3
BAB 2
DATA DAN ANALISA
2.1       Sumber Data 
Sumber data yang digunakan untuk mendukung proyek tugas akhir
ini, berasal dari berbagai sumber, yaitu :
-
Literatur
-
Internet
-
Wawancara narasumber
-
Survei dengan kuisioner terhadap target yang dituju 
 
2.2       Data Umum
2.2.1       Roti
Roti merupakan jenis makanan yang terbuat dari adonan
tepung terigu yang dicampur dengan air, yang kemudian
difermentasikan dengan ragi. Tetapi ada pula roti yang dibuat tanpa
difermentasikan dengan ragi. Seiring dengan adanya kemajuan
teknologi, manusia
pun
dapat membuat roti yang diolah dengan
beragam bahan seperti
garam, minyak, mentega, dan
telur untuk
menambahkan kadar protein roti sehingga dapat
menghasilkan
tekstur dan rasa tertentu.
2.2.1.1       Asal-Usul Roti
Menurut sejarah yang ada konon roti yang
berbentuk panjang berasal dari Bangsa Mesir Kuno. Pada
masa Mesir Kuno tersebut, roti dibuat dengan bahan dan
cara yang masih sangat sederhana sehingga
menghasilkan bentuk dan rasa yang belum terlalu
sempurna, tidak seperti roti yang kita sekarang kenal.
Roti itu ditemukan disaat orang-orang Mesir
Kuno sedang mencari cara lain untuk dapat menikmati
gandum. Mereka biasanya mengkonsumsi gandum
secara langsung. Tetapi lama kelamaan mereka mulai
menemukan bahwa gandum tersebut dapat dihaluskan
dengan menggunakan air sehingga dapat membentuk
sebuah adonan.
Adonan itu kemudian mereka jemur
sampai kering, lalu adonan tersebut
dipanaskan di atas
api dengan cara dibakar.
Pada tahun 4.600 yang lalu, ada orang
berkebangsaan
Mesir yang lupa mengeringkan adonan
tepungnya, sehingga hasil yang didapat adalah adonan
tersebut meragi. Setelah adonan itu meragi, kemudian
orang Mesir tersebut membakar adonannya, dan ternyata
  
4
menghasilkan rasa yang lebih enak dan tekstur yang
lebih lembut. Sejak saat itulah, orang-orang Mesir Kuno
sengaja
membiarkan adonan tepungnya meragi
terlebih
dahulu supaya adonan itu dapat mengembang.
Pemakaian ragi pada roti ditemukan pada saat
orang-orang Mesir menyimpan sedikit adonan yang telah
mereka buat pada hari sebelumnya,
dan kemudian
mereka
mencoba untuk menambahkan adonan baru ke
dalam adonan yang telah disimpan di hari sebelumnya.
Dari teknik
yang sederhana itu, ternyata memungkinkan
untuk terciptanya jenis-jenis roti baru.
Teknik yang sederhana tersebut masih
sering
digunakan di
beberapa negara dalam pembuatan roti
meskipun
perkembangan teknik
pembuatan roti kini
sudah sangat modern.
Bangsa Yunani belajar teknik pembuatan roti dari
Bangsa Mesir Kuno.
Kemudian teknik tersebut mulai
dikembangkan dan menyebar ke seluruh bagian Benua
Eropa dan sejak saat itu roti dijadikan sebagai makanan
yang dianggap cukup penting oleh masyarakat Eropa.
Sekitar abad pertengahan, puncak evolusi roti terjadi di
Benua Eropa.
Seiring
terjadinya perubahan zaman,
pembuatan
roti terus-menerus berkembang, sampai pada saat ini kita
telah mengenal berbagai macam bentuk dan rasa roti.
2.2.1.2       Roti di Indonesia
Budaya makan roti sendiri sudah berkembang
pesat
di Indonesia. Hal ini berawal dari kebiasaan
mengkonsumsi
roti sebagai sarapan yang mengacu pada
masyarakat Belanda saat masa penjajahan di Indonesia,
kini roti sudah menjadi bagian dari gaya hidup
masyarakat perkotaan di Indonesia.
Jauh sebelum roti-roti yang kita kenal selama ini
muncul, makanan jenis roti telah hadir di Indonesia sejak
zaman masa penjajahan Belanda sekitar tahun 1930.
Budaya makan roti sendiri yang sebenarnya biasa
dilakukan oleh orang barat tersebut, lama kelamaan
mulai tertular pada warga pribumi. Sejak itulah, roti
mulai dijual
di tanah air dengan cara berkeliling
menggunakan gerobak sepeda.
Perkembangan roti di Indonesia dapat dikatakan
cukup baik dan pesat, hal tersebut dapat
dilihat dari
perkembangan industri toko-toko roti yang tersebar di
berbagai daerah terutama di kota Jakarta.
Jenis-jenis roti yang ada di Indonesia pun juga
semakin beragam dari segi bentuk maupun rasanya.
2.2.1.3       Jenis-jenis Roti Secara Umum
  
5
  Jenis-jenis roti secara umum yang dikenal oleh
masyarakat Indonesia :
Croissant : roti ini berasal dari Negara Perancis
memiliki bentuk seperti tapal kuda dengan tekstur yang
renyah serta rasa yang gurih. Croissant ini
sering kali
dijadikan sebagai sarapan hampir dimana-mana sehingga
dapat dikatakan sangat populer. 
Baguette : Pada tahun 1930, roti
ini
sudah
dikembangkan di kota Paris. Pada awalnya, roti Baguette
dikenal sebagai roti yang
mewah. Tetapi
jika dilihat, arti
kata
dari
baguette
sendiri adalah tongkat
atau stick.
Selama 20 tahun hadir di Negara Perancis, Baguette
telah
menjadi simbol yang paling ampuh bagi Negara
tersebut.
Baguette sendiri memiliki tekstur
yang renyah
dan biasa disajikan sebagai teman makan sup.        
Pretzel : Meskipun roti ini terbilang
sangat populer
sebagai makanan ringan di Negara Amerika, ternyata
Pretzel sebenarnya
berasal dari
Negara
Jerman.
Pretzel
memiliki
makna
simbolik,
yakni
bentuk
simpul
yang
khas diyakini oleh beberapa orang sebagai simbol siklus
matahari. Yang lainnya percaya bahwa bentuk simpul
tersebut seperti 
tangan yang sedang berdoa. Roti ini
memiliki rasa yang asin dan tekstur yang renyah.
Roti Buaya : roti ini biasanya dibuat pada saat upacara
pernikahan Betawi tradisional karena diyakini sebagai
simbol kesetiaan bagi pasangan yang telah menikah.
Oleh sebab itu, biasanya roti ini dibuat sepasang karena
dipercaya bahwa binatang buaya hanya menikah sekali
sepanjang hidupnya. Roti ini memiliki rasa yang manis.
Roti Unyil : roti unyil
merupakan salah satu makanan
khas dari kota Bogor. Disebut unyil karena roti ini
memiliki ukuran yang kecil dan memiliki rasa yang
manis serta isi yang beraneka ragam, seperti coklat, keju,
sosis, daging asap, dan sebagainya. 
Roti Tawar : roti tawar dibuat dari bahan tepung terigu
dan memiliki tekstur yang halus dan lembut. Bahkan
tidak
sedikit yang mengandung susu karena didalam
adonannya sering kali ditambahkan susu. Roti ini cukup
terkenal di kalangan masyarakat Indonesia karena roti ini
biasanya menjadi makanan bekal maupun sarapan
mereka.
Roti Gandum : roti gandum dibuat dengan bahan dasar
yang berasal dari tepung yang mengandung kulit biji
gandum. Roti jenis ini mengandung karbohidrat
kompleks dan berserat tinggi. Tekstur yang dimiliki roti
  
6
ini sendiri kasar dan rasanya tawar. Roti gandum
sangat
cocok untuk dikonsumsi terutama untuk para
penderita
penyakit diabetes.
