![]() Gambar 2.7 Wayang Golek
Sumber: www.danknoer.blogspot.com
b. Pantun Sunda
Pantun Sunda pengertiann ya berbeda dengan pantun Melayu. Pantun Melayu semakna
dengan "sisindiran" Sunda, yaitu puisi yang terd iri atas dua bagian; sampiran dan isi.
Sedangkan pantun Sunda adalah seni pertunjukan. Pantun adalah cerita tutur dalam
bentuk sastra Sunda lama yan g disajikan secara paparan (prolog), dialog, dan seringkali
dinyan yikan. (www. Wikipedia.org, diakses Maret 2014).
Pantun merupakan jenis pertunjukan, yaitu Teater Tutur. Jenis Teater Tutur di Indonesia
tersebar di ber bagai wilayah masyarakat suku. Ada kentrung di Jawa Timur, jemblung di
Banyumas, warahan di Lampung, dingdong di Gayo, datendate di Sulawesi
Tengah,dan lain sebagainya. Dengan demikian, teater tutur merupakan gejala bud aya
primodial Indonesia, karena terdapat di daerah- daerah yang mendapat pengaruh agama
dan budaya Hindu-Buddha, Islam, maupun tidak. Disebut Teater tutur, sebab
pertunjukan han ya dilakukan oleh seorang pencerita yang mengisahkan sebuah lakon
atau hanya ungkapan liris, dalam bentuk bercerita dan atau dinyanyikan, disertai
instrumen musik tradisional suku. Dalam Pantun sendiri, cerita dituturkan oleh juru
pantun, diceritakan atau dilagukan den gan irin gan kecapi. (Sumardjo. 2003:53-54)
Oleh seorang Saini K. M, dalam pengantar buku Simbol Simbol Artefak Bud aya
Sunda karya Jakob Sumardjo mengatakan bahwa, ditinjau dari segi sastra maupun seni
karawitan (seni musik), seni Pantun sangatlah bermutu. Karena mutunya itu seni pantun
|