Start Back Next End
  
3
sebagai dekorasi dinding.. Selain itu juga ada Lukisan Jepang kuno memperlihatkan
suatu alur cerita yang hidup, dengan menggelarkan gulungan lukisan, dibuat pada
masa Heian (794-1192) ). Kemudian muncul mainan yang disebut Thaumatrope
sekitar abad ke 19 di Eropa, berupa lembaran cakram karton tebal, bergambar
burung dalam sangkar, yang kedua sisi kiri kanannya diikat seutas tali, bila dipilin
dengan tangan akan memberikan santir gambar burung itu bergerak .
Hingga di tahun 1880-an, Jean Marey menggunakan alat potret beruntun
merekam secara terus menerus gerak terbang burung, berbagai kegiatan manusia
dan binatang lainnya. Sebuah alat yang menjadi cikal bakal kamera film hidup yang
berkembang sampai saat ini. Dan di tahun 1892, Emile Reynauld mengembangkan
mainan gambar animasi yang disebut Praxinoscope, berupa rangkaian ratusan
gambar animasi yang diputar dan diproyeksikan pada sebuah cermin menjadi suatu
gerak film, sebuah alat cikal bakal proyektor pada bioskop(Laybourne 1978).
Keduanya dianggap sebagai pembuka awal dari perkembangan teknik film animasi
(Ensiklopedi AmericanavoLV1,1976)
Menyusul di tahun-tahun berikutnya para animator Amerika mulai
mengembangkan teknik film animasi di sekitar tahun 1913 sampai pada awal tahun
1920-an. Max Fleischer mengembangkan Ko Ko The Clown dan Pat Sullivan
membuat Felix The Cat. Rangkaian gambar-gambar dibuat sesederhana mungkin, di
mana figure digambar blabar hitam atau bayangan hitam bersatu dengan latar
belakang blabar dasar hitam atau dibuat sebaliknya. McCay membuat rumusan film
dengan perhitungan waktu, 16 kali gambar dalam tiap detik gerakan.
Fleischer dan Sullivan telah memanfaatkan teknik animasi sell, yaitu
lembaran tembus pandang dari bahan seluloid (celluloid) yang disebut cell. Pemula
lainnya di Jerman, Lotte Reineger, di tahun 1919 mengembangkan film animasi
bayangan, dan Bertosch dari Perancis, di tahun 1930 membuat percobaan film
animasi potongan dengan figure yang berasal dari potongan-potongan kayu. George
Pal memulai menggunakan boneka sebagai figure dalam film animasi pendeknya,
pada tahun 1934 di Belanda. Dan Alexsander Ptushko dari Rusia membuat film
animasi boneka panjang The New Gulliver
di tahun 1935. Di tahun 1935 Len Lye
dari Canada, memulai menggambar langsung pada film setelah memasuki
pembaharuan dalam film berwarna melalui film Colour of Box
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter