3
BAB 2
DATA DAN ANALISA
2.1 Sumber Data
Data dan informasi untuk mendukung proyek Tugas Akhir ini diperoleh dari
berbagai sumber, antara lain:
The Real Art of Tarot “Membaca Pikiran Melalui Tarot” karya Hisyam A. Fachri
Tarotivator “Mendeteksi dan Melejitkan Potensi Diri Melalui Tarot” karya Indra
Ferdianto
The Tarot Bible karya Sarah Bartlett
The Supernatural “Signs of Things to Come” karya Angus Hall
Pencarian bahan melalui artikel, dan literatur dari internet mengenai hal-hal yang
berhubungan dengan tema yang diangkat.
Wawancara dengan narasumber praktisi tarot
Survei melalui kuesioner
2.1.1
Hasil Survei
Hasil penyebaran survei melalui situs jejaring Facebook, dengan jumlah 172
orang mahasiswa Universitas Bina Nusantara dan beberapa Pegawai Kantor, 86
orang wanita dan 86 orang pria. Berikut adalah total perolehan suara survei:
  
4
1. Apakah anda pernah membaca ramalan bintang (horoskop)?
a. Ya = 94%  b. Tidak = 6%
2. Apakah anda percaya dengan hasil ramalan bintang tersebut?
a. Ya = 30%  b. Tidak = 70%
3. Apakah anda pernah mendengar tentang "Kartu Tarot"?
a. Ya = 99%  b. Tidak = 1%
4. Darimana anda mengetahui tentang "Kartu Tarot"?
a. Buku = 14%  b. Majalah/Tabloid = 20%  c. Internet = 18% 
d. Televisi = 23%  e. Teman = 21%  f. Lain-lain = 4%
5. Apakah anda tertarik untuk mempelajari seluk beluk "Kartu Tarot"?
a. Sangat Tertarik = 16%  b. Tertarik = 13%  c. Biasa = 38% 
d. Cukup = 20%  e. Tidak Tertarik = 12%
6. Apakah anda pernah mengetahui adanya Buku dan Kartu Tarot buatan
Indonesia?
a. Ya = 30%  b. Tidak = 69%  c. Lain-lain= 2%
7. Aspek penting apakah yang membuat anda tertarik untuk membeli sebuah
"Kartu Tarot"?
a. Ilustrasi menarik = 68%  b. Packaging = 11%  c. Faktor Harga = 6%                    
d. Lain-lain = 15%
  
5
2.2    Kartu Tarot
Dalam satu set kartu tarot terdapat 78 kartu yang terbagi menjadi dua bagian
utama, yaitu Arcana Mayor dan Arcana Minor. Arcana berasal dari kata Arcanum
yang berarti rahasia yang mendalam, tidak jauh dari kebenaran yang ada. Mayor
berarti besar dan Minor berarti kecil. Maka dari itu tarot dapat diistilahkan memasuki
dunia kerahasiaan alam semesta dan menjelaskan konsep itu ke dalam logika.
2.2.1 Sejarah Tarot
Pada awalnya, permainan kartu tersebut bernama Carde da Trionfi, atau Kartu
Kejayaan (Trionfi: berjaya atau menang, triumph). Sebanyak 28 dokumen tertanggal
1442-1463 mencantumkan permainan kartu bernama Trionfi. Kartu-kartu Trionfi
tersebut pun masih dapat dijumpai saat ini. Setelah mendapat pengaruh dari Perancis,
nama Trionfi berubah menjadi Tarocchi. Kepopuleran kartu Tarot diperkirakan
bermula sejak Antoine Court de Gebelin menerbitkan sebuah buku pada tahun 1781.
Buku tersebut menyatakan bahwa pendeta-pendeta Mesir kuno telah melukis kartu
Tarot berdasarkan Buku Thoth. Mereka kemudian membawa gambar-gambar
tersebut ke Roma untuk dipersembahkan kepada Paus. Paus kemudian
memperkenalkan Tarot ke Avignon, Perancis pada abad ke-14. Penjelasan Court de
Gebelin dianggap tidak akurat karena tidak didukung oleh bukti-bukti sejarah dan
ditulis sebelum Champollion menerjemahkan bahasa Mesir kuno, Hieroglif
(Hieroglyph). Gereja Katolik dan pemerintah daerah di Eropa tidaklah selalu
melarang permainan Tarot. Beberapa daerah bahkan memperbolehkan warganya
memainkan Tarot dimana permainan kartu sejenis lainnya jelas-jelas dilarang.
Hak eksklusif tersebut tidaklah berlangsung lama. Pada akhir abad ke-14
seorang penceramah dari Swiss, Johannes von Rheinfelden, secara tiba-tiba
  
6
menyerang perjudian dan permainan kartu. Tractus de moribus et disciplina
humanae conversationis diterbitkan di tahun 1370 (Beberapa ahli menyatakan pada
tahun 1377).
Sebagai akibat dari pernyataan ini, John I dari Castile, pemerintah
Firenze dan Basel secara bersamaan menerbitkan larangan bermain kartu. Beberapa
tempat seperti Regensburg dan Duchy of Brabant pun menerbitkan larangan serupa
di tahun 1379. Bernard Siena memberi ceramah bahwa kartu bermain adalah hasil
ciptaan Setan.
Tarot-tarot tertua saat ini dibuat pada awal sampai pertengahan abad ke-15.
Ketiga set kartu tersebut adalah milik keluarga Visconti, keluarga yang paling
berkuasa di Milan pada saat itu. Kartu-kartu tersebut dilukis untuk merayakan
perkawinan antara keluarga Visconti dan Sforza, kemungkinan besar oleh Bonifacio
Bembo dan pelukis-pelukis miniatur dari Ferrara. 35 kartu disimpan di Perpustakaan
Pierpont Morgan, 26 kartu di Accademia Carrara, 13 kartu di Casa Colleoni, dan 4
kartu (Devil, Tower, Three of Swords, dan Knight of Coins) tidak dapat ditemukan,
atau mungkin tidak pernah dibuat. Set kartu 'Visconti-Sforza' ini direproduksi secara
meluas. Dalam set tersebut, Minor Arcana (kartu-kartu Pedang, Tongkat, Koin dan
Cawan) dan Major Arcana digabungkan untuk merefleksikan ikonografi
konvensional pada saat itu.
2.2.2 Simbolisme Tarot
Tarot bermakna tarekat atau "Jalan", dikenal sejak kejayaan Islam di Spanyol
dan menjadi pelengkap studi spiritual bagi paguyuban sebuah tarekat Islam, sebagai
media penguji pendakian karomah atau pencerahan para muridnya dalam
menemukan jati dirinya. Makna pendakian kemakrifatan atau pencerahan adalah
  
7
proses yang berkesinambungan berupa pengalaman seseorang dalam menyelami
siapa, kemana dan apa sebenarnya diri setiap pribadi itu.
Ilustrasi dan interpretasi Tarot berkembang sejalan dengan perkembangan
jaman. Seringkali, ilustrasi Tarot dibentuk untuk melayani pandangan mistis dan
kebutuhan penggunanya.
Berdasarkan interpretasi Arthur Edward Waite, artis
Pamela Colman Smith melukis satu set lukisan Major Arcana. Hasil karya mereka
kemudian diterbitkan oleh perusahaan percetakan, Rider Company. Set Tarot ini
menjadi set yang paling populer di peradaban modern. Set kartu tersebut dikenal juga
dengan sebutan Tarot Rider-Waite-Smith. A.E. Waite menerbitkan buku petunjuk
interpretasi Tarotnya, The Pictorial Key to the Tarot (1910).
Dua puluh dua kartu yang terdapat dalam Arcana Mayor banyak menimbulkan
perdebatan, baik arti dari set itu sendiri, maupun interpretasi masing-
masing kartu.
Secara umum, Arcana Mayor dimengerti sebagai perjalanan hidup the Fool (si
Pandir), melalui segala prahara dan rintangan sampai akhirnya dia menemukan
kebijaksanaan. Pengertian tersebut diusulkan oleh Eden Gray pada pertengahan abad
ke-20. Tarot dikaitkan dengan berbagai bidang studi seperti Astrologi, Numerologi
Pythagoras, Kabalah, I Ching, dan lain-lain. Empat simbol Minor Arcana sering
diasosiasikan dengan empat elemen dasar: Udara (Pedang), Api (Tongkat), Air
(Cawan), dan Tanah/batu (Pentacle/Koin).
2.2.3 Psikologi Carl Gustav Jung
Ketidaksadaran kolektif adalah suatu sistem psikis yang paling kuat dan
berpengaruh, dan pada kasus patologi, sistem ini mengungguli ego dan
ketidaksadaran pribadi. Menurut Jung, evolusi manusia menjadi blue print bukan
hanya mengenai fisik tetapi juga mengenai kepribadian. Ketidaksadaran kolektif
  
8
adalah gudang ingatan laten yang diwariskan oleh leluhur. Ingatan yang diwariskan
adalah pengalaman-pengalaman umum yang terus-menerus berulang lintas generasi.
Namun, yang diwariskan bukanlah memori atau pikiran yang spesifik, ingatan ini
lebih sebagai predisposisi (kecendrungan untuk bertindak) atau berpotensi untuk
memikirkan sesuatu. Adanya predisposisi membuat orang menjadi peka dan mudah
membentuk kecenderungan tertentu, walaupun tetap membutuhkan pengalaman dan
belajar.
Manusia lahir dengan kemampuan mengamati tiga dimensi, namun
kemampuan itu baru diperoleh sesudah manusia belajar melalui pengalamannya.
Proses yang sama terjadi pada kecenderungan rasa takut ular dan kegelapan,
menyayangi anak, serta keyakinan adanya Tuhan.
Ketidaksadaran kolektif merupakan fondasi ras yang diwariskan dalam
keseluruhan struktur kepribadian. Di atasnya dibangun ego, ketidaksadaran pribadi,
dan pengalaman individu. Jadi apa yang dipelajari secara substansial dipengaruhi
oleh ketidaksadaran kolektif yang menyeleksi dan mengarahkan tingkah
laku sejak
bayi. Bentuk dunia yang dilahirkan telah dihadirkan dalam dirinya, dan gambaran
yang ada di dalam itu mempengaruhi pilihan-pilihan secara tidak sadar.
Ketidaksadaran pribadi dan ketidaksadaran kolektif sangat membantu manusia
dalam menyimpan semua hal yang telah dilupakan, semua kebajikan, dan
pengalaman sepanjang sejarah.
Mengabaikan ketidaksadaran dapat merusak ego,
karena ketidaksadaran dapat menyimpangkan tingkah laku manusia, seperti phobia,
delusi, dan simptom
gangguan psikologis. Isi utama dari ketidaksadaran kolektif
adalah arketip, yang dapat muncul ke kesadaran dalam wujud simbolisasi. Simbol
inilah yang terungkap pada saat mengambil tebaran kartu Tarot.
  
9
2.2.4 Arcana Mayor
Kartu Arcana Mayor terdapat 22 kartu yang terdiri dari 21 kartu dengan nomer
berurutan, ditambah 1 kartu dengan nomor nol. Arcana Mayor menggambarkan pola
dasar simbolisme berbagai sikap, karakter dan kepribadian.
Berikut ini adalah susunan kartu-kartu Arcana Mayor:
0 - The Fool
I - The Magician
II - The High Priestess
III - The Empress
IV - The Emperor
V - The Hierophant
VI - The Lovers
VII - The Chariot
VIII - Strength
IX - The Hermit
X - Wheel of Fortune
XI - Justice
XII - The Hanged Man
XIII - Death
XIV - Temperance
XV - The Devil
XVI - The Tower
XVII - The Star
XVIII - The Moon
XIX - The Sun
XX - Judgement
XXI - The World
2.2.5 Arcana Minor
Kartu Arcana Minor terdapat 56 kartu yang terbagi dalam empat jenis, yaitu:
 
Tongkat (Wand, Staves, or Baton)
Elemen Api, dalam teori psikologi berhubungan dengan intuisi.
 
Koin (Pentacles)
Elemen Tanah, dalam teori psikologi berhubungan dengan sensasi.
 
Pedang (Sword)
Elemen Udara, dalam teori psikologi berhubungan dengan pemikiran.
  
10
 
Piala (Cups)
Elemen Air, dalam teori psikologi berhubungan dengan perasaan.
Masing-masing kartu
memiliki urutan dari As (1) sampai (10), dan empat kartu
kerajaan. Kartu kerajaan mewakili situasi dan peristiwa. Jumlah kartu setiap
kelompak adalah 14 kartu. Kartu tarot ini dapat dihubungkan dengan simbolisme
kartu remi biasa. asal muasal kartu Remi pun berkaitan dengan kartu Tarot. Tongkat
berpasangan dengan Keriting; Koin berpasangan dengan Wajik; Piala berpasangan
dengan Hati; dan Pedang dengan Sekop. Arcana Minor berisi berbagai misteri yang
ada pada setiap sifat dan kondisi manusia.
2.3
Analisa SWOT
Strength :
 
Tarot merupakan sarana pengenalan potensi dan kepribadian seseorang
 
Ilustrasi-ilustrasi visual pada kartu tarot sangat menarik
 
Tarot tidak sulit untuk dipelajari, siapapun bisa bermain tarot
 
Menurut Carl Jung, tarot adalah sebuah permainan psikologi alam bawah
sadar yang menggunakan prinsip sebab akibat. Dapat dihubungkan dengan
logika
Weakness :
 
Masih adanya mitos negatif mengenai tarot
 
Tidak semua orang tertarik akan tarot
  
11
Opportunities :
 
Menjadi media pengetahuan baru pengenalan seni membaca kartu tarot
kepada masyarakat
 
Pembahasan ini sudah banyak di internet namun belum ada yang dijadikan
buku visual tarot yang menarik khususnya di Indonesia
 
Memenuhi rasa keingintahuan orang-orang yang tertarik akan seni membaca
kartu tarot
 
Dapat menjadi sarana permainan psikologi modern tentang karakteristik
manusia.
 
Belum ada kartu tarot yang menarik secara layout dan visual di Indonesia
Threat :
Banyaknya buku tarot berbahasa inggris yang lebih lengkap secara content
Kurangnya minat membaca dan membeli buku di zaman sekarang