|
sedangkan yang tipis arah timur. Petunjuk ini tidak berlaku
untuk daerah lereng atau lembah atau hutan lebat
2. Memilih Lintasan
a. Melakukan perjalanan di dataran rendah: Pertama tentukan arah
yang dituju, hal ini dimaksudkan untuk menghindari lintasan
yang tidak menentu atau berputar-putar di sekitar lokasi.
Apabila menghadapi sungai yang besar dan sulit di sebrangi maka
ikutilah aliran sungai tersebut sebagai pedoman untuk keluar
dari daerah survival, karena kemungkinan akan melewati
perkampungan penduduk
b. Melakukan perjalanan dipegunungan: Tentukan arah dan ikuti
punggungan gunung. Jangan berjalan di lembah atau pada aliran
sungai, karena sungai dipegunungan cukup curam dan kadang kala
membentuk air terjun
B. Jejak
Pada kawasan hutan banyak ditemui jejak yang merupakan tanda yang
menunjukkan adanya manusia atau hewan. Bentu ini perlu diketahui agar dapat
membedakan individu yang melintas daerah tersebut. Jejak dapat pula sebagai
penunjuk arah pergerakan SURVIVOR.
1.
Jejak hewan berupa telapak kaki, kotoran dan sibakan tumbuhan, dapat
menunjukkan jenis hewan tersebut, ukuran tubuh, habitat, makanan, pola dan
tingkah laku. Sehingga dapat diambil tindakan membuat jerat atau menghindari
hewan berbahaya.
2. Jejak manusia berupa telapak kaki, sepatu atau sandal, sibakan atau patahan
tumbuhan, bekas bacokan pada pohon dan sampah. Sehingga dapat
menunjukkan aktivitas seseorang sebagai pemburu, perambah hutan, penjelajah
atau survivor.
3.
Membuat jejak usaha survivor
untuk keluar dari kondisi survival dalam
melakukan pergerakan dapat membuat membuat jejak yang jelas agar Tim
SAR mudah melacak. Jejak ini dapat dibuat sesuai dengan alat atau barang
yang dibawa atau tanpa alat.
|