|
9
BAB 2
LANDASAN TEORI
2.1
Teori Umum
Dalam menganalisis masalah-masalah yang terdapat dalam penelitian ini
maka dibutuh kan referensi-referensi dari buku-buku dan jurnal-jurnal yang akan
membantu dalam penelitian ini, dan akan disatu padukan demi mendapatkan jawaban
yang memuaskan dan cocok untuk penelitian ini.
Secara etimologis, komunikasi berasal dari bahasa latin yaitu cum, kata depan
yang artinya dengan atau bersama dengan, dan kata units, kata bilangan yang berarti
satu. Dua kata tersebut membentuk kata benda communion,
yang dalam bahasa
Inggris disebut dengan communion, yang berarti kebersamaan, persatuan,
persekutuan gabungan, pergaulan, atau hubungan. Karena untuk melakukan
communion
diperlukan usaha dan kerja. Kata communion dibuat kata kerja
communicate yang berarti membagi sesuatu dengan orang, memberitahukan sesuatu
kepada seseorag, bercakap-cakap, bertukar pikiran, berhubungan, berteman. Jadi
komunikasi berarti pemberitahuan, pembicaraan, percakapan, pertukaran pikiran atau
hubungan (Hardjana, 2003).
2.1.1
Definisi Komunikasi Massa
Pada dasarnya, komunikasi massa adalah komunikasi melalui media massa
(media cetak dan elektronik). Komunikasi massa berasal dari kata media of mass
communication (media komunikasi massa). Massa disini menunjuk kepada khalayak,
audience, penonton, pemirsa atau pembaca. (Nurudin : 2007). Para ahli mempunyai
pendapat sendiri berkaitan dengan definisi komunikasi massa, antara lain:
|
|
10
1. Bitner
Definisi komunikasi massa yang paling sederhana dikemukakan oleh bitner
(Rakhmat,2003:188), yakni: komunikasi massa adalah pesan yang dikomunikasikan
melalui media massa pada sejumlah besar orang (mass communication is messsages
communicated through a mass medium to a large number of people). Dari definisi
yang diutarakan bahwa komunikasi massa itu harus menggunakan media massa.
Media komunikasi massa yang termasuk adalah radio siaran dan televisi. Keduanya
dikenal sebagai media elektronik, sedangkan surat kabar dan majalah keduanya
disebut media cetak, serta media film. Media film juga disebut media komunikasi
massa adalah film bioskop (Ardianto, Komala, & Karlinah, 2009).
2.
Gerbner
Definisi komunikasi massa yang lebih preinci dikemukakan oleh ahli
komunikasi lain yaitu gerbner. Menurut Gerbner (1967) komunikasi massa adalah
produksi dan distribusi yang berlandaskan teknologi dan lembaha dari arus pesan
yang menyambung serta paling luas dimiliki orang dalam masyarakat industi
(Rakhmat, 2003:188). Dari definisi tersebut tergambar bahwa komunikasi massa itu
menghasilkan suatu produk berupa
pesan-pesan komunikasi. Produk tersebut
disebarkan, didistribusikan kepada khalayak luas secara terus menerus dalam jarak
waktu yang tetap, misalnya harian, mingguan, dwimingguan atau bulanan (Ardianto,
Komala, & Karlinah, 2009).
3.
Meletzke
Definisi komunikasi massa menurut Meletzke seperti yang terdapat di dalam
buku Elvinaro, dkk. komunikasi massa diartikan sebagai setiap bentuk komunikasi
yang menyampaikan pernyataan secara terbuka melalui media penyebaran teknis
|
|
11
secara tidak langsung dan satu arah pada public yang tersebar (Ardianto, Komala, &
Karlinah, 2009).
4.
Wright
Definisi komunikasi massa yang dikemukakan wright ini nampaknya
merupakan definisi yang lengkap, yang dapat menggambarkan merupakan definisi
yang lengkap, yang dapat menggambarkan karakteristik komunikasi massa secara
jelas. Menurut Wright, definisi nya mengemukakan karakteristik komunikan secara
khusus, yakni anonim dan heterogen (Ardianto, Komala, & Karlinah, 2009).
Menyimak berbagai definisi komunikasi massa yang dikemukakan para ahli
komunikasi, tampak nya tidak ada perbedaan yang mendasar atau prinsip, bahkan
definisi-definisi itu satu sama lain saling melengkapi. Hal ini menggambarkan jelas
apa itu komunikasi massa, bahkan sedcara tidak langsung dari pengertian komunikasi
massa dapat diketahui pula ciri-ciri komunikasi massa yang membedakannnya dari
bentuk komunikasi lainnya. (Rakhmat, 2003: 189).
Media massa merupakan salah satu faktor dominan dalam asimilasi dan
pelaksanaan nilai-nilai sosial. Namun, bertentangan dengan versi Gramsci hubungan
yang kuat antara pengembangan yang luas dari masyarakat sipil dan penguatan
kapitalisme (Kyukanov, 2012: 11)
2.1.2
Fungsi Komunikasi Massa
Para pakar mengemukakan tentang sejumlah fungsi komunikasi, kendari
dalam setiap item fungsi terdapat persamaan dan perbedaan. Pembahasan fungsi
komunikasi telah menjadi diskusi yang cukup penting, terutama konsekuensi
komunikasi melalui media massa.
1.
Dominick (2001)
|
|
12
Fungsi utama menurut Dominick terdiri dari pengawasan, penafsiran,
keterkaitan, penyebaran nilai dan hiburan.
1.
Pengawasan
Fungsi pengawasan di bagi menjadi 2 yaitu :
1. Pengawasan Peringatan
Ketika media massa menginformasikan tentang ancaman dari angin topan,
meletusnya gunung merapi, kondisi yang memprihatinkan, tayangan inflasi
atau adanya serangan militer. Peringatan ini dengan serta merta dapat
menjadi ancaman. Secara tidak langsung banyak informasi yang menjadi
peringatan atau ancaman.
2. Pengawasan Instrumental
Penyampaian atau penyebaran informasi yang memiliki kegunaan atau
dapat membantu dalam kehidupan sehari-hari. Berita tentang dilm apa yang
sedang dimainkan di bioskop, produk-produk baru, ide-ide tentang mode,
resep makan dan sebagainya merupakan contoh pengawasan instrumental.
2. Penafsiran
Fungsi pengawasan hampir mirip dengan fungsi pengawasan. Media massa tidak
hanya mamsok fakta dan data, tetapi juga memberikan penafsiran terhadap
kejadian-kejadian penting. Organisasi atau industri memilih dan memutuskan
peristiwa-peristiwa yang dimuat atau ditayangkan. Contoh penafsiran media
dapat dilihat pada halaman tajuk rencana (editorial) surat kabar. Penafsiran
berbentuk komentar dan opini yang ditunjukan kepada khalayak pembaca.
|
|
13
3.
Keterkaitan
Media massa dapat menyatukan anggot masyarakat yang beragam, sehingga
membentuk keterikatan berdasarkan kepentingan dan minat yang sama tentang
sesuatu.
4.
Penyebaran Nilai-Nilai
Fungsi ini bisa disebut sosialisasi, yaitu mengacu kepada cara, dimana individu
mengadopsi perilaku dan nilai kelompok. Media massa mewakili gambaran
masyarakat itu ditonton, didengar dan dibaca. Sebuah penelitian menunjukan
bahwa banyak remaja belajar tentang perilaku berpacaran dari menonton film
dan acara televisi tentang pacaran, termasuk pacaran yang agak liberal atau
bebas.
5.
Hiburan
Sulit dibantah lagi bahwa media massa menjalankan fungsi hiburan. Televisi
adalah media massa yang mengutamakan sajian hiburan. Hampir ¾ bentuk
siaran televisi menayangkan hiburan. Begitu pula radio siaran-siaran nya
memuat acara hiburan, demikan pula dengan majalah. Fungsi media massa
sebagai penghibur ialah tiada lain tujuannya untuk mengurangi ketegangan
pikiran khayalak, karea dengan membaca berita-berita ringan atau melihat
tayangan hiburan di televisi dapat membuat pikiran khalayak segar kembali.
2.
Effendy (1993)
Mengemukakan komunikasi massa secara umum :
1. Fungsi Informasi
Fungsi memberikan informasi ini diartikan bahwa media massa adalah
penyebar informasi bagi pembaca, pendengar atau pemirsa.
|
|
14
2. Fungsi Pendidikan
Media massa merupakan sarana pendidikan bagi khalayak, karena media
massa banyak menyajikan hal-hal yang sifatnya mendidik. Salah satu cara
mendidik yang dilakukan media massa adalah melalui pengajaran nilai,
etika, seta aturan-aturan yang berlaku kepada pemirsa atau pembaca.
3. Fungsi Memengaruhi
Fungsi memengaruhi dari media
massa secara implisit terdapat pada tajuk,
features, iklan, artikel, dan sebagainya. Khalayk dapat terpengaruh oleh
iklan-iklan yang ditayangkan di televisi ataupun surat kabar.
2.1.3
Efek Komunikasi Massa
Steven H. Chaffe menyebutkan ada lima hal tentang efek komunikasi massa
dan keberadaanya sebgai benda fisik, yaitu : (Rakhmat, 2003 : 220- 222).
1.
Efek Ekonomi
Kehadiran media massa menggerakan berbagai usaha - produksi, distribusi -
konsumsi jasa media massa. Kehadiran surat kabar berarti menhidupkan pabrik
pensulaplai kertas koran, menyuburkan pengusaha percetakn dan grafika, serta
memberi pekerjaan pada wartawan, ahli perancang grafis, pengedar, pengecer,
pencari iklan dan sebagainya.
2.
Efek Sosial
Berkenaan dengan perubahan struktur atau interaksi sosial akibat kehadiran
media massa. Sudah diketahui bahwa kehadiran televisi menghadirkan status sosial
pemiliknya. Di perdesaan, televisi telah membentuk jaringanjaringan interaksi
sosial yang baru. Pemilik televisi sekarang menjadi pusat jaringan sosial, yang
menghimpun disekitarnya, tetangga dan penduduk desa sosiologi.
|
|
15
3.
Efek pada penjadwalan kegiatan
Masuknya televisi ke kehidupan masyarakat mengakibatkan beberapa
kegiatan sehari-sehari dikurangi dan beberapa kegiatan lainya dihentikan sama
sekali, karena waktunya dipakai untuk menonton televisi.
4.
Efek pada penyaluran/penghilangan perasaan tertentu
Orang menggunakan media untuk memuaskan kebutuhan psikologis. Sering
terjadi orang juga menggunakan media untuk menghilangkan rasa tidak enak.
Misalnya kesepian, marah, kecewa dan sebagainya. Media digunakan tanpa
mempersoalan isi pesan yang disampaikannya, media digunakan hanya sekedar
untuk menenangkan kembali perasaanya.
5.
Efek pada perasaan orang terhadap media
Kita memiliki perasaan positif atau negatif pada
media tertentu. Timbulnya
perasaan senang atau percaya pada media massa tertentu mungkin erat kaitanya
dengan pengalaman individu bersama media tersebut.
Onong Uchjana Effendy dalam bukunya yang berjudul Dinamika
Komunikasi, mengatakan bahwa ada tiga dampak dari komunikasi, yaitu :
1.
Dampak Kognitif
Dampak kognitif adalah dampak yang timbul pada komunikan yang
menyebabkan ia menjadi tahu atau meningkatkan intelektualitasnya. Disini pesan
yang ingin disampaikan komunikator ditujukan kepada pikiran si komunikan.
Dengan lain perkataan, tujuan komunikator hanyalah berkisar pada upaya
mengubah pikiran dari komunikan.
|
|
16
2.
Dampak Afektif
Dampak Afektif lebih tinggi kadarnya dari pada dampak kognitif. Disini
tujuan komuikator bukan hanya sekedar supaya komunikan tahu, tetapi tergerak
hatinya, menimbulkan perasaan tertentu, misalnya perasaan iba, terharu, sedih,
marah dan sebagainya.
3.
Dampaknya Konatif
Dampak Konatif adalah dampak yang timbul pada komunikan dalam bentuk
perilaku, tindakan, atau kegiatan (Effendy, 2003 : 7).
2.2
Media Massa
Menurut Hafied Cangara , media massa merupakan suatu alat untuk
menyampaikan pesan dari sumber kepada masyarakat (penerima) yang menggunakan
alat-alat komunikasi mekanis seperti surat kabar, film, radio dan televisi (Cangara,
2008)
Satu kenyataan yang tidak terbantahkan dan sangat memengaruhi proses
komunikasi dalam masyarakat modern sekarang ini adalah keberadaan media massa.
Media massa telah menjadi fenomena tersendiri dalam proses komunikasi massa
dewasa ini. Bahkan ketergantungan manusia pada media massa sudah sedemikian
besar.
Akan arti penting media massa, Dennis McQuail (1987) pernah
mengeluarkan beberapa asumsi seperti:
1.
Media merupakan industri yang berubah dan berkembang yang menciptakan
lapangan kerja, barang dan jasa serta menghidupkan industri lain yang terkait.
Media juga merupadkan industri tersendiri yang memiliki peraturan dan
norma-norma yang menghubungkan institusi tersebut dengan masyarakat dan
|
|
17
institusi social lainnya. Di pihak lain, institusi media diatur oleh masyarakat.
2.
Media massa merupakan sumber kekuatan alat control, manajemen, dan
inovasi dalam masyarakat yang dapat didayagunakan sebagai pengganti
kekuatan atau sumber daya lainnya.
3.
Media merupakan lokasi (atau norma) yang semakin berperan untuk
menampilkan peristiwa-peristiwa kehidupan masyarakat, baik yang bertaraf
nasional maupun internasional.
4.
Media sering kali berperan sebagai wahana pengembangan kebudayaan, bukan
saja dalam pengertian pengembangan bentuk seni dan simbol, tetapi juga
dalam pengertian pengembangan tata cara, mode, gaya hidup, dan norma-
norma.
5.
Media telah menjadi sumber dominan bukan saja bagi individu untuk
memperoleh gambaran dan citra realitas social, tetapi juga bagi masyarakat dan
kelompok secara kolektif. Media juga menyuguhkan nilai-nilai dan penilaian
normatif yang dibaurkan dengan berita dan hiburan.
2.2.1
Jenis-jenis Media Massa
Media massa pada dasarnya dapat dibagi menjadi dua kategori, yakni media
cetak dan media elektronik.
1.
Media Cetak
Media cetak terdiri dari lembaran dengan sejumlah kata, gambar, atau kolom
dalam tata warna dan halaman putih, dengan fungsi utama untuk memberikan
informasi atau menghibur. Media cetak yang dimaksud adalah seperti surat
kabar dan majalah. Dari empat fungsi media massa (informasi, edukasi,
hiburan
dan persuasi), fungsi yang paling menonjol dari media cetak adalah
|
|
18
informasi.
2.
Media Elektronik
Media elektronik merupakan media massa yang menggunakan alat-alat
elektronik, seperti:
1)
Radio
Media radio adalah media yang telah berkembang lebih awal dari media
televise. Radio memiliki kemampuan audio yang khas dengan
mengandalkan perpaduan antar suara dan bunyi. Radio mendapat juukan
kekuatan kelima atau the fifth estate. Hal ini disebabkan siaran radio dapat
melakukan fungsi kontrol sosial, disamping empat fungsi lainnya yakni
member informasi, menghibur, mendidik, dan melakukan persuasi.
2)
Televisi
Televisi berasal dari kata tele
(bahasa yunani) yang berarti jarak dan visi
(bahasa latin) yang berarti citra atau gambar. Jadi kata televisi berarti
suatu sistem penyajian gambar berikut suaranya dari suatu tempat yang
berjarak jauh. (Vera, 2010)
3) Film
Film dalam pengertian sempit adalah penyajian gambar lewat layar lebar,
tetapi dalam pengertian yang lebih luas bisa juga termasuk yang disiarkan di
TV. Film dengan kemampuan visualnya yang didukung dengan audio yang
khas, sangat efektif sebagai media hiburan dan juga sebagai media
pendidikan dan penyuluhan. Ia bisa diputar berulangkali pada tempat dan
khalayak yang berbeda.
4)
Internet
Internet merupakan jaringan komputer yang dibentuk oleh Departemen
|
|
19
Pertahanan Amerika Serikat pada tahun 1969, melalui proyek ARPA yang
disebut ARPANET (Advanced Research Project Agency Network), di mana
mereka mendemonstrasikan bagaimana dengan hardware
dan software
komputer yang berbasis UNIX, kita bisa melakukan komunikasi dalam jarak
yang tidak terhingga melalui saluran telepon. Jumlah pengguna Internet
yang besar dan semakin berkembang, telah mewujudkan budaya internet.
Internet juga mempunyai pengaruh yang besar atas ilmu pengetahuan, dan
pandangan dunia. Oleh karena itu internet telah menjadi media massa yang
sangat berpengaruh. Nilai yang ditawarkan internet dapat dikiaskan sebagai
sistem yang diibaratkan sebagai perpustakaan yang dapat dikunjungi kapan
saja.
2.3
Televisi
Sejarah Televisi
Penemuan televisi telah melalui berbagai eksperimen yang dilakukan oleh
para ilmuwan akhir abad 19 dengan dasar penelitian yang dilakukan oleh James
Clark Maxwell dan Heinrich Hertz serta penemuan Marconi pada tahun 1890. Paul
Nipkow dan William Jenkins melalui eksperimennya menemukan metode
pengiriman gambar melalui kabel. Televisi sebagai pesawat transmisi dimulai pada
tahun 1925 dengan menggunakan metode mekanikal Jenkins.
Akibat dari ditemukannya beberapa sistem dan konsep teknologi televise dari
tahun ke tahun yang dipelopori oleh Nipkow, maka industri penyiaran televise juga
dengan sendirinya ikut berkembang. Begitu ditemukan sistem televise mekanik oleh
John Logie Baird, berdiri stasiun televise Baird Television Limited pada 1934, yang
menyiarkan program Crystal Palace, London.
|
|
20
Tonggak sejarah perkembangan industri televise selanjutnya yang dimulai
dari berdirinya stasiun televise BBC di London antara lain:
1)
1929 BBC mengudara siaran percobaan dengan menggunakan temuan John
Logie Baird, yaitu sistem televisi 30 garis.
2)
1929 penyiaran televise secara regular dimulai di Jerman, yang kemudian
menyiarkan liputan Olympic games
yang disiarkan dari stasiun di Berlin dan
Leipzig.
3)
1931 Penyiaran televise secara regular dimulai di Perancis.
4)
1951 stasiun TV Nederland-1 berdiri yang merupakan public broadcasting
pertama di Belanda.
5)
1952 CBC (Canadian Broadcasting Corporation) TV Station berdiri dengan
stasiun pemancarnya di Montreal, Quebec.
Pada tahun-tahun yang lain masih banyak stasiun penyiaran televisi yang
berdiri, diantaranya di Uni Soviet, Amerika, Australia, dan kawasan benua lainnya.
Kegiatan penyiaran melalui media televisi di Indonesia dimuai pada tanggal
24 Agustus 1962, bertepatan dengan dilangsungkannya pembukaan Pesta Olahraga
se-Asia IV atau Asian Games. Sejak itu pula Televisi Republik Indonesia yang
disingkat TVRI dipergunakan sebagai panggilan stasiun (station call)
sampai
sekarang.
TVRI yang berada di bawah Departemen Penerangan pada saat itu, kini
siarannya sudah dapat menjangkau hampir seluruh rakyat Indonesia yang berjumlah
sekitar 210 jiwa. Sejak tahun 1989 TVRI mendapat saingan televsi siaran lainnya,
yakni Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) yang bersifat komersial. Secara
berturut-turut berdiri stasiun televisi, Surya Citra Televisi (SCTV), Televisi
|
|
21
Pendidikan Indonesia (TPI), Andalas Televisi (ANTV), Indosiar, TV7, Lativi, Metro
TV, Trans TV, dan televisi-televisi daerah seperti Bandung TV, JakTV, Bali TV dan
lain-lain.
2.3.1
Karakteristik Televisi
Televisi mempunyai karakteristik, antara lain:
1.
Audiovisual
Karena sifatnya yang audiovisual, tayangan di televisi harus selalu
dilengkapi dengan gambar, baik gambar diam seperti foto, gambar peta
(still picture), maupun film berita.
2.
Berpikir dalam gambar
Pihak yang bertanggung
jawab atas kelancaran acara televisi adalah
pengarah acara. Bila ia membuat naskah acara atau membaca naskah
acara, ia harus berpikir dalam gambar (think in picture). Ada dua tahap
yang dilakukan dalam proses berpikir dalam gambar. Pertama, ada
visualisasi, yakni menerjemahkan kata-kata yang mengandung gagasan
yang menjadi gambar secara individual. Dalam proses visualisasi,
pengarah acara harus berusaha menunjukkan objek-objek tertentu menjadi
gambar yang jelas dan menyajikannya sedemikian rupa, sehingga
mengandung suatu makna.
Tahap kedua dari proses berpikir dalam gambar adlah penggambaran
(picturization), yakni kegiatan merangkai gambar-gambar individual
sedemikian rupa, sehingga kontinuitasnya mengandung makna tertentu.
3.
Pengoperasian lebih kompleks
Pengoperasian siaran televisi lebih kompleks, lebih banyak melibatkan
|
|
22
orang. Peralatan yang digunakanpun lebih banyak dan untuk
mengoperasikannya lebih rumit dan harus dilakukan oleh orang-orang
yang terampil dan terlatih.
2.3.2
Program Acara Televisi
Kata program berasal dari bahasa inggris yaitu programme, yang berarti acara
atau rencana. Pengertian program dalam media televisi adalah segala hal yang
ditampilkan melalui media televisi untuk memenuhi kebutuhan audience-nya.
Program atau acara yang disajikan adalah salah satu faktor utama yang membuat
audience tertarik untuk menyaksikan dan mengikuti yang disajikan. Televisi sebagai
media massa yang sudah akrab dengan kehidupan anak anak dan remaja zaman
sekarang, mempunyai tiga fungsi yaitu : a. Fungsi penerangan (the information
function), b. Fungsi pendidikan (the education function), c. Fungsi hiburan (the
entertainment function).
Acara
acara yang ditayangkan televisi harus mencakup semua fungsi
televisi sebagai media massa. Demikian banyak acara acara yang ditayangkan dari
yang bersifat informative, edukatif maupun yang bersifat hiburan sudah dapat
dinikmati dilayar televisi. Sehubungan dengan itu yang perlu diperhatikan adalah
menjadikan siaran menarik dan enak untuk ditonton, ada beberapa cara antara
lainnya (Soenarto, 2007: 13) :
1)
Judul acara harus menarik, singkat, mudah diingat, dan tidak vulgar.
2)
Waktu siaran tidak terlalu panjang, juga tidak terlalu pendek.
3)
Agar penonton menjadi setia di depan televisi, maka perlu disusun program
acara secara bergantian antara acara yang berat dengan acara yang ringan dan
yang sedang.
|
|
23
4)
Ada insert program yang diisi dengan memunculkan informasi pendidikan atau
iklan layanan masyarakat / Psa (public service advertisement).
5)
Bisa mengikat penonton misalnya membuat tune
musik pembuka dan penutup
acara.
2.3.3
Jenis Program Televisi
Jenis program umumnya dapat dikelompokkan dalam tiga kelompok besar,
yaitu hiburan, informasi dan berita. Terdapat juga klasifikasi jenis program tersebut
hanya dua kelompok besar, yaitu program acara artistic dan jurnalistik. Kedua jenis
program itu dapat dijabarkan sebagai berikut:
1.
Program Karya Jurnalistik
Program karya jurnalistik bersumber pada masalah yang sedang hangat, berisi
peristiwa dan pendapat. Proses produksinya mengutamakan kecepatan dan
kebenaran. Jenis-jenis karya jurnalistik ini bisa berbentuk berita actual (siaran
berita), berita non actual (feature, majalah udara), dan penjelasan tentang
masalah hangat (dialog, monolog, panel diskusi, current affairs).
2.
Program Karya Artistik
Program ini digagas oleh perorangan atau tim-kreatif. Prosesnya mengutamakan
keindahan dan kesempurnaan sesuai dengan rencana yang telah dibuat oleh tim-
kreatif. Jenis program karya artistik ini beragam, bisa berbentuk drama, acara
music, lawak, quiz, informasi sejarah (dokumenter), dan informasi apa saja yang
bersifat non-politik.
|
|
24
2.3.4
Format Program
1. Program Drama
Program siaran drama berisi cerita fiksi. Istilah ini juga disebut sinetron cerita.
Untuk membedakannya dengan sinetron noncerita adalah:
format sinetron yang
terdiri dari beberapa jenis, yaitu: sinetron drama modern, sinetron drama legenda,
sinetron drama komedi, sinetron drama saduran dan sinetron yang yang
dikembangkan dari cerita atau buku novel, cerita pendek dan sejarah (Soenarto,
2007: 62-63).
2. Program non Drama
Program non-drama merupakan bentuk acara yang tidak disertai bumbu cerita.
Acara non-drama diolah seperti apa adanya. Program jenis dokumenter termasuk
program nondramatik ini bisa didapatkan dari keadaan senyatanya, bisa mengenai
alam, budaya manusia, ilmu pengetahuan dan kesenian (Soenarto, 2007: 62-63).
Program non-drama di televisi menurut Sony Set adalah acara terbanyak yang kita
tonton selama hidup kita. Dari tayangan reality show, talkshow, kuis, games,
features, star talent
search, audisi para bintang, kombinasi program televisi dan
sebagainya menghiasi hari-hari kita dengan wacana (Set, 2008: 20).
3.
Berita
Program informasi (berita) di televisi, sesuai dengan namanya, memberikan
banyak informasi untuk memenuhi rasa ingin tahu penonton terhadap suatu hal.
Daya tarik program ini adalah informasi, dan informasi itulah yang dijual kepada
audien.
Program informasi dapat dibagi menjadi dua bagian besar yaitu berita keras (hard
news) dan berita lunak (soft news). (Morissan, 2010:25)
|
|
25
1.
Berita keras
Berita keras atau hard news adalah segala informasi penting dan menarik yang
harus segera disiarkan oleh media penyiaran karenan sifatnya yang harus
segera ditayangkan agar dapat diketahui khalayak audien secepatnya. Peran
televisi sebagai sumber utama hard news
bagi masyarakat cenderung untuk
terus meningkat. Media penyiaran adalah media yang paling cepat dalam
menyiarkan berita kepada masyarakat. Dalam berita-berita mengenai konflik,
televisi menjadi medium informasi yang paling dipercaya. Hal ini disebabkan
televisi menyajikan gambar yang menjadi bukti yang tak terbantahkan.
Berita keras disajikan dalam suatu program berita yang berdurasi mulai dari
beberapa menit saja (misalnya
breaking news) hingga program berita yang
berdurasi 30
menit, bahkan satu jam. Sutatu program berita terdiri atas
sejumlah berita keras atau dengan kata lain suatu program berita merupakan
kumpulan dari berita keras. Dalam hal ini berita keras dapat dibagi ke dalam
beberapa bentuk berita yaitu: straight news, features, dan infotainment.
2. Straight News
Straight News
berarti berita langsung (straight), maksudnya suatu berita
yang singkat (tidak detail) dengan hanya menyajikan informasi terpenting saja
yang mencakup 5W+1H (who, what, where, when, what, dan how) terhadap
suatu peristiwa yang diberitakan. Berita jenis sangat terikat waktu (deadline)
karena informasinya sangat cepat basi jika terlambat disampaikan kepada
audien.
3. Feature
Kita sering melihat suatu program berta menampilkan berita-berita ringan
misalnya informasi mengenai tempat makan yang enak atau tempat liburan
|
|
26
yang menarik, berita semacam ini disebut feature. Dengan demikian, feature
adalah berita ringan namun menarik.Pengertian menarik di sini adalah
informasi yang lucu, unik, aneh, menimbulkan kekaguman, dan sebagainya.
Pada dasarnya berita-berita semacam ini dapat dikatakan sebagai soft news
karena tidak terlalu terikat dengan waktu penayangan, namun karena durasinya
singkat (kurang dari lima menit) dan ia menjadi bagian dari program berita,
maka feature masuk ke dalam kategori hard news. Namun terkadang feature
terkait dengan suatu peristiwa penting, atau dengan kata lain terikat dengan
waktu, dan karena itu harus segera disiarkan dalam suatu program berita.
Feature
semacam ini disebut news feature, yaitu sisi lain dari suatu berita
straight news
yang biasanya lebih menekankan pada sisi human interest
dari
suatu berita.
4.
Infotainment
Kata infotainment berasal dari dua kata, yaitu information
yang berarti
informasi dan entertainment
yang berarti hiburan, namun infotainment
bukanlah berita hiburan atau berita yang memberikan hiburan. Infotainment
adalah berita yang menyajikan informasi mengenai kehidupan orang-orang
yang dikenal masyarakat (celebrity), dan arena sebagian besar dari mereka
bekerja pada industri hiburan, seperti pemain film/sineteron, penyanyi dan
sebagainya, maka berita mengenai mereka disebut juga dengan infotainment.
2.4
Mancing Mania
Mancing Mania adalah program hobby seputar dunia memancing, khususnya
sport fishing. Artinya, sport fishing lebih menitik-beratkan pada aktifitas fisik, yang
diperoleh saat strike (umpan disambar ikan) dengan ikan-ikan monster. Tujuan utama
|
|
27
dari sport fishing adalah berolahraga, bukan mendapatkan ikan sebanyak-banyaknya
seperti yang dilakukan oleh nelayan. Mancing Mania dipandu oleh Dudit Widodo,
Bayu Noer dan Cepy Yanwar. Dalam setiap episodenya, pemirsa diajak mengenal
lokasi-lokasi yang terdapat banyak ikan besar. Lokasi-lokasi tersebut biasanya
dilakukan di laut. Sehingga selain memancing
pemirsa juga dapat mengetahui
keindahan alam di berbagai daerah di Indonesia. Di setiap akhir episodenya,
diharapkan pemirsa dapat mengetahui keindahan sekaligus kekayaan bahari berbagai
tempat di Indonesia, sekaligus dapat menambah wawasan mengenai jenis ikan yang
berhasil dipancing.
Mancing Mania merupakan program features yang kita kenal, mancing
mania juga termasuk program hiburan yang memberikan dampak hiburan atau
kesenangan bagi audience. Mancing Mania memiliki sifat informasi, bahwa
tayangan mancing mania memberikan informasi kepada audience lokasi indah di
indonesia dan berbagai cara teknik memancing. Presenter Mancing Mania juga
tidak kalah nya menarik dan memberikan wawasan yang luas seperti Dudit Widodo
dan Bayu Noer. Mereka silih berganti
menjadi Host atau Presenter di Mancing
Mania. Terkadang ada di satu episode mereka berada di lokasi yang berbeda dan di
perahu yang berbeda dan mereka menunjukan cara memancing mereka masing-
masing sehingga memberi wawasan kepada audience bagaimana mana
teknik
memancing yang baik dan yang benar. Di acara ini terkadang terdapat bintang tamu
yang meramaikan dan suka memancing, seperti pengusaha, atau pemancing
international dari luar negri.
Pendapat saya tentang Mancing Mania bila masyarakat yang menyukai
memancing dan memiliki hobi memancing yang telah lama disimpan, pasti ketika
menonton tayangan Mancing Mania ke-esokan hari nya akan bersiap-siap untuk
|
|
28
memancing, karena tidak bisa di pungkiri bahwa tayangan ini telah memberikan
pengaruh terhadap hobi pemancing yang telah lama tidak memancing dan sibuk akan
dunia nya. Memancing merupakan kegiatan olahraga dan menyegarkan otak,
melemaskan bagian tubuh yang tegang dan memberikan kepuasan saat mendapatkan
ikan.
2.5
Teori Uses and Effect
Pemikiran ini pertama kali dikemukakan oleh Sven Windhal (1979) ini
merupakan sintesis antara pendekatan uses and gratification
dan teori tradisional
engenai efek. Konsep use (penggunaan) merupakan bagian yang sangat penting
atau pokok pemikiran ini. Karena pengetahuan mengenai penggunaan media dan
penyebabnya, akan memberikan jalan bagi pemahaman dan perkiraan tentang hasil
dari suatu proses komunikasi massa (Sendjaja, 2004: 41).
Penggunaan media massa dapat memiliki banyak arti. Ini dapat berarti
exposure yang semata-mata menunjuk pada tindakan mempersepsi. Dalam konteks
lain, pengertian tersebut dapat menjadi suatu proses yang lebih kompleks, dimana isi
tertentu dikonsumsi dalam kondisi tertentu, untuk memenuhi fungsi tertentu dan
terkait harapan-harapan tertentu untuk dapat dipenuhi. Fokus dari teori ini lebih
kepada pengertian yang kedua (Sendjaja, 2004: 41).
Dalam uses and gratification, penggunaan media pada dasarnya ditentukan
oleh kebutuhan dasar individu. Sementara pada uses and effect, kebutuhan hanya
salah satu dari faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya penggunaan media.
Karakteristik individu, harapan dan persepsi terhadap media, dan tingkat akses
terhadap media, akan membawa individu kepada keputusan untuk menggunakan atau
tidak menggunakan isi media massa (Sendjaja, 2004: 41-42).
|
|
29
Hubungan antara penggunaan dan hasil dari proses komunkasi massa, dengan
memperhitungkan pula isi media memiliki beberapa bentuk yang berbeda,
diantaranya :
1.
Pada kebanyakan efek tradisional, karakterisrik isi media menentukan seberapa
besar dari hasil. Penggunaan media hanya dianggap sebagai faktor perantara,
dan hasil dari proses tersebut dinamakan efek.
2.
Dalam berbagai proses, hasil lebih merupakan akibat dari penggunaan daripada
karakteristik isi media. Penggunaan media dapat mengembalikan, mencegah,
atau mengurangi aktivitas lainnya. Jika penggunaan merupakan penyebab utama
dari hasil, maka ia disebut konsekuensi.
3.
Ada anggapan bahwa hasil ditentukan sebagian oleh isi media (melalui
perantaraan penggunanya) dan sebagian oleh penggunaan media itu sendiri.
Oleh karenanya ada dua proses yang bekerja secara serempak yang bersama-
sama menyebabkan terjadinya suatu hasil yang disebut conseffects (gabungan
antara konsekuensi dan efek).
TV dengan segala kelebihannya telah menjadi media yang banyak dipakai
dan diminati. Hingga peran dan dampak yang diakibatkan olehnya pun tidak kecil
(Sarah Anabarja, 2010).
Di dalam penelitian ini, peneliti meneliti seberapa besar minat khalayak saat
menyaksikan tayangan mancing mania, seberapa besar pengaruh tayangan tersebut
sehingga audience dapat melakukan kegiatan memancing.
|
|
30
2.6
Teori Khusus
2.6.1
Presenter
Jika istilah host lebih banyak diberikan kepada seseorang yang membawakan
acara non berita, maka istilah anchor khususnya diberikan kepada seseorang yang
membawakan atau menyajikan berita. Dulu, pembawa acara dikenal dengan sebutan
master of ceremony
(MC). MC biasanya untuk acara hiburan dan semi hiburan,
sebab tuntutan kreavitas dan improvisasinya lebih tinggi. Seorang Master Of
Ceremony
harus mampu membaca situasi, menciptakan suasana sesuai dengan
karakteristik acaranya, dan memungkinkan adanya dialog dengan audience
(Aryati,
2004). Pada program Suara Anda sempat ada beberapa kali pergantian presenter
,beberapa diantaranya Fessy Alwi dan Chantall Dela Concetta. Dan sekarang ini
presenter dari program Suara Anda adalah Frida Lidwina. Pada program Suara Anda
ini presenter di tuntut untuk dapat berkomunikasi dengan baik dengan khalayak dan
juga menguasai berita.
Adapun kriteria kepribadian yang harus di miliki oleh seorang MC atau
pembawa acara, yaitu : (Aryati, 2004)
1.
Ekstrovert yaitu orang-orang yang suka mengekpresikan apa yang ada dipikiran,
dirasakan, kepada orang lain , pendek kata orang yang suka memperbincangkan
berbagai hal dengan orang lain, secara terbuka.
2.
Generalis
yaitu orang yang memiliki banyak pengetahuan umum, yang akan
memungkinkan dia untuk bicara apa saja.
3.
Fleksibel yaitu orang yang luwes, mudah menyesuaikan diri dengan situasi.
4.
Friendly
yaitu orang yang mudah bergaul, dank arena pembawaanya disenangi
banyak orang.
|
|
31
Adapun persyaratan utama untuk menjadi seorang MC atau pembawa acara,
yaitu : (Aryati, 2004)
1.
Pengetahuan dan Pengalaman yang Luas
Memiliki pengetahuan yang cukup dan pengalaman hidup akan membentuk
sikap penuh pengertian kepada masyarakat, serta mampu menghargai dan
memaklumi gejolak yang hidup di sekelilingnya. Dengan kedalaman
pengetahuan yang menyangkut peri kehidupan serta nilai-nilai yang dianut
masyarakat, seorang MC atau pembawa acara dapat dengan mudah menguasai
khalayak atau audien nya. Pengalaman akan menjadi sumber kreativitas yang
sangat efektif sesuai dengan tuntutan situasi.
2.
Cerdas
Banyak orang yang bisa membedakan MC atau pembawa acara yang cerdas dari
MC yang cemerlang permukaannya saja wajah cantik, suara bagus, tetapi tidak
ada kreativitas dan penghayatan dalam penampilannya. Penampilan tidak berisi,
hanya sekedar rangkaian kata-kata tanpa makna. Audience percaya kepada MC
yang tahu persis pada apa yang dikatakannya, sanggup dengan cepat mengambil
keputusan, membuat pesan dengan jelas, singkat, tenang bila terjadui hal-hal
yang mendadak harus disampaikan. Dan hal ini bisa terjadi setiap saat.
3.
Rasa Humor
Orang yang tidak mempunyai sense of humor
akan mendapat kesulitan untuk
mendalami profesi yang satu ini. Ada 2 hal yang menyangkut masalah ini :
1.
Audience tidak menghendaki berkomunikasi dengan seorang MC yang
bermuka masam, karena mereka datang untuk menghadiri suatu pertemuan,
menghibur hati dan secara tidak langsung mengharapkan semua
yang
dilihatnya adalah yang terbaik.
|
|
32
2.
Bagi seseorang yang tidak mempunyai rasa humor, tak seorang pun dapat
menolong anda untuk menghidupkan dan menyemarakan suasana dan
penampilan anda. Dengan rasa humor akan tercipta suasana akrab, ceria
antara anda dan audien.
3
Pelaksanaan suatu acara melibatkan banyak pihak, yang masing-masing
mempunyai cara dan keinginan sendiri-sendiri dalam mencapai tujuannya.
Pada saat acara berlangsung mungkin akan muncul instruksi-instruksi yang
membingungkan , atau juga pengisi acara yang rewel. Disinilah di butuhkan
kesabaran dari seorang MC/PA.
4.
Imajinasi
Berbagai macam acara akan di temui di sepanjang perjalanan karir seorang
MC/PA, dan masing-masing acara mempunyai karakter dan tingkat kesulitan
acara yang berbeda-beda. Pada saat-saat tertentu MC/PA dituntut untuk
kreatif, agar acara yang biasa-biasa bisa menjadi lebih meriah. MC
menciptakan suasana sesuai dengan imajinasinya namun tidak jarang pula
MC harus bisa meredam emosi audience-nya, dengan menerima imajinasi
yang di miliki audience-nya.
5.
Antusiasme
Seorang MC tidak mungkin menjalankan aktivitasnya tanpa antusiasme,
sebab tanpa itu hampir dapat dipastikan bahwa ia akan gagal menjalankan
perannya. Antusiasme akan terlihat oleh audien dan akan mempengaruhi
mereka. Antusiasme akan mencerminkan keunggulan MC, dalam komunikasi
yang terjadi antara MC dan audience-nya.
|
|
33
6.
Rendah Hati dan Bersahabat
Ketenaran dari seorang MC/PA bisa setingkat ketenarannya sengan seorang
artis, namun seorang MC tidak boleh terlalu bangga pada nama besarnya,
karena kesombongan akan terpancar keluar dari penampilannya, lewat kata-
kata yang dipilihnya, dan dari sikap tubuhnya saat berkomunikasi dengan
audience-nya. Kerendahan hati membuat penampilan MC/PA menjadi sosok
yang ramah, berwajah cerah, dan siap berdialog sebagaimana seorang sahabat
layaknya.
7.
Kemampuan Bekerjasama
Pada pelaksanaan kerjanya, seorang MC tidak dapat bekerja seorang diri.
Selalu ada pihak lain yang menunjang penampilan MC, seperti protokol,
stage manager, soundman, lightingman,
dan sebagainya. Karena itu,
dibutuhkan kemampuan bekerjasama dan pengertian yang baik di antara
sesama petugas.
2.6.2
Setting/Lokasi
Teori lokasi adalah ilmu yang menyelidiki tata ruang (spatial order) kegiatan
ekonomi, atau ilmu yang menyelidiki alokasi geografis dari sumber-sumber yang
potensial, serta hubungannya dengan atau pengaruhnya terhadap keberadaan
berbagai macam usaha/kegiatan lain baik ekonomi maupun sosial (Tarigan, 2006).
Teori lokasi adalah suatu penjelasan teoretis yang dikaitkan dengan tata ruang
dari kegiatan ekonomi. Hal ini selalu dikaitkan pula dengan alokasi geografis dari
sumber daya yang terbatas yang pada gilirannya akan berpengaruh dan berdampak
terhadap lokasi berbagai aktivitas baik ekonomi maupun sosial (Sirojuzilam, 2006:
22).
|
|
34
Aksesibilitas adalah salah satu faktor yang sangat mempengaruhi apakah
suatu lokasi menarik untuk dikunjungi atau tidak. Tingkat aksesibilitas merupakan
tingkat kemudahan di dalam mencapai dan menuju arah suatu lokasi ditinjau dari
lokasi lain di sekitarnya (Tarigan, 2006). Menurut Tarigan, tingkat aksesibilitas
dipengaruhi oleh jarak, kondisi prasarana perhubungan, ketersediaan berbagai sarana
penghubung termasuk frekuensinya dan tingkat keamanan serta kenyamanan untuk
melalui jalur tersebut
2.6.3
Pengertian Minat
Minat adalah kecenderungan dalam diri individu untuk tertatik pada sesuatu
objek atau menyenangi sesuatu objek, oleh Sumadi Suryabrata, 1988 : 109. (
Faktor Timbulnya Minat
Berdasarkan teori Acceptance Rejection
yang dikemukakan Fryer, bahwa
keberadaan minat itu berdasarkan pada orientasi suka dan tidak sukanya individu
terhadap objek, subjek atau aktivitas. Orientasi ini pada gilirannya akan
mempengaruhi penerimaan individu. Jika individu suka terhadap objek,subjek atau
aktivitas tersebut, maka individu akan menerimanya. Jika individu tidak suka kepada
objek, subjek atau aktivitas tersebut, maka ia akan menolaknya. Penentuan minat ini
didasarkan pada reaksi individu (menolakmenerima). Jika ia menerima berarti ia
berminat, dan jika menolak berarti ia tidak berminat (Sarwono S.W, 2003: 71).
Faktor timbulnya minat, menurut Crow and Crow (1982), terdiri dari tiga
faktor (Sarwono S.W, 2003: 76) :
1.
Faktor dorongan dari dalam, yaitu rasa ingin tahu atau dorongan untuk
menghasilkan sesuatu yang baru dan berbeda. Dorongan ini dapat membuat
|
|
35
seseorang berminat untuk mempelajari ilmu mekanik, melakukan penelitian
ilmiah, atau aktifitas lain yang menantang.
2.
Faktor motif sosial, yakni minat dalam upaya mengembangkan diri dari dan
dalam ilmu pengetahuan, yang mungkin diilhami oleh hasrat untuk
mendapatkan kemampuan dalam bekerja, atau adanya hasrat
untuk
memperoleh penghargaan dari keluarga atau teman.
3.
Faktor emosional, yakni minat yang berkaitan dengan perasaan
dan emosi.
Misalnya, keberhasilan akan menimbulkan perasaan puas dan dapat
meningkatkan minat, sedangkan kegagalan dapat menghilangkan minat
seseorang.
2.7
Hipotesis
2.7.1
Hipotesis Teori
Teori Uses and Effect berasumsi bahwa Isi media dan karakteristik media
akan menimbulkan suatu efek pada khalayak atau pemirsa. Sementara penggunaan
media akan menimbulkan suatu konsekuensi pada khalayak.
Pada penelitian ini hanya akan diteliti tentang efek yang ditimbulkan
komponen isi media dan karakteristiknya yaitu berupa minat khalayak untuk
memancing.
2.7.2
Hipotesis Penelitian
Bahwa Tayangan Mancing Mania Trans 7
dapat mempengaruhi minat
khalayak untuk memancing.
Semakin menarik Tayangan Mancing Mania maka akan semakin tinggi minat
khalayak untuk memancing.
|
![]() 36
Ha
Ada pengaruh Tayangan
Mancing Mania
Trans 7
terhadap minat
memancing.
Ho
Tidak ada pengaruh
Tayangan Mancing Mania
Trans 7
terhadap minat
memancing.
2.8.
Model Analisis
Di dalam penelitian ini, peneliti melihat bahwa orang berminat untuk
memancing tergantung dari karakteristik isinya. Oleh karena itu, peneliti
menganggap bahwa minat adalah efek dari karakteristik isi media.
2.9
Definisi Konsep dan Operasionalisasi Konsep
2.9.1
Definisi Konsep
Konsep adalah istilah yang mengekspresikan sebuah ide abstrak yang
dibentuk dengan menggeneralisasikan objek atau hubungan fakta-fakta yang
diperoleh dari pengamatan.
Bila konsep ini secara sengaja dan secara sadar dibuat serta dipergunakan
untuk tujuan ilmiah, maka ia disebut konstruk. Konstruk sendiri adalah konsep yang
|
|
37
dapat diamati dan diukur. Konsep yang sifat-sifatnya sudah diberi nilai dalam bentuk
bilangan yang disebut variabel.
Di dalam penelitian ini terdapat 2 konsep yang berperan sebagai variabel
yaitu variabel bebas tayangan Mancing Mania dan variabel terikat nya ialah minat
khalayak untuk memancing.
Variabel bebas (X) terdiri dari beberapa dimensi yaitu Presenter dan
Setting/Lokasi. Dimensi ini di ambil karena ingin melihat dari isi media nya.
Dimensi Presenter mempunyai sub-dimensi yaitu Dudit Widodo dan Bayu Noer, dan
Cepy Yanwar karena Presenter dalam mancing mania ada 3 orang. Dan indikator-
indikator dari sub dimensi dan dimensi tersebut diambil dari teori-teori yang sudah
dijelaskan. Sedangkan Setting/Lokasi tidak mempunyai sub dimensi dikarenakan
tidak ada pecahan terkecil dari teori setting/lokasi.
Variabel terikat (Y) mempunyai dimensi yaitu dorongan dari dalam, motif
sosial dan Emosional.
Indikator dimensi-dimensi ini diambil berdasarkan oleh teori
yang sudah dijelaskan sebelumnya.
|
![]() 38
2.9.2
Operasional Konsep
1. Variabel Tayangan Mancing Mania Trans 7 (X)Trans 7
Tabel 2.1 Variabel Tayangan Mancing Mania
Variabel
Dimensi
Sub Dimensi
Indikator
Skala
Tayangan
Mancing Mania
(X)
-
Presenter
-
Dudit
Widodo
-
Bayu Noer
-
Dudit widodo
merupakan
presenter yang
memiliki
pengetauan yang
luas.
-
Dudit widodo
selalu berbagi
pengetahuan
terhadap pemirsa
dan khalayak.
-
Dudit Widodo
melakukan
tindakan yang
menghibur untuk
khalayak.
-
Bayu Noer suka
berbagi
pengalaman dan
pengetahuan.
-
Bayu Noer
Likert
|
![]() 39
-
Cepy
Yanwar
adalah orang yang
memiliki
pengalaman dan
pengetahuan yang
luas.
-
Bayu Noer
memiliki teknik
memancing yang
berbeda.
-
Cepy yanwar
selalu melakukan
hal yang humoris
dibandingkan
Dudit Widodo.
-
Cepy Yanwar
selalu
memberikan
ekspresi puas saat
memancing.
-
Cepy Yanwar
selalu berbagi
semangat kepada
pemancing lain.
-
Cepy Yanwar
orang yang tidak
|
![]() 40
mudah menyerah.
Setting/Lokasi
-
Lokasi
memancing di
lautan akan lebih
mudah
mendapatkan
ikan.
-
Lokasi
memancing di
lautan akan
lebih
menarik.
-
Memancing di
kolam ikan/
Empang tidak
memiliki resiko.
-
Lokasi
memancing yang
lebih murah
adalah di
|
![]() 41
Empang/ Kolam
ikan
2.
Variabel Minat Memancing (Y)
Tabel 2.2 Variabel Minat Memancing
Variabel
Dimensi
Sub Dimensi
Indikator
Skala
Minat
Memancing (Y)
-Dorongan
Dari dalam
-
Khalayak ingin
memancing
setelah
menonton
tayangan
Mancing
Mania
-
Khalayak mulai
mempelajari
teknik
memancing.
-
khalayak sudah
terjun untuk
memancing.
-
khalayak
membeli
peralatan
Likert
|
![]() 42
memancing.
-
Motif Sosial
-
Khalayak
menjadikan
memancing
sebagai hobi.
-
Khalayak
selalu mebahas
topik
memancing.
Likert
Emosional
-
khalayak
mendapatkan
kepuasan saat
memancing.
-
khalayak
melatih
kesabaran saat
memancing.
-
khalayak sudah
merasakan minat
memancing saat
menonton
Mancing
Mania
|