMS tertentu atau aplikasi program
-
Memulai dan menghentikan DBMS
-
Membuat back up dari database
-
Menangani kesalahan dari hardware atau software
-
Merubah struktur dari tabel, mengorganisir ulang database, meningkatkan kinerja, atau
mengarsipkan data ke dalam secondary strorage.
e.
Manusia
Komponen manusia terdiri dari :
-
Data Administrator : orang yang bertanggung jawab untuk mengatur sumber data
termasuk perencanaan
database, pengembangan dan pemeliharaan standar,
kebijakan dan prosedur, dan conceptual/logical perancangan database.
-
Database Administrator : orang yang menyediakan dukungan teknis untuk
implementasi keputusan tersebut, dan bertanggung jawab pada realisasi secara fisik
atas database pada tingkat teknis.
-
Database Designer : ada dua tipe desainer, yang pertama logical database designer
yang berfokus pada identifikasi data, relationship, antara data dan kendala data
untuk disimpan dalam database. Lalu yang kedua adalah physical database designer
yang memutuskan bagaimana logical database design dapat di realisasi secara fisik.
-
Application developers : orang yang bertanggung jawab untuk
mengimplementasikan aplikasi program yang membutuhkan
|
|
15
fungsionalitas untuk end users.
-
End User : client untuk database yang telah dirancang dan di
implementasi untuk menyediakan informasi yang dibutuhkan
2.2.4
Database Management System (DBMS)
Menurut Connoly dan Begg (2005, p16) Sebuah sistem perangkat lunak yang
memungkinkan pengguna untuk menetapkan, membuat, memelihara, dan
mengendalikan akses ke database.
Menurut Kadir (2003, p54) DBMS adalah perangkat lunak sistem yang
memungkinkan para pemakai membuat, memelihara, mengontrol, dan mengakses basis
data dengan cara yang praktis dan efisien.
Dalam bukunya, Kadir menerangkan bahwa umunya DBMS menyediakan fitur-
fitur sebagai berikut :
a.
Independensi data-program
Karena basis data ditangani oleh DBMS, program dapat ditulis sehingga tidak
tergantung pada struktur data dalam basis data. Dengan kata lain, program tidak akan
terpengaruh sekiranya bentuk fisik data diubah.
b.
Keamanan
Keamanan dimaksudkan untuk mencegah pengaksesan data oleh orang yang tidak
berwenang.
c.
Integritas
Hal ini ditujukan untuk menjaga agar data selalu dalam keadaan yang valid dan
konsisten.
d.
Konkurensi
|
|
16
Konkurensi memungkinkan data dapat diakses oleh banyak pemakai tanpa menimbulkan
masalah.
e.
Pemulihan (recovery)
DBMS menyediakan mekanisme untuk mengembalikan basis data ke keadaan semula
yang konsisten sekiranga terjadi gangguan perangkat keras atau kegagalan perangkat
lunak.
f.
Katalog system
Katalog sistem adalah deskripsi tentang data yang terkandung dalam basis data yang
dapat diakses oleh pemakai.
g.
Perangkat produktivitas
Untuk menyediakan kemudahan bagi pemakai dan meningkatkan produktivitas, DBMS
menyediakan sejumlah perangkat produktivitas sebagai pembangkit query dan
pembangkit laporan.
2.2.5
Keuntungan DBMS
Menurut Connolly dan Begg (2005, p26-30),
DBMS memiliki banyak
keuntungan antara lain :
2.2.5.1 Kontrol terhadap pengulangan data (data redundancy)
Database berusaha untuk menghilangkan pengulangan dengan mengintegrasikan
file sehingga berbagai copy daru data yang sama tidak tersimpan. Bagaimanapun juga,
pendekatan ini tidak menghilangkan pengulangan
secara menyeluruh, tetapi
mengendalikan jumlah pengulangan dalam database.
|
|
17
2.2.5.2 Konsisten Data
Dengan menghilangkan atau mengendalikan pengulangan, kita telah mengurangi
resiko ketidak-konsistenan yang terjadi. Jika item data disimpan hanya sekali didalam
database, maka berbagai update bagi nilai data tersebut harus dibuat hanya sekali dan
nilai baru tersebut harus tersedia untuk semua pengguna. Jika item data disimpan lebih
dari sekali, sistem dapat memastikan bahwa semua copy
dari item tersebut tetap
konsisten.
2.2.5.3 Mendapatkan Informasi Tambahan
Dengan data operasional yang terintegrasi, hal ini memungkinkan bagi organisasi
untuk mendapatkan infotmasi tambahan dari data yang sama.
2.2.5.4 Pembagian Data (sharing of data)
File biasanya dimiliki oleh orang atau departemen yang menggunakannya. Di
sisi lain, basis data adalah milik keseluruhaan organisasi dan dapat dibagikan kepada
setiap user yang memiliki otoritas untuk mengaksesnya. Dalam hal ini, banyak pengguna
membagikan lebih banyak data.
2.2.5.5 Meningkatkan Integritas Data
Integritas database mengacu pada validitas dan konsistensi data yang disimpan.
Integritas biasanya diekspresikan dalam istilah batasan, yang berupa aturan konsisten
yang tidak boleh dilanggar oleh database. Integrasi memungkinkan DBA untuk
menjelaskan, dan memungkinkan DBMS untuk membuat batasan integritas.
|
|
18
2.2.5.6 Meningkatkan Keamanan
Keamanan database melindungi data dari pengguna yang tak berotoritas. Hal ini
dapat dilakukan dengan menggunakan username
dan password
untuk
mengindetifikasikan orang yang berotoritas untuk menggunakan database. Akses
pengguna yang berotoritas pada database
mungkin dibatasi oleh jenis operasi seperti
pengambilan, insert, update, dan delete.
2.2.5.7 Penetapan standarisasi
Integrasi memungkinkan DBA untuk mendifinisikan dan membuat standar yang
diperlukan. Standar ini termasuk standar departemen, organisasi, nasional, atau
internasional untuk memfasilitasi pertukaran data antar sistem, ketetapan penamaan,
standar dokumentasi, prosedur update, dan aturan akses.
2.2.5.8 Pengurangan biaya
Dengan menyatukan semua data operasional organisasi kedalam satu database
dan pembuatan sekelompok aplikasi yang bekerja pada satu sumber data dapat
menghasilkan pengurangan biaya. Penyatuan biaya pengembangan dan pemeliharaan
sistem pada setiap departemen akan menghasilkan total biaya yang lebih rendah.
Sehingga biaya lainnya dapat digunakan untuk membeli konfigurasi sistem yang sesuai
bagi kebutuhan organisasi.
2.2.5.9 Menyeimbangkan konflik kebutuhan
Setiap pengguna mempunyai kebutuhan yang mungkin bertentangan dengan
kebutuhan pengguna lain. Database
dikendalikan oleh DBA, DBA dapat membuat
|
|
19
keputusan berkaitan dengan perancangan dan penggunaan operasional database yang
menyediakan penggunaan terbaik dari sumber daya bagi keseluruhan organisasi.
2.2.5.10 Meningkatkan kemampuan akses dan respon pada data
Dengan pengintegrasian data yang melintasi batasan departemen dapat dilihat
secara langsung diakses oleh pengguna akhir. Hal ini dapat menyediakan sebuah sistem
yang lebih banyak fungsinya seperti fungsi untuk menyediakan layanan yang lebih baik
pada pengguna akhir atau klien organisasi.
Banyak DBMS menyediakan query
languange yang memungkinkan pengguna untuk menanyakan pertanyaan ad-hoc dan
memperoleh informasi yang diperlukan dengan segera pada terminal mereka, tanpa
memerlukan programmer menuliskan beberapa software
untuk mengubah informasi
tersebut dari database.
2.2.5.11 Meningkatkan produktivitas
DBMS menawarkan banyak fasilitas yang memudahkan dalam menyusun
aplikasi sehingga waktu pengembangan aplikasi dapat diperpendek.
2.2.5.12 Meningkatkan pemeliharaan melalui independensi data
DBMS menyediakan pendekatan yang membuat perubahan dalam data tidak
membuat program harus dirubah.
2.2.5.13 Meningkatkan konkurensi
Dalam beberapa sistem berbasis file, jika dua atau lebih pengguna mengakses file
yang sama secara bersamaan, maka akses akan bertentangan satu sama lain, kehilangan
|
|
20
informasi atau bahkan kehilangan integritas. DBMS menyediakan mekanisme sehingga
data yang sama dapat diakses oleh sejumlah orang dalam waktu yang bersamaan.
2.2.5.14 Peningkatan fasilitas backup dan pelayanan recovery
DBMS melindungi pengguna dari efek kegagalan sistem. Jika terjadi kegagalan,
DBMS dapat mengembalikan data sebagaimana kondisi saat sebelum terjadi kegagalan
melalui fasilitas backup dan recovery database.
2.2.6
Kerugian DBMS
a.
Kompleksitas
Ketentuan dari fungsi yang kita harapkan dari DBMS yang baik membuat
DBMS menjadi sebuah software yang sangat kompleks. Perancang dan
pengembang database, DA, dan DBA, serta pengguna akhir harus memahami
fungsi tersebut untuk mendapatkan banyak keuntungan dari DBMS ini.
b.
Ukuran
Fungsi yang kompleks dan luar membuat DBMS menjadi software yang sangat
besar, memerlukan banyak ruang hardisk dan jumlah memory yang sangat besar
untuk beralan dengan efesien.
c.
Biaya dari DBMS
Biaya DBMS bervariasi, tergantung pada lingkungan dan fungsi yang
disediakan. Disitu juga terdapat buaya pemeliharaan tahunan yang juga
dimasukan dalam daftar harga DBMS.
d.
Biaya penambahan perangkat keras
|
|
21
Kebutuhan tempat penyimpanan bagi DBMS dan database amat memerlukan
pembelian tempat penyimpanan tambahan. Lebih lanjut, untuk mencapai
performa yang diperlukan, mungkin diperlukan untuk membeli mesin yang lebih
besar lagi. Hal ini tentu memerlukan tambahan biaya yang tidak sedikikt.
Tergantung pada spesifikasi perangkat keras yang diperlukan.
e.
Biaya Perangkat Keras Tambahan
Biaya Tambahan untuk melakukan konversi aplikasi yang telah ada agar dapat
berjalan pada DBMS dan perangkat keras yang baru. Selain itu biaya konversi ini
meliputi biaya tambahan untuk pelatihan staff agar dapat menggunakan sistem
baru dan bila memungkinkan bahwa bisa juga membutuhkan staff ahli untuk
membantu dalam melakukan konversi dan menjalankan sistem baru.
f.
Performa
DBMS digunakan untuk memenuhi banyak permintaan aplikasi sehingga
beberapa aplikasi tidak berjalan sesuai dengan yang seharusnya.
|
![]() 22
2.2.7
Arsitektur ANSI-SPARC Three Level
Menurut Connolly dan Begg (2005, pp34-37), arsitektur ANSI-SPARC three-
level dibagi menjadi tiga bagian yaitu :
Gambar 2.1 : Arsitektur ANSI-SPARC three-level
a.
Level Eksternal
External level terdiri dari sejumlah view database untuk user, dimana
masing-masing user hanya akan menangani satu bagian view saja. Setiap
user
memiliki view yang ditunjukan dalam bentuk yang mudah
dimengerti oleh user. Eksternal view hanya terbatas pada entitas, atribut,
dan hubungan antar entitas yang diperlukan. Entitas, atribut, dan
hubungan antar entitas lain yang
tidak tampil pada view tetap berada
dalam database, tapi user mungkin tidak menyadarinya.
b.
Level Konseptual
Conceptual view menjelaskan data apa saja yang disimpan dalam
database dan hubungan antar data. Level ini berisi struktur logical yang
|
|
23
ada di dalam database seperti yang terlihat oleh DBA. Conceptual level
menunjukan:
Seluruh entitas, atribut, dan hubungannya
Data constraint
Informasi semantik tentang data
Keamanan dan integritas informasi
c.
Level Internal
Level ini menjelaskan bagaimana data disimpan dalam database. Internal
level merepresentasikan keseluruhan database secara fisik. Internal level
meliputi implementasi database untuk mengoptimalkan kinerja dan
penyimpanan dalam database. Ini meliputi struktur data dan file
organisasi yang digunakan untuk menyimpan data dalam storage device.
Internal level berfokus pada:
Ruang penyimpanan untuk data dan indeks
Catatan deskripsi untuk penyimpanan
Catatan penempatan data
Teknik enkripsi data
Dengan kata lain level ini berkaitan dengan struktur
penyimpanan/database yang tersimpan yang menerangkan tempat
penyimpanan data pada internal view, dan definisi struktur penyimpanan
pada skema internal yang menerangkan hubungannnya dengan cara
pengaksesan data yang disimpan. Tujuan dari arsitektur three-level adalah
untuk menyediakan data independence yang berarti bahwa level yang
|
|
24
lebih tinggi tidak terpengaruh oleh perubahan pada level yang lebih
rendah.
2.2.8
Database Languange
Menurut Connolly dan Begg (2005, p39) sebuah data sublanguage terdiri dari
dua bagian yaitu Data Definition Language (DDL) dan Data Manipulation Language
(DML). DDL digunakan untuk menentukan skema database dan DML digunakan baik
untuk membaca dan meng-update database.
2.2.8.1 Data Definition Languange (DDL)
Data Definition Language menurut Connolly dan Begg (2005, p40) adalah suatu
bahasa yang mengijinkan DBA atau pengguna untuk mendeskripsikan dan memberi
nama entitas, atribut, dan relationship yang diperlukan untuk aplikasi. DDL berfungsi
untuk mengubah suatu data menjadi data yang berguna bagi pengguna. Beberapa
statement DDL menurut Connolly dan Begg (2005, pp168-167) :
a.
Create Table
Untuk membuat table dengan mengidentifikasikan tipe data untuk tiap
kolom.
b.
Alter Table
Untuk menambah atau membuang kolom dan konstrain.
c.
Drop Table
Untuk membuang atau menghapus tabel beserta semua data yang terkait
di dalamnya.
d.
Create Index
|
|
25
Untuk membuat index pada suatu tabel.
e.
Drop Index
Untuk membuang atau menghapus index
atau menghaous index yang
sudah dibuat sebelumnya.
2.2.8.2 Data Manipulation Languange (DML)
Menurut Connolly dan Begg (2005, p40) DML adalah suatu bahasa yang
menyediakan sekumpulan operasi yang diinginkan untuk mendukung operasi manipulasi
data utama pada data yang diperoleh dalam database. DML menyediakan operasi dasar
manipulasi data pada data yang ada dalam database, yaitu :
-
Penyisipan data baru kedalam database (insertion)
-
Mengubah atau memodifikasi data yang disimpan dalam database
(modify)
-
Pemanggilan data yang ada dalam database (retrieve)
-
Menghapus data dari database (delete)
2.2.9
Fungsi DBMS
Menurut Connolly dan Begg (2005, pp48-52), funsi DBMS adalah
sebagai
berikut :
-
Penyimpanan, Pengambilan, dan Peng-update-an data
Sebuah DBMS harus menyediakan sebuah kemampuan untuk menyimpan,
mengambil, dan meng-update data dalam DBMS. Ini merupakan fungsi
yang mendasar dari DBMS. Dalam menyediakan fungsi ini DBMS harus
menyembunyikan detil implementasi fisikal internal seperti organisasi file
dan struktur penyimpanan dari pengguna.
|
|
26
-
Katalog User-Accesible
Sebuah DBMS harus menyediakan sebuah katalog yang menyimpan
deskripsi tentang item data dan mudah diakses oleh pengguna. Menurut
Connolly dan Begg (2005, pp48-49), katalog sistem merupakan tempat
penyimpanan informasi yang menjelaskan data dalam database, yaitu
metadata atau data tentang data. Katalog sistem menyimpan informasi
seperti berikut :
Nama, jenis, dan ukuran data
Nama relationship
Batasan integritas pada data
Nama pengguna yang berotoritas yang mempunyai akses pada data.
Skema eksternal, konseptual, dan internal dan pemetaan antara skema.
Penggunaan statistik, seperti frekuensi transaksi dan perhitungan
sejumlah akses yang dibuat pada objek dalam database.
-
Mendukung Transaksi
Sebuah DBMS harus menyediakan mekanisme yang akan memastikan
bahwa semua kegiatan update yang dilakukan sesuai dengan transaksi yang
diberikan atau tidak ada kegiatan update yang dibuat bagi transaksi
tersebut. Transaksi merupakan sederetan tindakan, yang dilakukan oleh
pengguna tunggal atau program aplikasi yang mengakses atau mengubah
isi database.
-
Layanan Kendali Konkurensi
Sebuah DBMS harus menyediakan sebuah mekanisme untuk memastikan
bahwa databse di-update
dengan benar ketika banyak pengguna meng-
|
|
27
update database secara bersama-sama. Akses bersama relatif mudah jika
semua pengguna hanya membaca data. Namun, ketika dua atau lebih
pengguna mengakses database secara serentak dan paling sedikit satu dari
mereka meng-update
data, di sana dapat terjadi gangguan yang
menghasilkan ketidak-konsistenan.
-
Layanan Perbaikan
Sebuah DBMS harus menyediakan sebuah mekanisme untuk memperbaiki
database
disaat database
mengalami kerusakan dalam berbagai cara.
Kerusakan database dapat diakibatkan karena kerusakan sistem, kesalahan
media, dan kesalahan software
atau hardware. Atau disebabkan karena
adanya kesalahan selama proses transaksi dan penyelesaian transaksi yang
tidak lengkap.
-
Layanan Authorisasi
Sebuah DBMS harus menyediakan sebuah mekanisme untuk memastikan
bahwa pengguna yang berotoritas dapat mengakses database. Hal ini untuk
mencegah data yang tersimpan tak terlihat oleh semua pengguna dan
melindungi database dari akses yang tak berotoritas.
-
Mendukung Komunikasi Data
Sebuah DBMS harus mampu mengintegrasikan dengan software
komunikasi. Kebanyakan pengguna mengkases database dari workstation.
Kadang workstation tersebut terhubung secara langsung ke komputer
DBMS. Dalam kasus yang lain, workstation berada pada lokasi yang jauh
dan berkomunikasi dengan komputer DBMS melalui jaringan. Dalam hal
ini, DBMS menerima permintaan sebagai pesan komunikasi dan
|
|
28
menanggapi dengan cara yang sama. Semua pengiriman ini ditangani oleh
Data Communication Manager.
-
Layanan Integritas
Sebuah DBMS harus menyediakan sebuah arti untuk memastikan bahwa
data di dalam database dan perubahan pada data mengikuti aturan tertentu.
Integritas database
dapat mengacu pada kebenaran dan konsistensi data
yang disimpan. Integritas berhubungan dengan kualitas data yang
disimpan. Integritas biasanya diekspresikan dengan istilah batasan, yaitu
berupa aturan konsistensi yang tidak boleh dilanggar oleh database.
-
Layanan Peningkatan Keterbebasan Data
Sebuah DBMS harus memasukkan sebuah fasilitas untuk mendukung
keterbebasan program dari struktur database yang sebenarnya. Data
Independence biasanya dicapai melalui sebuah view atau mekanisme
subskema. Physical data independence lebih mudah untuk dicapai karena
terdapat beberapa jenis perubahan yang dapat dibuat untuk karakteristik
fisikal dari database
tanpa mempengaruhi view. Bagaimanapun data
independence logikal yang lengkap lebih susah untuk dicapai.
-
Layanan Utilitas
Sebuah DBMS harus menyediakan seperangkat layanan utilitas. Program
utilitas membantu DBA mengelola database secara efektif. Beberapa
utilitas bekerja pada tingkat eksternal, dan konsekuensinya dapat dibuat
oleh DBA, yang lainnya bekerja pada tingkat internal dan dapat disediakan
hanya dengan vendor DBMS. Contoh dari utilitas tersebut antara lain :
Fasilitas import, untuk meng-load database dari flat file, dan fasilitas
|
|
29
eksport, untuk meng-unload database pada flat file.
Fasilitas pemantauan, untuk memantau penggunaan dan operasi
database.
Program analisa statistik, untuk memeriksa performa dan penggunaan
statistik.
Fasilitas penyusunan index, untuk menyusun kembali index dan
overflow mereka.
Penempatan dan pengumpulan sampah, untuk menghilangkan record
yang dihapus secara fisik dari alat penyimpanan, untuk
menggabungkan ruang yang terlepas, dan untuk menempatkan kembali
record tersebut dimana ia dibutuhkan.
2.2.10
Komponen DBMS
Menurut Connolly dan Begg (2005, pp53-55), komponen dari sebuah DBMS
adalah sebagai berikut :
a.
Querry Processor : Merupakan komponen DBMS yang utama yang
mengubah query ke dalam seperangkat instruksi tingkat rendah langsung
ke database manager
b.
Database Manager : DM menghubungkan program aplikasi user-submitted
dan query. DM menerima query
dan memeriksa skema eksternal dan
konseptual untuk menentukan record
konseptual apa yang diperlukan
untuk memuaskan permintaan.
c.
File Manager :
File Manager memanipulasi penyimpanan file dan
mengatur penempatan ruang penyimpanan dalam disk. Komponen ini
|
|
30
mendirikan dan memelihara daftar struktur dan index yang didefinisikan
dalam skema internal.
d.
DML Preprocessor : Modul ini mengubah pernyataan DML yang tertanam
dalam program aplikasi ke dalam panggilan fungsi standar dalam host
languange. Komponen ini harus berinteraksi dengan query processor untuk
membuat kode yang sesuai.
e.
DDL Compiler :
Modul ini mengubah pernyataan DDL ke dalam
seperangkat tabel berisi metadata. Tabel ini kemudian disimpan dalam
katalog sistem sementara itu informasi kendali disimpan dalam header file
data.
f.
Catalog Manager :
Mengatur akses ke sistem dan memelihara katalog
sistem. Katalog sistem diakses oleh sebagian besar komponen DBMS.
2.2.11
Struktur Data Relasional
Menurut Connolly dan Begg (2005, pp72-74), struktur data relasional terbagi
menjadi beberapa bagian yaitu :
1.
Relasi : Merupakan sebuah tabel dengan baris dan kolom. Digunakan untuk
menyimpan informasi tentang objek yang digambarkan dalam database.
2.
Atribut : Merupakan nama kolom relasi. Atribut dapat ditampilkan dalam
berbagai perintah dan dalam relasi yang sama sehingga menyampaikan arti
yang sama.
3.
Domain : Merupakan sekelompok nilai yang diijinkan bagi satu atau lebih
atribut. Setiap atribut dalam relasi didefinisikan pada sebuah domain.
|
|
31
Domain
dapat berbeda bagi setiap atribut, atau dua/lebih atribut dapat
didefinisikan pada domain yang sama. Konsep domain sangat penting karena
memungkinkan pengguna menjelaskan arti dan sumber nilai yang ada pada
atribut.
4.
Tuple : Merupakan baris dari sebuah relasi. Tuple dapat disebut intention
jika struktur relasi, domain serta batasan-batasan yang lainnya pada nilai
yang mungkin bersifat tetap, namun sebaliknya jika relasi berubah setiap
waktu ini disebut extension.
5.
Degree : Merupakan jumlah atribut yang terdapat dalam realsi. Jika relasi
mempunyai satu atribut akan mempunyai derajat satu yang disebut relasi
unary/satu tuple. Jika relasi mempunyai dua atribut akan mempunyai derajat
dua yang disebut binary. Dan begitu seterusnya dengan menggunakan istilah
n-ary.
6.
Cardinality :
Merupakan jumlah tuple yang terdapat dalam relasi.
Merupakan properti dari extension
relasi dan ditentukan dari instance
tertentu.
7.
Database Relational : Merupakan kumpulan dari relasi yang ternormalisasi
dengan nama relasi yang berbeda.
2.2.12
Relational Keys
Menurut Connolly dan Begg (2005, pp78-79), relasional key dibagi menjadi
beberapa jenis yaitu :
|
|
32
1.
Superkey : Merupakan sebuah atribut atau sekelompok atribut yang
mengidentifikasi secara unik tuple dalam relasi. Superkey yang mudah
diidentifikasi adalah yang hanya berisi jumlah minimum atribut yang
diperlukan.
2.
Candidate Key : Merupakan superkey dalam relasi. Candidate Key (K), bagi
sebuah relasi (R) mempunyai dua sifat yaitu :
-
Keunikan
: Dalam setiap tuple dari R, nilai dari K secara unik
mengidentifikasi tuple tersebut.
-
Irreducibility : Tidak ada subset yang sesuai dari K yang mempunyai
keunikan sifat. Ketika sebuah key terdiri dari lebih dari satu atribut
kita sebut ini sebagai composite key.
3.
Primary Key : Merupakan candidate key yang terpilih untuk identifikasi
tuple
secara unik dalam satu relasi. Sementara candidate key yang tak
terpilih sebagai primary key disebut alternate key.
4.
Foreign Key :
Merupakan sebuah atribut atau sekelompok atribut dalam
relasi yang dibandingkan dengan candidate key pada beberapa relasi.
2.2.13
Entity Relationship Model
Menurut Connolly and Begg (2005), salah satu aspek terpenting dalam
perancangan basis data adalah suatu kenyataan bahwa seorang perangcang, programmer,
dan end-user cenderung dalam melihat data memiliki cara yang berbeda. Oleh karena
itu, untuk memastikan pemahaman yang tepat tentang sifat data bagaimana data tersebut
|
|
33
digunakan oleh organisasi/perusahaan, maka dibutuhkan satu model untuk
berkomunikasi yang bersifat non-teknis dan bebas dari ambiguitas. Salah satu contohnya
adalah: Entity Relationship Model
Pemodelan ER merupakan pendekaran top-down
dalam perancangan basis data yang
dimulai dengan mengidentifikasi data penting yang dinamakan entitas dan relasi antara
data yang harus direpresentasikan dalam model. Kemudian ditambahkan rincian lebih
lanjut seperti informasi yang terdapat pada entity dan relasi yang dinamakan atribut dan
batasan pada entitas, relasi dan atribut
2.2.13.1 Entitas
Menurut Connoly dan Begg (2005,p343) Entitas adalah sekumpulan objek yang
memiliki sifat-sifat yang sama dan diidentifikasi oleh perusahaan sebagai objek yang
mempunyai keberadaan yang bebas. Sebuah entitas dapat menjadi objek secara fisik
(contohnya: karyawan, barang, pembeli) atau menjadi objek dengan keberadaan
konseptual (contohnya: reservasi, pembayaran).
Representasi diagram dari entitas
ditunjukan sebagai segi empat berlabel nama entitas. Setiap objek dari suatu tipe entitas
dapat diidentifikasikan secara unik. Yang disebut sebagai entity occurrance. Setiap
entitas digambarkan dalam bentuk segi empat yang dijelaskan melalui nama dari entity
tersebut, yang biasanya kata benda tunggal. Dalam UML huruf pertama setiap kata
dalam nama entity berupa huruf capital.
|
![]() 34
Gambar 2.2 : Contoh Entitas
2.2.13.2 Atribut
Connoly dan Begg (2005, p350) Atribut adalah sifat dari entitas atau tipe
relationship. Atribut menyimpan nilai yang menjelaskan setiap kejadian entitas dan
menunjukan bagian utama dari data disimpan di dalam database.
Menurut Connoly dan Begg (2002, p351), setiap atribut dihubungkan dengan
sekumpulan nilai yang disebut domain. Atribut domain adalah sekumpulan nilai yang
diperbolehkan untuk satu atau lebih atribut. Domain sendiri diartikan sebagai nilai
potensial yang attibut mungkin miliki.
Atribut dapat diklasifikasikan sebagai berikut :
-
Atribut Sederhana (Simple)
Simple Attribute merupakan atribut yang terdiri dari satu komponen tunggal dengan
keberadaan-nya sendiri sehingga tidak dapat dipecah menjadi komponen-komponen
yang lebih kecil lagi.
-
Komposit (Composite)
Composite Attribute merupakan atribut yang dibentuk dari banyak komponen.
-
Single Valued Attribute
|
![]() 35
Single Valued Attribute merupakan atribut yang menyimpan nilai tunggal untuk
setiap kemunculan tipe entitas.
-
Multi Valued Attribute
Atribut Multi Valued merupakan atribut yang menyimpan banyak nilai untuk setiap
kemunculan entitas.
-
Atribut Turunan
Merupakan atribut yang mereprensentasikan nilai hasil penurunan dari nilai satu atau
beberapa atribut yang berhubungan dan tidak harus dari tipe entitas yang sama.
2.2.13.3 Relationship
Menurut Connoly dan Begg (2005, p346) Relationship
adalah sekumpulan
hubungan yang berarti antara satu atau lebih entitas. Setiap tipe hubungan diberi nama
yang menggambarkan fungsi tersebut.
Gambar 2.3 : Contoh Relationship
Menurut Connolly dan Begg (2005, p346) entitas yang dilibatkan dalam
relationship types
tertentu dinyatakan sebagai partisipan pada relasi tersebut. Jumlah
partisipan pada tipe relasi tersebut dinamakan derajat tipe relasi. Relasi dengan derajat
|
![]() 36
dua disebut binary. Relasi dengan derajat tiga disebut ternary. Relasi
dengan derajat
empat disebut dengan quarternary.
Gambar 2.4 : Contoh tipe relasi binary
Gambar 2.5 : Contoh tipe relasi ternary
Gambar 2.6 : Contoh relasi quarternary
|
![]() 37
Menurut Connolly dan Begg (2005,p346) relasi rekursive merupakan tipe relasi
dimana tipe entitas yang sama berpartisipasi lebih dari satu peranan yang berbeda.
Gambar 2.7 : Contoh tipe relasi recursive
2.2.13.4 Kunci
Menurut Connolly dan Begg
(2005, p352) terdapat beberapa kunci yang dapat
dibagi menjadi :
1.
Kunci Kandidat (Candidate key)
Kumpulan kecil dari atribut unik yang mengidentifikasi tiap-tiap kejadian dari
sebuah tipe entitas. Candidate key bias lebih dari satu untuk setiap entitas.
2.
Kunci Primer (Primary Key)
Calon kunci yang terpilih untuk mengidentifikasi secara unik setiap kejadian pada
tipe entitas. Primary key dari sebuah entitas hanya ada satu dan tidak dimiliki oleh
entitas lain.
3.
Kunci Gabungan (Composite Key)
|
![]() 38
Kunci kandidat yang terdiri dari dua atau lebih atribut. Dalam beberapa kasus, key
dari entitas terdiri dari beberapa atribut yang bernilai unik untuk setiap entity
occurrence tetapi tidak terpisah.
2.2.13.5 Entitas Kuat dan Lemah
Menurut Connolly dan Begg (2005, p342), Entitas kuat adalah entitas yang
keberadaannya tidak bergantung pada beberapa entitas
yang lain. Karakter dari entitas
ini adalah bahwa setiap kejadia entitas teridentifikasi secara unik menggunakan atribut
primary key. Sebagai contoh, kita dapat mengidentifikasi secara unik setiap anggota staf
dengan menggunakan atribut StaffId.
Sedangkan
entitas lemah adalah entitas yang keberadaannya tergantung pada
beberapa entitas yang lain. Karakteristik dari entitas ini bahwa setiap kejadian entitas
tidak dapat teridentifikasi secara unik hanya dengan menggunakan atribut entitas
tersebut, Kita hanya dapat mengidentifkasi secara unik entitas Preference melalui
relationship
yang dimiliki dengan entitas Client
yang secara unik teridentifikasi
menggunakan primary key bagi entitas Client.
Gambar 2.8 : Diagram Entitas Kuat dan Lemah
|
![]() 39
2.2.13.6 Multiplicity
Menurut Connolly dan Begg (2005, p356), multiplicity adalah sejumlah kejadian
yang mungkin terjadi dari entitas yang berhubungan dengan kejadian tunggal melalui
relationship tertentu. Multiplicity menggambarkan bagaimana entitas saling
dihubungkan. Ada tiga jenis multiplicity
menurut Connolly-Begg (2005,pp357-359)
yaitu :
a.
One To One (1:1)
Gambar 2.9 : Relationship One To One (1:1)
b.
One To Many (1:*)
Gambar 2.10 : Relationship One To Many (1:*)
|
![]() 40
c.
Many To Many (*:*)
Gambar 2.11 :Relationship Many To Many (*:*)
2.2.14
Normalisasi
Menurut Connolly dan Begg (2005, p388) normalisasi adalah suatu teknik untuk
memproduksi satu set set hubungan dengan kebutuhan yang diinginkan, memberi
kebutuhan data dari suatu perusahaan.
