|
3
pas di film ini, kesan suram oleh warna-warna gelap menjadi seimbang dengan
tambahan sedikit warna kuning. Mood ini sesuai dengan kesan yang ingin
dibangun Penulis dalam cerita .
2.4 Studi Bentuk
Berdasarkan referensi-referensi pada karakter diatas, Penulis mengamati
beberapa poin, contohnya pada gambar desain karakter Lorax, dari gambar gambar
tersebut, terlihat bahwa garis-garis yang digunakan
sangat luwes dan memiliki
proporsi yang realis. Hal ini menurut penulis memperkuat sisi cartoony dan terlihat
seperti karakter-karakter tersebut berada dalam dunia yang fun. Namun pada
karakter Megamind, meski memiliki kemiripan dalam segi proporsi, terlihat bahwa
adanya garis yang lebih tegas. Hal ini dikarenakan film yang memang memiliki style
cerita yang berbeda dimana lebih keras, dan lebih mengarah pada action. Dunia
yang dibangun pada Megamind pun tidak seimajinatif Lorax. Penulis menyukai
kedua gaya seperti karena tidak terlalu exaggerate, terlihat pas dan indah.
Dari referensi karakter shadow , Penulis menemukan beberapa elemen utama
yakni bentuk yang tidak beraturan, dan taring yang menakutkan menjadi ciri khas
membuat karakter yang abstrak.
2.5 Studi Art Direction
Selain data-data, penulis juga mengumpulkan referensi film animasi pendek
untuk genre yang sejenis dan film layar lebar yang menginspirasi penulis,
dengan tujuan untuk menganalisa animasi dan film tersebut guna memberikan
pengayaan dalam pengerjaan animasi yang penulis kerjakan.
Penulis melakukan studi terhadap animasi pendek Sang dEncre, L'Enfant de
la Haute dan Nuri.
|