|
24
berupa lukisan Bupati Cianjur karya R. Saleh Syarif Bustaman (1807-1880).
Dari masa Mooi Indie (1908-1936) terdapat koleksi lukisan yang mengacu pada
keindahan karya Wakidi, M. Pirngadi, Ernest Dezentje serta Basuki Abdullah.
Masa Persagi/Persatuan Ahli Gambar Indonesia (1938) yang menjadi masa
kebangkitan seni rupa Indonesia diwakili lukisan karya Agus Djaya, S.
Sudjojono, Henk Ngantung, Emiria Sunassa, RGA Sukirno, dan lain -
lain.
Masa Revolusi/Pendirian Sanggar (1945) terdapat lukisan karya Sudjono
Kerton, Affandi, Trubus, Hendra Gunawan, Barli Sasmita dan lain -
lain.
Kemudian dari masa Lahirnya Akademi (1950-an) terdapat hasil lukisan
Kusnadi, Widayat, Bagong Kusudiardjo, Abas Alibasyah, Sunarto PR, Popo
Iskandar, Ahmad Sadali, Srihadi, AD Pirous, Amang Rahman, Rudi Isbandi,
OH Supono dan lain -lain. Tahun 1960-an terdapat koleksi Nyoman Gunarsa,
Mulyadi, Joko Pekik dan lain -
lain, Tahun 1970-an terdapat lukisan karya
Abdulrahman, Sri Warso Wahono, Nunung WS dan lain - lain,
Pada tahun 1980-an terdapat lukisan karya Ivan Sagito, Dede Eri Supria, Sarnadi
Adam, Subandiyo dan lain - lain. Kemudian dekade 90-an terdapat lukisan karya
Nasirun dan I Made Sukadana. Koleksi patung berupa patung yang bercirikan
klasik tradisional dari Bali, totem kayu magik dan simbolis karya I Wayan
Tjokot dan keluarga besarnya, Totem dan patung kayu karya para seniman
modern, antara lain G. Sidharta, Oesman Effendi, disusul karya - karya seniman
lulusan akademisi sperti Mustika, Ibnu Nirwanto, Irawan dan Honda dan lain -
lain.
|