2.2.1.4       Manfaat Roti
Roti
dapat
menjadi
salah satu
makanan pilihan
untuk sarapan karena bila dilihat dalam segi
penyajiannya, roti cukup praktis. Tetapi ada hal yang
lebih penting dari masalah penyajian, yaitu
cara yang
benar dalam mengkonsumsi roti
tersebut
agar dapat
memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh. Roti memiliki nutrisi
yang cukup
lengkap dan baik karena mengandung
sumber karbohidrat yang dapat menghasilkan energi
dengan kandungan rendah lemak yang dimilikinya.
Tepung gandum adalah bahan utama roti, yang
dikombinasikan dengan ragi dan air yang kemudian
dapat menghasilkan makanan padat gizi juga
mengandung mineral dan vitamin. Roti yang
mengandung tepung terigu yang lengkap adalah jenis roti
yang banyak dipilih karena kandungan seratnya yang
tinggi.
Sedangkan
roti yang mengandung
tepung terigu
biasa, tidak mengandung banyak kebaikan. Oleh karena
itu, jenis roti ini biasanya diberikan bahan tambahan
seperti vitamin B1, zat besi, kalsium, dan folat. Olesan
seperti selai buah, kacang dan keju dapat menambah
kandungan nutrisi dan memaksimalkan kebaikan sarapan
rutin.
Tetapi roti juga dapat mengandung garam atau
sodium yang tinggi, sehingga dalam mengkonsumsi roti
harus memperhatikan jumlah asupan yang dimiliki oleh
roti tersebut untuk mengetahui kadar atau bahan yang
digunakan.
2.2.2       Buku
Buku adalah suatu kumpulan kertas atau bahan lain yang
dapat dijilid menjadi satu pada salah satu ujungnya dan berisikan
tulisan atau gambar. Pada setiap sisi dari sebuah lembaran kertas
pada buku tersebut disebut sebuah halaman.
2.2.2.1       Buku Anak
Buku bagi anak-anak dapat dikatakan sebagai
suatu investasi bagi
perkembangan otak dan jiwa
mereka. Buku-buku yang akan dibacakan atau dibaca
sendiri oleh anak-anak merupakan bagian yang
berkesinambungan dari seluruh pengalaman membaca
anak-anak.
  
7
Sejalan dengan psikologi perkembangan
anak,
Menurut Ch. Buhler, perkembangan literatur anak dapat
digolongkan berdasarkan pembagian usia, yaitu :
1.
Usia fantasi, umur 2-4 tahun
2.
Usia dongeng, umur 4-8 tahun
3.
Usia petualangan, umur 8-12 tahun
4.
Usia kepahlawanan, umur 12-15 tahun
5.
Usia emosional dan romantis, umur 15-20 tahun
Jenis-jenis buku bergambar anak menurut Amy
Burrell, dibagi menjadi :
1.
Toy books/Board books
Buku yang ditujukan untuk bayi karena buku tersebut
memuat fitur-fitur interaktif yang dapat dimainkan
dan  juga menggunakan suara.
2.
Toddler/Concept books
Buku ini memperkenalkan pembelajaran dasar
alfabet, angka, warna, bentuk dan lain sebagainya.
Tetapi
lebih menekankan pada kata-kata, namun
gambar masih menjadi unsur utama pada buku ini.
3.
Early picture books
Buku-buku ini menawarkan
cerita yang menghibur.
Gambar dan kata-kata menjadi unsur
terpenting
dalam jenis buku ini. Buku ini biasanya ditujukan
pada anak-anak yang berusia 4-6 tahun karena
mereka sudah mulai bisa membaca sendiri sehingga
kata-kata yang digunakan dalam buku ini sangat
penting.
4.
Easy readers
Buku ini memiliki
jumlah kata yang lebih banyak
dan hadir dengan bahasa yang sederhana yang
biasanya diberitahukan menggunakan
dialog atau
tindakan. Ilustrasi masih ditampilkan di setiap
halaman dalam buku ini.
5.
Early chapter books/Transition books
Buku ini merupakan transisi dari buku-buku
bergambar. Buku ini tidak lagi menampilkan banyak
ilustrasi dan kebanyakan warnanya hitam putih.
Jumlah kata yang ditampilkan dalam buku ini lebih
banyak.
Perancangan buku ini termasuk ke dalam jenis
buku bergambar easy reader karena memuat kata-
kata yang cukup banyak dan menggunakan bahasa
  
8
yang sederhana dan dibuat komukatif menggunakan
balon teks. Ilustrasi merupakan unsur utama dalam
buku ini.
2.2.3       Perkembangan Psikologi Anak
Erikson membagi perkembangan anak kedalam beberapa
tahapan sesuai usianya, yaitu :
-
Masa bayi (0 - 1,5 tahun)
-
Masa balita (1,5 – 3 tahun)
-
Masa Pra Sekolah (3 – 5 tahun)
-
Masa Sekolah Dasar (6 – 12 tahun)
Perancangan buku ini ditujukan untuk anak usia 6-8 tahun
yang termasuk dalam masa sekolah dasar. 
Karakteristik perkembangan dari anak usia 6-8 tahun antara
lain:
aktif melakukan kegiatan fisik, suka bekerja sama, dapat
membedakan antara khayalan dan kenyataan, rasa ingin tahu
menjadi semakin besar,
hubungan sosial meluas, dan dapat
mengekspresikan reaksi terhadap orang lain.
2.3      Karakteristik Buku “Bread Chronicle”
Sebagai buku yang memiliki target konsumen
anak-anak,
buku
mengenai
cerita sejarah penemuan roti ini 
memiliki konsep sebagai buku
pengetahuan bergambar yang dikemas dalam bentuk cerita naratif mengenai
proses perjalanan roti atau asal usul roti
yang berawal dari Bangsa Mesir
hingga
masuk ke Indonesia
yang dibahas secara singkat, beberapa jenis roti
secara umum, dan juga manfaat dari roti
di Indonesia
sendiri dengan
menggunakan pendekatan ilustrasi yang menyenangkan dan ceria, memakai
kombinasi warna-warna yang cerah untuk memberikan kesan menyenangkan
dan ceria, dan 
menggunakan tipografi jenis sans serif
sehingga membuat
anak nyaman, tidak bosan dan menjadi lebih tertarik untuk membaca dan
mempelajarinya. Selain itu juga menggunakan balon teks dengan bentuk yang
bermacam-macam dan dilengkapi dengan sebuah tokoh karakter yang lucu,
yaitu roti tawar sebagai narator yang juga berfungsi untuk menemani anak
dalam menelusuri isi dari buku
agar lebih komunikatif dalam
penyampaiannya. Kemudian karakter-karakter serta balon teks diberikan efek
seperti timbul dengan tujuan agar lebih memberikan dimensi dan juga
memberi kesan lebih menarik dan bermain.
Buku ini juga menggunakan
sedikit pendekatan fotografi sebagai pendukung untuk foto roti agar anak-
anak dapat membayangkan dengan jelas roti itu seperti apa.
Buku ini didesain untuk membantu anak memahami hal-hal nyata dan
membantu anak dalam mendapatkan informasi mengenai pengetahuan
tentang roti. Buku ini dikategorikan ke dalam kategori buku bergambar non
fiksi yang berusaha menampilkan gambar dan teks yang mampu
mempengaruhi anak untuk membaca.
2.3.1       Spesifikasi Buku 
  
9
Judul : Bread Chronicle : Rahasia Sepotong Roti
Ukuran : 16 x 18 cm
Tebal : 44 halaman
Finishing : Jilid lem panas, Spot UV dan Hardcover
2.3.2       Konten Buku
Cover Depan
Sampul Dalam
Divider
Penemuan Roti Pertama
Berisikan penemuan roti pada zaman Mesir Kuno.
Divider
Pembuatan Roti Di Zaman Yunani
Berisikan tentang pembuatan roti pada zaman Yunani Kuno.
Divider
Sekolah Roti Di Zaman Romawi
Berisikan tentang pembuatan roti dan sekolah roti yang ada di
zaman Romawi Kuno.
Divider
Puncak Evolusi Roti
Berisikan tentang puncak evolusi di Eropa.
Divider
Masuknya Roti Ke Indonesia
Berisikan tentang masuknya roti ke Indonesia. 
Aneka Jenis Roti
Berisikan beberapa jenis roti secara umum yang dikenal di
Indonesia, seperti baguette, croissant, pretzel, dan roti gandum.
Manfaat Roti di Indonesia
Berisikan tentang manfaat roti di Indonesia, seperti roti buaya yang
digunakan untuk pernikahan, roti tawar yang menjadi bekal ataupun
sarapan dan sebagainya. 
Cover Belakang
2.4      Target Audiens
-    
Demografi
Jenis kelamin : laki-laki & perempuan
Usia : Anak-anak (6 - 8 tahun)
Kelas Sosial : B-A (Menengah ke atas)
Pendidikan : Sekolah Dasar
-
Geografi
Tinggal di wilayah perkotaan Indonesia khususnya kota-kota besar
dimana banyak toko buku seperti kota Jakarta, Bandung, Surabaya, dan
sebagainya.
-
Psikografi
  
10
Gaya hidup : bersekolah, berkumpul bersama teman dan keluarga, suka
menonton film kartun dan membaca buku bergambar, memiliki waktu
luang, senang bermain, senang dengan roti.
Kepribadian : memiliki rasa ingin tahu yang tinggi, aktif, ceria, senang
belajar hal-hal baru, rajin, mandiri, polos.
Insight : suka berkhayal, berimajinasi, kreatif
2.5      Data Survei
2.5.1       Survei Terhadap Target Audience
Setelah melakukan survei dengan kuisioner yang diberikan
kepada 70
siswa sekolah dasar kelas 1 -  kelas 3 Kemurnian 2,
maka dapat ditarik kesimpulan bahwa semua anak menyukai roti
dan sebagian dari mereka menyukai roti karena faktor rasa dan
bentuknya. Tetapi ada pula yang menyukai roti karena bentuknya
saja atau dari rasanya saja. 40 anak mengkonsumsi roti kadang-
kadang, ini membuktikan bahwa roti hanya sebagai makanan
pengganti atau selingan, bukan sebagai makanan pokok. Kemudian
masih banyak dari mereka yang tidak mengetahui tentang jenis-
jenis roti secara umum yang dikenal di Indonesia. Selain itu, 40
anak tertarik untuk mengetahui hal-hal yang berhubungan dengan
roti. Dan 59 anak dari mereka suka membaca buku cerita
bergambar.
Kemudian 48 anak suka menonton film kartun Spongebob
Squarepants & Shaun The Sheep, 36 anak menyukai film Dora The
Explorer. Majalah yang sering mereka baca adalah 59 anak
memilih Bobo, 47 anak memilih XY kids, dan Disney 28 anak.
Untuk warna kesukaan, kebanyakan dari mereka menyukai warna
biru, merah, kuning, orange, dan hijau. Mereka suka nonton dan
bermain game, membaca, menggambar, olahraga, dan jalan-jalan.
Untuk makanan kesukaan, makanan yang paling disukai adalah
snack, roti, kue, dan junk food.   
2.5.2       Survei Dengan Narasumber
Dalam wawancara dengan Ibu Diah Susanti
selaku kepala
toko roti Holland Bakery cabang Daan Mogot, diajukan beberapa
pertanyaan yang berkaitan dengan roti. Menurut Beliau, peranan
roti di Indonesia bukan sebagai makanan pokok, melainkan sebagai
makanan selingan atau pengganti seperti untuk sarapan atau bekal.
Kemudian Beliau mengatakan bahwa manfaat dari roti sendiri,
yakni
roti memiliki gizi yang banyak karena bahan-bahan yang
digunakan dalam proses pembuatannya
berkualitas sehingga
menghasilkan kandungan gizi dan vitamin yang sangat banyak.
Selain itu, jenis-jenis roti yang secara umum yang dikenal oleh
masyarakat Indonesia
adalah roti tawar, bila dilihat dari rasanya
roti coklat keju dan roti pisang. Beliau juga mengatakan pelanggan
yang sering membeli roti di Holland Bakery kebanyakan orang
dewasa dan roti yang paling banyak dibeli adalah roti manis coklat,
  
11
keju, dan roti isi daging sapi. Hal ini membuktikan bahwa
masyarakat Indonesia mengkonsumsi roti sebagai makanan
selingan atau cemilan yang dapat mengenyangkan di saat mereka
sedang beraktivitas karena roti cukup praktis untuk dibawa kemana
saja. Dalam hal yang berkaitan dengan perkembangan roti di
Indonesia, Beliau mengatakan bahwa perkembangannya cukup
pesat dan bagus, dapat dilihat dari persaingan toko-toko roti yang
kini sudah banyak didirikan. Yang terakhir mengenai pengaruh roti
di Indonesia sendiri, menurut Beliau pengaruhnya cukup baik, roti
sudah menjadi kebutuhan untuk masyarakat karena merupakan
makanan pengganti nasi sementara atau sebagai makanan selingan
yang lebih sehat karena mengandung banyak vitamin dan gizi,
kemudian teman minum kopi atau teh dan roti sendiri sudah
memasyarakat dengan baik di kalangan bawah maupun atas.
Wawancara kedua dengan Ibu Audrey Rosaline selaku
pemilik toko Pensee Bakery yang terletak di Apartemen
Mediterania, ditanyakan juga mengenai hal-hal yang berhubungan
dengan roti. Menurut Beliau, manfaat dari roti adalah untuk
kebutuhan pangan dan menjadi salah satu pilihan makanan yang
sehat karena mengandung banyak gizi.
Sedangkan peranan roti di
Indonesia, Beliau mengatakan roti sebagai salah satu unsur
percampuran budaya antara budaya barat dengan Indonesia. Dari
situlah kita juga dapat mempelajari kehidupan dan kebiasaan
sehari-hari dari orang Barat. Jenis roti yang dikenal oleh
masyarakat Indonesia adalah roti yang gurih dan manis, seperti roti
coklat dan keju. Sedangkan roti yang disukai anak-anak adalah roti
yang memiliki bentuk unik seperti roti yang berbentuk kura-kura
dan buaya, serta roti yang rasanya manis. Menurut Beliau, 80
persen dari anak-anak selalu dibawakan roti oleh orang tuanya
sebagai makanan bekal ataupun selingan karena orang tua mereka
sering kali tidak sempat untuk menyiapkan bekal untuk anak-anak
mereka.
2.6      Data Buku Penunjang
Judul :  Roti: dari Zaman Purba hingga  
              Masa Kini
Penulis : Orange Picture
Tebal : 24 halaman
Penerbit : Agromedia
Buku ini mengajak anak untuk bertualang
menjelajah dunia roti. Bagaimana roti pertama
kali ditemukan? Bagaimana perjalanannya
hingga muncul roti-roti seperti yang sekarang
ini kita kenal? Roti apa saja yang menjadi ciri
khas suatu negara? Dan tentu saja cara
pembuatan roti. Semuanya disajikan dalam
buku ini dengan ilustrasi yang menarik.
Sumber : Google
Gambar 2.1 Cover
Buku Penunjang
  
12
2.7       Data Buku Pembanding
Judul : Ensiklopedia Junior Makanan
Penulis : Emilie Beaumont
Tebal : 131 halaman
Penerbit : PT. Bhuana Ilmu Populer
Dalam buku ini kamu akan menemukan
berbagai jenis makanan beserta cara
pembuatannya, dari cara membuat roti sampai
cara membuat cokelat. Selain itu kamu juga
akan diajak untuk menengok sejarah dari
beberapa jenis makanan dan melihat bagaimana
cara orang dari berbagai belahan dunia
memakannya.
Kelebihan : Gaya ilustrasi yang digunakan
cukup berkarakter dan bagus. Menggunakan
warna-warna yang cerah seperti warna biru dan
orange. Tipografi yang digunakan juga cukup
nyaman untuk dibaca.
Kelemahan : layoutnya terlalu kaku dan terpaku
dengan grid. Hanya memuat sedikit informasi
mengenai roti karena yang dibahas adalah lebih
kepada sejarah makanan secara keseluruhan.
Judul : Batter Up, Spongebob!  
Penulis : David Lewman
Tebal : 24 halaman
Penerbit : Nickelodeon
SpongeBob
senang
untuk bergabung
di liga
baseball
ayahnya,
sampai dia tahu bahwa
baseball yang  sebenarnya adalah
tidak seperti
kenangan
T-ball di masa kecilnya! Terkejut
dengan
seberapa cepatnya bola
berputar
dan
bagaimana
berat
pemukul baseball yang asli,
SpongeBob
mendekati
home plate dengan lutut
menekuk
dalam ketakutan. Bisakah dia
membuat
homerun
dan
ayahnya
bangga?
SpongeBob dan
penggemar olahraga
akan
menyukai cerita baseball ayah dan anak ini!
Kelebihan : Ilustrasi menarik, warna-warna
yang digunakan sesuai dengan target, jenis font
yang digunakan cukup nyaman untuk dibaca.
Sumber : Google
Gambar 2.2 Cover
Ensiklopedia Makanan
Sumber : Google
Gambar 2.3 Cover
Spongebob
  
13
Kekurangan : tampilan layout agak sedikit
monoton.
Judul : A Day At The Beach 
Penulis : Lauryn Silverhardt
Tebal : 22 halaman
Penerbit : Nickelodeon
Datang dan bermain di pantai bersama Dora
dan Boots!
Kelebihan : Ilustrasi menarik, warna-warna
yang digunakan sesuai dengan target, jenis font
yang digunakan cukup nyaman untuk dibaca.
Kekurangan : tampilan layout
agak sedikit
monoton.
2.8      Analisa SWOT Buku “Bread Chronicle”
Strenght
-
Menyajikan materi dengan menggunakan ilustrasi yang menarik dan
lucu  sehingga mudah dimengerti dan menarik minat anak untuk membaca.
-
Menggunakan balon teks dan sebuah tokoh karakter  yaitu roti tawar
sebagai narator yang akan menyampaikan konten yang ada dalam buku agar
lebih menarik dan komunikatif kepada anak.
-
Materi disajikan dalam bentuk cerita naratif.
-
Menggunakan sedikit pendekatan fotografi untuk menunjukkan foto
roti yang sebenarnya agar anak dapat membayangkan bentuk roti dan
rasanya.
-
Dilengkapi dengan informasi perjalanan roti masuk ke Indonesia.
Weakness
-
Hanya memuat materi dasar dan umum yang perlu diketahui oleh
anak.
-
Harga buku yang terbilang cukup mahal.
Opportunities
-
Masih sedikit jumlah publikasi buku untuk anak mengenai roti yang
beredar di pasaran.
-
Anak-anak memiliki rasa keingintahuan yang sangat besar dan selalu
ingin belajar hal-hal baru.
-
Buku ini dapat menjadi sebuah jalan untuk meningkatkan minat anak
sehingga dapat membuat anak-anak tertarik membaca buku-buku lain.
Sumber : Google
Gambar 2.4 Cover
Dora The Explorer
  
14
Threats
-
Minat membaca anak yang masih kurang.
-
Anak-anak cepat bosan terhadap sesuatu.