Start Back Next End
  
2
Menurut Aristoteles (384-322 SM), mengartikan seni sebagai ilmu pengetahuan
tentang prinsip-prinsip dalam menghasilkan benda-benda yang indah. Seni
adalah tiruan "Falsafi" atau ideal dan bersifat universal dari dunia alamiah dan
dunia manusia. Karya seni diharapkan dapat menjadi lambang atau simbol.
Dalam pemikiran Aristoteles, puncak dan tujuan karya seni adalah "Katarsis",
(Yunani : katharos), yang berarti "murni", "bersih", atau "pemurnian".
Menurut Melvin Rader
(1973), setelah mengedit 46 pandangan pemikir seni
sejak jaman Junani Kuno sampai pertengahan abad ke-
20, dalam bukunya A
Modern Book of Esthetics, mencatat beberapa konsep pendukung defenisi seni
yaitu : Permainan, ilusi, keindahan, ungkapan emosi imajinasi, pemenuhan
keinginan, kenikmatan, teknik, perasaan, makna, fungsi, abstraksi, dan jarak
estetik. Dari keragaman pendekatan tersebut, Rader mencoba mengajukan
definisi seni sebagai kesatuan organis unsur-unsur yang bernilai ungkap,
meliputi representasi, konotasi dan nilai tanggap indrawi. Dalam hal ini dia
mengemukakan bahwa tidak ada satu senipun yang tidak dapat diapresiasi.
Dari berbagai sumber di atas, penulis menyimpulkan bahwa seni adalah proses
penciptaan sebuah karya yang didahului oleh sebuah pemikiran imajinatif
dengan hasil penciptaan yang bernilai estetika, serta dapat menimbulkan emosi
jiwa dari orang yang menikmati dan menilai karya tersebut.
2.1.1.1 Sejarah dan Perkembangan Seni
Berkembangnya seni sejalan dengan perkembangan peradaban di dunia ini, seni
telah menjadi bagian daripada hidup manusia,adapun perkembangan seni
dimulai dari zaman prasejarah,zaman medieval,zaman seni modern dan
kontemporer hingga sampai saat ini.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter