Home Start Back Next End
  
29
Sebut saja Dora the Explorer, acara ini dapat membantu anak-anak belajar
mempelajari persekitarannya dan merespon pertanyaan yang diajukan.
Namun tidak dapat dipungkiri bahwa kartun juga dapat memberi pengaruh
buruk kepada anak-anak. Menonton kartun di depan kaca televisi sehari
penuh membuat anak malas bergerak dan selanjutnya mempengaruhi pola
makan dan aktivitas tubuhnya. Ini yang menjadikan TV sebagai salah satu
sebab obesitas pada anak-anak. Selain itu, terdapat kartun yang mempunyai
konten yang tidak sesuai untuk anak-anak. Adegan kekerasan yang
dianggap sebagai lelucon, misalnya, dapat mempengaruhi anak berbuat
demikian di dunia nyata.
Membicarakan efek negatif kartun TV dan anak-anak, banyak sarjana
komunikasi telah merumuskan teori atau konsep untuk menjelaskannya.
Salah satu sarjana komunikasi yang paling terkenal dalam bidang ini adalah
Gerbner (1983) yang mengemukakan teori kultifasi (cultivation theory).
Menurut Gerbner, anak-anak yang menonton televisi berjam-jam dan secara
terus-menerus akan cenderung mengikuti adegan yang dipetontonkan di
television, termasuk yang didapat dari program kartun. Ini karena mereka
mendapat kultivasi, penyuntikkan pengaruh secara terus-menerus.
Walaupun teori ini mendapat banyak kritikan oleh sarjana Komunikasi yang
fokus pada audience studies yang berasumsi bahwa penonton tidak
semuanya pasif atau hanya menerima bulat-bulat setiap apa yng
ditontonnya, teori kultivasi ada benarnya dan perlu dijadikan panduan bagi
orang tua dalam mengawasi anak-anak mereka ketika menonton televisi
sehari-hari.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter