Start Back Next End
  
3
pada figur atau benda hidup (misal: manusia, binatang, creatures) akan
memberikan ‘enhancement’
sekaligus efek dinamis terhadap gerakan/
action tertentu, sementara pada benda mati (misal: gelas, meja, botol)
penerapan
squash and stretchakan membuat mereka (benda-benda mati
tersebut) tampak atau berlaku seperti benda hidup.
4. Anticipation
Anticipation
boleh juga dianggap sebagai persiapan/ awalan gerak atau
ancang-ancang. Seseorang yang bangkit dari duduk harus
membungkukkan badannya terlebih dahulu sebelum benar-benar berdiri.
Pada gerakan memukul, sebelum tangan ‘maju’ harus ada gerakan
‘mundur’ dulu. 
5. Slow In dan Slow Out
Sama seperti
spacing
yang berbicara tentang akselerasi dan deselerasi.
Slow In dan Slow Out menegaskan kembali bahwa setiap gerakan memiliki
percepatan dan perlambatan yang berbeda-beda. Slow in terjadi jika sebuah
gerakan diawali secara lambat kemudian menjadi cepat.
Slow out
terjadi
jika sebuah gerakan yang relatif cepat kemudian melambat.
6. Arcs
Dalam animasi, sistem pergerakan tubuh pada manusia, binatang, atau
makhluk hidup lainnya bergerak mengikuti pola/jalur (maya) yang disebut
Arcs. Hal ini memungkinkan mereka bergerak secara ‘smooth’
dan lebih
realistik, karena pergerakan mereka mengikuti suatu pola yang berbentuk
lengkung (termasuk lingkaran, elips, atau parabola). Pola gerak semacam
inilah yang tidak dimiliki oleh sistem pergerakan mekanik/ robotik yang
cenderung patah-patah.
7. Secondary Action
Secondary action
adalah gerakan-gerakan tambahan yang dimaksudkan
untuk memperkuat gerakan utama supaya sebuah animasi tampak lebih
realistik. Secondary action
tidak dimaksudkan untuk menjadi ‘pusat
perhatian’ sehingga mengaburkan atau mengalihkan perhatian dari gerakan
utama. Kemunculannya lebih berfungsi memberikan
penekanan untuk
memperkuat gerakan utama.
8. Follow Through dan Overlapping Action
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter