|
7
Bab 2
Landasan Teori
Dalam rangka mengkaji suatu karya sastra biasanya ada dua unsur yang digunakan,
yaitu unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik, karena kedua unsur inilah yang sering banyak
disebut para kritikus dalam rangka mengkaji atau membicarakan karya sastra pada
umumnya (Nurgiyantoro, 2010, hal.23). Namun dalam penelitian ini, penulis hanya
menggunakan unsur ekstrinsik saja.
Menurut Nurgiyantoro (2010, hal.23), unsur intrinsik adalah unsur yang membangun
karya sastra itu sendiri. Unsur-unsur inilah yang menyebabkan karya sastra hadir sebagai
karya sastra, yang secara faktual akan dijumpai oleh pembaca karya sastra. Unsur
tersebut meliputi peristiwa, cerita, plot, penokohan, tema, latar, sudut pandang
penceritaan, bahasa atau gaya bahasa, dan lain-lain. Namun dalam penelitian ini, penulis
hanya menggunakan unsur penokohannya saja.
Wellek & Warren dalam Nurgiyantoro (2010, hal 23-24) menjelaskan bahwa unsur
ekstrinsik adalah unsur-unsur yang berada di luar karya sastra itu, namun secara tidak
langsung mempengaruhi bangunan atau sistem organisme karya sastra, meskipun cukup
mempengaruhi. Unsur-unsur yang dimaksud antara lain adalah keadaan subjektivitas
individu pengarang yang memiliki sikap, keyakinan, dan pandangan hidup yang
kesemuanya itu akan mempengaruhi karya yang ditulisnya. Pendek kata, unsur biografi
pengarang akan turut mempengaruhi karya sastra yang dihasilkannya. Selain itu ada juga
unsur psikologi, baik yang berupa psikologi pengarang, psikologi pembaca, maupun
|