![]() 23
sosial ini terjadi melalui interaksi peserta didik dengan lingkungannya,
terutama orang tua dan teman sebaya. Sejalan dengan Piaget yang melihat
perkembangan moral dari segi kognitif, Kohberg juga menjelaskan tahapan
perkembangan peserta didik . Hanya saja lebih kompleks dari teori piaget .
Menurut Kohlberg, perkembangan moral peserta didik menengah dan akhir
secara umum berada pada tingkat prakonvensional dan
konvensional.Menurut Hurlock (1993), perkembangan moral anak yang
sesungguhnya dapat dilihat dari dua aspek yaitu perkembangan konsep
moral dan perkembangan perilaku moral. Perkembangan konsep moral,
seperti yang dijelaskan oleh Piaget dan Kohlberg, tidak menjamin
timbulnya tingkah laku moral, karena tingkah laku moral tidak hanya
semata-mata dipengaruhi oleh pengetahuan tentang konsep moral, tetapi
juga ditentukan oleh banyak faktor seperti tuntutan sosial, konsep diri anak,
dan sebagainya. Salah satu faktor yang penting dalam menentukan prilaku
moral anak adalah adanya
self regulation (pengaturan diri) yaitu
kemampuan mengontrol perilaku perilaku sendiri tanpa harus diawasi atau
diingatkan oleh orang lain. Dengan adanya pengaturan ini, anak akan
mampu menunjukan atau menahan perilaku tertentu secara tepat sesuai
dengan kondisi yang dihadapinya.Dibawah ini diberikan contoh aspek
moral dan nilai-nilai agama yang perlu dikembangkan pada jenjang
pendidikan anak usia ini yang dikutif dari Standar Kompetensi Taman
Kanak-Kanak (TK) /Raodhatul Anfhal (RA) tahun 2004 (Depdi8knas,
2004).
|