Home Start Back Next End
  
4
Pada tahun 1932 didirikan sebuah tempat yang disebut sebagai Paardenfonds
(bana kuda) oleh istri Gubernur Jendral De Jong. Paardenfonds ini adalah tempat khusus
untuk makan kuda-kuda penarik delman atau sado sebagai tempat pemberhentiannya di
kota besar dan kecil di seluruh Indonesia.
Pada tahun 1948, di Jakarta didirikan Yayasan Penyayang Binatang sebagai
kelanjutan perhimpunan untuk melindungi binatang dari zaman hindia belanda. Yayasan
ini mengelola tempat penampungan binatang piaraan yang terletak di jalan Gunung
Sahari.
Pada tahun 1984, istri duta besar belanda Van Dongen tertarik oleh keadaan
tempat penampungan binatang-binatang tersebut dan mendirikan sebuah wadah untuk
para pecinta binatang dengan nama Club of Animal Lovers. Adapun para anggota dari
Club of Animal Lovers tersebut adalah beberapa istri dari duta besar asing Negara lain,
istri-istri dari beberapa menteri kita, istri
Gubernur DKI dan beberapa tokoh masyarakat
Indonesia lainnya. Tugas dari para anggota Club of Animal Lovers tersebut adalah
mencari dana untuk membantu pemeliharaan tempat penampungan binatang di jalan
Gunung Sahari, tetapi oleh karena tempat tersebut sudah sangat tua dan letaknya yang
makin lama makin terdesak oleh tempat-tempat pertokoan sehingga tidak mungkin
dipertahankan lebih lama lagi. Terlebih karena kenyataan tempat tersebut dijadikan
usaha perseorangan untuk kepentingan pribadi yang mengelola. Maka timbulah
keinginan untuk mengambil alih pengelolaannya, berhubung pada saat itu Club of
Animal Lovers diketuai oleh seorang warga negara asing, maka hal itu tidak dapat
dilaksanakan.
Pada saat itulah, Ibu Sopiah salah seorang ibu yang amat peduli dengan satwa,
tetap setia mengumpulkan makanan dan mencari sumbangan untuk satwa-satwa di
gunung Sahari pada saat orang-orang asing tersebut kembali ke-negaranya , 
Ibu Sopiah kembali ke Semarang membawa semua anjing-anjing beliau.
Sementara anjing-anjing dan kucing-kucing lain milik Club of Animal Lovers dipindah
ke Rangunan yaitu ke Pondok Pengayom Satwa (PPS).
Pada tahun 1985, didirikanlah Yayasan Pengayom Binatang oleh tokoh tokoh
masyarakat Indonesia dan melibatkan pimpinan tempat penampungan binatang di jalan
Gunung Sahari. Dengan demikian Yayasan Penyayang Binatang dilebur menjadi satu
dengan Yayasan Pengayom Binatang.
Tahun 1987 Atas prakarsa Ibu Soeprapto istri Gubernur DKI Jakarta pada saat itu
di daerah Ragunan telah berdiri sebuah tempat penampungan binatang piaraan yang baru
dengan nama PONDOK PENGAYOM SATWA. Tempat yang berada di jalan Gunung
Sahari ditutup dan satwa 2 terutama anjing dan kucing dipindahkan ke tempat yang baru
di Ragunan.
Pada tahun 2002 Yayasan ini berubah nama menjadi Himpunan Penyayang
Binatang. Yayasan inilah yang membawahi Pondok Pengayom Satwa. Selanjutnya para
penyayang satwa berkumpul untuk ikut membantu PPS. 
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter