|
2.1.5
Sustainable Competitive Advantage (SCA)
Dalam jurnal
an
examination
of
the
sustainable
competitive
advantage
concept: Past, Present, and Future , Nicole P. Hoffman (2000 : 32) menyatakan, Ide
dari munculnya keunggulan kompetitif yang berkelanjutan (SCA) muncul pada tahun
1984. Ketika Day
menyarankan jenis strategi yang dapat
membantu
untuk
mempertahankan keunggulan kompetitif.
Istilah yang sebenarnya SCA muncul pada tahun 1985 ketika Porter
membahas tipe-tipe dasar dari strategi kompetitif suatu perusahaan untuk mencapai
Sustainable
Competitive
Advantage
(SCA).
Tetapi
menariknya,
tidak
ada
definisi
yang konseptual yang resmi disampaikan oleh Porter dalam pembahasannya..
Barney (1991 : 102) datang dengan definisi formal yang menyatakan SCA
didefinisikan sebagai berikut: Sebuah perusahaan dikatakan memiliki keunggulan
kompetitif
yang berkelanjutan ketika
menerapkan strategi penciptaan nilai tidak
secara
simultan
dilaksanakan
oleh
pesaing
saat
ini
atau
potensial
dan
ketika
perusahaan lainnya tidak mampu untuk menduplikasikan manfaat dari strategi ini
Menurut Robbins (2002 : 211) adapun definisi competitive advantage is what
sets an organization apart, that is, its distinct edge. Sedangkan competitive advantage
menurut
Kotler
(1996)
adalah
keunggulan dibandingkan
dengan
pesaing
yang
diperoleh
dengan
menyampaikan
nilai
yang
lebih
besar
pada
pelanggan,
harga
yang
|