Tujuan lain dari normalisasi adalah
membuat
database
menjadi lebih mudah diakses oleh pengguna dan memberikan kemudahan
dalam pemeliharaan data serta mencegah adanya redudansi atau pengulangan data yang
nantinya akan menghemat tempat pada penyimpanan Connolly dan Begg (2005, p388).
Proses dalam normalisasi menurut Connolly dan Begg terbagi menjadi beberapa tahap,
yaitu :
a.
Unnormalized Form (UNF)
Suatu tabel dikatakan sebagai bentuk yang unnormalized bila didalamnya terdapat
kelompok yang berulang atau yang biasa dikenal repeating group.
b.
Normalisasi Data Pertama (First Normal Form/1NF)
|
|
41
Untuk mengubah bentuk Unnormalized Form menjadi 1NF, yang harus dilakukan
adalah mengidentifikasi dan menghilangkan kelompok berulang agar setiap
pertemuan antara baris dan kolom berisi satu dan hanya satu nilai. Langkah-langkah
membuat normal pertama (1NF) dari bentuk unnormal (UNF) :
1.
Menentukan 1 atau lebih atribut sebagai atribut kunci dari tabel unnormal.
2.
Mengidentifikasi repeating group dari suatu tabel unnormal
yang mengulang
atribut kunci di atas.
3.
Menghilangkan repeating group, dapat dilakukan dengan 2 cara.
4.
Mengisi kolom dari baris yang kosong dengan data yang sesuai, atau
5.
Menempatkan data yang berulang beserta key-nya ke dalam tabel baru.
c.
Normalisasi Data Kedua (Second Normal Form/2NF)
Pada tahap normalisasi 2NF dihilangkan setiap Partial Dependence yang ada pada
bentuk 1NF. Yang dimaksud dengan Partial Dependence adalah atribut non primary
key yang merupakan sebagian fungsi dari primary key, atau dapat dijelaskan
demikian apabila terdapat atribut-atribut dalam suatu relasi yang memiliki
ketergantungan fungsional misalnya atribut A dan atribut B, dikatakan partial
dependence apabila ada sebagian atribut dari A yang dihilangkan namun
ketergantungan masih ada. Langkah membuat 2NF dari 1NF :
1.
Mengidentifikasi primary key dari bentuk 1NF
|
|
42
2.
Mengidentifikasi functional dependency pada bentuk 1NF
3.
Bila terdapat partial dependency dalam primary key
maka tempatkan primary
key tersebut dalam suatu tabel baru beserta field-field yang berkaitan dengannya.
d.
Normalisasi Data Ketiga (Third Normal Form/3NF)
Pengujian terhadap bentuk normal ketiga dilakukan dengan cara melihat apakah
terdapat atribut bukan key tergantung fungsional terhadap atribut bukan key yang lain
(disebut ketergantungan transitive). Pada tahap normalisasi 3NF dihilangkan setiap
Transitive Dependence yang terdapat pada bentuk 2NF. Kondisi Transitive
Dependence dapat diterangkan sebagai berikut : Misalkan terdapat atribut A,B, dan
C yang mempunyai relasi A-B dan B-C. C adalah Transitive Dependence terhadap A
melalui B.
Transitive Dependence terjadi ketika ada atribut yang bukan merupakan primary key,
yang memiliki ketergantungan pada atribut lain yang juga bukan merupakan primary
key. Langkah-langkah membuat 3NF dari 2NF :
1.
Mengidentifikasi primary key pada bentuk 2NF
2.
Mengidentifikasi functional dependency dalam tabel tersebut
3.
Bila terdapat transitive dependency pada primary key maka tempatkan primary
key beserta field-field yang berkaitan pada tabel baru.
Proses Normalisasi secara umum dilakukan sampai ke tahap 3NF karena sudah tidak
terdapat data pengulangan, dan anomali yang ada sudah sangat sedikit.
|
![]() 43
e.
Boyce-Codd Normal Form (BCNF)
Menurut Connolly (2005) Boyce-Codd Normal Form adalah sebuah relasi dimana
setiap penentu atau determinan adalah candidate key. BNCF meupakan perbaikan
dari 3NF karena bentuk 3NF masih memiliki kemungkinan mengandung anomaly,
sehingga masih perlu dinormalisasi lebih lanjut lagi.
2.2.15
Siklus Hidup Aplikasi Database
Menurut Connolly dan Begg (2005, pp283-306), siklus hidup aplikasi database
terdiri dari sepuluh tahapan, yaitu :
Gambar 2.12 : Siklus Hidup Aplikasi Database
|
|
44
2.2.15.1 Perencanaan Database
Menurut Connolly dan Begg (2005,p285), perencanaan database adalah sebuah
aktifitas pengaturan yang memungkinkan langkah-langkah dari aplikasi database
direalisasikan seefektif dan seefesien mungkin.
Hal pertama yang dilakukan adalah mendefinisikan pernyataan sistem bagi
proyek database. Pernyataan misi mendefinisikan tujuan utama dari aplikasi database.
Pernyataan misi membantu mengklarifikasi tujuan dari proyek database
dan
menyediakan jalur yang lebih jelas terhadap pembuatan aplikasi database yang efisien
dan efektif.
Aktifitas selanjutnya mendefinisikan tujuan misi. Setiap tujuan misi harus
mengidentifikasikan tugas tertentu yang harus didukung oleh aplikasi database. Jika
database
mendukung tujuan misi, pernyataan misi harus disesuaikan. Pernyataan dan
tujuan misi harus diselesaikan dengan informasi tambahan yang ditentukan seperti :
kegiatan yang harus dilakukan, sumber daya apa yang digunakan, dan biaya yang harus
dibayarkan.
2.2.15.2 Definisi Sistem
Menurut Connolly dan Begg (2005, p286), definisi sistem adalah suatu kegiatan
yang menjelaskan bidang dan batasan dari aplikasi database dan user view
utama.
Batasan dan bidang sistem yang kita buat harus ditentukan tidak hanya untuk pengguna
dan area aplikasi saat ini, namun juga untuk pengguna dan area aplikasi di masa depan.
|
|
45
2.2.15.3 Pengumpulan dan Analisa Kebutuhan
Menurut Connolly dan Begg (2005, p288), pengumpulan dan analisa kebutuhan
merupakan sebuah proses pengumpulan dan penganalisaan informasi tentang bagian
organisasi yang harus didukung oleh aplikasi database, dan menggunakan informasi ini
untuk mengidentifikasi kebutuhan pengguna bagi sistem yang baru. Informasi yang
didapatkan dari setiap user view
utama (peran kerja atau area aplikasi perusahaan)
adalah deskripsi data yang digunakan atau dibuat. Penjelasan bagaimana data digunakan
atau dibuat. Berbagai kebutuhan tambahan bagi aplikasi database
yang baru. Dalam
tahapan ini, jumlah data yang diperoleh tergantung masalah dan kebijakan perusahaan.
Informasi yang terkumpul pada tahapan ini mungkin tidak terstuktur dan melibatkan
beberapa permintaan informal yang harus diubah ke dalam kebutuhan yang lebih
terstruktur. Terdapat dua pendekatan dalam tahapan ini yaitu pendekatan terpusat dan
pendekatan view integration.
2.2.15.4 Perancangan Database
Menurut Connolly dan Begg (2005, p291), perancangan database yang akan
mendukung operasi dan tujuan perusahaan.
Menurut Connolly dan Begg (2005, pp293-295), tahap-tahap perancangan database
dibagi menjadi tiga bagian, yang mana masing-masing bagian terdapat beberapa tahap,
yaitu :
|
|
46
2.2.15.4.1 Perancangan Database Konseptual
Menurut Connolly dan Begg (2005, p293), perancangan database
konseptual
adalah sebuah proses pembuatan model dari informasi yang digunakan dalam
pembuatan model dari informasi yang digunakan dalam perusahaan, yang terbebas dari
semua pertimbangan fisikal seperti DBMS target, program aplikasi, bahasa
pemrograman, hardware, dan sebagainya. Setiap model data konseptual lokal terdiri dari
:
-
Entitas
-
Relationship
-
Atribut dan domain atribut
-
Primary Key
-
Candidate Key
-
Batasan Integral
Didalam langkah ini melibatkan beberapa aktifitas, yaitu :
a.
Mengidentifikasi Entitas
Bertujuan untuk mengidentifikasi entitas utama yang dibutuhkan oleh view. Sebuah
metode untuk mengidentifikasi entitas adalah dengan memeriksa spesifikasi
kebutuhan pengguna. Dari spesifikasi ini, kita mengidentifikasi kata benda ata frase
benda. Kita juga mencari objek utama.
b.
Mengidentifikasi Relationship
|
|
47
Bertujuan untuk mengidentifikasi relationship penting yang terdapat antara entitas
yang telah diidentifikasi. Secara khusus, relationship ditandai dengan kata kerja atau
verbal.
c.
Mengidentifikasi dan Menghubungkan Atribut Dengan Entitas atau Relationship
Bertujuan untuk menghubungkan atribut dengan entitas atau relationship
yang
sesuai. Atribut dapat diidentifikasi dimana kata benda merupakan sebuah sifat,
kualitas, identifier, atau karakteristik dari entitas atau relationship.
d.
Menentukan Domain Atribut
Bertujuan untuk menentukan domain
bagi atribut didalam model data konseptual
lokal. Domain
merupakan sebuah kolom nilai dari satu atau lebih atribut yang
menggambarkan nilai mereka. Pengembangan model data yang
utuh menentukan
domain bagi setiap atribut termasuk :
Sekelompok nilai yang diperbolehkan bagi atribut
Ukuran dan format atribut
e.
Menentukan Atribut Primary Key dan Candidate Key
Bertujuan untuk mengidentifikasi candidate key bagi setiap entitas dan jika terdapat
lebih dari satu candidate key, pilihlah satu untuk dijadikan primary key.
f.
Mempertimbangkan Penggunaan Konsep Pemodelan Lebih Lanjut
Memeriksa Model Untuk Pengulangan
|
|
48
Bertujuan untuk memeriksa keberadaan berbagai pengulangan didalam model.
Terdapat dua aktifitas didalam tahap ini, yaitu :
Memeriksa kembali relationship one-to-one
Menghilangkan relationship yang berulang
Memvalidasi Model Konseptual Lokal Terhadap Transaksi User
Bertujuan untuk memastikan bahwa model konseptual lokal mendukung
transaksi yang diperlukan oleh view. Dengan menggunakan model tersebut, kita
berusaha untuk untuk membentuk operasi manual. Jika kita dapat memecahkan
semua transaksi dalam cara ini, kita telah memastikan bahwa model data konseptual
mendukung transaksi yang diperlukan. Ada dua pendekatan untuk memastikan
bahwa model data konseptual lokal mendukung transaksi yang diperlukan, yaitu :
-
Menjelaskan transaksi
-
Menggunakan transaction pathway
Mereview Model Data Konseptual Lokal Dengan User
Bertujuan untuk mereview
model data konseptual lokal dengan pengguna untuk
memastikan bahwa model tersebut merupakan gambaran yang sebenernya dari view.
2.2.15.4.2 Perancangan Database Logikal
Menurut Connolly dan Begg (2005, p294), perancangan database
logikal
merupakan sebuah proses pembuatan model dari informasi yang digunakan dalam
|
|
49
sebuah perusahaan berdasarkan pada model data tertentu, tetapi terbebas dari DBMS
tertentu dan pertimbangan fisikal yang lainnya.
a.
Menghilangkan fitur-fitur yang tidak sesuai dengan model relational (optional).
Langkah-langkah yang dilakukan antara lain :
Hilangkan tipe relasi binary many-to-many
Hilangkan tipe relasi yang kompleks
Hilangkan atribut multi-valued
b.
Membuat relasi untuk model data logikal lokal
Tujuan dari langkah ini adalah untuk membuat suatu relasi untuk model data lokal
logikal yang merepresentasikan suatu entity, relasi, dan juga atribut yang telah
diidentifikasi.
c.
Memvalidasi relasi menggunakan normalisasi
Proses normalisasi melibatkan beberapa langkah, yaitu :
First normal form (1NF), menghilangkan repeating group
Second Normal Form (2NF), menghilangkan partial dependencies pada primary key
Third Normal Form (3NF), menghilangkan transitive dependencies pada primary
key
d.
Memvalidasi relasi pada transaksi-transaksi user
|
|
50
Langkah ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan bahwa relasi dalam model
data logikal lokal mendukung transaksi-transaksi yang diperlukan dalam
penggambaran (view).
e.
Mendefinisikan integrity constraints
Ada lima tipe integrity constraints, antara lain :
Required Data
Beberapa atribut harus selalu berisi data yang sah sehingga atribut tersebut tidak
diperbolehkan menerima null.
Attribute Domain Constraints
Setiap atribut mempunyai domain yang merupakan sekumpulan nilai yang sah.
Entity Integrity
Primary key dari sebuah entity tidak dapat menerima null.
Referential Integrity
Jika foreign key berisi nilai maka nilai tersebut harus menunjuk pada tuple yang ada
pada relasi induk. Untuk meyakinkan referential integrity perlu dispesifikasikan
existence constraints
yang mendefinisikan kondisi dimana candidate key atau
foreign key ditambahkan, diubah, atau dihapus. Jika sebuah tuple dari relasi induk
dihapus, referential integrity hilang jika ada tuple anak menunjuk ke tuple induk
yang dihapus.
|
|
51
f.
Meninjau ulang model data logikal lokal dengan user
Langkah ini dilakukan dengan tujuan untuk memastikan model data logikal lokal dan
dokumentasi pendukung menggambarkan model yang merupakan representasi nyata,
dari view tersebut.
2.2.15.4.3 Perancangan Database Fisikal
Menurut Connolly dan Begg (2005, p294), perancangan database fisikal adalah
sebuah proses pembuatan deskripsi implementasi database pada tempat penyimpanan
kedua. Perancangan ini menjelaskan relasi dasar, organisasi file, dan index
yang
digunakan untuk mencapai akses yang efisien ke data dan berbagai batasan integritas
yang berhubungan serta penilaian keamanan.
a.
Merancang relasi dasar
Tujuan dari langkah ini adalah untuk memutuskan bagaimana merepresentasikan
relasi dasar yang diidentifikasi dalam model data logikal global pada DBMS yang
dipakai.
b.
Merancang batasan perusahaan
Tujuan dari langkah ini adalah untuk merancang batasan perusahaan untuk DBMS
yang dipakai.
c.
Analisis transaksi
Tujuan dari langkah ini adalah untuk mengerti fungsi dari suatu transaksi yang
mana akan dijalankan pada basis data dan untuk menganalisa transaksi yang penting
|
|
52
untuk membuat perancangan sistem basis data fisikal efektif maka perlu dimiliki
pengetahuan mengenai transaksi Query yang akan dijalankan didalam basis data.
Hal ini termasuk kuantitatif atau kualitatif informasi.
d.
Memilih indeks
Tujuan dari langkah ini adalah untuk menentukan apakah penambahan indeks akan
meningkatkan kinerja dari suatu sistem. Biasanya pemilihan atribut untuk indeks
dilakukan dengan cara :
Suatu atribut yang digunakan paling sering untuk operasi penggabungan, yang akan
membuat penggabungan tersebut lebih efisien
Suatu atribut yang digunakan paling banyak untuk mengakses suatu record didalam
relasi yang ada
e.
Memperkirakan kapasitas disk yang dibutuhkan untuk menyimpan basis data
Tujuan dari langkah ini adalah untuk mengestimasi ukutan kapasitas disk
yang
diperlukan untuk sistem database.
f.
Merancang views
Tujuan dari langkah ini adalah untuk merancang tampilan user yang diidentifikasi
selama pengumpulan informasi san analisa dari siklus hidup aplikasi sistem
database.
|
|
53
g.
Merancang mekanisme keamanan
Tujuan dari langkah ini adalah untuk merancang ukuran keamanan untuk basis data
yang telah dispesifikasikan oleh user.
2.2.15.5 Pemilihan DBMS
Menurut Connolly dan Begg (2005, p295), pemilihan DBMS merupakan
pemilihan sebuah DBMS yang sesuai untuk mendukung aplikasi database. Pemilihan
DBMS sangat diperlukan ketika sebuah perusahaan ingin mengembangkan atau
mengganti sistem yang sudah ada, proses ini digunakan untuk mengevaluasi produk
DBMS. Tujuan dari pemilihan DBMS adalah untuk memilih sebuah sistem yang sesuai
dengan kebutuhan saat ini dan yang akan datang pada perusahaan, menyeimbangkan
biaya pembelian produk DBMS, berbagai software atau hardware
tambahan yang
diperlukan untuk mendukung sistem database, dan biaya yang berhubungan dengan
perubahan dan pelatihan staf. Berikut ini adalah langkah-langkah untuk memilih DBMS
yang baik :
-
Menjelaskan istilah referensi pembelajaran
-
Mendaftarkan dua atau tiga produk
-
Mengevaluasi produk
-
Merekomendasikan pilihan dan membuat laporan
|
|
54
2.2.15.6 Perancangan Aplikasi
Menurut Connolly dan Begg (2005, p299), rancangan aplikasi yaitu perancangan
antarmuka pengguna dan program aplikasi yang digunakan dan memproses database.
Aktifitas antara database design dengan application design terjadi secara paralel. Dalam
banyak hal, tidak mungkin untuk menyelesaikan perancangan aplikasi sampai
perancangan dari database itu sendiri. Dalam hal ini, database hadir untuk mendukung
aplikasi dan harus ada aliran informasi antara application design dan database design.
Seluruh fungsi-fungsi yang tercantum dalam spesifikasi kebutuhan pengguna harus ada
dalam perancangan aplikasi, untuk aplikasi database yang meliputi perancangan
program aplikasi yang mengakses database dan melakukan transaksi. Perancangan user
interface
yang tepat ke dalam aplikasi database
menjadi kebutuhan tambahan agar
fungsi yang dibutuhkan tercapai. Perancangan user interface terkadan tidak diperhatikan
atau ditinggalkan selama tahapan perancagan. Program aplikasi yang mudah dipelajari,
sederhana dalam penggunaan, maka pengguna cenderung untuk dapat memanfaatkan
dengan baik. Hal ini menunjukkan bahwa user interface
merupakan salah satu
komponen penting dari sistem. Terdapat dua aspek penting dalam perancangan aplikasi,
yaitu :
2.2.15.6.1 Perancangan Transaksi
Menurut Connolly dan Begg (2005, p288), transaksi merupakan tindakan yang
dilakukan oleh pengguna tunggal atau program aplikasi yang mengakses atau mengubah
isi database. Transaksi menggambarkan kejadian dunia nyata seperti pendaftaran,
penambahan anggota baru, penambahan pembeli baru, dsb. Transaksi digunakan untuk
|
|
55
database
untuk memastikan bahwa data yang terdapat dalam database sesuai dengan
situasi dunia nyata dan mendukung kebutuhan informasi pengguna. Tujuan dari
perancangan transaksi untuk mendefinisikan dan medokumentasikan karakteristik
transaksi tingkat tinggi yang diperlukan pada database, yaitu :
-
Data yang digunakan oleh transaksi
-
Karakteristik fungsional dari transaksi
-
Hasil transaksi
-
Kepentingan terhadap pengguna
-
Nilai harapan pengguna
Terdapat tiga jenis utama transaksi, yaitu :
-
Retrieval Transaction : Digunakan untuk mengambil data untuk ditampilkan pada
layar atau didalam hasil laporan
-
Update Transaction : Digunakan untuk memasukkan record baru, menghapus record
lama, atau memodifikasi record yang ada didalam database.
-
Mixed Transaction : Melibatkan pengambilan dan peng-update-an data
2.2.15.6.2 Perancangan User Interface
Menurut Connolly dan Begg (2005, p289), terdapat
beberapa langkah dalam
membuat rancangan antarmuka yang baik bagi aplikasi database, yaitu :
|
|
56
-
Judul yang berarti
-
Rancangan permintaan secara visual dari laporan
-
Label field yang dikenal
-
Singkatan dan istilah yang konsisten
-
Penggunaan warna yang konsisten
-
Batasan dan ruang yang terlihat bagi field data entry
-
Pergerakan kursor yang baik
-
Pesan kesalahan bagi nilai yang tak sesuai
-
Penandaan field opsional yang jelas
-
Pesan penjelasan bagi field
-
Sinyal penyelesaian
2.2.15.7 Prototyping
Menurut Connolly dan Begg (2005, p304), prototyping merupakan aktifitas
membangun suatu model kerja dari sebuah sistem database. Prototype adalah sebuah
model kerja yang tidak secara normal memiliki semua fitur yang dibutuhkan atau
menyediakan semua fungsi akhir dari sistem. Tujuan utama dari pembangunan sebuah
prototype
database system
adalah untuk memungkinkan pengguna menggunakan
prototype untuk mengidentifikasi fitur sistem yang bekerja dengan baik atau tidak, dan
|
|
57
jika mungkin untuk memberikan saran perbaikan atau bahkan fitur baru untuk sistem
database.
2.2.15.8 Implementasi
Menurut Connolly dan Begg (2005, p304), implementasi adalah realisasi fisik
dari rancangan aplikasi dan database. Implementasi database
dicapai dengan
menggunakan DDL dari DBMS yang dipilih atau GUI yang menyediakan fungsi yang
sama selama penyembunyian statement DDL tingkat rendah. DDL digunakan untuk
membuat struktur database dan file database
kosong. Program aplikasi diterapkan
menggunakan bahasa tingkat tiga atau empat. Bagian dari program aplikasi ini adalah
transaksi database, yang diterapkan menggunakan DML yang dapat dijalankan pada
sekumpulan bahasa pemrograman, seperti Visual Basic, Delphi, C, C++, Java, atau
Pascal. Digunakan juga komponen lain dari perancangan aplikasi seperti menu layar,
form masukkan data dan laporan-laporan. Keamanan dan integritas dalam aplikasi juga
diterapkan.
2.2.15.9 Pengubahan dan Load Data
Menurut Connolly dan Begg (2005, p305), pengubahan dan load data adalah
suatu proses transfer berbagai data yang
ada kedalam database
yang baru dan
pengubahan berbagai aplikasi yang ada untuk berjalan pada
database
yang baru.
Tahapan ini dibutuhkan hanya ketika sistem database
yang baru menggantikan sistem
yang lama. Sekarang ini, sudah menjadi hal yang biasa bagi sebuah DBMS untuk
mempunyai utilitas yang dapat memuat keseluruhan file
yang ada kedalam database
|
|
58
yang baru. Utilitas biasanya membutuhkan spesifikasi dari sumber dan tujuannya,
sehingga mengubah data sesuai dengan format database yang baru.
2.2.15.10 Pengujian
Menurut Connolly dan Begg (2005, p305), pengujian adalah sebuah proses
pengeksekusian program aplikasi dengan maksud menemukan kesalahan. Hal ini dicapai
dengan strategi pengujian terencana yang hati-hati dan data yang nyata sehingga proses
pengujian seluruhnya ditangani dengan metodologis dan benar. Jika proses pengujian
berjalan dengan baik, hal ini akan menemukan banyak kesalahan dalam program
aplikasi dan struktur database. Pengujian juga menunjukkan agar aplikasi database
bekerja sesuai dengan spesifikasi dan kebutuhan performa yang diinginkan. Hasil dari
pengujian dapat memberikan penilaian terhadap kehandalan dan kualitas software.
2.2.15.11 Pemeliharaan Operasional
Menurut Connolly dan Begg (2005, p293), pemeliharaan operasional adalah
sebuah proses pemantauan dan pemeliharaan sistem berikut instalasi. Dalam tahap ini
melibatkan dua aktifitas, yaitu :
Pemantauan kinerja sistem. Jika kinerja berada jauh dibawah level yang
diharapkan, diperlukan perbaikan atau penyusunan kembali database.
Pemeliharaan dan upgrade aplikasi database. Kebutuhan baru dimasukkan ke
dalam aplikasi database melalui tahap-tahap siklus hidup aplikasi database yang
sebelumnya.
|
|
59
2.2.16 Data Flow Diagram
Menurut Hall ( 2001 , p69 ), DFD yang juga disebut dengan Diagram Arus Data,
adalah diagram yang menyajikan rangkaian simbol -
simbol untuk mencerminkan
proses, sumber-sumber data, arus data, dan entitas dalam sebuah sistem pada tingkatan
rinci yang berbeda.
DFD pertama kali diperkenalkan sebagai modeling tools Tom Demarco ( 1978 ),
Gane dan Sarson ( 1979 ) dengan menggunakan pendekatan metode analisis sistem
terstrukstur (structured system analysis method). DFD juga dapat digunakan untuk
merepresentasikan suatu sistem yang otomatis maupun manual dengan menggunakan
gambar yang berbentuk jaringan grafik.
Tingkatan Diagram Pada DFD :
1.
Diagram Konteks
Merupakan level tertinggi pada DFD yang menggambarkan seluruh output
atau input ke sistem
Memberikan gambaran tentang keseluruhan sistem
Terminal yang memberikan masukan kepada sistem disebut source,
sedangkan yang menerima keluaran dari sistem disebut sink
Hanya ada satu proses didalam diagram konteks
Tidak boleh ada proses penyimpanan data (data store)
|
![]() 60
2.
Diagram Nol
Memperlihatkan proses penyimpanan data (data store) yang digunakan
Untuk proses yang tidak rinci lagi pada level selanjutnya, tambahkan tanda *
pada akhir nomor proses
Keseimbangan antara input dan output pada diagram nol dan diagram
konteks harus terpelihara
Simbol-simbol dalam DFD adalah :
External entity atau
terminal
Proses
Penyimpanan data
atau data storage
Aliran data atau Data
Flow
|
![]() 61
Tabel 2.13 Tabel Simbol DFD
2.2.17 Bagan Alir Dokumen (Document FlowChart)
Document FlowChart
digunakan untuk menggambarkan bagan alir dokumen suatu
sistem. Berikut adalah simbol
simbol standar beserta keterangannya untuk
mengambarka n bagan alir dokumen :
Lambang
Keterangan
Dokumen. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan
semua jenis dokumen, yang merupakan formulir yang
diunakan untuk merekam data terjadinya suatu transaksi
Dokumen dan tembusannya. Simbol ini digunakan untuk
menggambarkan dokumen asli dan tembusannya. Nomor
lembar dokumen dicantumkan di sudut kanan atas
Catatan. Simbol ini digunakan untuk menggambarkan
catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat data yang
direkam sebelumnya di dalam dokumen atau formulir
Penghubung pada halaman yang sama (on-page
connector). Dalam menggambarkan bagan alir, arus
dokumen dibuat mengalir dari atas ke bawah dan dari kiri ke
kanan. Karena keterbatasan ruang halaman kertas untuk
|
![]() 62
menggambar, maka diperlukan simbol penghubung ini.
Penghubung pada halaman yang berbeda (off-page
connector). Jika untuk menggambarkan bagan alir suatu
sistem akuntansi diperlukan lebih dari satu halaman, simbol
ini harus digunakan untuk menunjukkan kemana dan
bagaimana bagan alir terkait satu dengan lainnya.
Kegiatan manual. Simbol ini digunakan untuk
menggambarkan kegiatan manual seperti : menerima order
dari pembeli, mengisi formulir dan kegiatan lainnya
Keterangan, komentar. Simbol ini memungkinkan ahli
sistem menambahkan keterangan untuk memperjelas pesan
yang disampaikan dalam bagan alir
Arsip permanen. Simbol ini digunakan untuk
menggambarkan arsip permanen yang merupakan tempat
penyimpanan dokumen yang tidak akan diproses lagi dalam
sistem akuntansi yang bersangkutan
Keputusan. Simbol ini menggambarkan keputusan yang
harus dibuat dalam proses pengolahan data. Keputusan yang
dibuat ditulis di dalam simbol
|
![]() 63
Garis alir (flowline). Simbol ini menggambarkan arah
proses pengolahan data. Anak panah tidak digambarkan jika
arus dokumen mengarah ke bawah dan ke kanan. Jika arus
dokumen mengalir ke atas atau ke kiri, anak panah perlu
dicantumkan
Persimpangan garis alir. Jika dua garis alir bersimpangan,
untuk menunjukkan arah masing masing garis, salah satu
garis dibuat sedikit melengkung tepat pada persimpangan ke
dua garis tersebut
Pertemuan garis alir. Simbol ini digunakan jika dua garis
alir bertemu dan salah satu garis mengikuti arus garis
lainnya
|
![]() 64
Mulai/berakhir
(terminal). Simbol ini
untuk menggambarkan awal dan akhir suatu
sistem akuntansi
Masuk ke sistem. Karena kegiatan di luar
sistem tidak perlu digambarkan dalam
bagan alir, maka diperlukan simbol untuk
menggambarkan masuk ke sistem yang
digambarkan dalam bagan alir
Keluar ke sistem lain. Karena kegiatan di
luar sistem tidak perlu digambarkan dalam
bagan alir, maka diperlukan simbol untuk
menggambarkan keluar ke sistem lain
Tabel 2.14 Tabel Simbol Document FlowChart
|
|
65
2.3 Teori Pendukung
2.3.1
Reservasi/Pemesanan
Kegiatan yang dilakukan sebelum tamu datang ke hotel, hal ini dilakukan supaya
tamu mendapat jaminan akan memperoleh tempat/kamar yang diinginkan saat tiba ke
hotel
2.3.2
Bill Tamu
Bill yang harus dibayar untuk sewa kamar & hidangan di hotel yang
diselenggarakan dalam front office sampai dari tamu check in sampai tamu tersebut
melakukan check out.
2.3.3
Hotel
Tempat penginapan yang ditangani secara komersial, dengan menyediakan
fasilitas akomodasi yang memadai beserta hidangan dan pelayanan yang baik.
2.3.4
Pengenalan Netbeans
NetBeans
mengacu pada dua hal, yakni platform untuk pengembangan aplikasi
desktop java, dan sebuah Integrated Develoment Environtment (IDE) yang dibangun
menggunakan platform NetBeans. Platform NetBeans meungkinkan aplikasi dibangun
dari sekumpulan komponen perangkat lunak moduler yang disebut modul. Sebuah
modul adalah suatu arsip Java (Java archive) yang memuat kelas-kelas java untuk
berinteraksi dengan NetBeans Open API dan file manifestasi yang mengidentifikasinya
sebagai modul.
|
|
66
Aplikasi yang dibangun dengan modul-modul dapat dikembangkan dengan
menambahkan modul-modul baru. Karena modul dapat dikembangkan secara
independen, aplikasi berbasis platform NetBeans dapat dengan mudah dikembangkan
oleh pihak ketiga secara mudah dan powerful.
2.3.5
Microsoft SQL Server 2005
Menurut Widodo Budiharto (2006), Microsft SQL Server 2005
adalah
perangkat lunak Relational Database Management System
(RDBMS) yang handal.
Didesain untuk mendukung proses transaksi yang besar (seperti order entry yang online,
inventory, akuntansi atau manufaktur). SQL Server 2005dapat dijalankan pada Windows
2000 Profesional Service Pack 4, Windows 2000 Server Service Pack 4, Windows XP
Profesional Service Pack 2 atau Microsoft 2003 Service Pack 1. SQL server 2005
membutuhkan installer Windows 3.1 yang dapat diperoleh pada saat instalasi Visual
Studio 2005. SQL Server 2005 memiliki fasilitas tambahan yang menyebabkannya
memiliki kemampuan penuh dalam e-commerce.
2.3.5.1 Komponen Microsoft SQL Server 2005
Komponen dari Microsoft SQL Server 2005 adalah sebagai berikut:
1.
SQL Server Database Engine
Database engine adalah layanan inti untuk menyimpan, memproses, serta
mengamankan data. Microsoft SQL Server 2005 mendukung sampai 50 database
engine dalam satu computer.
|
|
67
2.
SQL Server Analysis Service
SQL Server analysis service menyediakan layanan yang diperlukan untuk
menggunakan data warehouse. Layanan ini juga disebut OLAP
3.
SQL Server Reporting Service
Merupakan sebuah platform untuk membangun dan men-deploy aplikasi yang
mengenerate dan mengirim notifikasi
4.
SQL Server Integration Service
Merupakan platform untuk membangun suatu solusi data terintegrasi dengan
performa yang tinggi, termasuk ekstraksi, transformasi dan loading untuk paket data
warehouse.
Management Tool
dari SQL Server 2005
salah satunya adalah SQL Server
Management Studio, yang merupakan suatu aplikasi lengkap untuk melakukan pekerjaan
manajemen terhadapseluruh basis data yang ada dalam SQL Server database engine.
SQL Server Management Studio
menyediakan fitur untuk melakukan query , melihat
status, melihat dan menambah constraint, trigger, index dan sebagainya.
|