Bab 2
Landasan Teori
2.1 Teori Hinshi  
  Menurut Niwasaburoo (2004:1), ‘hinshi’ atau  kelas kata yaitu: 
Terjemahan: 
Kelas  kata merupakan kata-  kata yan g  dibagi  berdasarkan  bentuk  karakteristik 
serta fungsinya di dalam kalimat.  
Jenis Hinshi 
Niwasaburoo  (2004:1)  membagi  jenis  ‘hinshi’ atau    kelas  kata  dalam 
bahasa Jepang menjadi sepuluh jenis kelas kata yaitu: 
1. 
  Terjemahan: 
Nomina  ….    jika  setelah  nomina  ditambahkan  partikel ga wo ni , 
maka  nomina  tersebut  akan  menjadi  pelen gk ap(penderita,  pen yerta,  pelaku). 
Nomina  dapat  menjadi  predikat  jika  ditambahkan da .  Ini  pun  berlaku  untuk  
kata ganti nomina.  
Contoh:  Nihon  ‘Jepang’,  Satou  ‘Sato’,  hon  ‘pohon’,  ai  ‘cinta’,  ugoki  ‘bergerak’, 
omosa ‘berat’, mono ‘barang’, koto ‘hal’, watashi
‘saya’, are ‘itu’ 
  
2. 
Terjemahan: 
Adjektiva-  Na  ….  dapat  menjadi  predikat,  biasan ya  diakhiri  dengan -da . 
Selain itu, jika muncul sebelum nomina, berubah menjadi bentuk -na  
Contoh: kirei da ‘cantik’, shinsetsu da ‘baik hati’, hima da ‘senggang’, kantan da 
‘mudah’, shinsetsu na hito ‘oran g  yang baik hati’   
3. 
Terjemahan: 
Adjektiva-  I  ….  dapat  menjadi  predikat,  biasan ya  diakhiri  dengan -i .  
Biasan ya diletakkan di depan nomina tanpa men gubah bentuknya. 
Contoh: ookii ‘besar’    yasashii ‘mudah’   kanashii ‘sedih’   nai ‘tidak ada’/  
ookii hon ‘buku yang besar’  
(Jika  menyebut  kata  keiyoushi ,  maka  yan g  dimaksud  adalah  keduanya  baik  
adjektiva- na maupun adjektiva- i)
4. 
Terjemahan: 
Verba …. dapat menjadi predikat, biasanya diakhiri dengan -u . 
Contoh: kaku ‘menulis’,  kowasu ‘merusak’, kanashimu ‘menangisi’ , dekiru ‘dapat’,  
iru ‘ada’, aru ‘ada’
5. 
Terjemahan: 
  
  Adverbia …. digunakan untuk menerangkan predikat. 
Contoh: yukkuri  ‘pelan-  pelan’,  totemo  ‘sangat’, zutto ‘sepanjang’, mada ‘belum’, 
tabun ‘mungkin’, narubeku ‘sedapat mungkin’
6. 
  Terjemahan: 
Pronomina …. digunakan untuk menerangkan nomina. 
Contoh:  sono  ‘itu’,  konna  ‘yang  seperti  ini’,  arayuru  ‘setiap’,  aru ‘ ad
rokuna 
‘layak’, taishita ‘hebat’ 
7. 
   
               
Terjemahan: 
Konjungsi’…. digunakan untuk men yambung nomina dan kalimat.  
Contoh:  soshite  ‘lalu’,  keredomo  ‘tetapi’,  sate  ‘jadi’,  nazenaraba  ‘alasan 
mengapa’, oyobi ‘dan’, mata ha ‘selain itu’ 
8. 
Terjemahan: 
Kopula ….  digunakan setelah predikat, dap at menambah arti yang bervariasi.  
Contoh: rashii ‘dengar-
dengar’, souda ‘kelihatannya, katanya’,  darou  ‘kan’, mai 
‘digunakan pada konteks dugaan negatif’ 
9. 
  Terjemahan:   
Partikel  ….    digunakan  pada  nomina  untuk  menunjukkan  hubungan  d engan 
predikat, menghubungkan kata  dengan kata,  dan  jika  diletakkan  setelah  predikat 
dapat menambah arti yang bervariasi. 
  
Contoh: ga, wo, ni, no, to, kara, yori, node, ha, mo, ne  
10. 
Terjemahan: 
Interjeksi …. bagian dari kalimat dan merupakan kata-
k
yang digunakan pada 
saat memberi salam, memanggil dan menjawab.  
Contoh:  nee  ‘hei’,  hai  ‘iya’,  iie  ‘tidak’,  konnichi
‘selamat  siang’,  sayounara 
‘selamat tinggal’, jya ‘jadi’ 
2.2 Teori Meishi 
  Struktur  Meishi atau  ‘nomina’  menurut  Niwasaburoo  (2004:163)  dapat 
dibagi menjadi du a jenis yaitu sebagai berikut: 
Terjemahan: 
Meishi disusun  dalam hubungan yang setara. 
Di  dalam susunan Meishi, buku  dan  note dihubungkan  dengan 
partikel setara, sedangkan buku dan juga note  dapat dihubungk
dengan 
konjungsi. 
Terjemahan: 
  
Meishi yang menjadi topik akan memodifikasi kata- kata lainn ya. 
Salah  satu  contoh  cara memodifikasinya adalah  dengan  mengambil 
bagian N  no  N di  dalam  kalimat  yan g  mengandung  nomina.  Jika  itu 
dipahami  maka  dapat  mengambil  beber apa  bentuk  nomina  yan g  sudah 
dimodifikasi.  Bentuk  ad jektiva  yang  memodifikasi  nomina  seperti pohon 
yang  tinggi orang  yang  sehat juga  dapat  sepenuhnya  menjadi  frase 
nomina. 
Jenis Meishi  
  Terdapat  berbagai  macam  pendapat  yang  berbeda  mengenai  jenis-  jenis  meishi 
atau  ‘nomina’ 
dalam  bahasa  Jepang.  Ada  yan g  membagi  meishi atau 
‘nomina’  menjadi  empat  kelompok kelas kata, ada pula  yang membaginya  menjadi  lima 
atau enam kelompok kelas kata.  
  Sedangkan  Niwasaburoo   (2004:163)  membagi  meishi  atau  ‘nomina’ 
menjadi enam jenis kelas kata  yaitu sebagai berikut: 
1.  Daimeishi  atau  ’kata  ganti  nomina’  dibagi  menjadi  dua  jenis  yaitu 
sebagai berikut: 
a.  Ninshou Daimeshi atau ‘kata ganti orang’ 
Contoh:  
• 
Kata  ganti  orang  pertama  yaitu watashi  watakushi 
ore atashi
• 
Kata ganti orang kedua yaitu anata 
• 
Kata ganti orang ketiga yaitu  kare
b.  Shiji Daimeishi atau ‘kata ganti petunjuk’ 
Contoh:  kore   soko  achira
kocchi    
  
2.  Suushi atau  ‘kata  bilangan’  dibagi  menjadi  dua  jenis  yaitu  sebagai 
berikut: 
A.  Ichi  ni san sen ichiman
B.  Hito futa mi yo itsu mu nana ya
kokono too 
” 
Terjemahan: 
Untuk bilangan sebelas ke atas digantikan dengan menggunakan bilan gan A. 
3.  Keishiki Meishi  
  
Terjemahan: 
Keishiki  Meishi  yaitu  nomina  yang  memiliki  peranan  seca
formalitas. 
Formalitas  merupakan  bagian  dari  makna  kelas  kata  d
gramatikal,  serta 
mempunyai fun gsi untuk membentuk sintaksis. 
Niwasaburoo  menjelaskan  bahwa  keishiki  meishi  memiliki  peran
penting  di 
dalam gramatikal.   
4.  Koyuu Meishi atau ‘nomina nama diri’  
Terjemahan: 
  
Tidak  terdapat  perbedaan  spesial  antara  nomina  nama  d
dengan  nomina  biasa 
secara  tata  bahasa,  nomina  nama  diri  dibagi  berdasark
maknanya.  Di  dalam 
bahasa  Inggris,  yang  berhubungan  dengan  artikel,  terda
aturan  untuk  selalu 
memulai  menulis  menggunakan  huruf    kapital,  maka  d
itu  penting  untuk 
menentukan nomina nama diri.  
5.  Futsuu Meishi atau ‘kata benda biasa’ 
Terjemahan: 
Setelah  semua  nomina  yang  telah  disebutkan  di  atas  ya
tersisa  adalah  kata 
benda  biasa  yang  disebu t  Futsuu  Meishi.  Pertama,  Futs
Meishi  dapat  dibagi 
menjadi dua jenis yaitu kata benda konk rit dan kata benda abstrak.
Contoh: 
•  Hito    :  watashi Tanaka  san gakusei  ten  in 
hito dare
• 
Mono :    hon kusa  ame  hataraki  kanashisa 
sonzai   kore  mono  nani   
• 
Tokoro :    kyoushitsu toukyou sora  dai  isshou
ue asoko  tokoro  doko  
• 
Muki :  higashi migi ushiro achira  kocchi
dochira docchi 
• 
Toki  :  ima  ashita  senkyujyukyu  nen  ni ji 
san jikan toki  itsu  
• 
Koto :    jissai nyuusu  keikaku  shippai 
urikire  yarinaoshi   
6.  Dousasei no meishi atau ‘nomina kegiatan’ 
  
Terjemahan:  
Di  dalam  Futsuu  Meishi  yang  telah  disebutkan  di  atas,  terdapat  nomina  yan g 
menerangkan  kegiatan  yang  secara  gramatikal  memiliki  karakteristik  tersendiri.  
Nomina  yang  menerangkan  kegiatan  dibagi  menjadi  dua  jenis.  Yang  pertama 
adalah nomina  yang dibentuk dari kata kerja.  Contoh: benkyou ‘belajar’, sentaku 
‘mencuci’,  kaimono ‘berbelanja’,  nyuugaku ‘masuk  sekola
ryuugaku  ‘sekolah 
ke luar negeri’.  
Terjemahan: 
Terdapat  beberapa  hal  yang  berbeda  dengan  nomina  bia
Pertama,  di  dalam 
kalimat  majemuk  Dousasei  no  meishi  dapat  dimasukkan  ke  dal
kata  kerja 
yang  mengekspresikan  tujuan  seperti V-  ni  iku kuru,  kaeru ’per
datang, 
pulang  untuk  -V’.  Tentu  saja,  dibatasi  oleh  kata  kerja  ya
menunjukkan 
keinginan  orang  tersebut. Contoh: Pergi ke perpustakaan  unt
meminjam  buku. 
Pergi ke  department store untuk berbelanja.  
Terjemahan: 
Jika  diletakkan -chuu ,  maka nomina  tersebut berubah menjadi  predikat,  kata 
kerja  tersebut  dapat  berkembang  dan  dapat  memperlihatkan  kondisi  saat  ini. 
Contoh: toko  (sedang) dibuka, (sedang) rusak.  - chuu dapat berfungsi  sebagai 
pelengkap di dalam frase nomina. 
2.3 Teori Keishiki Meishi  
  
Menurut  Niwasaburoo  (2004:215),    pengertian  Keishiki  Meishi
yaitu: 
Terjemahan: 
Keishiki  Meishi  merupakan  nomina  selain  nomina  ya
dalam  penggunaannya 
dapat  berdiri  sendiri.  Keishiki  Meishi  sebenarnya  memil
makna  yang  lemah, 
dan dalam penggunaannya juga selalu dimodifikasi sesuai deng
kata lainnya.  
    Jenis Keishiki Meishi 
 
  Menurut  Niwasaburoo  (2004:215),  jenis-  jenis  Keishiki  Meishi
yaitu sebagai berikut: 
2.4  Teori ~You Na 
Menurut Moriyama Takuro (1995:12):  
Terjemahan: 
Menurut  Moriyama  Takuro,    ~you  na memiliki  tiga  sifat  ya
sebagai 
berikut:  
  
. Tidak mempunyai kecocokan yang jelas  
. Tidak jelas alasan penyamaann ya 
. Satu himpunan tetapi tidak terjelaskan  
Selain  itu,    ~you  na memiliki  tiga  fungsi.  Adapun  ketiga  fungsi  tersebut 
yaitu:  
2.4.1.   Hiyu Idiom
  Berikut  ini  merupakan  tabel  berbagai  pengertian  hiyu yang  didapatkan 
dari    (2014),  Weblio   (2014)  dan   (2012).  Selain  itu,  terdapat  pula 
tiga  contoh  kalimat  penggunaan  ~you  na yang  memiliki  fungsi  hiyu
.  
1. 
Ungkapan  yang  meminjam  sesuatu,  kiasan   ataupun  sesuatu  lain  
yang berhubungan. Analog.   
2.
Weblio
Ungkapan  persamaan  yang  digunakan  saat  menerangkan  sesuatu 
dengan  menggunakan  sesuatu  yang  diketahui  oleh  lawan  bicara. 
Terdap at  pula  kata-  kata  lain  seperti  perumpaman,  metaphor, 
metonymy, synecdoche, alegori. 
3.  
Persamaan. Analog.  
  
Tabel 2.1. Tabel Pengertian hiyu  
  
Contoh: 
  
1. 
  Saya ingin wajah yang bulat seperti  bulan.  
2. 
Bulan November dan Desember disaat ban yak orang berkumpul,  hari- hari tersebut tidak 
menyenangkan karena benar- benar seperti ner aka. 
3. 
  
Laki-
laki  yang seperti iblis.  
2.4.2 Suiryou 
  Berikut  ini  merupakan  tabel  berbagai  pengertian  suiryou yang 
didapatkan  dari    (2014),  Weblio   (2014)  dan   (2012).  Selain  itu, 
terdapat  pula  tiga  contoh  kalimat  penggunaan  ~you  na yang  memiliki 
fungsi suiryou .  
  
 pada  bahasa lisan dan kopula (maji, ji) pada bahasa tulisan.
1.   
  
1  Dugaan  mengenai  keadaan   sesuatu,  standard  ataupun  sesuatu  
yang  menjadi  topik  bagi  orang  lain.    (Mengungkapkan  pikiran),  
(pengharapan) 
2 Dalam  gramatikal, no  1  digunakan  saat berbicara.  Verba,  dalam 
bahasa  tulisan  menggunakan  kopula  (mu,  muzu,  mashi,  kemu, 
ramu,  rashi,  meri)  dst,  sedangkan  d alam  bahasa  lisan 
menggunakan kopula (u) , (you), (rashii), (darou ),  (deshou) dst. 
2.   
Weblio
  
Sesuatu  yang merupakan dugaan. Perkiraan.  
   Dalam  gramatikal  ungkapan  ini  digunakan  saat  membicarakan 
prediksi/  pengharapan  mengenai  sesuatu  yang  tidak  ny
dan  
tidak  dapat  dipastikan.  Dalam  bahasa  lisan  digunak
bersama 
kopula  (u,  you,  rashii)  dan  frase  (darou,  desho
Sedangkan  
dalam bahasa  tulisan digunakan bersama kopula mu(n
muzu(nzu),  
mashi,  kemu(ken),  ramu(ran),  rashi,  meri,  beshi  d
Selain  itu, 
pada  dugaan  yang  berlawanan  digunakan  kopula  (m
3.    
  
Dugaan mengenai situasi/ kondisi, daya pikir dst. (Jen
perkiraan, 
tebakan.  
Tabel 2.2. Tabel Pengertian suiryou  
Contoh:  
1. 
   Orang  seperti Tanaka san, tidak akan mengerjakan pekerjaan semac
ini.  
2.
    Sampai saat ini tidak ada masa yang seperti sekarang. 
3.  
    Dia kelihatannya suka orang  yang rajin seperti dia. 
2.4.3 Shiji 
  Berikut ini merupakan tabel berbagai  pengertian shiji yang didapatkan 
dari   (2014),  Weblio   (2014) dan   (2012). Selain  itu, terdapat  pula 
tiga  contoh  kalimat  penggunaan  ~you  na yang  memiliki  fungsi  shiji
1. 
  
Menunjukkan  contoh.  Memberikan  dan  menunjukkan  contoh. 
(cara memasukkan~)  
  
2.   
Weblio
   Menunjukkan  contoh.  Memberikan  dan  menunjukkan  contoh. 
(cara menjawab~) 
Dalam  gramatikal, cara berbicara dengan menunjukkan contoh. 
Dalam  bahasa  lisan  digunakan  bersama  dengan  kopula  ((no)you  
da,  (no)  you  d esu),  sedangkan  dalam  bahasa  tulisan  digunakan  
bersama kopula ((no)gotoshi)  
3. 
    
Menunjukkan contoh. 
Tabel 2.3. Tabel Pengertian shiji  
Contoh: 
 
1. 
  
    Kondisi langit seperti akan turun hujan besar ya. 
 
2. 
     Saya ju ga ingin kursi  yang seperti ini.  
3. 
   Saya suka oran g  yang cantik seperti Hanako.