|
13
6.
Menetapkan standar-standar yang berlaku seperti standar dokumentasi,
penamaan, prosedur perbaharuan, dan aturan pengaksesan.
7.
Melakukan penghematan biaya operasional dengan menggabungkan
semua data operasional organisasi ke dalam sebuah database
dan
membangun serangkaian aplikasi yang mengakses data dari satu sumber.
8.
Kebutuhan
yang berbeda-beda dari setiap user atau divisi mungkin akan
menimbulkan konflik dalam organisasi. Untuk menghindari konflik maka
keputusan mengenai perancangan dan penggunaan operasional database
akan ditangani oleh DBA. Setiap keputusan DBA
dapat menghasilkan
sistem yang mampu menyediakan penggunaan sumber daya terbaik bagi
organisasi.
9.
Meningkatkan kemudahan dalam mengakses data.
10.
Meningkatkan produktivitas programmer
serta mengurangi waktu
pengembangan sistem terkait dengan penghematan biaya.
11.
Meningkatkan pemeliharaan melalui data independen.
12.
Menjaga agar data tetap utuh dan valid dengan mengatur pengaksesan
data yang sama oleh dua atau lebih user dalam waktu yang bersamaan
melalui DBMS.
13.
Meningkatkan kemudahan dalam membuat cadangan dan
mengembalikan data seperti semula ketika data mengalami kerusakan
atau kegagalan.
2.8
Fungsi DBMS
Fungsi dan fasilitas-fasilitas dalam DBMS
adalah (Connolly & Begg,
2010, p100-104):
1.
Data storage, retrieval, and update
DBMS
harus menyediakan kemudahan bagi user untuk
menyimpan, mengambil/mengakses, dan memperbaharui/memodifikasi
data di dalam database.
2.
A user-accessible catalog
DMBS harus menyediakan katalog yang berisi deskripsi dari setiap
data yang disimpan dan diakses oleh user.
|