Start Back Next End
  
34
Hubungan one-to-one memiliki ciri pada atribut dalam entitas
pertama yang hanya berhubungan dengan satu atribut di
entitas kedua, dan demikian pula sebaliknya. 
2.
One-to-many (1:*)
Pada tipe hubungan one-to-many, sebuah atribut dapat
memiliki banyak hubungan ke tipe entitas pada bagian many
(–
*) dari sebuah hubungan. Sebagai contoh, jika entitas A
mempunyai hubungan one-to-many
terhadap entitas B, maka
satu atribut di entitas A bisa berhubungan dengan banyak
atribut di entitas B. Akan tetapi satu atribut di entitas B hanya
dapat berhubungan dengan satu atribut di entitas A.
3.
Many-to-many (*:*)
Untuk tipe hubungan many-to-many, beberapa atribut dapat
memiliki banyak hubungan pada entitas yang berpartisipasi,
begitu pula sebaliknya, tidak terbatas pada satu entitas saja.
Sebagai contoh, jika entitas A mempunyai hubungan many-to-
many terhadap entitas B, maka satu atribut di A bisa
berhubungan dengan banyak atribut di B, demikian pula
sebaliknya. Dalam implementasi basis data, harus ada sebuah
tabel perantara di antara entitas A dan entitas B. Apabila
entitas A dan entitas B menjadi tabel utama, dan tabel
perantara menjadi tabel kedua.
2.1.7.6 Masalah dengan Model ER
Masalah ini disebut sebagai perangkap koneksi (connection
trap), dan biasanya terjadi karena tafsir mengenai makna
hubungan tertentu (Connolly dan Begg, 2010:392)
Ada dua jenis perangkap koneksi utama, yang disebut
perangkap kipas (fan trap) dan perangkap jurang (chasm trap).
Secara umum, untuk mengidentifikasi perangkap koneksi, arti dari
sebuah hubungan harus dipastikan telah dipahami sepenuhnya
dengan jelas. Karena apabila tidak dipahami dengan benar, maka
Word to PDF Converter | Word to HTML Converter