Home Start Back Next End
  
26
rancangan 
desain 
harus 
selalu 
memikirkan 
kepentingan 
manusia, 
yakni
perihal keselamatan,
kesehatan, keamanan maupun kenyamanan.
Untuk  melaksanakan  kajian  atau  evaluasi  (pengujian)  bahwa  desain
sudah memenuhi
persyaratan
ergonomis
adalah dengan
mempertimbangkan
faktor
manusia,
dalam
hal
ini ada
empat
aturan
sebagai
dasar
perancangan
desain, yakni
:
Memahami   bahwa   manusia   merupakan   fokus 
utama 
perancangan
desain,
sehingga
hal-hal
yang berhubungan
dengan
struktur
anatomi
(fisiologik)
tubuh
manusia
harus
diperhatikan,
demikian
juga dengan
dimensi ukuran tubuh (anthropometri).
Menggunakan 
prinsip-prinsip 
kinesiologi 
dalam 
perancangan 
desain
(studi 
mengenai   
gerakan   
tubuh   
manusia   
dilihat   
dari   
aspek
biomechanics),
tujuannya
untuk menghindarkan
manusia
melakukan
gerakan
kerja
yang
tidak
sesuai,
tidak
beraturan
dan tidak
memenuhi
persyaratan efektivitas efisiensi gerakan.
Pertimbangan
mengenai
kelebihan
maupun
kekurangan
(keterbatasan)
yang
berkaitan
dengan
kemampuan
fisik
yang
dimiliki
oleh
manusia
di
dalam
memberikan
respon
sebagai
kriteria-kriteria
yang perlu
diperhatikan
pengaruhnya
dalam perancangan
desain.
Mengaplikasikan  
semua  
pemahaman  
yang   terkait  
dengan   aspek
psikologi
manusia
sebagai
prinsip-prinsip
yang mampu
memperbaiki
motivasi, attitude, moral, kepuasan dan etos kerja.
Selain 
unsur 
di 
atas 
perlu 
diperhatikan 
juga 
pengaruh 
lingkungan
terhadap manusia. Lingkungan Fisik manusia antara lain dipengaruhi
oleh :
1.
Cahaya;   
Mata   
diharapkan   
memperoleh   
cahaya   
yang   
cukup,
pemandangan
yang
menyenangkan,
menenangkan
pikiran,
tidak
silau,
dan
nyaman.
Pencahayaan
yang
kurang
dapat
mengakibatkan
kelelahan
pada mata.
2.
Kebisingan;
aspek
yang
menentukan
tingkat
gangguan
bunyi
terhadap
manusia
adalah
lama
waktu
bunyi terdengar,
intensitas,
besarnya
arus
energi, dan frekuensi.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter