Start Back Next End
  
48
Tabel 2.8 Statistik Uji untuk Varians Tidak Diketahui dan Berbeda
Hipotesis
Statistik Uji
Nilai Kritis
0
:
H1
0
:
H
2
1
2
1
0
1
/
1
/
/
/
/
/
2
2
2
2
2
1
2
1
2
1
2
2
2
1
2
1
2
2
2
1
2
1
2
1
n
n
s
n
n
s
n
s
n
s
v
n
s
n
s
x
x
t
v
t
t
;
0
:
H1
0
:
H
2
1
2
1
0
v
t
t
;
0
:
H1
0
:
H
2
1
2
1
0
v
v
t
t
or
t
t
;
2
/
;
2
/
Untuk melakukan uji hipotesis terdapat beberapa tahap:
1.
Menentukan hipotesis nol (
0
H
) dan alternatif (
1
H
): dalam tahap ini
dilakukan pemilihan hipotesis yang akan dijadikan tujuan. Hipotesis yang
ingin dibuktikan oleh peneliti ditempatkan di
1
H
,
Sedangkan
0
H
adalah
lawan dari 
1
H
.
2.
Menentukan taraf signifikansi (a): Semakin kecil nilai taraf signifikansi,
maka semakin besar persentase kebenaran hipotesis.
3.
Menentukan statistik uji: pada proses ini dilakukan perhitungan dengan
menggunakan rumus yang nantinya akan dibandingkan dengan nilai
kritis. Statistik uji ini digunakan untuk menentukan keputusan ditolak
atau diterimanya
0
H
.
4.
Menentukan daerah kritis: hasil yang diperoleh dari perhitungan statistik
uji lalu dibandingkan dengan nilai kritis untuk diketahui kebenaran
hipotesis.
5.
Mengambil kesimpulan: tolak atau terima
0
H
.
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter